cover
Contact Name
Sugeng Supriyanto
Contact Email
jfks@unimugo.ac.id
Phone
+6281572929655
Journal Mail Official
jfks@unimugo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Gombong Address: Jl. Yos Sudarso No.461 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54412. Phone: (0287) 472433 | Email: jfks@unimugo.ac.id
Location
Kab. kebumen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
ISSN : 28092899     EISSN : 28092899     DOI : http://dx.doi.org/10.26753/jfks.v2i1.784
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Klinik & Sains (JFKS) mainly focuses a current topic in Pharmaceutical scineces, pharmaceutical management and pharmacy practice are also considered for publication by the Journal. JFKS is open for various fields such as pharmaceutical technology, pharmacognosy and phytochemistry, pharmaceutical microbiology and biotechnology, pharmacokinetics, pharmacology and toxicology, pharmaceutical Chemistry, community and clinical pharmacy, regulatory affairs and management pharmacy, pharmacoeconomic, social Pharmacy.
Articles 95 Documents
EVALUASI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DEWASA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS AYAH I KEBUMEN PERIODE JUNI – JULI 2022 Adi Pratama, Faiz Surya; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muhammad Husnul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.959

Abstract

Pemberian obat antihipertensi diharapkan dapat mengontrol tekanan darah pasien. Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam kesehatan lanjutan dan kesejahteraan pasien hipertensi. Namun masih ditemukan beberapa pasien dengan berbagai komplikasi hipertensi karena tidak rutin minum obat. Berdasarkan data dari puskesmas pasien hipertensi beberapa ada yang malas minum obat, sering lupa dan merasa sudah sehat oleh karena itu perlu adanya evaluasi kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Penelitian ini yaitu penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan menggunakan data dan angka untuk menjawab studi penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan rancangan studi cross-sectional untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas dengan terikat. Data yang diambil dalam penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada responden yang bertujuan untuk mengumpulkan data kategori atau penggolongan, penyusunan atau analisis data, dan membuat hasil penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi pada bulan Maret – Mei 2022 yaitu sebanyak 251 penderita hipertensi dengan rincian Maret sebanyak 85 kasus, April 80 kasus, dan Mei 86 kasus. Berdasarkan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 72 orang. Anilisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kepatuhan yang rendah dalam penggunaan obat antihipertensi sebanyak 34 (47.2%), responden yang memiliki kepatuhan yang sedang dalam penggunaan obat antihipertensi sebanyak 27 (37,5%) dan responden yang memiliki kepatuhan yang tinggi dalam penggunaan obat antihipertensi sebanyak 11 orang (15,3%) orang. Sehingga tingkat kepatuhan dikategorikan rendah dalam mengkonsumsi obat antihipertensi. Mengukur kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS - 8 yang berisi 8 pertanyaan dengan total skor 8 dan dikategorikan untuk kepatuhan tinggi (skor = 8), tingkat kepatuhan sedang (skor = 6 < 8), tingkat kepatuhan rendah (skor = < 6)
OPTIMASI KOMPOSISI CERA ALBA DAN VASELINUM ALBUM DALAM SEDIAAN KRIM KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus Britton & Rose) Nurwaini, Setyo; Ramadhani, Amalia
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1282

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus Britton & Rose) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan betasianin sebagai senyawa aktif antioksidan. Penggunaan kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengembangan sediaan topikal seperti krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum cera alba dan vaselinum album basis pembawa ekstrak kulit buah naga merah. Optimasi menggunakan software Design Expert versi 13 dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Respon uji yang digunakan meliputi respon uji pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Percobaan menunjukkan hasil formula optimum krim dengan nilai desirability 0,176 dengan konsentrasi cera alba sebesar 2,47% dan vaselinum album sebesar 7,53%. Hasil respon uji berturut-turut untuk uji pH sebesar 5,71±0,0005; viskositas 26480±351,57 cps, uji daya sebar sebesar 4,42±0,21 cm2, dan uji daya lekat sebesar 73,80±12,19 detik.
PERBANDINGAN KESTABILAN WARNA SEDIAAN LIP CREAM DARI KOMBINASI EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis) DAN BERAS MERAH (Oriza nivara) SEBAGAI ZAT WARNA ALAMI Fauziah, Luluk Nur Ichda; Miyarso, Chondrosuro; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.941

Abstract

Lip cream merupakan sediaan yang dapat memberikan kelembapan pada bibir. Ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn.f.) dan beras merah (Oryza nivara) digunakan sebagai pewarna alami yang tidak menyebabkan iritasi sehingga aman digunakan, sediaan stabil selama penyimpanan. Kandungan pigmen yang terdapat di dalam  kedua tanaman tersebut berupa senyawa flavonoid yaitu antosianin. Senyawa antosianin memberikan pigmen berupa warna merah, biru, violet, oranye, ungu. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk memperoleh pewarna alami sediaan  Lip cream kombinasi ekstrak daun  jati (Tectona grandis L.) dan beras merah. Ekstraksi daun jati dan beras merah dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96% dan HCl 1%. Standarisasi ekstrak dilakukan dan analisis kandungan senyawa dengan uji tabung. Ekstrak yang telah dibuat dilakukan formulasi dengan 14 formula dan evaluasi fisik antara lain uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya oles, uji daya lekat, uji iritasi dan uji stabilitas warna. Hasil penelitian menunjukan bahwa standarisasi ekstrak sesuai dengan persyaratan mutu ekstrak. Ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan antosianin. Semua uji fisik sediaan menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutu sediaan. Berdasarkan hasil uji hedonik didapatkan bahwa formula 11 banyak disukai dari tekstur dan aroma, sedangkan warna lebih disukai formula 14. Kombinasi ekstrak daun jati (Tectona grandis) dan beras merah (Oryza nivara) dapat dijadikan pewarna alami yang stabil pada sediaan Lip cream
GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG Fitri, Dwi Ratna Sari; Intiyani, Rafila; Miyarso, Chondrosuro
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.940

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelainan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) yang mengakibatkan gangguan metabolisme. Pasien diabetes melitus umumnya banyak diobati dengan terapi farmakologis. interaksi obat merupakan suatu respon tubuh yang dapat mempengaruhi suatu pengobatan yang dilakukan. Interaksi obat jika diberikan bersamaan atau hampir bersamaan dengan makanan atau minuman dapat mengubah efek obat. Interaksi obat ini dilihat dari penggunaan obat DM dengan kombinasi obat lain yang disertai dengan penyakit penyerta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya Interaksi Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng. Metode penelitian adalah observasional diskriptif menggunakan data retrospektif dengan penelusuran data rekam medik pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Hasil penelitian menunjukkan kejadian interaksi yang terjadi yaitu interaksi minor (50,5%) antara obat metformin dan furosemide, interaksi moderate (45,4%) antara obat bisoprolol dan amlodipin, dan interaksi mayor (4,1%) antara obat ketoconazole dan lansoprazole. Pasien diabetes mekitus tipe 2 paling banyak terjadi dengan disertai penyakit hipertensi. Kesimpulannya menunjukkan bahwa terdapat interaksi obat yang terjadi seperti interaksi obat dengan tingkat keparahan minor, moderat, dan mayor, sehingga sangat perlu pengawasan atau monitoring pasien dalam mengonsumsi obat.
KAJIAN ETNOMEDISIN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT PADA DESA TERPILIH KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG Syarifuddin, Alfian; Falyauma, Nufikha; Hidayat, Imron Wahyu
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.760

Abstract

Traditional medicine is a mixture of various types of plant parts in an area, so that local wisdom related to traditional medicine needs to be studied, preserved, and developed. This requires supporting data, namely in the form of written documentation and documented images with the aim of knowing various types of medicinal plants, types of diseases, how to mix, and how to treat them. This type of research is a descriptive qualitative research with snowball sampling technique. The inclusion criteria in this study, among others: the residents of the Secang District who have sufficient knowledge and experience in traditional medicine, are willing to be informants in the study, people who are over 30 years old. The results showed that the community in 5 villages, Secang District, Magelang Regency used 107 species of medicinal plants from 54 families. The plant parts used are leaves, stems, roots, flowers, seeds, rhizomes, fruits, tubers, all plants, bark, wood, and fruit skins. The results of the above calculations obtained sample results for 5 villages, which amounted to 387 respondents with a 95% confidence level. ICF analysis is used to determine the level of homogeneity between the information provided by the respondents. In this study, there were a total of 80 types of disease, based on the results of the ICF calculation, the value that was close to 1 was 45 efficacy, while the ICF value that was close to 0 was 35 efficacy
OPTIMASI SEDIAAN GEL ASAM SALISILAT DENGAN CAMPURAN KARBOPOL-940, PROLPILEN GLIKOL, DAN TRIETANOLAMIN MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Iqbal, Muhammad; Lubis, Minda Sari
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1349

Abstract

Asam Salisilat merupakan salah satu zat yang sering ditambahkan pada produk perawatan kulit yang pada penggunaannya lazim diberikan secara topikal salah satunya sediaan gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula optimum gel asam salisilat dengan campuran karbopol-940, trietanolamin dan propilen glikol dan mengetahui perbedaan antara karakteristik fisik gel dari hasil prediksi software Design Expert® dengan hasil formula konvensional. Penelitian ini menggunakan metode simplex lattice design dengan software Design Expert® versi 13. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu karbopol 940, Trietanolamin dan propilen glikol. Evaluasi sediaan yang dilakukan yaitu uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas. Analisis metode yang digunakan yaitu menggunakan uji t-one sample pada software SPSS Statistic®. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula optimum gel terdiri dari karbopol-940 0,661%; propilen glikol 5% dan trietanolamin 1,339%. sediaan gel dalam uji karakteristik fisik yang dihasilkan memiliki viskositas 11.203 cPs, daya sebar 5,37 cm dan pH 6,5. Hasil pengujian menggunakan Uji-t one sample pada software SPSS Statistic® didapati bahwa nilai p>0,05 sehingga antara prediksi hasil uji sifat fisik yang dihasilkan dari metode Simplex Lattice Design dan hasil percobaan tidak ada yang berbeda signifikan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Mulyana, Satria Eta; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1196

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, namun penggunaan antibiotik dapat menimbulkan efek samping seperti menyebabkan bakteri menjadi resisten sehingga penggunaan antibiotik akan menjadi tidak efektif. Pengobatan alternatif terus dicari dan dikembangkan untuk menghadapi bakteri yang resisten. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan. Kitosan dapat memberikan aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri dapat menggunakan metode paper disk. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pembuatan kitosan dilakukan melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode paper disk. Pembuatan kitosan didapatkan hasil nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil diameter zona hambat kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi kitosan 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm yaitu 0,34 mm; 2,31 mm; 4,08 mm; 6,08 mm; 8,46 mm. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat terkecil pada konsentrasi 50 ppm yaitu 0,34 mm dan zona hambat terbesar pada konsentrasi 250 ppm yaitu 8,46 mm.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R. FORST & G. FORST) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella thypi Gultom, Syarifah Elena; Mambang, D. Elysa Putri; Nasution, Haris Munandar; Rahayu, Yayuk Putri
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1062

Abstract

Matoa memiliki sejarah panjang dalam penggunaan obat tradisional (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst). Antioksidan termasuk vitamin C dan E, serta flavonoid, tanin, dan saponin dapat ditemukan dalam jumlah yang melimpah pada buah matoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antibakteri dari ekstrak etanol serbuk simplisia daun matoa dan metabolit sekundernya terhadap Salmonella thypi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst). Pengujian dilakukan pada ekstrak 50%, 30%, dan 30%. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun matoa ditentukan dari kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Pelarut etanol digunakan untuk menguapkan ekstrak kental yang diperoleh dari hasil maserasi daun matoa. Ekstrak daun matoa diencerkan dengan DMSO 30%, 40%, dan 50%. Pengenceran tersebut akan menentukan seberapa baik ketahanan Salmonella typhi terhadap antibiotik. Metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid dianalisis pada ekstrak etanol daun matoa dan simplisia. Salmonella thypi dihambat dengan rata-rata 12,6 mm pada konsentrasi 30% (Interpretasi menengah), 13,8 mm pada konsentrasi 40%, dan 15,3 mm pada konsentrasi 50% dengan menggunakan ekstrak etanol daun matoa. Aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun matoa ditunjukkan dengan zona hambat dengan diameter rata-rata daerah hambat yang sesuai dengan interpretasi Intermediate (I). 
FORMULATION AND EVALUATION OF HANDSANITIZER GANITRI LEAVE EXTRACT (Elaeocarpus ganitrus Roxb) Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Laeli Fitriyati; Sinta Wahyu Septiani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.815

Abstract

Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) is one of the traditional medicinal plants that grows in Kebumen Regency, every part of the plant can cure various diseases. The leaves are known to contain carbohydrates, alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, glycosides and anthraquinones which show antibacterial activity. Research on the development of pharmaceutical preparations from ganitri leaves has never been done. Seeing the large number of ganitri plants that grow and their great potential, this study aims to develop a pharmaceutical formulation in the form of a Hand Sanitizer.The results showed that formula 1 in the hand sanitizer spray preparation with a concentration of 1% ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) leaf ethanol extract and 5% aloe vera had the best physical evaluation of the preparation. The data from the physical evaluation were analyzed statistically, namely the pH test and the viscosity test. The results of the normality test data and homogeneity test data with P> 0.05, which means that the data is normally distributed and homogeneous. The results of the ANOVA test showed that in the pH test there was no significant difference because the significance value was p> 0.05, while in the viscosity test the significance value was P < 0.05, it could be concluded that the average concentration of each formula in the viscosity test had a significant difference and systemically proven. Formulas 1, 2 and 3 had the diameter of inhibition against all test bacteria with the best inhibition in formula 2 of 18 mm on e.coli bacteria, 17.19 mm on s. aureus bacteria and 17 mm on shigella bacteria.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI ANALGESIK DI APOTEK NGIJO KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN Yuliana Diah Pratiwi; Endang Yuniarti; Eka Wuri Handayani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1212

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dilakukan masyarakat sehingga melakukan  swamedikasi.Dalam praktik swamedikasi masyarakat menggunakan obat golongan analgesik untuk  meredakan rasa nyeri. Tingkat pengetahuan merupakan faktor penting dalam mewujudkan  penggunaan obat pereda nyeri yang tepat dalam praktik swamedikasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden meliputi jenis kelamin,  usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, ekonomi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi analgesik. Metode Penelitian, Penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross sectional. Teknik  pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah 100 responden. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji  Chi square dan uji regresi logistik ordinal. Tingkat pengetahuan swamedikasi analgesik pada responden kategori kurang baik 37  responden (37%), cukup baik 23 responden (23%), dan kategori baik 40 responden (40%). Hasil chi  square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000),  pekerjaan (p=0,000), penghasilan (p=0,002), dengan tingkat pengetahuan (p>0,05) dan tidak ada  hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan (p=0,995). Ada hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan dan ekonomi dengan tingkat  pengetahuan analgesik dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan  analgesik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan uji mann-whitney untuk melihat hubungan antar variabel untuk hasil yang lebih bervariasi, agar  mendapatkan hasil yang lebih baik.

Page 6 of 10 | Total Record : 95