cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsibc@unisba.ac.id
Phone
+6282118320445
Journal Mail Official
bcsibc@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
ISSN : -     EISSN : 28282485     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsibc.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 187 Documents
Peran Komunikasi Da'i dalam Toleransi Beragama di Kampung Toleransi Balonggede Bandung Muhammad Afghan Thariq Attala; Asep Ahmad Siddiq; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 313-320
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25529

Abstract

Abstract. This study examines the role of da'i (Islamic preacher) communication in building religious tolerance in Balonggede Tolerance Village, Bandung, a densely populated settlement with three places of worship from different religions standing side by side for 98 years without significant conflict, officially designated a Tolerance Village by the Bandung City Government on 9 July 2019. Using Aristotle's Rhetoric Theory, this research aims to identify the da'i's ethos (credibility), pathos (emotional approach), and logos (logical argumentation) in fostering tolerance. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through indepth interviews, observation, and documentation, analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that ethos is built through deep religious knowledge, integrity, and interfaith trust; pathos is manifested through a humanist emotional approach including friendliness, empathy, and involvement in interfaith activities; and logos is constructed through argumentation grounded in Qur'anic verses and hadith delivered rationally and contextually. These three rhetorical elements complement one another and prove effective in building and sustaining religious tolerance within a multireligious community. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran komunikasi da'i dalam membangun toleransi beragama di Kampung Toleransi Balonggede, Kota Bandung, sebuah permukiman padat penduduk yang memiliki tiga rumah ibadah dari agama berbeda—Masjid AsSalam, Gereja Kalam Kudus, dan Vihara Karuna Mukti—yang berdiri berdampingan sejak 98 tahun tanpa konflik berarti dan telah ditetapkan Pemerintah Kota Bandung sebagai Kampung Toleransi pada 9 Juli 2019. Penelitian bertujuan mengetahui ethos (kredibilitas), pathos (pendekatan emosional), dan logos (argumentasi logis) da'i dalam membangun toleransi tersebut dengan menggunakan Teori Retorika Aristoteles. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethos da'i terbangun melalui pengetahuan keagamaan yang mendalam, integritas dan keteladanan, serta kepercayaan masyarakat lintas agama. Pathos da'i diwujudkan melalui pendekatan emosional yang humanis berupa sikap ramah, empati, dan keterlibatan dalam kegiatan lintas agama. Logos da'i dibangun melalui argumentasi berbasis dalil AlQur'an dan hadis yang disampaikan secara rasional, kontekstual, dan komunikatif. Ketiga unsur retorika tersebut saling melengkapi dan terbukti efektif dalam membangun serta memelihara toleransi beragama di tengah masyarakat multireligius.
Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung dalam Membangun Kesadaran Moderasi Beragama Muhamad Arya; Asep Ahmad Siddiq; N Sausan M Shaleh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 321-330
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25778

Abstract

Abstract. This study examines the communication strategy of the Interfaith Harmony Forum (FKUB) of Bandung City in building public awareness of religious moderation in a religiously conducive city. This research aims to identify FKUB's communication planning, its implementation, and the supporting and inhibiting factors it encounters. A qualitative descriptive approach was used, employing in-depth interviews, observation, and documentation with three key informants: the FKUB management staff, the Deputy Secretary representing the Chairperson, and a religious leader representing the Confucian community. Data were analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. Findings show that FKUB's communication planning remains structurally oriented, following the government hierarchy, with general, nationhood-based messages rather than audience-specific ones, while social media serves only as a supporting channel behind direct engagement. Implementation is carried out through nationhood dialogues, routine socialization of the Joint Regulation of Two Ministers, and continued mentoring of six Tolerance Villages. Supporting factors include local government backing, credible religious leaders, and long-standing social tolerance capital, while inhibiting factors include budget limitations, low public literacy, outside provocation, and an unresolved leadership transition. The study concludes that FKUB's strategy is predominantly relational rather than digitally optimized, effective for maintaining harmony, yet still requires a more structured evaluation mechanism. Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung dalam membangun kesadaran moderasi beragama di kota yang relatif kondusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan komunikasi, implementasinya, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi FKUB. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan kunci, yaitu pengurus FKUB, Wakil Sekretaris yang mewakili Ketua, dan tokoh agama perwakilan Konghucu. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan komunikasi FKUB masih bersifat struktural mengikuti hierarki pemerintahan, dengan pesan yang general dan berorientasi kebangsaan, sementara media sosial hanya berperan sebagai saluran pendukung di balik dominasi pendekatan tatap muka. Implementasinya dilaksanakan melalui dialog kebangsaan, sosialisasi rutin Peraturan Bersama Dua Menteri, serta pembinaan berkelanjutan enam Kampung Toleransi. Faktor pendukungnya meliputi dukungan pemerintah daerah, kredibilitas tokoh agama, dan modal sosial toleransi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya literasi masyarakat, provokasi dari luar kota, dan regenerasi kepengurusan yang belum tuntas. Penelitian ini menyimpulkan strategi komunikasi FKUB bersifat relasional dan belum sepenuhnya memanfaatkan media digital, efektif menjaga kerukunan, namun masih memerlukan mekanisme evaluasi yang lebih terstruktur.
Peran Pesan Dakwah tentang Akhlak terhadap Perilaku Keagamaan Orang Tua Santriwati melalui Pengajian Bulanan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Minati Nurhidayah; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 331-338
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25805

Abstract

Abstract. This study examines the role of da'wah messages concerning morality (akhlak) in shaping the religious behavior of parents of female students (santriwati) through monthly religious gatherings at Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. The monthly gathering serves as a medium for communicating Islamic values and strengthening parents' understanding of their role in family religious education. This study aims to identify the moral messages delivered during the gathering and analyze their role in the religious behavior of parents. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving five parents as the main informants, five students as triangulation informants, one ustaz, and one boarding school administrator. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the da'wah messages contain four categories of morality, namely morality toward Allah, oneself, family, and fellow human beings. These messages contribute to strengthening religious belief, religious practice, religious experience, religious knowledge, and the application of moral values in daily life. Viewed through the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) theory, the da'wah messages function as stimuli that are received and processed by parents, resulting in positive changes in their religious behavior. The study concludes that monthly religious gatherings play an important role as a medium of da'wah communication in strengthening the religious behavior of parents within the family. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran pesan dakwah tentang akhlak terhadap perilaku keagamaan orang tua santriwati melalui pengajian bulanan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. Pengajian bulanan menjadi media komunikasi dakwah yang menyampaikan nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat pemahaman orang tua mengenai tanggung jawab dalam pendidikan keagamaan di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pesan dakwah tentang akhlak yang disampaikan dalam pengajian bulanan serta menganalisis perannya terhadap perilaku keagamaan orang tua santriwati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima orang tua santriwati sebagai informan utama, lima santriwati sebagai informan triangulasi, seorang ustaz, dan seorang pengurus pesantren. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pengajian memuat pesan dakwah mengenai akhlak kepada Allah Swt., diri sendiri, keluarga, dan sesama manusia. Pesan dakwah tersebut berperan dalam memperkuat dimensi keyakinan, praktik keagamaan, penghayatan, pengetahuan keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R), pesan dakwah berfungsi sebagai stimulus yang diterima dan diproses oleh orang tua sehingga menghasilkan respons berupa penguatan perilaku keagamaan. Dengan demikian, pengajian bulanan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media komunikasi dakwah yang berperan dalam memperkuat perilaku keagamaan orang tua santriwati.
Epistemologi Spiritualitas Said Nursi dan Dakwah Islam Modern Yasifa Aulia Azzahra; Irfan Safrudin; Muhammad Fadhli Muttaqien
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 339-348
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25836

Abstract

Abstract. This study examines the epistemology of spirituality developed by Said Nursi, a Turkish Muslim reformer, and its relevance to Islamic da'wah in modern society. It is motivated by weakening spiritual life amid rising rationalism, individualism, and materialism, producing a crisis of meaning among contemporary Muslims. Using a qualitative library-research approach supported by interviews with eight informants who practice mountain hiking, this study analyzes Nursi's Risale-i Nur alongside secondary literature. The findings show that Nursi constructs religious knowledge by integrating revelation (wahyu) as the absolute foundation of truth, reason (akal) as the instrument for understanding revelation, and empirical reflection (tafakkur) on nature as a cosmic sign (ayat kauniyah), producing the concept of iman tahqiqi, a verified and reflective faith. Interviews show that engaging with nature strengthens gratitude and religious consciousness. The study concludes that Nursi's epistemology offers a rational, spiritual, and contextual model of da'wah addressing secularization, materialism, and the crisis of meaning in modern life. Abstrak. Penelitian ini mengkaji epistemologi spiritualitas yang dikembangkan oleh Said Nursi, tokoh pembaru Islam asal Turki, serta relevansinya bagi pengembangan dakwah Islam di masyarakat modern. Penelitian dilatarbelakangi oleh melemahnya dimensi spiritual seiring meningkatnya rasionalitas, individualisme, dan materialisme yang menyertai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga memunculkan krisis makna hidup pada masyarakat Muslim kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) yang didukung wawancara semi-terstruktur terhadap delapan informan pendaki gunung, penelitian ini menganalisis karya utama Said Nursi, Risale-i Nur, beserta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nursi membangun pengetahuan keagamaan melalui integrasi tiga sumber, yaitu wahyu sebagai landasan kebenaran mutlak, akal sebagai instrumen rasional untuk memahami wahyu, dan refleksi empiris (tafakkur) terhadap alam sebagai ayat kauniyah. Integrasi tersebut melahirkan konsep iman tahqiqi, yakni keimanan yang teruji dan reflektif. Data wawancara memperkuat kerangka tersebut dengan menunjukkan bahwa penghayatan terhadap alam melalui aktivitas mendaki menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran keagamaan pada individu modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa epistemologi Said Nursi menawarkan model dakwah yang rasional, spiritual, dan kontekstual, yang mampu menjawab tantangan sekularisasi, materialisme, dan krisis makna hidup masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip dasar ajaran Islam.
Efektivitas Program Majlis Taklim Ma'rifatullah dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Jemaah Masjid Daarut Tauhiid Bandung Muhammad Sihabuddin; Ida Afidah; N Sausan M Shaleh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 349-356
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25871

Abstract

Abstract. This research is prompted by an observed discrepancy between the theoretical comprehension of ma'rifatullah and the practical application of moral values among the congregation at the Daarut Tauhiid Mosque in Bandung. The primary objective of this study is to evaluate the efficacy of the Ma'rifatullah Majlis Taklim Program in enhancing the moral quality of its attendees. The study employs a descriptive quantitative methodology, utilizing observation, interviews, questionnaires, and documentation for data collection. Statistical analyses were conducted, grounded in the theoretical frameworks of program effectiveness and Al-Ghazali's conceptualization of ma'rifatullah.The empirical findings indicate that while the program's implementation is categorized as satisfactory, it does not exert a statistically significant influence on the moral improvement of the congregation. Nonetheless, both the overall effectiveness of the program and the respondents' baseline moral quality were independently classified within a favorable tier. The study concludes that moral development is not solely contingent upon programmatic interventions, but is also significantly mediated by intrinsic and environmental factors. Consequently, it is recommended that program administrators implement more rigorous periodic evaluations, provide targeted congregational mentorship, innovate pedagogical methods, and integrate digital media. Such measures are essential to facilitate a more robust and sustainable internalization of ma'rifatullah values and subsequent moral refinement. Abstrak. Penelitian ini dipicu oleh ketidaksesuaian yang diamati antara pemahaman teoretis ma'rifatullah dan penerapan praktis nilai-nilai moral di antara jemaat di Masjid Daarut Tauhiid di Bandung. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Program Ma'rifatullah Majlis Taklim dalam meningkatkan kualitas moral para pesertanya. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Analisis statistik dilakukan, didasarkan pada kerangka teoretis efektivitas program dan konseptualisasi ma'rifatullah oleh Al-Ghazali. Temuan empiris menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan program dikategorikan sebagai memuaskan, program tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap peningkatan moral jemaat. Namun demikian, baik efektivitas keseluruhan program maupun kualitas moral dasar responden diklasifikasikan secara independen dalam tingkat yang menguntungkan. Studi ini menyimpulkan bahwa perkembangan moral tidak hanya bergantung pada intervensi programatik, tetapi juga secara signifikan dimediasi oleh faktor intrinsik dan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar administrator program menerapkan evaluasi berkala yang lebih ketat, memberikan bimbingan jemaat yang terarah, berinovasi dalam metode pedagogis, dan mengintegrasikan media digital. Langkah-langkah semacam ini sangat penting untuk memfasilitasi internalisasi nilai-nilai ma'rifatullah yang lebih kuat dan berkelanjutan serta penyempurnaan moral selanjutnya.
Strategi Dakwah Karang Taruna Buniaga dalam Penanggulangan Kecanduan GIM Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Muhammad Adjie Iskandar; Asep Ahmad Siddiq; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 357-364
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25952

Abstract

Abstract. The rapid advancement of information technology has increased the intensity of online gaming among adolescents, leading to negative impacts on academic performance, social interaction, and religious practices.This phenomenon is also evident among adolescents in Buniaga Village, Ciherang, Pacet District, Cianjur Regency. This study aims to analyze the dakwah strategy implemented by the Buniaga Youth Organization (Karang Taruna) in addressing online game addiction among adolescents and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving Karang Taruna administrators, adolescents, parents, and community leaders. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that online game addiction is characterized by excessive gaming duration, poor time management, and decreased participation in social and religious activities. The dakwah strategies implemented include religious guidance, personal approaches, counseling, youth involvement in community activities, and collaboration with parents. The effectiveness of these strategies is supported by the commitment of Karang Tarunamembers, community support, and a strong culture of mutual cooperation. However, easy access to the internet and low participation of some adolescents in community activities remain significant challenges. Overall, the dakwah strategy implemented by Karang Taruna plays an important role in reducing the negative impacts of online game addiction among adolescents. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan intensitas penggunaan gim online di kalangan remaja, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas belajar, interaksi sosial, dan pelaksanaan ibadah. Fenomena tersebut juga terjadi pada remaja di Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah Karang Taruna Buniaga dalam menanggulangi kecanduan gim online pada remaja, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus Karang Taruna, remaja, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gim online ditandai dengan tingginya intensitas bermain, rendahnya pengendalian waktu, serta menurunnya partisipasi remaja dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Strategi dakwah yang diterapkan meliputi pembinaan keagamaan, pendekatan personal, pemberian nasihat, pelibatan remaja dalam kegiatan sosial, serta kerja sama dengan orang tua. Keberhasilan strategi didukung oleh komitmen pengurus, dukungan masyarakat, dan budaya gotong royong, sedangkan kemudahan akses internet dan rendahnya minat sebagian remaja terhadap kegiatan organisasi menjadi faktor penghambat. Strategi dakwah Karang Taruna terbukti berperan dalam mengurangi dampak negatif kecanduan gim online pada remaja.
Peran Pemuda Hijrah Cianjur dalam Pembentukan Karakter Religius Para Anggota Elsa Nisrina Fauziyah; Wildan Yahya; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 365-372
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This research is motivated by changes in the lifestyle and character attitudes of today's youth, which are influenced by the social environment and the development of the times. Therefore, character development is an important solution in shaping young people who have a character of obedience to Allah SWT.This study aims to determine the role of the CGTH community in developing the religious character of its members. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews with selected informants and documentation of community activities.The results show that teenagers in Cianjur who are interested in participating in community activities consider CGTH as a place to build religious attitudes. Community activities help in developin g religious character through programs such as regular religious studies, mentoring, and creating a positive community environment. Through these activities, positive changes occur in the character of the members. Thus, the CGTH community plays an important role in shaping the character of its members and increasing their obedience to Allah SWT. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan gaya dan sikap karakter remaja saat ini yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan perkembangan zaman. Oleh karena itu pembinaan karakter menjadi salah satu solusi penting dalam pembentukan pemuda yang memiliki karakter taat kepada Allah SWT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran komunitas CGTH dalam pembentukan karakter religius terhadap para anggotanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada informan yang telah dipilih dan dokumentasi kegiatan komunitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di Cianjur yang memiliki minat mengikuti aktivitas komunitas menjadikan CGTH sebagai wadah untuk membentuk sikap religius. Kegiatan komunitas membantu dalam pembentukan karakter religius melalui program seperti kajian rutin, mentoring, dan penciptaan lingkungan komunitas yang positif. Melalui aktivitas-aktivitas tersebut terjadi perubahan positif dalam karakter para anggota. Dengan demikian, komunitas CGTH memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anggota serta meningkatkan ketaatan mereka kepada Allah SWT.