cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsibc@unisba.ac.id
Phone
+6282118320445
Journal Mail Official
bcsibc@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
ISSN : -     EISSN : 28282485     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsibc.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 187 Documents
Pengalaman Spiritual Jamaah dalam Mengikuti Kajian Ustadz Handy Bonny: Studi Fenomenologi di Masjid Agung Trans Studio Bandung Bagastya Fikriansyah Ramadhan; Asep Ahmad Siddiq; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 225-232
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24925

Abstract

Abstract. This qualitative study, with a phenomenology approach aims to describe the experiences of congregants, to analyze their interpretation of da’wah messages, and to explore the spiritual experiences and self-transformation process of youth after regularyly attending to Ustadz Handy Bonny the Islamic lectures at the Great Mosque Trans Studio Bandung. The research method employed is qualitative with Alfred Schutz phenomenology approach. The data were gathered through semi-structured in-depth interviews and non-participant observations involving informants aged 18-25 years. The results indicate that the congregants past motives (because motive) for attending the lectures are driven by inner anxiety, the monotony of urban routines, and concerns over negative peer environments. Meanwhile, their future motives are to apply religious values in daily life and to maintain spiritual the consistency. These lectures successfully serve as the safe space that triggers consciousness transformation, allowed congregants to reframe life’s challenges no longer as exhausting burdens, but as divine tests if Allah’s love to elevate their spiritual state amidst individualistic urban dynamics. Abstrak. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman jamaah, menganalisis pemaknaan pesan dakwah, serta mengeksplorasi pengalaman spiritual dan proses perubahan diri pemuda setelah mengikuti kaji Ustadz Handy Bonny secara rutin di Masjid Agung Trans Studio Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi non-partisipan terhadap informan berusia 18-25 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif masalalu (because motive) jamaah menghadiri kajian didorong oleh kegelisahan batin, kejenuhan rutinitas kota, dan kekhawatatiran terhadap pergaulan negatif. Mengaplikasikan nilai keagamaan dalam keseharian serta menjaga konsistensi beribadah. Kajian ini berhasil menjadi ruang aman yang memicu transformasi kesadaran, di mana jamaah memaknai setiap persoalan hidup bukan lagi sebagai beban melainkan sebagai ujian kasih sayang Allah untuk meningkatkan derajat spiritual di tengah dinamika masyarakat urban yang individualis.
Komunikasi Persuasif Pengurus Program Jumat Berkah di Masjid Al-Asy’ari Unisba untuk Meningkatkan Partisipasi Donatur Rendi Renaldi; Nia Kurniati Syam; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 233-240
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24958

Abstract

Abstract. This study was motivated by the fluctuating participation of donors in the Friday Blessing (Jumat Berkah) Program at Al-Asy'ari Mosque, Bandung Islamic University (UNISBA). It aims to examine the program's implementation, the application of persuasive communication, and efforts to improve its effectiveness in increasing donor participation. This study employed a qualitative field research approach using observation, interviews, and documentation, with data analyzed through reduction, display, and conclusion drawing based on the Elaboration Likelihood Model (ELM). The findings show that persuasive communication was implemented through direct interaction and digital media using central and peripheral routes. However, donor participation remained inconsistent due to economic conditions, individual awareness, and community involvement. Improving transparency, information dissemination, activity documentation, and religious messages may enhance communication effectiveness and encourage more stable donor participation. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh partisipasi donatur Program Jumat Berkah di Masjid Al-Asy'ari Universitas Islam Bandung (UNISBA) yang masih berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan program, penerapan komunikasi persuasif, serta upaya meningkatkan efektivitas komunikasi persuasif dalam meningkatkan partisipasi donatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan Elaboration Likelihood Model (ELM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif diterapkan melalui komunikasi langsung dan media digital dengan memanfaatkan jalur sentral dan jalur periferal. Namun, partisipasi donatur masih belum stabil karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kesadaran individu, dan keterlibatan masyarakat. Peningkatan transparansi, penyebaran informasi, dokumentasi kegiatan, serta penguatan pesan keagamaan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dan mendorong partisipasi donatur yang lebih stabil.
Perkembangan Kemampuan Dakwah Santri melalui Program Latihan Khidmat Jam'iyyahr Muhammad Fikri Fadilah; Asep Ahmad Siddiq; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 241-248
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25001

Abstract

Abstract. This study examines the development of santri's (students') da'wah (Islamic preaching) competence through the Latihan Khidmat Jam'iyyah (PLKJ) program at Pesantren Persatuan Islam 27 Situaksan, Bandung. The urgency of this research lies in the gap between the theoretical religious knowledge acquired by santri within the relatively homogeneous pesantren environment and their readiness to preach before a plural, heterogeneous public. This study uses a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews with the program supervisor, santri participants, and community leaders at the placement sites, as well as through observation and documentation. Data were analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that prior to PLKJ, santri already possessed latent capital in the three Aristotelian persuasive elements, ethos, pathos, and logos, but these had never been tested before a real, heterogeneous audience. The implementation of PLKJ, structured through George R. Terry's management functions (planning, organizing, actuating, and controlling), systematically strengthened these three elements. After completing the program, santri exhibited significant improvement, particularly in pathos, which develops only through authentic field interaction, while ethos and logos, already strong from pesantren education, developed more incrementally. The community's acknowledgment that the santri's messages were easily understood serves as concrete evidence of successful da'wah rhetoric. This research contributes to communication and da'wah studies and offers practical references for pesantren in designing structured da'i cadre-building programs. Abstract. This study examines the development of santri's (students') da'wah (Islamic preaching) competence through the Latihan Khidmat Jam'iyyah (PLKJ) program at Pesantren Persatuan Islam 27 Situaksan, Bandung. The urgency of this research lies in the gap between the theoretical religious knowledge acquired by santri within the relatively homogeneous pesantren environment and their readiness to preach before a plural, heterogeneous public. This study uses a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews with the program supervisor, santri participants, and community leaders at the placement sites, as well as through observation and documentation. Data were analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that prior to PLKJ, santri already possessed latent capital in the three Aristotelian persuasive elements, ethos, pathos, and logos, but these had never been tested before a real, heterogeneous audience. The implementation of PLKJ, structured through George R. Terry's management functions (planning, organizing, actuating, and controlling), systematically strengthened these three elements. After completing the program, santri exhibited significant improvement, particularly in pathos, which develops only through authentic field interaction, while ethos and logos, already strong from pesantren education, developed more incrementally. The community's acknowledgment that the santri's messages were easily understood serves as concrete evidence of successful da'wah rhetoric. This research contributes to communication and da'wah studies and offers practical references for pesantren in designing structured da'i cadre-building programs.
Strategi Dakwah Digital pada Program Tadabur Ayat Cinta-Nya di Chanel Youtube TV Harmoni Muhammad Ghozi Izzatul Islam; Hendi Suhendi; Ahmad Mudakir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 249-256
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25101

Abstract

Abstract. The development of digital technology has transformed the patterns of Islamic propagation (da'wah) communication in Indonesia, notably through the utilization of YouTube as a "virtual mosque" that reaches cross-generational audiences. This study aims to analyze the digital da'wah strategies implemented in the program "Tadabur Ayat Cintanya" on the TV Harmoni YouTube channel, employing the theoretical framework of sentimental (al-manhaj al-atifi), rational (al-manhaj al-aqli), and sensory (al-manhaj al-hissi) strategies. This study utilized a descriptive qualitative method, gathering data through in-depth interviews, content observation, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that the sentimental strategy is manifested through humanistic, persuasive, and empathetic narratives tailored to adapt to the communication styles of Millennials and Generation Z. The rational strategy is executed through systematic, clause-by-clause Quranic analysis, research on contemporary social issues, and the reinforcement of the tabayyun (fact-checking) culture to maintain scholarly accountability. Meanwhile, the sensory strategy is managed by optimizing audio-visual production, utilizing green screen studios, inserting relevant supporting footage, and employing interactive devices. These three strategies operate in an integrated and complementary manner. This study concludes that the success of digital da'wah relies not only on the depth of religious messages but also on managerial communication practices that simultaneously engage the emotional, rational, and sensory dimensions of the audience. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dakwah di Indonesia, salah satunya melalui pemanfaatan YouTube sebagai “masjid virtual” yang menjangkau audiens lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah digital pada program “Tadabur Ayat Cintanya” di kanal YouTube TV Harmoni menggunakan kerangka strategi dakwah sentimental (al-manhaj al-atifi), rasional (al-manhaj al-aqli), dan indrawi (al-manhaj al-hissi). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi konten, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sentimental diwujudkan melalui narasi yang humanis, persuasif, dan penuh empati, serta dipadukan dengan gaya komunikasi yang adaptif bagi Generasi Milenial dan Generasi Z. Strategi rasional diterapkan melalui pembedahan ayat secara sistematis per-makna, riset isu-isu sosial kontemporer, serta penguatan budaya tabayun untuk menjaga akuntabilitas keilmuan. Sementara itu, strategi indrawi dikelola melalui optimalisasi produksi audio-visual, penggunaan studio green screen, sisipan footage pendukung, hingga pemanfaatan perangkat interaktif. Ketiga strategi ini berjalan secara terintegrasi dan saling melengkapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital tidak hanya bergantung pada kedalaman pesan keagamaan, melainkan juga pada pengelolaan manajerial komunikasi yang menyentuh dimensi emosional, rasional, dan sensorik audiens secara simultan.
Persepsi Jamaah Masjid Al-Lathiif tentang Pengalaman Pelaksanaan Program Kajian Siniar Afterwork Naufal Hafizh Basuki; Chairiawaty; Ida Afidah
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 257-266
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25160

Abstract

Abstract. This study identifies and describes how the congregation (jamaah) of Al-Lathiif Mosque, Bandung, perceives the implementation of the Kajian Siniar Afterwork, a da'wah program held every Monday evening for young people and urban workers. The problem is focused on how sensation, attention, and interpretation are formed among the congregation during their participation. A qualitative approach with a descriptive-evaluative method was used. Data were collected through observation, interviews with six informants, and documentation, then analyzed with the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing, guided by Deddy Mulyana's perception theory. The results show that the congregation's sensation was formed through sensory stimuli in the form of sound, venue conditions, and physical comfort that were generally received positively, despite occasional audio disturbances. Attention was shaped by the suitability of facilities, delivery technique, material content, presenter style, and committee management with the congregation's needs, in line with the da'wah bil hikmah and mau'izah hasanah principles. Interpretation was positive and personal, viewing the program as a form of da'wah service that brings Islamic values closer to everyday urban life, although technical improvement is still needed. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan persepsi jamaah Masjid Al-Lathiif Kota Bandung terhadap pelaksanaan program kajian siniar Afterwork, sebuah program dakwah yang diadakan setiap Senin malam bagi kalangan muda dan pekerja perkotaan. Masalah penelitian difokuskan pada pembentukan sensasi, atensi, dan interpretasi jamaah selama mengikuti program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-evaluatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap enam informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada teori persepsi Deddy Mulyana. Hasil penelitian menunjukkan sensasi jamaah terbentuk melalui rangsangan indrawi berupa suara, kondisi tempat, dan kenyamanan fisik yang diterima positif meski disertai gangguan teknis pada sistem audio. Atensi jamaah terbentuk dari kesesuaian fasilitas, teknis penyampaian, isi materi, gaya pemateri, dan pengelolaan kepanitiaan dengan kebutuhan jamaah, sejalan dengan prinsip dakwah bil hikmah dan mau'izah hasanah. Interpretasi jamaah bersifat positif dan personal, memaknai program sebagai pelayanan dakwah yang mendekatkan nilai keislaman dengan kehidupan sehari-hari, meski perbaikan teknis masih diperlukan.
Manajemen Dakwah Program Muhadharah dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Santri Azhar Salma; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 267-274
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25178

Abstract

Abstract. This researcher researched the low confidence of some students in public speaking is one of the obstacles in the implementation of da'wah activities at the Miftahul Huda Asyadzili Islamic Boarding School. This research aims to find out how to plan, organize, implement, and control da'wah management in the muhadoroh program to increase the confidence of students. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection is carried out through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The analysis in this study uses theories from M. Munir and Wahyu Ilahi. The results of the study show that the planning of the muhadoroh program is carried out through the preparation of objectives, schedules, materials, and the division of officers in a structured manner. Organizing is carried out with a clear division of duties and responsibilities between coaches, administrators, and students. The implementation of the muhadoroh program is carried out routinely every Friday night through continuous speeches, evaluations, and coaching. Control is carried out through an evaluation of the performance of students so that the muhadoroh program is able to improve students' communication skills, courage, and confidence in public speaking. Abstrak. Rendahnya kepercayaan diri sebagian santri dalam berbicara di depan umum menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan dakwah di Pondok Pesantren Miftahul Huda Asyadzili. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian manajemen dakwah dalam program muhadoroh untuk meningkatkan kepercayaan diri santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori manajemen dakwah dari M. Munir dan Wahyu Ilahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program muhadoroh dilakukan melalui penyusunan tujuan, jadwal, materi, dan pembagian petugas secara terstruktur. Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pembina, pengurus, dan santri. Pelaksanaan program muhadoroh dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat melalui penyampaian pidato, evaluasi, dan pembinaan secara berkesinambungan. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi terhadap penampilan santri sehingga program muhadoroh mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian, dan kepercayaan diri santri dalam berbicara di depan umum.
Penerapan Dakwah Bil-Hal Mang Arul pada Perawatan Masjid Nurussa'adah di TikTok Indi Nur Insani; Parihat Kamil; Ahmad Mudakir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 275-284
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25182

Abstract

Abstract. This study examines the implementation of dakwah bil-hal (action-based da’wah) through the maintenance of Nurussa’adah Mosque in Sukabumi Regency, carried out by Mang Arul, a TikTok content creator. The background stems from the low level of public awareness regarding mosque cleanliness and facilities, which Mang Arul addressed through concrete action documented on social media. This qualitative-descriptive study collected data through interviews, observation, and documentation, and analyzed it using Abu Hamid Al-Ghazali’s theory of exemplary conduct in deeds and morals (qudwah). The results show that mosque maintenance increased worship comfort, congregational participation, and a shared sense of responsibility among the community. Despite challenges such as rejection and negative comments, the practice aligns with the theory of exemplary conduct, and TikTok effectively expands the reach of the da’wah message. Abstrak. Penelitian ini mengkaji penerapan dakwah bil-hal melalui aksi merawat Masjid Nurussa’adah di Kabupaten Sukabumi yang dilakukan oleh Mang Arul, seorang konten kreator TikTok. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fasilitas masjid, yang direspons Mang Arul melalui tindakan nyata dan didokumentasikan di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Teori Keteladanan Amal dan Akhlak Abu Hamid Al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan masjid mampu meningkatkan kenyamanan ibadah, partisipasi jamaah, serta rasa tanggung jawab bersama. Meski menghadapi tantangan berupa penolakan dan komentar negatif, praktik ini selaras dengan teori keteladanan, dan TikTok berperan memperluas jangkauan pesan dakwah secara efektif.
Strategi Dakwah Ustadz Yoga dalam Meningkatkan Pembelajaran Al-Qur’an Karyawan Toko Freshfood Baleendah Syifa Rahma Salsabila; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 285-292
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25205

Abstract

Abstrack. This study was motivated by the differences in the Qur'an reading abilities of employees at Freshfood Baleendah, highlighting the need for an appropriate da'wah strategy in the learning process. The study aimed to identify the employees' Qur'an reading abilities before participating in the program, examine the da'wah strategies implemented by Ustadz Yoga, and evaluate the learning outcomes. This study employed a qualitative approach using a descriptive method through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed based on Muhammad Abu al-Fath al-Bayanuni's theory of da'wah strategies, which consists of sentimental, rational, and sensory approaches. The results showed that the employees' Qur'an reading abilities varied considerably. The strategies included providing motivation, explaining the rules of tajwid and makhraj, conducting direct reading practice through the talaqqi method, and carrying out regular evaluations. The program positively improved the employees' reading fluency, understanding of tajwid, self-confidence, and motivation. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an pada karyawan Toko Freshfood Baleendah sehingga diperlukan strategi dakwah yang tepat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an karyawan sebelum mengikuti pembelajaran, strategi dakwah yang diterapkan Ustadz Yoga, serta hasil pembelajaran yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan teori strategi dakwah Muhammad Abu al-Fath al-Bayanuni yang meliputi pendekatan sentimentil, rasional, dan indrawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an karyawan masih beragam. Strategi dakwah diterapkan melalui pemberian motivasi, penjelasan tajwid dan makhraj huruf, serta praktik membaca menggunakan metode talaqqi dan evaluasi berkala. Pembelajaran ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kelancaran membaca, pemahaman tajwid, kepercayaan diri, dan motivasi karyawan.
Implementasi Dakwah Bil-Hal dalam Layanan Transportasi Online Pemuda Ekspress Intan Zalfa Maharani; Wildan Yahya; Bambang Saiful Ma’arif
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 293-302
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25344

Abstract

Abstract. The rapid development of online transportation services has transformed public mobility by emphasizing efficiency and convenience. Nevertheless, interactions between drivers and customers are generally limited to transactional relationships and have not been widely utilized as a medium for conveying Islamic values. Pemuda Ekspress is a Sharia-based online transportation service that integrates service activities with the implementation of dakwah bil-hal through exemplary conduct, ethical service, and the application of Islamic values within its operational system. This study aims to analyze the implementation of dakwah bil-hal, identify supporting and inhibiting factors, and examine its impact on both drivers and users. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that dakwah bil-hal is implemented through Islamic-based service practices, including courteous interpersonal communication, commitment to performing prayers on time, and gender-appropriate service policies. Supporting factors include organizational commitment to Islamic values, a work culture oriented toward dakwah, and the utilization of information technology. Meanwhile, the refusal of external investment has constrained business development. The implementation of dakwah bil-hal has contributed to improved religious awareness, professional behavior, and public trust in Sharia-based transportation services. Abstrak. Perkembangan transportasi online di Indonesia telah menghadirkan berbagai inovasi layanan yang berorientasi pada efisiensi dan kemudahan masyarakat. Namun demikian, interaksi antara pengemudi dan pelanggan pada umumnya masih dipandang sebagai hubungan transaksional sehingga belum banyak dimanfaatkan sebagai media penyampaian nilai-nilai keislaman. Pemuda Ekspress hadir sebagai layanan transportasi online berbasis syariah yang mengintegrasikan aktivitas pelayanan dengan implementasi dakwah bil-hal melalui keteladanan perilaku, etika pelayanan, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam sistem operasionalnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dakwah bil-hal, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan dampak penerapannya terhadap pengemudi dan pengguna layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dakwah bil-hal diwujudkan melalui pelayanan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti penerapan adab dalam komunikasi interpersonal, komitmen menjalankan salat tepat waktu, serta kebijakan kesesuaian gender antara pengemudi dan pelanggan. Faktor pendukung meliputi komitmen organisasi terhadap nilai-nilai Islam, budaya kerja berbasis dakwah, serta pemanfaatan teknologi informasi. Sementara itu, keterbatasan pengembangan usaha akibat penolakan investasi eksternal menjadi salah satu faktor penghambat. Implementasi dakwah bil-hal memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran beribadah, perilaku profesional, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis syariah.
Komunikasi Interpersonal Mediator Perkara Perceraian Arief Rusyandy
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 303-312
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25452

Abstract

Abstrak. This study aims to examine the interpersonal communication of mediators in efforts to reduce divorce cases at the Religious Court of Bandung. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation. The findings indicate that mediators apply five key qualities of interpersonal communication: openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. Mediators employ religious approaches and explain the long-term impacts of divorce to reconcile couples. However, the mediation process faces significant obstacles, including the non-attendance of one party, a strong determination to divorce, and prolonged conflicts. Despite low rates of full agreement, effective interpersonal communication helps achieve partial agreements and reduces post-divorce hostility. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal mediator dalam upaya menurunkan perkara perceraian di Pengadilan Agama Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediator menerapkan lima kualitas komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Mediator menggunakan pendekatan keagamaan serta pemahaman dampak jangka panjang perceraian untuk mendamaikan para pihak. Meskipun demikian, proses mediasi menghadapi hambatan utama seperti ketidakhadiran salah satu pihak, tekad bercerai yang sudah bulat, dan konflik berkepanjangan. Walaupun tingkat keberhasilan damai penuh masih rendah, komunikasi interpersonal yang efektif mampu mengarahkan pada kesepakatan sebagian serta mereduksi permusuhan pasca-perceraian.