cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29646278     EISSN : 29641268     DOI : https://doi.org/10.57235
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia is a journal that publishes Focus & Scope research articles, which include: 1. Humanities and social sciences 2. Contemporary political science 3. Education science 4. Religion and philosophy 5. engineering science 6. Business and economy 7. cooperative 8. technology 9. HR Development 10. Design and media arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 973 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Struktural Analitik Sintetik (SAS) Berbantuan Media Kartu Suku Kata Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SDN Cimanggu Nurlaeli, Mustika; Aris, Ika Evitasari; Kuswaty, Maya
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan media kartu suku kata terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Cimanggu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas I yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapat pembelajaran dengan model SAS berbantuan kartu suku kata dan kelompok kontrol yang mendapat pembelajaran dengan model SAS tanpa media tambahan. Data dikumpulkan melalui tes membaca permulaan yang mencakup indikator mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan setelah pembelajaran. Model SAS terbukti efektif karena langkah-langkahnya yang terstruktur, mulai dari membaca bentuk utuh, menganalisis menjadi bagian kecil, kemudian menyusunnya kembali. Namun, hasil uji hipotesis dengan Independent Sample t-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (sig. 0,685 0,05). Meski demikian, hasil wawancara dengan guru dan siswa mengungkapkan bahwa penggunaan kartu suku kata mampu membuat pembelajaran lebih menarik, memudahkan pemahaman, serta meningkatkan motivasi siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model SAS efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, dan penggunaan media kartu suku kata berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan serta sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah.
Tradisi Etu ditinjau dari Perspektif Hukum dan Budaya (Studi Kasus: Nagekeo Nusa Tenggara Timur) Bupu, Katarina De Ricci; Permana, Septian Aji
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi Etu atau tinju adat masyarakat Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dari dua perspektif utama: budaya dan hukum nasional Indonesia, khususnya dikaitkan dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan secara bersama-sama. Tradisi Etu tidak hanya dipahami sebagai pertarungan fisik, tetapi juga sebagai simbol solidaritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap leluhur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan studi kasus lapangan. Data diperoleh melalui analisis dokumen, wawancara dengan tokoh adat, serta kajian literatur ilmiah terkait tinju adat di Flores. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif budaya, Etu berfungsi sebagai media pendidikan karakter dan penguatan identitas sosial. Sementara dari perspektif hukum, pelaksanaan Etu secara formal memang menyerupai tindakan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP, tetapi secara substantif, Etu berbeda karena dilakukan atas dasar kesepakatan adat, diatur oleh norma hukum adat, dan berorientasi pada rekonsiliasi sosial, bukan kekerasan kriminal. Dengan demikian, tradisi Etu dapat dipandang sebagai praktik hukum adat yang tetap relevan selama tidak melanggar prinsip kemanusiaan dan keselamatan individu.
Illegal Fishing dan Pertanggungjawaban Pidana: Studi atas Sengketa Maritim Indonesia-Vietnam Gultom, Rachel Sophia Joy Aprilia; Shafira, Maya; Tamza, Fristia Berdian; Farid, Muhammad; Azizah, Siti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7770

Abstract

Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana illegal fishing melalui kajian terhadap pendekatan hukum antara Indonesia dan Vietnam serta implikasinya terhadap sengketa maritim di Laut Natuna Utara. Fokus analisis diarahkan pada penegakan hukum perikanan nasional Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 jo. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dan Vietnam melalui Law on Fisheries No. 18/2017/QH14. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif-komparatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan hukum internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan hukum pidana sebagai primum remedium melalui sanksi represif, sedangkan Vietnam menempatkan pidana sebagai ultimum remedium dengan penekanan pada sanksi administratif dan pengawasan preventif. Dalam kerangka UNCLOS 1982, efektivitas hukum nasional terbukti terbatas tanpa kerja sama bilateral dan regional. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan sinergi Indonesia–Vietnam melalui mekanisme ASEAN dan RPOA-IUU guna mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.
Pengaruh Kompensasi Rugi Fiskal, Financial Performance dan Kepemilikan Institusional Terhadap Tax Avoidance Sabilah, Dinda; Indawati, Indawati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6894

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kompensasi Rugi Fiskal, Financial Performance, Dan Kepemilikan Institusional terhadap Tax Avoidance. Penelitian ini menggunakan sampel Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclical yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan laporan tahunan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, di mana dari 125 Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclical diperoleh sampel sebanyak 33 perusahaan selama 5 tahun sehingga diperoleh sebanyak 165 sampel data. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan model regresi fixed effect. Data diolah dengan bantuan software Eviews12. Hasil yang diperoleh menunjukan secara simultan kompensasi rugi fiskal berpengaruh terhadap tax avoidance. Hasil yang diperoleh menunjukan secara parsial bahwa kompensasi rugi fiskal dan financial performance berpengaruh terhadap tax avoidance. Hasil yang diperoleh juga menunjukkan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.
Analisis Yuridis Atas Sidang Pertama Kasus Pembakaran Dengan Unsur Kesengajaan: Studi Kasus di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Pandiangan, Tawarika M; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Batu, Dewi Pika Lumban; Manik, Vinolya Lidevia Br; Aritonang, Adelina M; Purba, Herlide; Sihite, Samuel
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7285

Abstract

Penelitian ini membahas analisis yuridis terhadap pelaksanaan sidang pertama dalam kasus tindak pidana pembakaran dengan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh terdakwa Yohanes Fery Susanto di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris melalui teknik observasi langsung terhadap jalannya persidangan. Fokus utama adalah menilai kesesuaian proses awal persidangan, khususnya pada tahap pembacaan dakwaan, klarifikasi identitas terdakwa, serta penerapan asas-asas dalam hukum acara pidana sebagaimana diatur dalam KUHAP. Selain itu, analisis dilakukan dengan menggunakan teori pembuktian, teori pemidanaan, dan teori negara hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sidang berlangsung tertib dan terdakwa bersikap kooperatif, proses pembuktian belum sepenuhnya berjalan karena belum hadirnya saksi. Hal ini menunjukkan pentingnya kehadiran alat bukti lain guna memenuhi syarat minimal pembuktian sesuai Pasal 183 KUHAP. Penelitian ini juga menegaskan bahwa prinsip negara hukum sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 harus terwujud dalam setiap tahapan persidangan.
Adaptasi Mahasiswa Magang Generasi Z terhadap Perbedaan Budaya Komunikasi di Lingkungan kerja Perum Perhutani Jawa Timur Wibowo, Catheryne Aldora; Citalada, Muhammad Bhirawa Dwi Atma
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7702

Abstract

Penelitian ini membahas strategi adaptasi komunikasi mahasiswa mahasiswa generasi Z selama menjalani magang di Perum Perhutani Jawa Timur. Mahasiswa menghadapi perbedaan budaya komunikasi formal di tiap divisi, termasuk interaksi dengan pegawai senior dan sistem rolling antar divisi. Adaptasi ni dilakukan melalui pengamatan , penyesuaian gaya bicara, Bahasa tubuh, dan hubungan interpersonal yang didukung oleh mentor dan teman magang, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif, nyaman, dan pengalaman magang lebih maksimal.
Implementasi Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN Padek 1 Billah, Tsani Karman; Wijaya, Sastra; Rahayu, Maulina
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV di SDN Padek 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, ditandai dengan keaktifan dalam eksplorasi, diskusi, serta pemecahan masalah. Proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif turut mendorong terjalinnya komunikasi dan kerjasama antar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, sekaligus mempersiapkan siswa menjadi pembelajar aktif, kritis, dan mandiri.
Filsafat Sejarah dan Identitas Lokal: Refleksi Tradisi Ma’lamba Tedong pada Bulan Agustus di Kecamatan Nosu Halim, Muhammad Hamka; Awalia, Rahma; Syukur, Muhammad; Ahmad, M Ridwan Said
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7553

Abstract

Penelitian ini menelaah tradisi Ma’lamba Tedong—ritual pelepasan kerbau setiap bulan Agustus di Kecamatan Nosu—sebagai ekspresi filsafat sejarah dan identitas lokal masyarakat Mamasa. Melalui pendekatan kualitatif berbasis hermeneutika sosial-budaya, tradisi dipahami sebagai teks hidup yang mengandung makna historis, spiritual, dan ekologis. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pemuka agama, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ma’lamba Tedong merupakan bentuk reenactment kesadaran historis yang menghidupkan kembali ingatan leluhur melalui tindakan komunal yang berulang. Kerbau berfungsi sebagai simbol kosmologis yang menghubungkan manusia, alam, dan dimensi spiritual, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keseimbangan ekologis. Modernisasi menghadirkan tantangan berupa komersialisasi simbol budaya dan pergeseran nilai pada generasi muda, sehingga revitalisasi tradisi membutuhkan integrasi pendidikan, dokumentasi budaya, dan kolaborasi komunitas. Studi ini menegaskan bahwa Ma’lamba Tedong bukan sekadar warisan adat, tetapi sumber pengetahuan historis-spiritual yang relevan bagi penguatan identitas lokal dan pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal.
Implikasi Hukum Akibat Anak Berkewarganegaraan Ganda Tidak Mengurus Dokumen Keimigrasian di Indonesia Pratama, Muhammad Ricky Ananda; Bakhtiar, Masdar; Mirwanto, Tony
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7028

Abstract

Anak Berkewarganegaraan Ganda (ABG) merupakan subjek hukum yang diatur secara khusus dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. Namun, di lapangan masih ditemukan banyak kasus ABG yang tidak mengurus dokumen keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi ini berpotensi menimbulkan implikasi hukum yang signifikan, baik terkait kewarganegaraan maupun status keimigrasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum yang timbul apabila dokumen keimigrasian ABG tidak diurus, dengan menggunakan metode analisis normatif melalui kajian literatur dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Tidak diuruskannya dokumen keimigrasian dapat menyebabkan ABG kehilangan kewarganegaraan, terhambat dalam mengakses hak-hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta berisiko dianggap sebagai orang asing di wilayah Indonesia. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi akademik sekaligus memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan untuk memperkuat sistem administrasi kewarganegaraan dan keimigrasian di Indonesia.
Hubungan Antara Regulasi Emosi dan Kecenderungan Upward Social Comparison pada Mahasiswa Pengguna Instagram Maharani S Y P, Bintang; Kartasasmita, Sandi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7452

Abstract

Intensitas penggunaan Instagram pada mahasiswa berpotensi memicu terjadinya upward social comparison terhadap pencapaian akademik teman sebaya. Perbandingan tersebut dapat menghasilkan tekanan emosional maupun dorongan motivasional, bergantung pada strategi regulasi emosi yang diterapkan individu. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi yang mencakup cognitive reappraisal dan expressive suppression dengan kecenderungan upward social comparison pada mahasiswa pengguna Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri atas 400 mahasiswa berusia 18-24 tahun yang menggunakan Instagram minimal dua jam setiap hari. Pengukuran dilakukan menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan Academic Social Comparison (ASCS) versi Bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan melalui uji realibilitas, statistik dekskriptif, serta korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa cognitive reappraisal berkorelasi positif signifikan dengan upward social comparison (r = 0,499, p 0,01), begitu pula expressive suppression (r = 0,626, p 0,01). Tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin maupun durasi penggunaan Instagram per hari. Temuan ini menegaskan bahwa regulasi emosi berkontribusi pada kecenderungan mahasiswa membandingkan prestasi akademik dengan figur unggul di Instagram. Implikasi penelitian menyoroti pentingnya intervensi psikoedukasi regulasi emosi serta literasi media bagi mahasiswa.