cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 30 Documents clear
Analisis kepuasan perusahaan pelayaran terhadap kinerja kadet Politeknik Pelayaran Banten selama Praktik Laut Gumay, Andesvan; Fahrisani, Antaris; Muslim, Jusva Agus; Allo, Y.T. Anggista Tullung
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan perusahaan pelayaran terhadap kinerja kadet Politeknik Pelayaran Banten selama pelaksanaan praktik laut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 141 responden, terdiri atas staf rekrutmen perusahaan pelayaran dan perwira pembina di kapal. Kinerja kadet dievaluasi melalui enam dimensi utama, yaitu pengetahuan dan keterampilan teknis, sikap dan etika kerja, keselamatan dan keamanan, kemampuan manajerial dan kepemimpinan, keterampilan interpersonal, serta pengembangan diri dan profesionalisme. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berbasis persentase dan regresi linier untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing dimensi terhadap tingkat kepuasan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan perusahaan pelayaran berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 87,47%. Dimensi pengetahuan dan keterampilan teknis memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepuasan perusahaan, diikuti oleh sikap dan etika kerja. Meskipun demikian, beberapa aspek masih memerlukan peningkatan, khususnya pemahaman hukum maritim, pengambilan keputusan dalam situasi kritis, serta kebiasaan pengembangan diri secara profesional. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan kurikulum dan strategi pembelajaran praktik laut guna meningkatkan kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri pelayaran. This study aims to analyze shipping companies’ satisfaction with the performance of cadets from the Banten Shipping Polytechnic during sea training. A descriptive quantitative approach was employed, with data collected through Likert-scale questionnaires distributed to 141 respondents, consisting of recruitment staff from shipping companies and supervising officers on board. Cadet performance was assessed based on six key dimensions: technical knowledge and skills, work attitude and ethics, safety and security, managerial and leadership abilities, interpersonal skills, and self-development and professionalism. Data were analyzed using percentage-based descriptive statistics and linear regression analysis to examine the contribution of each dimension to overall company satisfaction. The findings indicate that shipping companies’ satisfaction with cadet performance falls within the very high category, with an overall average score of 87.47%. Among the evaluated dimensions, technical knowledge and skills exert the strongest influence on company satisfaction, followed by work attitude and ethics. However, several areas require further improvement, particularly in maritime law comprehension, decision-making under critical conditions, and continuous professional development. These results highlight the importance of strengthening sea-training curricula and instructional strategies to better align maritime vocational education with industry expectations.
Key ESG factors driving global sustainability in the shipping industry Diamantara, Neolini
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.160

Abstract

Environmental, Social, and Governance (ESG) criteria have become a central mechanism for assessing corporate sustainability, while the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs) provide a universal framework for addressing global challenges. Aligning these two frameworks is essential for shipping companies, as unclear prioritization of ESG criteria may lead to ineffective allocation of resources or missed opportunities to generate meaningful sustainability outcomes. This study aims to identify which ESG criteria—and their associated practices—within the commercial shipping sector contribute most significantly to global sustainability by mapping their alignment with relevant SDGs. This qualitative research employs document analysis, drawing from peer-reviewed scientific literature retrieved through Google Scholar and Scopus, as well as professional and industry sources produced by maritime practitioners across ship design, operations, management, crewing, training, classification, finance, and insurance. The documents analyzed include technical standards, guidelines, regulations, policies, reports, and commentary on industry trends. The findings highlight the ESG practices with the strongest contribution to sustainability, offering shipping companies clearer direction for prioritizing actions that deliver the highest global impact.
Literatur Review Analisis Jenis, Penyebab, dan Mitigasi Kerusakan Peti Kemas pada Proses Bongkar Muat Ruslin; Safrudin, Da'i; Fadilah, Nur
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.161

Abstract

Peti kemas merupakan komponen vital dalam sistem logistik dan rantai pasok maritim karena perannya dalam menjamin efisiensi, keamanan, dan standardisasi distribusi barang. Namun, proses bongkar muat di pelabuhan masih sering dihadapkan pada berbagai permasalahan teknis dan operasional yang berpotensi menyebabkan kerusakan peti kemas dan menurunkan keandalan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan peti kemas, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi mitigasi yang dapat diterapkan dalam proses bongkar muat di pelabuhan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik purposive sampling terhadap 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2005–2025 dan bersumber dari jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk meningkatkan validitas temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan peti kemas dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu kerusakan struktural, kerusakan fungsional, dan kerusakan spesifik atau elektronik, khususnya pada reefer container. Faktor penyebab dominan meliputi kesalahan manusia, kondisi teknis peralatan bongkar muat, pengaruh lingkungan, ketidakefisienan sistem kerja, serta keterbatasan teknologi monitoring. Strategi mitigasi yang direkomendasikan mencakup peningkatan kompetensi operator, inspeksi dan pemeliharaan rutin, penguatan penerapan SOP keselamatan, serta integrasi teknologi deteksi dini berbasis sensor, RFID, dan kecerdasan buatan. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang mengombinasikan aspek manusia, teknis, dan teknologi guna meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keandalan operasional bongkar muat peti kemas di pelabuhan.   Containers play a critical role in modern maritime logistics by ensuring efficiency, safety, and standardization in cargo distribution. However, loading and unloading operations at ports are frequently affected by technical and operational challenges that may result in container damage and reduced operational reliability. This study aims to identify the types of container damage, analyse the underlying causal factors, and formulate effective mitigation strategies applicable to port loading and unloading activities. A literature review method was employed using purposive sampling of 20 scientific articles published between 2005 and 2025, sourced from reputable national and international journals. Data were analysed using content analysis and thematic analysis, supported by source triangulation to enhance the validity of the findings. The results indicate that container damage can be classified into three main categories: structural damage, functional damage, and specific or electronic damage, particularly in refrigerated containers. The dominant causal factors include human error, technical conditions of handling equipment, environmental influences, inefficient work systems, and limited monitoring technologies. Recommended mitigation strategies include improving operator competence, implementing routine inspection and maintenance, strengthening safety standard operating procedures, and integrating early detection technologies based on sensors, RFID, and artificial intelligence. This study highlights the importance of an integrated approach that combines human, technical, and technological aspects to improve safety, efficiency, and operational reliability in port container handling operations.
Analisis menurunnya produksi udara pada main air compressor si atas Kapal Mt Sc Gold Ocean Tandilolo, Orion Mantong; Santiko, Tony; Darwis
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.165

Abstract

Main air compressor merupakan salah satu permesinan bantu yang sangat vital dalam operasional kapal karena berfungsi menyediakan udara bertekanan tinggi untuk proses starting engine dan pengoperasian sistem pneumatik. Penurunan kinerja main air compressor dapat berdampak langsung pada keandalan mesin induk, keselamatan pelayaran, serta kelancaran operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama penurunan kinerja main air compressor di atas kapal MT SC Gold Ocean serta merumuskan langkah perawatan yang tepat berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh melalui observasi langsung selama praktik laut, analisis data operasional kompresor, wawancara dengan awak mesin, serta studi literatur. Metode USG (Urgency, Seriousness, and Growth) digunakan untuk menentukan prioritas permasalahan yang paling berpengaruh terhadap penurunan kinerja kompresor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama penurunan kinerja main air compressor adalah kerusakan pada suction valve dan delivery valve, serta patahnya piston ring. Kerusakan tersebut dipicu oleh keterlambatan penggantian komponen berdasarkan jam operasi, penumpukan kerak pada katup, serta sistem pelumasan yang tidak optimal. Kondisi ini menyebabkan kebocoran udara, menurunnya tekanan kerja, dan meningkatnya waktu pengisian botol angin. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan Planned Maintenance System (PMS) secara konsisten sesuai buku manual untuk menjaga keandalan main air compressor. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi perwira mesin dan awak kamar mesin dalam meningkatkan efektivitas perawatan serta mencegah terulangnya kegagalan serupa pada sistem pneumatik kapal. The main air compressor is one of the most critical auxiliary machinery systems on board a vessel, as it supplies high-pressure air required for engine starting and pneumatic system operation. Performance degradation of the main air compressor may directly affect main engine reliability, navigational safety, and overall ship operations. This study aims to analyze the primary causes of performance degradation of the main air compressor on board MT SC Gold Ocean and to propose appropriate maintenance measures based on actual operational conditions. This research employs a mixed-method approach by integrating quantitative and qualitative data obtained from direct onboard observations during sea practice, analysis of compressor operational data, interviews with engine crew, and literature review. The USG (Urgency, Seriousness, and Growth) method is applied to prioritize the most critical factors contributing to compressor performance degradation. The results indicate that the main causes of performance degradation are damage to the suction valve and delivery valve, as well as fractured piston rings. These failures are primarily caused by delayed component replacement based on operating hours, scale deposits on valves, and inadequate lubrication systems. Such conditions lead to air leakage, reduced working pressure, and increased air bottle charging time. This study highlights the importance of consistent implementation of the Planned Maintenance System (PMS) in accordance with the manufacturer’s manual to maintain the reliability of the main air compressor. The findings are expected to serve as a practical reference for marine engineers and engine room personnel in improving maintenance effectiveness and preventing similar failures in ship pneumatic systems.
Analisis pengaruh pelayanan kepanduan dan penarikan kapal terhadap pencapaian target operasional pada PT Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan Suryadi, Awel; Abdillah, Ahmad Rifa'i; Fatimah; Anggeranika, Vidiana
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.167

Abstract

Pelayanan kepanduan dan penarikan kapal merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, keselamatan, serta efisiensi operasional pelabuhan. PT Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan sebagai badan usaha pelabuhan menghadapi tantangan dalam pencapaian target operasional yang dipengaruhi oleh kualitas layanan pemanduan dan penarikan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan kepanduan dan pelayanan penarikan kapal terhadap pencapaian target operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional kepanduan dan penarikan kapal, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kepanduan dan pelayanan penarikan kapal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian target operasional, baik secara parsial maupun simultan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan sebagian besar variasi pencapaian target operasional. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kepanduan dan penarikan kapal merupakan faktor strategis dalam mendukung efektivitas, efisiensi, serta keselamatan operasional pelabuhan. Pilotage and ship towing services play a crucial role in ensuring the smoothness, safety, and operational efficiency of port activities. PT Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan, as a port service provider, faces challenges in achieving its operational targets, which are influenced by the quality of pilotage and towing services. This study aims to analyse the effect of pilotage services and ship towing services on the achievement of the company’s operational targets. A quantitative approach with a survey method was employed in this study. Data were collected through questionnaires distributed to 60 respondents directly involved in pilotage and towing operations, using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the support of SPSS version 26, complemented by validity, reliability, and classical assumption tests. The results indicate that both pilotage and towing services have a positive and significant effect on the achievement of operational targets, both partially and simultaneously. The coefficient of determination reveals that the independent variables explain a substantial proportion of the variation in operational target achievement. These findings highlight that improving the quality of pilotage and towing services is a strategic factor in enhancing port operational effectiveness, efficiency, and safety.
Analisis proses final disbursement account dan strategi penyelesaiannya pada perusahaan keagenan kapal (Studi kasus PT Forecastle Indonesia Cabang Merak) Purnaningratri, Indah; Mochamad Mansur, Harri; Raudatul Jannah, Syahrara
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.168

Abstract

Final Disbursement Account (FDA) merupakan instrumen penting dalam keagenan kapal yang berfungsi sebagai dasar penagihan seluruh biaya aktual pelayanan kapal kepada ship owner. Ketidaktepatan penyusunan FDA dapat berdampak pada keterlambatan penagihan, meningkatnya piutang, serta terganggunya arus kas perusahaan keagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan Final Disbursement Account serta mengidentifikasi strategi penyelesaian terhadap kendala yang dihadapi pada perusahaan keagenan kapal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di PT Forecastle Indonesia Cabang Merak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan FDA diawali dengan penyusunan Estimated Port Disbursement Account (EPDA), pengajuan payment request, pengumpulan bukti pengeluaran, penyusunan settlement, hingga penerbitan FDA. Kendala utama yang ditemukan meliputi keterlambatan penerbitan invoice biaya kepelabuhanan, ketidaklengkapan dokumen pendukung, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurangnya standar operasional yang terintegrasi. Strategi penyelesaian yang dilakukan meliputi percepatan koordinasi dengan instansi terkait, penguatan sistem pengendalian dokumen, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyusunan FDA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan FDA dan pengendalian keuangan pada perusahaan keagenan kapal. Final Disbursement Account (FDA) is a crucial instrument in shipping agency operations as it serves as the basis for billing all actual vessel service costs to the ship owner. Inaccurate preparation of the FDA may result in billing delays, increased receivables, and disruptions to the financial cash flow of shipping agencies. This study aims to analyze the process of preparing the Final Disbursement Account and to identify resolution strategies for the obstacles encountered in shipping agency operations. The research employs a qualitative method with a case study approach conducted at PT Forecastle Indonesia Merak Branch. Data were collected through field observations, interviews with relevant stakeholders, and document analysis. The findings indicate that the FDA preparation process begins with the formulation of the Estimated Port Disbursement Account (EPDA), followed by the submission of payment requests, collection of expenditure evidence, settlement preparation, and the issuance of the FDA. The main obstacles identified include delays in the issuance of port service invoices, incomplete supporting documents, limited human resources, and the absence of integrated standard operating procedures. Resolution strategies implemented involve strengthening coordination with related institutions, improving document control systems, enhancing human resource competencies, and developing a Standard Operating Procedure (SOP) for FDA preparation. This study is expected to provide practical contributions to improving the efficiency of FDA management and financial control in shipping agency companies.
Analisis Yuridis dan Tanggung Jawab Hukum atas Kelalaian Survey Kelaikan Kapal: Studi Kasus pada Pelayaran Nasional Pambudi, M Aji Luhur; Dewi, Aditya Mutiara; Ndori, Akhmad
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.170

Abstract

Kelalaian dalam pelaksanaan survei kelaikan kapal merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan laut di pelayaran nasional. Dalam praktiknya, lemahnya pengawasan dan belum optimalnya pertanggungjawaban hukum terhadap surveyor dan lembaga klasifikasi menyebabkan kapal yang tidak memenuhi standar teknis dan keselamatan tetap dinyatakan layak laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab hukum atas kelalaian dalam survei kelaikan kapal serta menilai efektivitas mekanisme hukum yang berlaku dalam menjamin keselamatan pelayaran. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian dalam survei kelaikan kapal dapat menimbulkan tanggung jawab hukum perdata, pidana, dan administratif. Namun demikian, pengaturan mengenai akuntabilitas personal surveyor dan lembaga survei independen masih belum diatur secara tegas dan komprehensif dalam hukum nasional. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan fungsi pengawasan, serta harmonisasi hukum nasional dengan standar internasional guna meningkatkan akuntabilitas dan menjamin keselamatan pelayaran. Negligence in the conduct of ship seaworthiness surveys is a significant factor contributing to maritime accidents in national shipping. In practice, weak supervision and inadequate legal accountability of surveyors and classification bodies allow vessels that fail to meet technical and safety standards to be declared seaworthy. This study aims to analyze the forms of legal liability arising from negligence in ship seaworthiness surveys and to assess the effectiveness of existing legal mechanisms in ensuring maritime safety. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case study approaches. The findings indicate that negligence in seaworthiness surveys may result in civil, criminal, and administrative liability. However, the legal framework governing the personal accountability of surveyors and independent survey institutions remains insufficient and lacks clarity. This study recommends strengthening regulatory frameworks, enhancing supervisory mechanisms, and harmonizing national laws with international maritime standards to improve accountability and ensure maritime safety.
Kajian Yuridis terhadap Green Shipping Practices Berdasarkan Instrumen Hukum Maritim Internasional Ndori, Akhmad; Dewi, Aditya Mutiara; Pambudi, M Aji Luhur
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.171

Abstract

Transisi menuju pelayaran berkelanjutan menuntut penerapan green shipping practices sebagai respons atas meningkatnya emisi dan degradasi lingkungan laut. Instrumen hukum maritim internasional—termasuk MARPOL, UNCLOS, ISM Code, serta regulasi IMO—telah membentuk kerangka normatif yang mengatur pengendalian pencemaran, efisiensi energi, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Meski demikian, efektivitas penerapannya di banyak negara masih terhambat oleh ketidaksinkronan regulasi nasional, kapasitas penegakan hukum yang terbatas, serta rendahnya kesiapan infrastruktur dan industri untuk beradaptasi. Kajian ini menganalisis kesesuaian serta kecukupan instrumen hukum internasional dalam mendukung green shipping, sekaligus mengidentifikasi tantangan implementasi di tingkat nasional. Dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif melalui analisis dokumen hukum dan literatur, penelitian ini menemukan bahwa kerangka internasional telah cukup komprehensif, tetapi keberhasilan implementasi bergantung pada harmonisasi regulasi domestik, transformasi digital, dan komitmen industri pelayaran terhadap kepatuhan lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi hukum–teknologi dan peningkatan kapasitas negara untuk memastikan pelayaran berkelanjutan dapat diwujudkan secara konsisten.   The transition toward sustainable shipping requires the adoption of green shipping practices in response to increasing emissions and marine environmental degradation. International maritime law instruments—such as MARPOL, UNCLOS, the ISM Code, and various IMO regulations—establish the normative framework governing pollution control, energy efficiency, and environmentally friendly technologies. However, their effectiveness remains constrained by gaps in national regulatory harmonization, limited enforcement capacity, and the maritime industry's uneven readiness to adapt. Using a normative juridical approach through legal document and literature analysis, this study evaluates the adequacy of international regulations in supporting green shipping and identifies key implementation challenges at the national level. The findings indicate that although the international framework is comprehensive, successful implementation depends on national regulatory alignment, digital transformation, and strong industry commitment. This study underscores the need for integrated law–technology governance and strengthened institutional capacity to realize sustainable maritime operations.
Digitalisasi Layanan Tiket Di Pelabuhan Merak: Analisis Implementasi, Dampak, Dan Evaluasi Statistik Terhadap Efisiensi Operasional Zulistian, Fauhidzi; Anwar, Syairi; Santoso, Rahmat; Octavitri, Yollanda
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.172

Abstract

Digitalisasi layanan tiket penyeberangan menjadi instrumen penting dalam peningkatan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan transportasi laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem tiket digital di Pelabuhan Merak serta menganalisis pengaruhnya terhadap kecepatan pelayanan, kepuasan pengguna, dan efektivitas operasional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 210 responden pengguna jasa penyeberangan Merak–Bakauheni. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan observasi waktu antrean, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis faktor eksploratori, korelasi Pearson, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tiket digital secara nyata mampu mempercepat proses pelayanan, mengurangi waktu antrean, serta meningkatkan akurasi data manifest dan transparansi layanan. Variabel kemudahan penggunaan, keandalan sistem, dan kecepatan layanan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan kecepatan layanan sebagai faktor dominan. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur jaringan dan variasi tingkat literasi digital pengguna masih menjadi tantangan dalam implementasi layanan digital secara optimal. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pelabuhan dan pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi penguatan layanan digital penyeberangan yang inklusif dan berkelanjutan. The digitalization of ferry ticketing services has become a critical mechanism for improving operational efficiency and service quality in maritime transportation. This study aims to evaluate the implementation of a digital ticketing system at Merak Port and examine its effects on service speed, user satisfaction, and operational effectiveness. A quantitative approach was employed by involving 210 ferry passengers on the Merak–Bakauheni route. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and queue-time observations, and analyzed using validity and reliability tests, exploratory factor analysis, Pearson correlation, and multiple linear regression. The findings indicate that digital ticketing significantly enhances service efficiency by reducing queue times, improving manifest data accuracy, and increasing service transparency. Ease of use, system reliability, and service speed were found to have a significant influence on user satisfaction, with service speed emerging as the most dominant factor. However, limitations related to network infrastructure and varying levels of digital literacy among users remain key challenges. This study provides practical insights for port operators and policymakers in developing inclusive and sustainable digital ferry service strategies.
Efektivitas digitalisasi proses impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam penguatan pengawasan rokok ilegal di Indonesia Purnomo, Sandy Wahyu; Bintari, Pramudyasari Nur; Prihandono, Boedi; Pramuditya, Mahendra Nur,Alif; Mahandika, Ragil Freyhan; Pratiwi, Wulan Aisyah; Surbakti, Galio Brema
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas digitalisasi proses impor yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan resmi DJBC, publikasi pemerintah, serta dokumen kebijakan terkait digitalisasi kepabeanan dan penindakan barang kena cukai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan kinerja pengawasan sebelum dan setelah penerapan sistem digital kepabeanan, seperti Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seal (e-seal), Auto Gate System, serta teknologi pemindaian berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi proses impor terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pengawasan, efisiensi administrasi, serta kualitas penindakan terhadap rokok ilegal. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan jumlah rokok ilegal yang disita, meskipun jumlah penindakan secara kuantitas mengalami penurunan, yang mengindikasikan peningkatan kualitas dan ketepatan sasaran pengawasan. Selain itu, digitalisasi berkontribusi pada peningkatan transparansi layanan kepabeanan dan penguatan sinergi lintas instansi. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia, yang masih perlu ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan efektivitas sistem digital kepabeanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan kebijakan dalam pengembangan sistem kepabeanan berbasis digital guna memperkuat pengawasan barang kena cukai dan melindungi penerimaan negara. This study aims to analyze the effectiveness of import process digitalization implemented by the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) in strengthening the supervision of illegal cigarette distribution in Indonesia. The research adopts a quantitative approach using secondary data obtained from official DGCE reports, government publications, and policy documents related to customs digitalization and excisable goods enforcement. Data analysis is conducted through descriptive and comparative methods by examining supervisory performance before and after the implementation of digital customs systems, including the Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seals (e-seal), Auto Gate Systems, and data-based scanning technologies. The findings indicate that import process digitalization has proven effective in enhancing monitoring accuracy, administrative efficiency, and the quality of enforcement against illegal cigarettes. This effectiveness is reflected in a significant increase in the volume of seized illegal cigarettes, despite a decrease in the number of enforcement actions, suggesting improved targeting and enforcement precision. Furthermore, digitalization contributes to greater transparency in customs services and stronger inter-agency coordination. Nevertheless, challenges remain, particularly related to technological infrastructure limitations and human resource capacity, which require further improvement to ensure the sustainable effectiveness of digital customs systems. This study is expected to serve as an academic and policy reference for advancing digital-based customs systems to strengthen excisable goods supervision and safeguard state revenue.

Page 3 of 3 | Total Record : 30