cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Cyber bullying diKalangan Pelajar: Tantangan Penegakan Hukum dan Perlindungan Anak Wahyudianto, Wahyudianto; Indrawati, Risma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4224

Abstract

Penelitian ini membahas meningkatnya masalah perundungan siber (cyberbullying) di kalangan pelajar Indonesia, suatu tindakan yang tidak hanya mengancam kesehatan mental remaja tetapi juga mempertanyakan efektivitas sistem hukum yang berlaku saat ini. Permasalahan utama terletak pada sulitnya menerapkan regulasi yang ada, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terhadap bentuk-bentuk kekerasan digital yang kompleks, khususnya terkait anonimitas pelaku dan cepatnya bukti digital menghilang. Untuk merumuskan model perlindungan hukum yang efektif dan komprehensif, penelitian ini mengkaji berbagai hambatan utama yang dihadapi aparat penegak hukum dalam menangani kasus cyberbullying. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif meliputi pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus penelitian ini menganalisis berbagai regulasi serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan penting, antara lain kesulitan dalam mengumpulkan serta memverifikasi bukti digital yang bersifat cepat berubah dan mudah hilang, tidak adanya definisi yang jelas mengenai “cyberbullying” dalam hukum positif Indonesia, serta benturan mendasar antara prinsip keadilan restoratif dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dan pendekatan pemidanaan dalam UU ITE ketika pelaku masih berstatus anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan yang efektif hanya dapat dicapai melalui strategi berlapis, yang mencakup harmonisasi regulasi secara cepat, penguatan kelembagaan dalam kemampuan forensik digital, serta peningkatan koordinasi antarinstansi untuk memastikan penanganan perkara yang sensitif terhadap anak, tepat waktu, dan terintegrasi dengan tetap menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama.
Peran Sentimen Maritim dalam Pembentukan Brand Image: Studi pada Industri Pelayaran Nasional Januri, Januri; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sentimen maritim dalam pembentukan brand image pada industri pelayaran nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan maritim yang besar dan menjadi dasar penguatan identitas merek perusahaan pelayaran. Namun, citra perusahaan pelayaran nasional masih cenderung dibangun secara fungsional dan belum sepenuhnya mengoptimalkan nilai-nilai kemaritiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada tiga perusahaan pelayaran nasional, yaitu PT Pelni (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Samudera Indonesia Tbk. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajer pemasaran dan pelanggan, analisis konten media sosial dan kampanye pemasaran, serta telaah laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan brand image di sektor pelayaran tidak hanya ditentukan oleh aspek layanan dan kinerja logistik, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menginternalisasi nilai-nilai kemaritiman seperti keberanian, keandalan, solidaritas, dan keterhubungan antarpulau. Internalisasi tersebut diartikulasikan melalui slogan, identitas visual, serta narasi komunikasi yang menonjolkan peran perusahaan dalam “menghubungkan nusantara.” Sentimen maritim terbukti menjadi elemen emosional yang memperkuat asosiasi merek, meningkatkan rasa bangga dan kepercayaan konsumen, serta mendorong brand recall dan loyalitas pelanggan, khususnya pada masyarakat di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa belum konsistennya penerapan identitas maritim di seluruh titik kontak merek dan masih dominannya komunikasi berbasis harga. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi branding yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada nilai budaya maritim Indonesia.
Pengaruh Meaningful Work terhadap Kepuasan Kerja yang Dimediasi Employee Engagement pada Guru dan Karyawan di SD Muhammadiyah Wilayah Sleman Yogyakarta Fajriyah, Septi Rahmawati; Darmawan, Surya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh meaningful work terhadap kepuasan kerja dengan employee engagement sebagai variabel mediasi pada guru dan karyawan Sekolah Dasar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kualitas guru di Indonesia yang ditunjukkan oleh hasil Uji Kompetensi Guru, serta tingginya tingkat tekanan kerja, burnout, dan ketidakpuasan kerja yang berdampak pada kualitas pendidikan. Sebanyak 289 responden dari 41 sekolah dipilih menggunakan teknik stratified cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meaningful work berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, dan employee engagement berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Selain itu, meaningful work secara langsung memengaruhi kepuasan kerja, namun pengaruh tidak langsung melalui employee engagement terbukti lebih kuat. Model penelitian memiliki goodness of fit yang baik dengan nilai Q-square 0,874 serta nilai R-square masing-masing 0,693 untuk employee engagement dan 0,590 untuk kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa pekerjaan yang bermakna dan keterlibatan yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan kerja guru dan karyawan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sekolah memperkuat makna kerja dan keterlibatan karyawan melalui sistem penghargaan, fasilitas kerja, pelatihan berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas konteks dan variabel agar hasil lebih dapat digeneralisasikan.
Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk) Pada Escherichia Coli Fatimah, Siti; Nastiti, Kunti; Hastika, Febby Yulia; Darsono, Putri Vidiasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4233

Abstract

Jamur endofit yang diisolasi dari tanaman inangnya diketahui mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang memiliki kesamaan struktur maupun fungsi dengan senyawa yang diproduksi oleh tanaman tersebut. Keunggulan ini membuat jamur endofit menjadi sumber alternatif yang sangat potensial dalam penyediaan senyawa bioaktif tanpa harus melakukan ekstraksi langsung dari tanaman. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi eksploitasi tanaman obat, seperti bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), tetapi juga mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang semakin terancam oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku herbal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antibakteri jamur endofit dalam menghambat dan membunuh bakteri Escherichia coli serta mengidentifikasi jenis jamur endofit berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental, meliputi uji zona hambat menggunakan cakram untuk melihat kemampuan penghambatan, serta uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan uji KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) untuk menentukan efektivitas konsentrasi ekstrak jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat jamur endofit memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Isolat JEB 1 yang berwarna hitam menunjukkan hasil paling signifikan dengan zona hambat sebesar 16,20 mm. Nilai KHM isolat tersebut berada pada konsentrasi 4 × 10⁵ ppm, sedangkan nilai KBM berada pada konsentrasi yang sama dengan jumlah koloni <300. Kondisi ini menegaskan bahwa isolat JEB 1 bersifat bakteriostatik sekaligus bakterisidal terhadap E. coli. Dengan demikian, jamur endofit batang bajakah, terutama isolat JEB 1, berpotensi besar dikembangkan sebagai agen antibakteri alami yang efektif dan berkelanjutan
Perancangan dan Analisis Tekno-Ekonomi Solar Carport untuk Suplai Beban Auxiliary pada Main Station Building PLTS Sengkol Putra, Nanang Andhika; Yusron, Muhammad; Pratiwi, Wieny Amalia; Ratu, Dian Susila; Supriyatna, Supriyatna; Suksmadana, I Made Budi; Nratha, I made Ari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4234

Abstract

Pemanfaatan area parkir sebagai solar carport pada lingkungan pembangkit listrik menawarkan solusi ganda dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengoptimalkan aset lahan yang sebelumnya tidak produktif. Namun, implementasi sistem ini sering terkendala oleh tingginya biaya konstruksi, terutama ketika menggunakan struktur baja berat. Penelitian ini bertujuan merancang sistem solar carport berkapasitas 24,2 kWp dengan memanfaatkan struktur hibrida di PLTS Sengkol sebagai upaya menekan biaya investasi, sekaligus mensubstitusi beban pemakaian sendiri (auxiliary load) pada Main Station Building. Metode penelitian menggunakan simulasi PVSyst berbasis profil beban dinamis serta analisis ekonomi Discounted Cash Flow (DCF) untuk menilai performa teknis dan kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi struktur hibrida mampu menurunkan biaya investasi menjadi Rp 9,05 juta/kWp, jauh lebih rendah dibandingkan standar industri. Sistem ini diproyeksikan menghasilkan energi sebesar 40,65 MWh/tahun dengan Performance Ratio (PR) sebesar 81,8%, sehingga mampu memenuhi 100% kebutuhan beban auxiliary gedung. Dari aspek ekonomi, proyek menjadi layak dengan nilai Net Present Value yang positif dan masa pengembalian modal kurang dari empat tahun. Temuan ini menegaskan bahwa solar carport dengan desain hibrida merupakan solusi efektif, ekonomis, dan aplikatif untuk pengembangan energi terbarukan pada infrastruktur pembangkit di Indonesia, sekaligus memberikan potensi implementasi lebih luas pada fasilitas industri lain yang membutuhkan efisiensi energi berkelanjutan.
Predictive Modeling of Blindness Risk Using RAAB 2016 for Precision Eye Health Silaban, Stepanus; Habiba, Putri Ghanim Septia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4235

Abstract

The Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) surveys provide crucial information for planning and evaluating eye health initiatives, particularly in low- and middle-income countries where data systems are often limited. RAAB results are analyzed to estimate the prevalence of visual impairment and to assess cataract surgical coverage across populations. However, despite their rich individual-level data, RAAB surveys have rarely been explored for predictive modeling that could proactively identify people most vulnerable to blindness. This study sought to address that gap by developing and validating interpretable machine-learning models capable of predicting individuals at the highest risk of avoidable blindness. We used RAAB 2016 data collected from seven provinces across Indonesia, comprising a large and diverse sample of older adults. Two modeling approaches—a calibrated Extreme Gradient Boosting (XGBoost) algorithm and a Logistic LASSO regression—were trained and evaluated. Both models demonstrated outstanding discrimination (AUC ≈ 0.96) and strong calibration performance (Brier score ≈ 0.02), ensuring that predictions corresponded well to actual outcomes. Key predictors consistently selected across methods included increasing age, presence or absence of lens opacity, self-reported functional difficulty in seeing or mobility, and lack of corrective spectacles. To enhance usability in field settings, we also derived a simplified point-score tool from the LASSO model. Decision-curve analysis confirmed that the model could offer substantial clinical and operational benefit by guiding targeted outreach where resources are limited. Overall, this work highlights predictive analytics as promising extension of the RAAB framework, enabling more precise and efficient public eye health strategies in Indonesia.
Analisis Peran Sistem Pengendalian Internal dalam Meminimalkan Piutang Tak Tertagih: Studi Kasus pada PT Wijaya Karya Beton, Tbk Ba’aka, Eunike Brigita; Tandipayung, Deby; Roreng, Petrus Peleng; Mongan, Frischa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem pengendalian internal dalam pengelolaan piutang di PT Wijaya Karya Beton, Tbk Makassar.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif untuk mengkaji secara mendalam peran sistem pengendalian internal dalam meminimalkan piutang tak tertagih pada PT Wijaya Karya Beton, Tbk Makassar. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, yaitu staff akuntansi, serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan piutang di PT Wijaya Karya Beton, Tbk Makassar sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap laporan keuangan, kebijakan kredit, dan dokumen terkait lainnya yang relevan dengan sistem pengendalian internal piutang perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian internal dalam pengelolaan piutang di PT Wijaya Karya Beton, Tbk Makassar telah berjalan dengan cukup baik. Prosedur pengendalian internal yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi dan aktivitas pemantauan serta prosedur-prosedur mulai dari transaksi, pencatatan sampai pelaporan sudah diterapkan secara terstruktur dan konsisten sesuai dengan kebijakan perusahaan. Namun, terdapat beberapa kendala pada komponen aktivitas pengendalian, khususnya dalam penerapan prosedur penanganan piutang usaha dan kekeliruan dalam penerapan verifikasi pelanggan yang baik dan tidak baik dalam hal kategori penilaian pelanggan oleh PIC collecting yang belum optimal.
From Learning to Habit: Microlearning as a Promotive and Secondary Preventive Educational Strategy to Improve Diabetes Mellitus Self-Management in Adolescents Basyasyah, Nabilah; Hanan, M. Farhan; Hadi, Nabil Luthfil
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4242

Abstract

Diabetes mellitus in adolescents is a chronic condition that requires effective self-management to prevent long-term complications. Microlearning, an educational approach based on short, interactive, and digital modules, has emerged as a potential strategy to enhance adolescents’ knowledge, skills, and motivation in diabetes self-management. This literature review aims to examine the effectiveness of microlearning as a promotive and secondary preventive intervention and to identify factors influencing its success. Methods: A systematic literature search was conducted using PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases, following the PRISMA 2020 framework. Three review stages (identification and screening, eligibility assessment, and inclusion) were applied based on PICOS criteria. Out of 95 initial articles, 4 studies met the inclusion criteria. All included studies employed experimental or pilot intervention designs involving adolescents with type 1 or type 2 diabetes, assessing knowledge, attitudes, and self-management behaviors. Results and Discussion: Microlearning was shown to improve adolescents’ knowledge, motivation, and self-management skills. Key factors for success included adequate intervention duration, content personalization, support from healthcare professionals, access to technology, and family involvement. Digital interventions also facilitated early detection of complications, glycemic control, and preventive behaviors. Limitations of the studies included small sample sizes, short intervention durations, and potential reporting bias, limiting the generalizability of findings. Conclusion: Microlearning demonstrates potential as an effective promotive and secondary preventive educational strategy for enhancing diabetes self-management in adolescents. Further research with larger samples, longer intervention durations, and objective evaluation methods is needed to strengthen empirical evidence and optimize implementation in clinical practice and digital health contexts.
Implementations of Code Switching in The Characters of The Movie “Everything Everywhere All At Once” Athaillah, Siti Adhwa; Ma'wa, Kesya Asyura; Rosalinah, Yanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4244

Abstract

This study examines the use of code-switching among characters in the movie Everything Everywhere All at Once (2022), which portrays the bilingual Mandarin–English experiences of Chinese-American immigrants living within a multicultural environment. Employing a qualitative descriptive method, the research focuses on analyzing naturally occurring language patterns in the film. Data were collected through systematic observation and transcription of the movie’s dialogues, followed by detailed identification of utterances containing language alternation. The analysis was conducted using Poplack’s (1980) framework, which categorizes code-switching into intra-sentential, inter-sentential, and tag switching. The results reveal that intra-sentential switching is the most dominant type, accounting for 64% of the total instances. This type appears frequently in emotionally expressive conversations, demonstrating the characters’ high bilingual proficiency and their tendency to blend linguistic resources to convey nuanced feelings. Inter-sentential switching constitutes 32% of the data and is typically used to mark shifts in topic, context, or level of formality, particularly when characters transition between family interactions and broader social settings. Tag switching is the least frequent type at 4%, yet it plays an important role in signaling cultural identity and social intimacy through short Mandarin or Cantonese expressions embedded in English-dominant speech. Overall, the findings indicate that code-switching in the movie functions not only as a communication strategy but also as a reflection of cultural hybridity, emotional expression, and identity negotiation among bilingual immigrants. These insights contribute to a deeper understanding of multilingual communication and may be useful for language teaching practices that emphasize sociocultural awareness.
Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian yang Berdampak terhadap Minat Beli Ulang pada Produk Pembersih Wajah Garnier Juwari, Dwi Rike Adi Pitaya; Gultom, Henry Casandra; Nasiti, Prianka Ratri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4248

Abstract

Kualitas produk merupakan suatu ukuran dalam suatu perusahaan yang bertujuan untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga konsumen tidak kehilangan kepercayaan terhadap produk tersebut setelah membelinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian yang berdampak pada minat beli ulang produk pembersih wajah Garnier (Studi Kasus Pada Mahasiswa di Universitas PGRI Semarang Angkatan 2021). Latar belakang penelitian ini semakin ketatnya persaingan industri produk perawatan wajah yang menuntut perusahaan untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas produknya. Meskipun Garnier merupakan merek yang dikenal luas, masih terdapat perbedaan persepsi konsumen terkait kualitas produk yang memengaruhi keputusan pembelian serta minat beli ulang. Metode penelitian yaitu menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 Universitas PGRI Semarang yang menggunakan produk Garnier. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan melakukan penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala likert 1-5. Kemudian teknik pengolahan data menggunakan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Berdasarkan dari penelitian ini, hasil penelitian yang diperoleh bahwa kualitas produk, berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang. Keputusan pembelian berpengaruh terhadap minat beli ulang. Hasil pengaruh tidak langsung keputusan pembelian mampu memediasi antara kualitas produk terhadap minat beli ulang.