cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Menu Makanan Sehat Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Vadilah, Nur Jihan; Fatah, Zaehol
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4249

Abstract

Penentuan menu makanan sehat merupakan hal penting untuk membantu individu memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi sehingga dapat mengurangi risiko munculnya berbagai masalah kesehatan yang dipicu oleh pola konsumsi yang tidak seimbang. Perbedaan kandungan gizi pada setiap jenis makanan seringkali membuat masyarakat kesulitan dalam menentukan pilihan makanan yang tepat dan sesuai kebutuhan tubuh. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk memberikan rekomendasi menu makanan sehat secara lebih objektif, terstruktur, dan terukur. Data nutrisi makanan diperoleh dari dataset Kaggle dan diklasifikasikan berdasarkan sembilan indikator penilaian, yaitu kalori, protein, karbohidrat, lemak, serat, gula, natrium, kolesterol, dan kebutuhan air. Masing-masing indikator diberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingannya dalam menentukan kelayakan makanan sehat. Proses perhitungan dilakukan melalui tahap normalisasi dan penentuan nilai preferensi untuk menghasilkan ranking akhir alternatif makanan. Berdasarkan hasil perhitungan, makanan dengan nilai preferensi tertinggi adalah Quinoa dengan nilai 2.72, diikuti oleh Orange juice dengan nilai 2.66 dan Cookies dengan nilai 2.33. Sistem berbasis web yang dikembangkan mampu menampilkan proses klasifikasi, normalisasi, hingga hasil ranking secara otomatis, sehingga mempermudah pengguna memperoleh rekomendasi makanan yang sehat, tepat, dan mudah dipahami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode SAW efektif serta relevan digunakan dalam proses penilaian menu makanan sehat secara kuantitatif, akurat, dan berbasis data.
Pelaksanaan Budaya Sekolah di SMP Bakti Ibu 2 Palembang Saputra, Endi Iksan; Febriyanti, Febriyanti; Alvio, Wira
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan budaya sekolah dalam aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari siswa di SMP Bakti Ibu 2 Palembang, dengan menekankan bagaimana nilai-nilai positif ditanamkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang rutin dilakukan di lingkungan sekolah serta peran seluruh warga sekolah dalam mendukung terwujudnya karakter siswa yang lebih baik. Fokus penelitian mencakup bentuk implementasi budaya sekolah yang telah diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberlangsungan program sehingga diperoleh pemahaman yang jelas mengenai efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang mendalam sesuai dengan realitas lapangan. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya sekolah telah berjalan dengan cukup baik melalui pembiasaan disiplin waktu, penguatan nilai religius seperti berdoa dan mengaji bersama, interaksi sosial yang positif antara guru dan siswa, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala berupa rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam menaati aturan sekolah dan kurangnya sarana pendukung kegiatan, sehingga sekolah perlu melakukan perbaikan berkelanjutan melalui peningkatan pengawasan, pemberian motivasi, serta keteladanan guru agar pelaksanaan budaya sekolah semakin optimal dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Keterkaitan Durasi Penggunaan Gawai Pada Orang Tua dan Kualitas Interaksi Dengan Anak sapanora, Anjeli; R.D, Fransisca Iriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4252

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah pola kehidupan keluarga. Meningkatnya penggunaan gawai menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas interaksi antara orang tua dan anak. Di Indonesia, tingginya penetrasi internet dan durasi penggunaan gawai memperkuat munculnya fenomena parental phubbing dan technoference, yaitu kondisi ketika orang tua tidak sepenuhnya hadir secara emosional karena perhatian teralih pada perangkat digital. Penelitian mengenai screen time pada anak cukup banyak, namun studi mengenai screen time orang tua khususnya ibu sebagai pengasuh utama dan kaitannya dengan kualitas interaksi dalam keluarga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara screen time orang tua dan kualitas interaksi orang tua anak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 238 ibu yang memiliki anak usia ≤ 18 tahun melalui teknik purposive sampling. Durasi screen time diukur menggunakan SCREEN-Q, kualitas interaksi orang tua-anak diukur menggunakan PACHIQ-R yang mencakup dimensi penerimaan dan resolusi konflik. Analisis dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time orang tua dan kualitas interaksi orangtua anak(r = 0,022;p=0,366). Temuan ini mengindikasikan bahwa durasi penggunaan gawai bukan faktor utama yang berhubungan langsung dengan kualitas interaksi orang tua anak. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya memperhatikan konteks penggunaan gawai dan kualitas komunikasi keluarga dalam praktik digital parenting.
Penerapan Program Literasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa Di Sanggar Bimbingan Ampang Malaysia Tiara, Aldiva Qolby; Firdaus, Firdaus; Juma'i, A.M; Astono, Ari Dwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4254

Abstract

Program literasi yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Ampang, Malaysia, dirancang untuk meningkatkan keterampilan membaca dan pemahaman siswa kelas 4 melalui serangkaian aktivitas yang terstruktur. Pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif digunakan untuk menggambarkan secara mendalam proses pelaksanaan program serta perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Program ini memanfaatkan berbagai strategi pembelajaran, antara lain pemutaran video animasi edukatif yang bertujuan membangkitkan minat membaca, penyediaan teks bacaan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, serta pemberian tugas membaca mandiri selama satu minggu. Setelah periode membaca tersebut, siswa diminta untuk merangkum dan menceritakan kembali isi teks guna mengevaluasi tingkat pemahaman mereka. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada tiga aspek utama: minat membaca, kemampuan memahami isi bacaan, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi secara lisan. Dua siswa menunjukkan perkembangan yang menonjol, di mana mereka mampu menjelaskan kembali alur cerita, karakter, latar, dan pesan moral dengan jelas dan runtut. Hal ini mengindikasikan bahwa metode yang memadukan media visual, bacaan terarah, dan strategi retelling efektif dalam memperkuat literasi dasar pada anak usia sekolah dasar. Penemuan tersebut konsisten dengan literatur sebelumnya yang menekankan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, kebiasaan membaca yang teratur, serta latihan menceritakan kembali untuk meningkatkan keterampilan literasi. Dengan demikian, program literasi di Sanggar Bimbingan Ampang memberikan dampak positif terhadap pembentukan budaya membaca dan penguatan kemampuan literasi siswa di lingkungan sanggar.
Pengaruh Live Streaming, Celebrity Endorsements dan Online Customer Reviews terhadap Perilaku Impulsive Buying Gen Z dengan Kepercayaan Konsumen sebagai Variable Intervening di Kecamatan Medan Helvetia (Studi Kasus Tiktok Shop) Trissa, Yovanda Audiva; Salqaura, Siti Alhamra; Siregar, Muhammad Yamin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4258

Abstract

This study aims to analyze the influence of live streaming, celebrity endorsements, and online customer reviews on impulsive buying behavior of Gen Z with consumer trust as an intervening variable in Medan Helvetia District (TikTok Shop Case Study). The research used a quantitative approach that will find the magnitude of the influence of the independent variable on the dependent variable. The population in this study is Gen Z in Medan Helvetia District who made purchases through TikTok Shop, the number of which is unknown. Because the population size is not known with certainty, the Lemeshow formula was used to determine the sample with a 95% confidence level and a 10% sampling error, resulting in a sample of 96 respondents. Data analysis used SmartPLS (Partial Least Square) starting from the measurement model (outer model), model structure (inner model) and hypothesis testing. The results showed that live streaming, celebrity endorsements, and online customer reviews have a positive and significant effect on consumer trust in Gen Z in Medan Helvetia District. These three variables also have a positive and significant effect on impulsive buying behavior. Consumer trust is proven to have a positive and significant effect on impulsive buying behavior. Indirectly, live streaming, celebrity endorsements, and online customer reviews have a positive and significant influence on impulsive buying behavior through consumer trust among Gen Z in Medan Helvetia District.
Pendampingan BUMDes Melalui Program Digitalisasi untuk Meningkatkan Ekonomi Desa di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Ismunandar, Arif; Kurnia, Aang; Sidiq, Muhammad Sirojudin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4261

Abstract

This community service program aims to assist BUMDes through a digitization program to improve the village economy in the Batanghari sub-district of East Lampung Regency. Based on the results of problem identification, it was found that the application of digitization in the marketing of BUMDes products was not working, the marketing system was manual, and there were limitations in human resources and constraints in business unit development. Through the Participatory Action Research (PAR) approach, this program involves village officials, BUMDes administrators, and the community in a series of socialization activities, discussions, and the creation of a digital platform that emphasizes understanding and applying digital marketing in the sale of BUMDes products. The results show that BUMDes administrators have become more aware of the importance of digitalization systems and are more enthusiastic about developing BUMDes business units that have greater potential for growth and provide opportunities for experts in the management and mentoring of BUMDes business units. Thus, this program is expected to be a solution that can serve as a stepping stone for the development of similar initiatives in the future. Hopefully, this small step can contribute to creating a marketing system that will improve BUMDes business units in Batanghari Subdistrict, East Lampung Regency.  
Tumpang Tindih Kewenangan Pengelolaan Wilayah Pesisir Pasca Berlakunya UU No. 23 Tahun 2014 dalam Perspektif Otonomi Daerah Pratama, Ricko; Hadi, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4263

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaturan pembagian kewenangan pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip otonomi daerah dalam Pasal 18 UUD NRI 1945. UU No. 23 Tahun 2014 membagi urusan kelautan antara Pemerintah Pusat dan Daerah Provinsi, dengan kewenangan pengelolaan laut Provinsi diatur paling jauh 12 mil laut dari garis pantai. Hal ini menimbulkan problematik karena UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU PWP&PPK) sebelumnya memberikan kewenangan komprehensif kepada daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota). Perbedaan signifikan ini, ditambah belum terbentuknya peraturan pelaksana UU 23/2014, mengakibatkan tumpang tindih kewenangan antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta menimbulkan ketidakpastian hukum, seperti yang terjadi pada kasus reklamasi Teluk Benoa di Bali. Ketidakjelasan pembagian kewenangan ini dinilai tidak sesuai dengan amanah otonomi seluas-luasnya yang bertujuan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dan menjamin kepastian serta kemandirian daerah dalam mengatur urusan pemerintahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach), berfokus pada analisis peraturan perundang-undangan dan doktrin hukum. Hasil kajian menunjukkan perlunya harmonisasi antara UU No. 23 Tahun 2014 dengan UU PWP&PPK untuk mengembalikan keseimbangan kewenangan antara Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota demi terwujudnya prinsip otonomi daerah yang efektif.
Kekuatan Mengikat Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Pembentukan Norma Hukum Baru Putri, Celcilia Aina; Hufron, Hufron
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4264

Abstract

Mahkamah Konstitusi memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia karena berfungsi sebagai penjaga konstitusi sekaligus penafsir terakhir atas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui kewenangan pengujian undang-undang, Mahkamah Konstitusi memastikan agar seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak menyimpang dari nilai-nilai dasar konstitusi, seperti prinsip demokrasi, persamaan di hadapan hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta pembatasan kekuasaan negara. Setiap putusan Mahkamah Konstitusi memiliki kekuatan mengikat yang bersifat final dan langsung berlaku, sehingga menimbulkan akibat hukum tidak hanya terhadap norma yang dibatalkan atau dinyatakan inkonstitusional, tetapi juga terhadap proses legislasi selanjutnya. Putusan tersebut mewajibkan pembentuk undang-undang untuk menyesuaikan norma yang dibatalkan maupun merumuskan norma hukum baru yang lebih sejalan dengan ketentuan konstitusional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis sejauh mana kekuatan mengikat putusan Mahkamah Konstitusi memengaruhi pembentukan norma baru. Pendekatan ini memungkinkan kajian mendalam terhadap relasi antara putusan pengujian undang-undang dengan perubahan struktur norma dalam sistem hukum nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi bukan hanya alat pengendali konstitusionalitas, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman normatif yang memberikan arah bagi pembentuk undang-undang dalam menyusun regulasi yang lebih selaras dengan nilai-nilai konstitusi. Dengan demikian, Mahkamah Konstitusi memainkan peran penting dalam mewujudkan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat melalui harmonisasi antara konstitusi dan produk legislasi.
Rintis Medikamentosa dalam Praktik Klinis: Diagnosis, Terapi, dan Pencegahan – A Narrative Review Putri, Nafisa Nathania Rema; Istiwa, Fadea Zahrotul; Aqila, Rana; Pratama, Rafi Sandi Putra; Fithriyah, Sa’idatul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4265

Abstract

Rinitis Medikamentosa (RM) merupakan bentuk rinitis non-alergi yang muncul akibat penggunaan kronis dekongestan topikal dan ditandai oleh obstruksi nasal persisten, perubahan histopatologis pada mukosa, serta risiko ketergantungan yang dapat memperburuk gejala dari waktu ke waktu. Narrative review ini bertujuan meninjau secara komprehensif aspek diagnosis, terapi, serta upaya pencegahan RM berdasarkan literatur terkini. Penelusuran artikel dilakukan melalui PubMed dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025 dan menghasilkan 62 artikel, dengan 10 di antaranya memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil telaah menunjukkan bahwa diagnosis RM terutama ditegakkan melalui anamnesis mengenai riwayat penggunaan dekongestan berlebihan, disertai pemeriksaan fisik yang umumnya memperlihatkan kongesti nasal difus, edema mukosa, dan eritema yang dapat dikonfirmasi melalui rinoskopi. Faktor risiko yang berkontribusi mencakup kebiasaan merokok, inflamasi mukosa kronis, paparan iritan lingkungan, serta kondisi psikologis tertentu yang mendorong penggunaan obat secara berulang. Tata laksana utama RM adalah penghentian dekongestan secara bertahap atau total, yang kemudian ditunjang dengan pemberian kortikosteroid intranasal, irigasi saline, serta intervensi bedah pada kasus refrakter yang tidak merespons terapi konservatif. Selain itu, edukasi pasien mengenai penggunaan obat yang benar, potensi efek samping, serta strategi pencegahan kekambuhan menjadi komponen penting dalam upaya menekan angka kejadian RM. Kombinasi pendekatan farmakologis, non-farmakologis, edukatif, dan prosedural menjadi strategi paling rasional dan efektif dalam tata laksana komprehensif RM.
Analisa Optimasi Biaya dan Waktu Pelaksanaan Proyek Kontruksi Dengan Penambahan Jam Kerja dan Penambahan Tenaga Kerja Berdasarkan Metode Time Cost Trade Off (Studi Kasus: Penanganan Jalan Muara Sahung – Naga Rantai Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu) Anggraini, Ana; Dwiantoro, Edito; Sazuatmo, Sazuatmo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4276

Abstract

Penelitian ini membahas optimasi biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) dengan studi kasus pada proyek penanganan Jalan Muara Sahung–Naga Rantai di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Permasalahan utama dalam proyek konstruksi umumnya terkait pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu, sehingga diperlukan strategi percepatan yang efektif. Salah satu alternatif percepatan yang dianalisis adalah penambahan jam kerja lembur serta penambahan tenaga kerja. Metode yang digunakan meliputi Kurva S, Rencana Anggaran Biaya (RAB), analisis jalur kritis, perhitungan crash cost, dan cost slope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan melalui penambahan jam kerja lembur mampu mengurangi durasi proyek dari 165 hari menjadi 138 hari. Namun, total biaya pada kondisi normal sebesar Rp 1.273.853.587 meningkat menjadi Rp 2.523.858.831 setelah percepatan, sehingga terdapat selisih biaya Rp 1.270.005.244. Perhitungan menunjukkan Cost Slope sebesar –Rp 205.033.638 per hari percepatan. Sementara itu, percepatan melalui penambahan tenaga kerja menghasilkan total biaya kondisi normal Rp 1.273.853.587 yang justru menurun menjadi Rp 1.183.149.629, sehingga terjadi penghematan sebesar Rp 90.703.895, dengan Crash Slope Rp 14.758.348 per hari percepatan. Penghematan ini terutama disebabkan oleh penambahan tenaga kerja yang meningkatkan kecepatan penyelesaian aktivitas kritis. Secara keseluruhan, penerapan metode TCTO membantu manajemen proyek dalam menentukan alternatif percepatan yang paling efisien sesuai kondisi lapangan dan prioritas pengelolaan proyek.