cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Negeri Bangbayang Cisolok Hermawan, Ridwan; Qomariyah, Siti; Alfauzi, Hasbulloh Karim; Muslimat, Emat; Hadad, Nawil
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5243

Abstract

Peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Bangbayang Cisolok memiliki arti strategis dalam upaya mewujudkan pendidikan dasar yang berkualitas dan berdaya saing. Kepala sekolah berfungsi tidak hanya sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai supervisor akademik, motivator, dan inovator yang berperan penting dalam menciptakan iklim kerja kondusif serta meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepala sekolah menjalankan perannya dalam meningkatkan kinerja guru melalui strategi kepemimpinan, supervisi, pembinaan, serta pengembangan kompetensi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta analisis dokumen terkait program peningkatan mutu guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SD Negeri Bangbayang Cisolok telah menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja guru, antara lain melalui supervisi akademik yang berkelanjutan, pelatihan profesional, pembinaan kedisiplinan, dan pemberian motivasi kerja. Implementasi kepemimpinan yang partisipatif dan komunikatif juga berdampak positif terhadap semangat kerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, menerapkan metode inovatif, serta mengevaluasi hasil belajar siswa. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sarana pembelajaran, belum optimalnya penggunaan teknologi digital dalam proses mengajar, serta masih perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Kepala sekolah perlu memiliki pola pikir futuristik agar dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0. Pemikiran ini mendorong kepala sekolah untuk merumuskan visi dan strategi yang selaras dengan kemajuan teknologi sekaligus berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan
Aplikasi Teorema Castigliano untuk Analisis Defleksi pada Desain Jembatan Beton Prategang: Pendekatan Metode Energi untuk Evaluasi Kinerja Struktural Yudoprasetyo, Kohar; Hariyanto, Ifarrel Rachmanda; Rosyidi, Moh. Fadhlan; Al Manwaroh, Patma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5245

Abstract

Jembatan beton prategang merupakan salah satu solusi struktural yang efisien untuk bentang menengah hingga panjang dalam infrastruktur transportasi modern. Analisis defleksi yang akurat menjadi krusial dalam memastikan kinerja struktural dan kenyamanan pengguna jembatan sesuai dengan kriteria batas layan yang ditetapkan dalam standar desain. Penelitian ini mengeksplorasi aplikasi Teorema Castigliano sebagai metode energi untuk menganalisis defleksi pada jembatan beton prategang dengan pendekatan sistematis dan komprehensif. Teorema Castigliano, yang didasarkan pada prinsip energi regangan minimum, menawarkan keunggulan dalam menghitung defleksi struktur statis tak tentu dengan mempertimbangkan berbagai jenis beban dan kondisi batas secara simultan. Melalui studi literatur sistematis terhadap 42 publikasi periode 2019-2024 yang mencakup jurnal teknik sipil terakreditasi, prosiding konferensi internasional, dan standar desain jembatan, penelitian ini menganalisis formulasi matematis Teorema Castigliano dalam konteks struktur beton prategang, membandingkan akurasi metode energi dengan metode konvensional seperti metode kekakuan langsung dan analisis elemen hingga, serta mengidentifikasi parameter kritis yang mempengaruhi perhitungan defleksi termasuk kehilangan prategang, efek rangkak dan susut beton, serta variasi kekakuan penampang. Hasil kajian menunjukkan bahwa Teorema Castigliano mampu memprediksi defleksi jembatan beton prategang dengan tingkat akurasi tinggi (deviasi kurang dari 5% dibandingkan hasil eksperimental) ketika parameter material dan kehilangan prategang dimodelkan secara tepat. Metode ini sangat efektif untuk analisis awal desain dan verifikasi hasil analisis numerik, khususnya untuk geometri jembatan dengan bentang sederhana hingga menerus dua bentang.
Prediksi Status Kesehatan Berdasarkan Gaya Hidup Menggunakan Metode Decision Tree dan Feature Importance Ramadhan, Fajar; Herlambang, Dio; Dipta, Ambrusius Paska
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5246

Abstract

Dalam kehidupan ini, gaya hidup dapat menjadi faktor penentu kualitas hidup seseorang, baik secara jasmani maupun secra rohani. Beberapa faktor yang dapat secara signifikan mempengaruhinya diantaranya  seperti nutrisi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tingkat stres, dan kesadaran diri(mindfullness), merupakan indikator penting yang mencerminkan bagaimana seseorang menjalani kesehariannya . Seiring dengan perkembangan teknologi machine learning yang menjadi sangat pesat di era saat ini,faktor-faktor tersebut dapat di evaluasi secara cepat dan akurat. Studi ini bertujuan untuk memprediksi status kesehatan berdasarkan beberapa indikator gaya hidup menggunakan metode Decision tree. Selain menghasilkan prediksi, model ini juga digunakan untuk mengevaluasi kontribusi relatif setiap fitur melalui analisis Feature importance, sehingga memperoleh pemahaman tentang faktor gaya hidup mana yang memiliki pengaruh terbesar terhadap status kesehatan. Model Decision Tree dianalisis menggunakan scikit-learn dengan pendekatan klasifikasi multikelas (Good,Average,Poor). akurasi yang dihasilkan oleh model dalam penelitian ini memperoleh hasil 80,68% dengan nilai makro F1 sebesar 0,72, yang menunjukkan kinerja stabil di semua kelas. Analisis kepentingan fitur menunjukkan bahwa kesadaran diri (mindfulness) adalah faktor yang paling dominan, diikuti oleh faktor nutrisi dan kebiasaan merokok, sementara fitur gaya hidup lainnya masih berkontribusi pada prediksi keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa decision tree mampu menjadi metode yang efisien,interaktif, dan  tidak sulit untuk di interpretasikan dalam penilaian kesehatan berbasis data. Lebih lanjut, temuan mengenai faktor dominan dapat menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi perubahan gaya hidup guna meningkatkan kesehatan individu.
Pengaruh Struktur Modal, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bei Tahun 2019 – 2024 Oktariani, Tia; Elfahmi, Ryan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur sub sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 – 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder dan metode pengumpulan data melalui website resmi Bursa Efek Indonesia, situs untuk melihat harga saham www.pasardana.id dan website masing – masing perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 5 Perusahaan manufaktur sub sektor tektil dan garmen yang menjadi sampel penelitian. Metode analisis data menggunakan statitisk deskriptif, uji asumsi klasik: uji normalitas, uji multikoliniearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi. Sedangkan uji hipotesis yang dilakukan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) menggunakan program software E-Views 12 Student Version. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel struktur modal yang diukur dengan rasio Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, variabel Ukuran Perusahaan yang diukur dengan rasio Logaritma natural (Ln) tidak memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,0063> 0,05 dan variabel profitabilitas yang diukur dengan rasio Return On Equity (ROE) tidak memiliki rpengaruh terhadap nilai perusahaan dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,0878 > 0,05.
Aswaja dan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pemeriksaan Penunjang Medis: Upaya Mengurangi Over-Testing Melalui Pendekatan Mashlahah Yanuar, Ferdian; Kristianti, Nunul; Putri, Mega Amanda; Ardiansyah, Deden; Parman, Parman; Fatkhullah, Faiz Karim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5248

Abstract

Praktik over-testing atau pemeriksaan penunjang medis yang dilakukan secara berlebihan merupakan persoalan serius dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Selain meningkatkan pembiayaan kesehatan, praktik ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pasien, seperti paparan radiasi yang tidak perlu, overdiagnosis, overtreatment, serta kecemasan psikologis akibat temuan insidental yang tidak bermakna secara klinis. Dalam konteks sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), over-testing juga berkontribusi terhadap pemborosan sumber daya kesehatan dan berpotensi mengganggu prinsip efisiensi serta keadilan distributif dalam pelayanan kesehatan. Meskipun isu over-testing telah banyak dibahas dalam perspektif klinis dan manajerial, kajian yang menempatkannya dalam kerangka etik dan nilai lokal masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam prinsip kehati-hatian pemeriksaan penunjang medis sebagai upaya normatif dan kontekstual untuk mengurangi praktik over-testing. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis, yang didukung oleh kajian literatur ilmiah akses terbuka dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja—khususnya prinsip mashlahah, tawassuth, tawazun, dan i’tidal—memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip kehati-hatian, etika medis modern, serta hukum kesehatan. Integrasi nilai Aswaja dalam pengambilan keputusan klinis dapat berfungsi sebagai kerangka etik-yuridis yang kontekstual untuk membatasi pemeriksaan penunjang bernilai klinis rendah, meningkatkan keselamatan pasien, memperkuat akuntabilitas tenaga kesehatan, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan bermartabat.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Ghazafa, Muhammad Alif; Burhanuddin, Burhanuddin; Hamka, Rezky Amalia; Kurniawan, Agung Widhi; Natsir, Uhud Darmawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5249

Abstract

Muhammad Alif Ghazafa, 2026. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Dan Non Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Skripsi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Burhanuddin dan Rezky Amalia Hamka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap kepuasan kerja  Pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan probability sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 146 orang, sedangkan sampel penelitian berjumlah 60 responden dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada kantor inspektorat provinsi sulawesi selatan, (2) Lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada kantor inspektorat provinsi sulawesi selatan, (3) Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan, menekankan bahwa untuk meningkatkan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang baik, dimana pegawai membutuhkan kenyamanan fisik sekaligus kenyamanan psikologis untuk merasakan kepuasan dalam bekerja. Oleh karena itu, semakin baik lingkungan kerja yang tercipta, baik fisik maupun non fisik, maka tingkat kepuasan kerja pegawai akan meningkat.
Dekonstruksi Metodologi Penelitian: Studi Komparasi Paradigma Kritis Dan Post-Positivistik Dalam Mengevaluasi Inovasi Kurikulum Digital Sobirin, Mukhammad; Suharno, Suharno; Ridlo, Rosid; Harsono, Harsono; Sutama, Sutama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5250

Abstract

Perkembangan kurikulum digital sebagai respons atas transformasi teknologi pendidikan menuntut pendekatan evaluasi yang tidak hanya bersifat teknis-instrumental, tetapi juga kritis dan reflektif terhadap relasi kuasa, ideologi, serta dampak sosial yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk mendekonstruksi metodologi penelitian pendidikan melalui studi komparasi antara paradigma kritis dan post-positivistik dalam mengevaluasi inovasi kurikulum digital. Pendekatan post-positivistik dipahami sebagai paradigma yang menekankan objektivitas relatif, pengujian hipotesis, dan generalisasi temuan berbasis data empiris, sementara paradigma kritis berfokus pada emansipasi, kesadaran reflektif, serta pembongkaran struktur dominasi dalam praktik pendidikan digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur sistematis terhadap artikel jurnal bereputasi, dokumen kebijakan pendidikan, dan laporan evaluasi kurikulum digital dalam rentang sepuluh tahun terakhir, yang kemudian dianalisis secara komparatif dan interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan post-positivistik unggul dalam mengukur efektivitas, efisiensi, dan dampak kognitif kurikulum digital, namun cenderung mengabaikan dimensi ketimpangan akses, hegemoni teknologi, dan marginalisasi kelompok tertentu. Sebaliknya, paradigma kritis mampu mengungkap dimensi ideologis dan politis dari inovasi kurikulum digital, tetapi sering dipandang kurang kuat dalam aspek replikasi dan validitas empiris. Artikel ini merekomendasikan model metodologi hibrida yang mengintegrasikan kekuatan kedua paradigma untuk menghasilkan evaluasi kurikulum digital yang lebih komprehensif, adil, dan transformatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan dalam merancang evaluasi inovasi pendidikan berbasis digital yang berorientasi pada mutu sekaligus keadilan sosial.
Relevansi Konsep "Habit Of Action" Charles Sanders Peirce Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Di Sekolah Dasar: Sebuah Pendekatan Pragmatisme Sobirin, Mukhammad; Suharno, Suharno; Ridlo, Rosid; Fauziah, Endang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5251

Abstract

Pembentukan karakter disiplin pada peserta didik sekolah dasar merupakan bagian penting dari tujuan pendidikan nasional yang menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, moral, dan sosial. Disiplin tidak seharusnya dipahami hanya sebagai kepatuhan terhadap aturan formal, tetapi sebagai kebiasaan bertindak yang tertanam secara internal, stabil, dan berkelanjutan dalam diri peserta didik. Artikel ini mengkaji relevansi konsep habit of action dari Charles Sanders Peirce dalam kerangka filsafat pragmatisme terhadap proses pembentukan karakter disiplin di sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka, dengan menelaah karya-karya utama Peirce yang berkaitan dengan teori makna, keyakinan, dan kebiasaan bertindak, serta literatur kontemporer tentang pendidikan karakter. Analisis dilakukan secara konseptual dan interpretatif untuk mengaitkan prinsip-prinsip pragmatisme dengan praktik pendidikan disiplin. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Peirce, keyakinan dan nilai moral hanya bermakna sejauh diwujudkan dalam pola tindakan yang konsisten. Dalam konteks pendidikan, karakter disiplin tidak terbentuk melalui indoktrinasi atau kontrol eksternal semata, melainkan melalui pengalaman praktis, pengulangan tindakan, dan pemaknaan atas konsekuensi nyata dari perilaku disiplin maupun tidak disiplin. Temuan ini sejalan dengan karakteristik perkembangan peserta didik sekolah dasar yang belajar melalui pembiasaan, pengalaman langsung, dan keteladanan. Dengan pendekatan pragmatisme, pendidikan disiplin diarahkan pada pembentukan kesadaran internal melalui praktik nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Oleh karena itu, konsep habit of action relevan dijadikan landasan filosofis dalam merancang pendidikan karakter disiplin yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada perilaku nyata peserta didik.
Analisis Swot Manajerial Sekolah Sebagai Dasar Perumusan Strategi Peningkatan Kualitas Instruksional Sobirin, Mukhammad; Suharno, Suharno; Ridlo, Rosid; Anif, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5252

Abstract

Kualitas instruksional merupakan inti efektivitas pendidikan, namun sering terhambat oleh tata kelola manajerial yang masih bersifat administratif dan kurang strategis. Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi manajerial sekolah melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) guna merumuskan strategi penguatan kualitas pembelajaran di kelas. Fokus kajian diarahkan pada optimalisasi fungsi manajerial, meliputi kepemimpinan instruksional, supervisi akademik, manajemen sumber daya manusia, dan pengelolaan sarana pembelajaran dalam mendukung performa pedagogis guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif di Sekolah X. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, serta studi dokumentasi terhadap rencana strategis sekolah. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi faktor internal melalui matriks IFAS dan faktor eksternal melalui EFAS, yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam Matriks SWOT untuk merumuskan alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada visi kepemimpinan yang progresif, namun masih dihadapkan pada kelemahan berupa inkonsistensi supervisi akademik klinis dan tingginya beban administrasi guru. Peluang pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital belum optimal karena berbenturan dengan ancaman perubahan kurikulum yang cepat dan disparitas kompetensi teknologi antar guru. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan empat pilar strategi: digitalisasi supervisi akademik (SO), penguatan komunitas belajar internal (ST), restrukturisasi beban kerja guru (WO), dan pelatihan manajerial berbasis mitigasi risiko instruksional (WT). Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi berbasis SWOT manajerial mampu memberi arah yang lebih presisi bagi peningkatan kualitas instruksional, serta mendorong pergeseran paradigma dari manajemen administratif menuju kepemimpinan instruksional berbasis data.
Model Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam Berbasis Karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah Ramadan, Fariz; Fatmawati, Fatmawati; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5253

Abstract

Kepemimpinan pendidikan Islam yang visioner merupakan kebutuhan mendesak untuk mentransformasi lembaga pendidikan menjadi mercusuar peradaban yang kompetitif di tengah derasnya arus globalisasi. Di era disrupsi ini, lembaga pendidikan Islam tidak boleh hanya terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan harus mampu melakukan lompatan strategis guna menjawab tantangan zaman. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang secara harmonis mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern yang bersifat adaptif dan fleksibel. Model kepemimpinan Islami ini dibangun di atas empat pilar utama kenabian, yaitu: Shiddiq yang merepresentasikan kejujuran dan integritas tinggi, Amanah sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan akuntabilitas, Fathonah yang mencerminkan kecerdasan strategis dalam mengambil keputusan, serta Tabligh sebagai kemampuan komunikasi transformatif untuk menggerakkan seluruh elemen organisasi. Keempat pilar ini berfungsi sebagai kompas moral sekaligus standar profesional dalam mengelola institusi pendidikan di tengah kompleksitas global. Dengan mengadopsi karakteristik tersebut, seorang pemimpin pendidikan akan mampu menavigasi berbagai tantangan, mulai dari integrasi teknologi hingga perubahan paradigma pedagogi, sembari tetap menjaga marwah dan integritas spiritual lembaga. Sinergi yang kuat antara nilai-nilai profetik dan praktik manajemen kontemporer inilah yang menjadi kunci utama bagi lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang memiliki daya saing internasional. Implementasi model kepemimpinan yang holistik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada kemajuan peradaban masa depan yang lebih beradab dan mencerahkan.