cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Program Peningkatan Keterampilan Sumber Daya Manusia guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bengkayang dalam Kegiatan KKN Kebangsaan di Provinsi Kalimantan Barat Amri, Ary Dean; Ridhwan, Ridhwan; Kurniawan, Dwi; Anggreyni, Rizky; Munthe, Ondang Sri Helena; Andriani, Devi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.722

Abstract

Desa Kamuh merupakan salah satu desa di Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Masyarakatnya hidup dengan bertani dan beternak karena kontur tanah yang gembur dan subur. Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan ada beberapa permasalahan yang ada di desa Kamuh yaitu kurangnya pengembangan keterampilan wirausaha serta kurangnya pemahaman dan pengetahuan petani dalam mengelola limbah pertanian juga menjadikan limbah tersebut terbuang begitu saja, dengan permasalahan tersebut diperlukan suatu program peningkatan keterampilan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kelompok tani (pendidikan, pelatihan, dan pendampingan) dan program pendampingan wirausaha UMKM lokal. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui 4 tahap, tahap pertama persiapan yang meliputi studi pendahuluan dan survey tentang kondisi masyarakat, tahap kedua rencana kegiatan meliputi pelaksanaan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, tahap ketiga adalah tahap mentoring dan evaluasi serta tahap keempat adalah pelaporan. Hasil dari pelatihan ini masyarakat mampu dan faham mengenai pembuatan dan kegunaan pupuk organik cair (POC) dalam mengurangi limbah, berhasil memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memulai usaha berbasis rumah tangga dan pentingnya surat izin edar pangan berupa Surat Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) kepada UMKM, tidak hanya itu salah satu pihak UMKM juga langsung mendesign logo untuk usahanya dalam meningkatkan produktifitas usahanya. Kamuh Village is one of the villages in Seventeen District, Bengkayang Regency. The people live by farming and raising livestock because the soil is loose and fertile. From the results of the research we have conducted, there are several problems that exist in Kamuh village, namely the lack of development of entrepreneurial skills and the lack of understanding and knowledge of farmers in managing agricultural waste which also causes the waste to just be thrown away. With these problems, a skills improvement program is needed to improve community welfare. through the development of farmer groups (education, training and mentoring) and local MSME entrepreneurial mentoring programs. The method for implementing community service is carried out in 4 stages, the first stage is preparation which includes preliminary studies and surveys about community conditions, the second stage of activity planning includes the implementation of socialization, training and mentoring, the third stage is the mentoring and evaluation stage and the fourth stage is reporting. As a result of this training, the community is able and understands the manufacture and use of liquid organic fertilizer (POC) in reducing waste, successfully providing community awareness about the importance of starting a household-based business and the importance of a food distribution permit in the form of a Home Industry Food Permit (PIRT) to MSMEs, not only that, one of the MSMEs also immediately designed a logo for their business to increase their business productivity.
Edukasi Peningkatan Kesadaran Penyakit Menular Seksual pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung Nurkhalika, Rachmi; Samor, Vania Amanda; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.725

Abstract

Warga binaan pada lembaga pemasyarakatan merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai permasalahan, mulai dari permasalahan sosial, fisik, maupun mental. Salah satu bahaya kesehatan yang kerap terjadi di lembaga pemasyarakatan adalah bahaya terinfeksi penyakit menular seksual (PMS), hal ini berkaitan dengan riwayat terdahulu warga binaan terkait aktivitas seksualnya. Kejadian penyimpangan seksual juga tidak dapat dihindari dan meningkatkan resiko terjadinya PMS. Sehingga kegiatan ini ditujukan untuk mengedukasi warga binaan Lapas Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung guna meningkatkan pengetahuan mereka terkait PMS. Metode edukasi dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Peserta berjumlah 62 orang dengan demografi yang berbeda-beda dan sejumlah 13% warga binaan memiliki riwayat PMS. Melalui kegiatan edukasi diperoleh perubahan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan warga binaan dari mayoritas mendapat skor 5 (24%) menjadi 10 (61%) dengan nilai p0.00<0.05. Melalui hasil dapat disimpulkan bahwa intervensi edukasi mampu meningkatkan pengetahuan warga binaan terhadap masalah PMS. Inmates in correctional institutions are vulnerable to the wide range social, physical, and mental health issues. One of the health risks that frequently happens in correctional institutions is the risk of sexually transmitted infections (STIs), which is tied to the inmates' prior history of sexual behavior. Sexual aberrations are unavoidable and raise the danger of STIs. As a result, the aim of this program is to educate women inmates of the Way Hui Class IIA Correctional Facility in Bandar Lampung about PMS. Lectures and thorough discussions were used as the method. There were 62 participants from various demographics, with 13% of the inmates having history of STIs. Significant changes in the inmates’ level of knowledge were obtained after education intervention from the majority receiving a score of 5 (24%) to 10 (61%) with a value of p 0.00<0.05. Based on the findings, it can be concluded that given educational intervention can improve inmates’ knowledge of STIs.
Pengembangan Kompetensi Literasi Digital Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Darmawan, Dadan; Fauzi, Ahmad; Siregar, Herlina
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.730

Abstract

Kemampuan literasi digital menjadi tuntutan yang harus dimiliki oleh masyarakat khususnya warga belajar pendidikan kesetaraan dalam memasuki dunia kerja di era revoluasi industry 4.0. Berdasarkan observasi di PKBM abdi pertiwi ditemukan permasalahan yang perlu segera diselesaikan diantaranya, warga belajar belum mampu menguasai literasi digital dengan baik dan belum memiliki cultural dan social understanding dalam menentukan dan memilih informasi yang sejalan dengan konteks pemahaman sosial budaya sekitar. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperikan pendampingan dalam rangka pengembangan kompetensi literasi digital warga belajar pendidikan kesetaraan dalam menghadapi era revoluasi industry 4.0. Pengabdian dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajara Masyarakat (PKBM) Abdi Pertiwi dan PKBM Insan Madani. Hasil pemdampingan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan literasi digital seperti tutor berpartisipasi dalam ruang digital, keahlian dalam menggunakan ICT, dan sebagainya. Digital literacy skills are a requirement that must be possessed by society, especially citizens learning equality education when entering the world of work in the era of revolution 4.0. Based on observations at Abdi Pertiwi’s PKBM problems were found that needed to be resolved immediately, including that students were not yet able to master digital literacy well and did not have cultural and social understanding in determining information that was in line with the socio-cultural context of understanding around them. The aim of this service activity is to provide assistance in developing digital literacy competencies for citizens studying equality education in facing the era of industrial revolution 4.0. the service was carried out at the Abdi Pertiwi Community Learning Activity Center (PKBM) and PKBM Insan Madani. The results of the mentoring show an increase in understanding and digital literacy skills such as tutors to participate in digital spaces, skills in using ICT, and so on.
Pelatihan TOEFL untuk Mahasiswa: Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris dan Kesiapan Menghadapi Ujian TOEFL Devi, Anit Pranita; Izfadllillah, Thesa; Kodrat, Denny; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.739

Abstract

Pada saat ini, kemampuan bahasa Inggris merupakan hal esensial yang tidak bisa dilepaskan dalam konteks pendidikan tinggi, sehingga skor TOEFL dijadikan salah satu syarat untuk mengikuti sidang skripsi. Berdasarkan alasan tersebut, program pelatihan TOEFL ini diselenggarakan untuk memberikan mahasiswa pemahaman tentang struktur tes, strategi penyelesaian, dan peningkatan keterampilan berbahasa Inggris pra-sidang skripsi. Kegiatan ini mencakup pelatihan intensif yang meliputi pengajaran keterampilan mendengarkan, membaca, dan tata bahasa dalam bahasa Inggris. Metode pengajaran yang digunakan meliputi kelas interaktif, latihan praktis, dan simulasi ujian. Selain itu, program ini juga mencakup peningkatan kesadaran akan kebutuhan individual mahasiswa, dengan fokus pada area di mana mereka mengalami kesulitan. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka dalam lingkungan yang mendukung. Diharapkan bahwa melalui pelatihan intensif ini, mahasiswa akan dapat menguasai keterampilan bahasa Inggris dengan lebih baik dan dengan percaya diri menghadapi ujian TOEFL, yang selanjutnya akan meningkatkan peluang dalam memasuki dunia profesional. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui survei dan analisis hasil ujian TOEFL sebelum dan setelah pelatihan. Pelatihan TOEFL ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa dalam konteks akademik mereka. English language skills are one essential thing that is inevitable in the higher education context so that the TOEFL score becomes the requirement for taking part in thesis defense. Based on this reason, this TOEFL training program is held to provide students with an understanding of the test structure and completion strategies, and to improve their English language skills before the thesis defense. This program covers a series of intensive training in listening, reading and grammar skills in English. The teaching methods used are interactive instruction, practical exercises, and exam simulations. The program also includes increasing awareness of students' individual needs, focusing on areas where they experience difficulties. Students are given the opportunity to practice and improve their abilities in a supportive and motivating environment. It is hoped that through this training, students will be able to master English language skills better and confidently face the TOEFL test, which will increase their chances in entering the professional world. Evaluation of the program's effectiveness was carried out through surveys and analysis of TOEFL exam results before and after training. It is hoped that this TOEFL training can make a significant contribution to improving students' English language skills in their academic context.
Meningkatkan Kemampuan Guru dan Siswa SMK Veteran Sukoharjo melalui Pelatihan Menulis Rilis Berita Pratiwi, Veronika Unun; Nugrahani, Farida; Widayati, Mukti; Sudiyana, Benidictus; Nurnaningsih, Nurnaningsih; Ermawaty, Susy
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.744

Abstract

Publikasi menjadi salah satu hal penting bagi seseorang atau lembaga untuk dapat dikenal oleh khalayak umum. Tidak terkecuali dengan keadaan sekolah. Untuk dapat menarik minat calon siswa maka wajib bagi suatu sekolah melakukan publikasi terhadap berbagai keunggulan sekolah. SMK Veteran Sukoharjo merupakan sekolah yang memiliki berbagai keunggulan. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui. Oleh karena itu, tim pengabdian melakukan kegiatan pelatihan tentang menulis rilis berita pada guru dan siswa SMK Veteran. Tujuannya adalah guru dan siswa mampu menulis berita dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan menarik, sehingga dapat melakukan publikasi terhadap berbagai kegiatan yang ada di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah pelatihan yang diawali dengan kegiatan penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara teori dan praktik. Hasil kegiatan pengabdian adalah terjadinya peningkatan pemahaman para guru dan siswa terhadap pengetahuan dan cara menulis rilis berita untuk publikasi. Selain itu, para guru dan siswa melalui kegiatan pendampingan telah mampu menulis rilis berita dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini telah mampu meningkatkan kemampuan menulis para guru dan siswa SMK Veteran Sukoharjo. Publication is one of the important things for a person or institution to be recognized by the general public. Schools are no exception. To be able to attract prospective students, it is mandatory for a school to publish various school advantages. SMK Veteran Sukoharjo is a school that has various advantages. However, there are still many people who do not know. Therefore, the service team conducted training activities on writing news releases for teachers and students of SMK Veteran. The goal is that teachers and students are able to write news using good, correct, and interesting Indonesian, so that they can publish various activities at school. The method used in the service activity is training which begins with counseling, demonstration, mentoring, and evaluation activities. Training activities are carried out in theory and practice. The results of the service activities are an increase in the understanding of teachers and students on knowledge and how to write news releases for publication. In addition, teachers and students through mentoring activities have been able to write news releases using Indonesian. Thus, this service activity has been able to improve the writing skills of teachers and students of SMK Veteran Sukoharjo.
Pemetaan Partisipatif Kampung Marjinal di Kota Bandar Lampung, Indonesia (Studi Kasus: Kampung Pesisir Sinar Laut) Lestari, A Dwi Eva; Widya, Amelia Tri; Nurzukhrufa, Antusias; Basica, Embun Aura Annisa; Asriana, Nova; Fajarwati, Galuh
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.745

Abstract

Terletak di pesisir kota Bandar Lampung menjadikan Kampung Sinar Laut sebagai kampung marjinal yang pembangunannya secara khusus kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota karena merupakan permukiman informal dimana rumah warganya berdiri ditepi laut bahkan sebagian besar diatas permukaan air laut. Keberadaan dan pertumbuhan permukiman informal di Kampung Sinar Laut disertai dengan munculnya berbagai permasalahan lingkungan dan sosial yang belum teridentifikasi termasuk potensi wilayah yang mungkin belum tergali, menjadi latar belakang kegiatan pemetaan partisipatif ini dilakukan. Dengan adanya identifikasi dan pemetaan permasalahan atau potensi wilayah dalam bentuk peta kampung partisipatif, dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dan sosial kampung marjinal, termasuk dijadikan acuan dalam penataan kampung, perencanaan dan perancangan pembangunan kampung kota. Menggunakan metode partisipatif melibatkan warga masyarakat setempat dalam pembuatan peta, penggambaran dan informasi kampung menjadi data riil yang valid. Dalam pelaksanaannya masyarakat Kampung Sinar Laut berhasil memetakan sendiri permasalahan dan potensi yang ada di lingkungannya secara aktif dan bersama-sama kemudian menghasilkan luaran berupa peta fisik Kampung Sinar Laut, mengenai titik lokasi elemen fisik lingkungan dan permasalahannya, data dan jumlah warga, bencana tahunan, keadaan sosial-ekonomi-budaya, serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan. Dengan harapan bahwa hasil pemetaan partsipatif dapat dimanfaatkan oleh warga, pemerintah desa dan kota, akademisi, mitra dan pihak lainnya. Located on the coast of the city of Bandar Lampung, Kampung Sinar Laut is a marginal village whose development has received little attention from the City Government because it is an informal settlement where the residents' houses stand on the edge of the sea and most of them are above sea level. The existence and growth of informal settlements in Sinar Laut Village is accompanied by the emergence of various environmental and social problems that have not been identified, including potential areas that may not have been explored, which is the background for this participatory mapping activity. By identifying and mapping problems or potential areas in the form of participatory village maps, it can be used as a basis for resolving environmental and social problems in marginal villages, including being used as a reference in village upgrading, planning and designing urban village development. Using participatory methods involves local residents in making maps, depictions, and village information into valid real data. In its implementation, the people of Kampung Sinar Laut succeeded in mapping the problems and potential in their environment actively and together, then produced an output in the form of a physical map of Kampung Sinar Laut, regarding the location of the physical elements of the environment and their problems, data and number of residents, annual disasters, conditions. socio-economic-cultural, as well as regional potential that can be developed. With the hope that the results of participatory mapping can be utilized by residents, village and city governments, academics, partners, and other parties.
Penguatan Literasi Matematika dan Sains melalui Pengelolaan Perpustakaan di Madrasah Tsanawiyah Padang Pariaman Hasibuan, Lilis Harianti; Jannah, Miftahul; Putri, Darvi Mailisa; Annur, Lathifah; Syahadah, Nadila
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.749

Abstract

Literasi adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki untuk menghadapi kemajuan teknologi saat ini. Kemampuan literasi membantu seseorang memahami suatu informasi secara akurat sehingga terhindar dari berita hoax yang marak beredar. Selanjutnya, dengan kemampuan literasi seseorang bisa berbagi pengetahuan melalui karya tulis yang berkualitas. Kemampuan literasi harus dilatih sejak dini, khususnya kemampuan literasi matematika dan sains. Kemampuan ini membuat seseorang dapat merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks kehidupan yang tercangkup pada konsep, prosedur, fakta dan angka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi matematika dan sains di sekolah adalah pengoptimalan peran perpustakaan. Metode yang digunakan dalam pengaplikasian upaya ini adalah service learning dimana metode yang membangun budaya pelayanan dan keterlibatan untuk bekerja bersama. Diperoleh dari hasil penelitian bahwa penguatan literasi matematika dan sains dapat dilakukan melalui pengoptimalan peran perpustakaan. Misalnya, diupayakan penyediaan ruang baca yang nyaman, tersedianya buku bacaan yang lengkap dan menarik. Ditambah program kunjungan perpustakaan dan pengelolaan pustaka meliputi adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Literacy is one of the skills that must be possessed to deal with today's technological advances. Literacy skills help a person understand information accurately so as to avoid hoax news that is rampant in circulation. Furthermore, with literacy skills one can share knowledge through quality written works. Literacy skills must be trained from an early age, especially math and science literacy skills. This ability allows a person to formulate, use and interpret mathematics in various life contexts that include concepts, procedures, facts and figures. One of the efforts that can be made to improve mathematics and science literacy in schools is to optimize the role of the library. The method used in the application of this effort is service learning which builds a culture of service and engagement to work together. The research found that strengthening mathematics and science literacy can be done through optimizing the role of the library. For example, the provision of a comfortable reading room, the availability of complete and interesting reading books. In addition, library visit programs and library management include planning, organizing, implementing and monitoring.
Edukasi Penerapan Teknologi Panel Surya berbasis Internet of Things sebagai Sumber Energi Listrik di Desa Kandangserang Inayah, Inayatul; Agustina, Elvinda Bendra
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu komponen pokok dalam kehidupan sehari-hari, namun saat ini sumber energi listrik masih berfokus pada energi fosil yang akan semakin menipis akibat eksplorasi secara terus-menerus. Sebagai negara tropis, indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya, khususnya Kota Pekalongan yang berada di wilayah Jawa Tengah. Kota Pekalongan memiliki potensi penyebaran penyinaran surya yang merata, sehingga pengembangan panel surya sebagai energi terbarukan sangatlah berpotensi. Sayangnya, masyarakat masih belum mengetahui tentang pemanfaatan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai penerapan teknologi panel surya sebagai sumber energi listrik. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan melakukan survei, wawancara, dan monitoring serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu masyarakat memahami pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan, sehingga masyarakat terdorong untuk membangun panel surya guna memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Selain itu, masyarakat juga mengetahui pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) untuk mengetahui kinerja panel surya secara realtime, sehingga perawatan panel surya dapat dilakukan secara optimal. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan ini yaitu 46.32% peserta menyatakan sangat puas, dan 49.47% peserta menyatakan puas. Hasil tersebut menunjukkan adanya kebermanfaatan dari kegiatan edukasi penerapan teknologi panel surya berbasis IoT sebagai sumber energi listrik. Electrical energy is one of the main components of everyday life. However, electrical energy sources are currently focused on fossil energy, which will become increasingly depleted due to continuous exploration. As a tropical country, Indonesia has great potential to develop solar energy, especially in Pekalongan City in the Central Java region. Pekalongan City has the potential for even distribution of solar radiation, so the development of solar panels as renewable energy has the potential to be carried out. Unfortunately, people still don't know about using solar panels to meet household electricity needs. Therefore, this service activity aims to educate the public regarding the application of solar panel technology as a source of electrical energy. Service activities are carried out by conducting surveys, interviews and literature studies. The result of the service activities is that the community understands the use of solar energy as a renewable energy source so the community is encouraged to build solar panels to meet household electricity needs. Apart from that, the public also knows about the use of Internet of Things (IoT) technology to determine the performance of solar panels in real time so that solar panel maintenance can be carried out optimally. The level of participant satisfaction with this activity was 46.32% of participants said they were very satisfied, and 49.47% said they were satisfied. These results show the benefits of educational activities in implementing IoT-based solar panel technology as a source of electrical energy.
Penyuluhan Pembukaan dan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar di Desa Simpang Kasturi, Kalimantan Barat Sesario, Revi; Wasis, Th. Candra; Ichsan, Ichsan; Marjani, Adi; Radiansah, Dody; Febtysiana, Nur Fajar; Hillary, Janne
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.755

Abstract

Membakar lahan merupakan salah satu usaha yang paling ekonomis dalam pembukaan lahan. Selain itu, masyarakat di Kalimantan Barat memiliki tradisi Gawai Serentak, yaitu persiapan musim tanam dengan membuka lahan dengan cara membakar. Saat musim kemarau, budaya membuka lahan ini sangat beresiko terhadap terjadinya kebakaran lahan gambut yang luas serta sulit dipadamkan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah untuk mengedukasi dan menyosialisasikan pembukaan dan pengolahan lahan tanpa bakar (PLTB) kepada masyarakat Desa Simpang Kasturi. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta, yang merupakan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan kelompok tani, dengan menggunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat pemadam ringan (APAR) dan traktor tangan. Dalam kegiatan itu juga dibagikan APAR dan traktor tangan. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan sepanjang kegiatan melalui diskusi dua arah, dan tes di awal dan di akhir kegiatan yang berisi tentang pemahaman dari materi ceramah dan demonstrasi yang dilakukan. Mengacu pada hasil pretest dan posttest, tingkat pemahaman masyarakat mengenai penyebab karhutla di lahan gambut susah dipadamkan, upaya efektif pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sanksi membuka lahan dengan membakar, serta cara menggunakan APAR dan traktor tangan, menunjukkan kemajuan. Burning land is one of the most economical ways to clear the lands. Besides that, people in West Kalimantan have the Gawai Serentak tradition, which is a tradition of preparing for the planting season by clearing land through burning. During the dry season, this culture of clearing land is very risky for large peatland fires that are difficult to extinguish. The purpose of this community service activity (PPM) is to educate and socialize about clearing and processing of plantation land without burning (PLTB) to the Simpang Kasturi villagers. This activity was attended by 20 participants who were members of fire care community (MPA) and farmer groups, using the lecture method followed by demonstrations of light fire extinguishers (APAR) and hand tractors usage. In this activity, APAR and hand tractor were also distributed. Monitoring and evaluation of activities is carried out throughout the activity through Two-way discussions, pretest and posttest about the understanding of the lecture material and demonstrations conducted. Referring to the results of the pretest and posttest, the level of public understanding of the causes of peatland forest fires that are difficult to extinguish, effective efforts to control forest fires, sanctions for clearing land by burning, as well as how to use fire extinguishers and hand tractors, indicate improvement.
Budidaya Melon (Cucumis melo L) Hidroponik dalam Pemanfaatan Halaman Pekarangan Rumah di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Harahap, Mailina; Yustriawan, Dian; Apriyanti, Ira
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.758

Abstract

Halaman pekarangan rumah merupakan lahan yang bisa memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya melon (Cucumis melo) hidroponik belum banyak diketahui masyarakat. Budidaya melon hidroponik dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan waktu luang mereka selain mengerjakan pekerjaan rumah. Tujuan pengabdian yang dilakukan adalah memberikan transfer pengetahuan berupa penyuluhan, pelatihan dan demplot budidaya melon hidroponik. Memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk melakukan budidaya melon hidroponik yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan membuat perencanaan, mengorganisir kegiatan program, pelaksanaan program, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan program memberikan manfaat transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan jasa dengan adanya kegiatan penyuluhan, pelatihan dan demplot budidaya melon hidroponik. Mitra mendapat pengetahuan dan keterampilan budidaya melon hidroponik. Persepsi mitra terhadap tingkat kepentingan/kebutuhan program menunjukkan mitra Berdasarkan angket yang diberikan kepada mitra diketahui bahwa jumlah skor tertinggi sebesar 50 yaitu pada persepsi mitra terhadap program PKM telah memberikan bekal kepada masyarakat berupa kemampuan berpikir ataupun keterampilan lainya. Dan junmlah skor tertinggi pada persepsi mitra terhadap tingkat kepuasan/kinerja program juga terdapat pada pernyataan mitra terhadap Program PkM telah memberikan bekal kepada masyarakat berupa kemampuan berpikir ataupun keterampilan lainya sebesar 50. Dengan demikian program telah memberikan manfaat kepada mitra. Home gardens are land that can provide environmental and economic benefits. The public is not yet well aware of the use of yard land by hydroponic melon (Cucumis melo) cultivation. Hydroponic melon cultivation can be done by housewives using their free time apart from doing housework. The aim of the service carried out is to provide knowledge transfer in the form of counseling, training and demonstration plots for hydroponic melon cultivation. Providing assistance with facilities and infrastructure to carry out sustainable hydroponic melon cultivation. The method used is planning, organizing program activities, program implementation, mentoring, monitoring and evaluation. The results of program activities provide benefits from the transfer of knowledge, technology and services through extension activities, training and demonstration plots for hydroponic melon cultivation. Partners gain knowledge and skills in hydroponic melon cultivation. The partner's perception of the level of importance/need for the program shows that partners. Based on the questionnaire given to partners, it is known that the highest score is 50, namely the partner's perception that the PkM program has provided provisions for the community in the form of thinking abilities or other skills. And the highest score in partners' perceptions of the level of satisfaction/performance of the program is also found in partners' statements that the PkM Program has provided provisions to the community in the form of thinking abilities or other skills of 50. In this way, the program has provided benefits to partners.