cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Upaya Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Sanitasi di Kelurahan Tamansari Kota Tasikmalaya Sirait, Budi Chrismanto; Noorikhsan, Faisal Fadilla; Triyanto, Samuel Agus; Suharsono, Suharsono; Rivai, Muhamad Rizal
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.760

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan desain pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Pengabdian ini dilakukan untuk melanjutkan hasil observasi terkait dengan Desa Tamansari. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak orang tua yang salah paham dalam memberikan asupan gizi kepada anak-anak mereka sehingga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak tersebut. Data lapangan menunjukkan bahwa 96 anak di Desa Tamansari dari total 319 anak di Kecamatan Tamansari mengalami stunting. Tentu saja hal ini memiliki implikasi terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada tahun 2045 di tengah bonus demografi yang sedang terjadi. Pemberdayaan masyarakat dalam kesempatan ini akan dilakukan dengan memberikan penyuluhan terkait pendidikan gizi dan sanitasi, serta memberikan bantuan makanan dasar dan makanan bergizi tinggi agar mereka yang terkena stunting dapat mengalami perbaikan kondisi sehingga nantinya dapat menjadi salah satu pelaku yang memberikan dampak positif dalam menciptakan Indonesia Emas 2045. The community service that will be carried out uses a community service design to improve community health. This service was carried out in order to continue the results of observations related to Tamansari Village. Where the results of observations show that there is a lot of misunderstanding from parents in providing nutritional intake to their children so that the impact on their children's growth and development is hampered. Fields data shows that 96 children in Tamansari Village out of 319 children in Tamansari District are affected by stunting. This of course has implications for the quality of Indonesia's human resources (HR) in 2045 amidst the demographic bonus that is occurring.Community empowerment on this occasion will be carried out by providing counseling related to nutrition and sanitation education, as well as providing basic food assistance and high-nutrient food so that those who have been affected by stunting can experience improvements in their conditions so that they can later become one of the actors who have a positive impact in creating a golden Indonesia 2045.
Edukasi Pembibitan Propagule Mangrove Berbasis Konservasi sebagai Peluang Usaha Masyarakat Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Wahyuni, Sri; Hasdanita, Fitry; Masrura, Delfian
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.762

Abstract

Penanaman dan penyulaman bibit mangrove untuk perluasan ekosistem pesisir telah dilakukan sejak tahun 2022 di Gampong Peunaga Cut Ujong Aceh Barat. Partisipasi masyarakat pada kegiatan tersebut mendorong dilakukannya edukasi pembibitan mangrove agar mengetahui potensi peluang usaha berbasis konservasi bagi masyarakat pesisir. Juga untuk memaksimalkan fungsi ekosistem mangrove utamanya untuk peningkatan ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa sosialisasi dan demonstrasi secara langsung penanaman propagule mangrove dari jenis Rhizophora apiculata, R. mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza. Tahapan pelaksanaan kegiatan melibatkan masyarakat mulai dari tahap persiapan, penanaman dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peluang usaha penanaman propagule mangrove dapat dilakukan dengan persentase tingkat kematian bibit mangrove 0% sampai 39 hari pasca penanaman. Keikutsertaan dan keaktifan masyarakat secara langsung dalam pengabdian ini menentukan tingkat keberhasilan penanaman mangrove. Planting and transplanting mangrove seedlings for the expansion of coastal ecosystems has been carried out since 2022 in Gampong Peunaga Cut Ujong, West Aceh. Community participation in these activities encourages mangrove nursery education to find conservation-based business opportunities in coastal communities. Also, to maximize the potential of the mangrove ecosystem, especially for economic improvement. This service activity aims to provide education in the form of socialization and direct demonstration of mangrove propagule planting of Rhizophora apiculata, R. mucronata, and Bruguiera gymnorrhiza species. The stages of activity implementation involve the community starting from the preparation, planting, and evaluation stages. The evaluation results show that the business opportunity of planting mangrove propagules can be done with a percentage of mangrove seedling mortality rate of 0% until 39 days after planting. The participation and activeness of the community directly in this service determines the success rate of mangrove planting.
Pelatihan Pembuatan Kokedama sebagai Sarana Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan Sejak Dini di SD Negeri Lemberang Sokaraja Aryani, Riska Desi; Palupi, Dian; Lestari, Sri; Wiraswati, Sri Martina
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.772

Abstract

SD Negeri Lemberang merupakan sekolah dasar di Kabupaten Banyumas yang memberikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam kurikulum pembelajarannya. Salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS adalah siswa dapat memahami dan mengelola lingkungan alam sekitarnya sejak usia dini. Namun demikian, siswa SD saat ini cenderung acuh terhadap lingkungan sekitarnya akibat dampak negatif dari perkembangan teknologi, misalnya kecanduan dengan gadget. Oleh karena itu, guru membutuhkan suatu inovasi sarana pembelajaran untuk mengenalkan kepada siswa agar mereka dapat peduli dan dapat mengelola lingkungan sekitarnya sejak usia dini. Inovasi sarana pembelajaran pengelolaan lingkungan tersebut dapat dilakukan melalui praktik pembuatan dan pemeliharaan kokedama. Tujuan kegiatan ini agar siswa dan guru dapat memanfaatkan barang tak terpakai di sekitarnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat menumbuhkan sifat kepedulian siswa terhadap makhluk hidup di sekitarnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi ceramah, diskusi dan praktik membuat maupun memelihara kokedama. Nilai rata-rata pemahaman siswa terhadap pengelolaan lingkungan melalui pembuatan kokedama meningkat dari rata-rata sebesar 42,31 (pre-test) menjadi 61,54 (post-test). Hasil penilaian keterampilan dan keaktifan siswa dalam aspek praktik, diperoleh nilai rata-rata sebesar 82,65. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa kelas V SD Negeri Lemberang Sokaraja dalam kegiatan pengelolaan lingkungan. Lemberang Elementary School in Banyumas Regency provides Natural and Social Sciences subjects in its learning curriculum. One of the learning objectives in science subjects is that students can understand and manage the surrounding natural environment from an early age. However, students today tend to be indifferent to the surrounding environment due to the negative impact of technological developments, such as gadgets addiction. An innovative learning tool needed to introduce students so that they can manage the surrounding environment from an early age. Innovation of environmental management learning facilities can be done by using kokedama. The purpose of this training is that students and teachers can take advantage of unused items around them and fostering the nature of students' concern for living things around them. The methods used in this service included by giving demonstrations, discussions and practices. The average score of students' understanding of environmental management through making kokedama increased from 42.31 (pre-test) to 61.54 (post-test). The assessment results of students' skills and activeness in the practical aspects, obtained an average score of 82.65. The evaluation of service activities showed an increase in the understanding and skills of grade V students of SD Negeri Lemberang Sokaraja in environmental management activities.
Bentuk Kepedulian Lingkungan dengan Penanaman Bibit Mangrove di Pantai Desa Sebuntal Kabupaten Kutai Kartanegara Rafi’i, Ahmad; Budiarsa , Anugrah Aditya; Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Novia, Rani; Ahmad, Ahmad; Firman, Firman; Silviana, Silviana; Main, Aminullah Aminul; Akbar, Rizali; Apriliyani, Vivi; Aprilia, Dita; Saputra, Dharma; Soenarih, Asih; Tobing, Binto Iskandar Hasibuan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.775

Abstract

Kondisi mangrove di wilayah Marang Kayu, khususnya Desa Sebuntal telah abrasi akibat faktor alam dan manusia. Akibatnya, fungsi ekologi dan ekonomi mangrove di wilayah pesisir Desa Sebuntal menjadi menurun. Salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem mangrove di wilayah pantai Sebuntal adalah dengan melakukan penaman bibit mangrove. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatan kesadaran dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang fungsi ekosistem mangrove di ekosistem pesisir Desa Sebuntal. Kegiatan penanaman bibit mangrove dilakukan pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 di Desa Sebuntal, Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah metode ceramah. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan demostrasi penanaman bibit mangrove di lokasi penanaman. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini adalah tertanamnya 1000 bibit mangrove jenis Avicennia sp. oleh beberapa instansi pemerintahan, tokoh masyarakat, dan juga akademisi dari Universitas Mulawarman di wilayah di pantai desa Sebuntal. Lebih lanjut, hasil dari kegiatan ini juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Beberapa evaluasi sangat perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti monitoring tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dan tingkat pertumbuhan bibit mangrove yang masih hidup. Selain itu, proses pendampingan masyarakat di desa Sebuntal diperlukan untuk memelihara dan menjaga bibit mangrove. The condition of mangroves in the Marang Kayu region, especially Sebuntal Village, has been abrasion due to natural factors and human activities. As a result, the ecological and economic functions of mangroves in the coastal area of Sebuntal Village have been decreased. One of the efforts to maintain the mangrove ecosystem in the Sebuntal coastal area is by planting mangrove seedlings. The purpose of this activity is to increase awareness and increase public understanding of the function of mangrove ecosystems in the coastal ecosystem of Sebuntal Village. Mangrove seedling planting activities were carried out on Wednesday, 9 August 2023 in Sebuntal Village, Kutai Kartanegara Regency. The method used in this community service activity was the lecture method. Then followed by demonstration activities of planting mangrove seedlings at the planting site. The result of this community service activity was the planting of 1000 mangrove seedlings of Avicennia sp. by several government agencies, community leaders and also academics from Mulawarman University in the area on the beach of Sebuntal village. Furthermore, the results of this activity also showed an increase in understanding, knowledge and awareness of the community about the importance of mangrove ecosystems in coastal areas. Several evaluations are needed to support the success of this activity, such as monitoring the survival rate and growth rate of mangrove seedlings. In addition, the process of community assistance in Sebuntal village is needed to maintain and protect the mangrove seedlings.
Menyongsong Memberdayakan Generasi Muda Digital Natives: Menggali Potensi Literasi Teknologi melalui Aplikasi dan Situs Web Pembelajaran di SD Pusaka Rakyat 02 Sadikin, Irma Savitri; Fatonah, Khusnul; Mujazi, Mujazi; Damayanti, Irma
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.776

Abstract

Mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan telah menjadi elemen penting dalam membekali siswa menghadapi masa depan. Namun demikian, beberapa guru menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pengajaran dan pembelajaran, termasuk kurangnya pelatihan dan pendidikan, terbatasnya waktu dan persiapan, kurangnya kemahiran teknis, dan materi yang tidak memadai. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meminimalkan kesenjangan literasi teknologi di SD Pusaka Rakyat 02 dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam beberapa topik secara efektif. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini efektif meningkatkan pemahaman dan kemahiran guru dalam literasi teknis di era digital. Praktik ini selaras dengan kebutuhan dan harapan guru serta secara efektif memotivasi mereka untuk menggunakan teknologi pembelajaran dalam pengajaran mereka. Pada akhirnya, inisiatif pengabdian masyarakat ini berfungsi sebagai sarana yang ampuh untuk meningkatkan literasi teknologi kepada guru, sehingga mampu memperkuat standar pendidikan secara keseluruhan di sekolah dasar. Integrating technology into education has emerged as a vital element in equipping students for the future. Nevertheless, several teachers encounter obstacles when it comes to integrating technology into the teaching and learning process, including insufficient training and education, limited time and preparation, lack of technical proficiency, and inadequate materials. The objective of this community service initiative is to minimize the technological literacy gap at Pusaka Rakyat 02 Elementary School by effectively integrating technology into several topics. The activity was conducted in three distinct phases: preparation, implementation, and assessment. The assessment results indicate that this community service activity effectively enhanced teachers' comprehension and proficiency in technical literacy within the digital age. This practice aligns with teacher needs and expectations and effectively motivates them to use learning technology into their teaching. Ultimately, this community service initiative serves as a potent means to enhance teachers' technology literacy, therefore, it enables to bolster the overall standard of education in primary schools.
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbantuan Media Online Virtual Manipulative│Mathematical Modelling bagi Guru Sekolah Dasar Kecamatan Tegaldlimo-Banyuwangi Wiryanto, Wiryanto; Veronica, Ajeng Rara
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.778

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi sangat disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan pada kurikulum merdeka. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga sangat ditekankan pada kurikulum merdeka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru sekolah dasar terkait penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbantuan media Online Virtual Manipulative│Mathematical Modelling. Guru diberikan informasi terkait penggunaan media Online Virtual Manipulative│Mathematical Modelling sehingga dapat membantu guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan berbasis teknologi. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan fungsional, pelatihan, dan pendampingan. Pada awal pengabdian, belum ada satupun guru yang mengetahui terkait media pembelajaran Online Virtual Manipulative│Mathematical Modelling dan penggunaannya, namun setelah dilakukan pendampingan dan monitoring evaluasi pada kurun waktu empat bulan menunjukkan hasil yang signifikan dan mencapai angka 94%. Guru-guru sangat antusias dan semangat dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dengan berbantuan media pembelajaran Online Virtual Manipulative│Mathematical Modelling sesuai dengan materi dan jenjang kelas yang diajarkan. Differentiated learning is highly recommended by the government to be implemented in the independent curriculum. Apart from that, the use of technology in learning is also highly emphasized in the independent curriculum. Therefore, this service activity aims to provide training and assistance to elementary school teachers regarding the application of differentiated learning assisted by Online Virtual Manipulative│Mathematical Modeling media. Teachers are given information regarding the use of online virtual manipulative│Mathematical Modeling media so that it can help teachers in implementing technology-based differentiated learning. The methods used are the functional approach, training, and mentoring. At the start of the service, not a single teacher knew about the online learning media Virtual Manipulative│Mathematical Modeling and its use, but after mentoring and monitoring, evaluation over a period of four months showed significant results and reached 94%. The teachers are very enthusiastic and enthusiastic in implementing differentiated learning with the help of the online learning media Virtual Manipulative│Mathematical Modeling according to the material and class level being taught.
MIKiR: Pembelajaran Terdiferensiasi di Sekolah Dasar Jabar, Cepi Safruddin Abdul; Rahmawati, Tina; Niron, M.D.; Raharja, Setya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.789

Abstract

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan individu, aktif, menghormati kecepatan belajar setiap anak, dan pemahaman mendalam. Untuk itu, diperlukan sebuah metode yang bisa mencapi tujuan pembelajaran aktif tersebut. Tujuan dari kegiatan dosen berkegiatan di luar kampus (DKL) ini adalah untuk memberi pemahaman dan keterampilan bagaimana guru mampu mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dengan pendekatan pembelajaran terdiferensiasi dengan menggunakan model MIKiR. Kegiatan DKL ini diselenggarakan di jaringan sekolah Muhammadiyah Kadisoka Yogyakarta grup selama 6 (enam) bulan. Jumlah peserta yang terlibat adalah 35 guru jaringan SD Muhammadiyah Kadisoka grup dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam DKL ini, yakni ada tiga tahap yaitu need assesment, workshop dan praktek mandiri. Pada awal kegiatan ditemukan beberapa permasalahan terkait dengan kesulitan siswa dalam menangkap materi secara cepat, kesulitan guru dalam menjelaskan materi-materi tertentu kepada siswa dengan karakteristik tertentu, dan hambatan komunikasi dengan guru selama pembelajaran. Setelah kegiatan berakhir, menunjukkan bahwa terjadi perubahan situasi pembelajaran, dimana siswa lebih mudah menangkap materi pembelajaran, guru memiliki kemudahan dalam menyesuaikan materi dengan karakteristik anak secara individual, dan komunikasi guru dengan siswa berjalan secara lancar dan diagonal, dan siswa belajar dengan aktif dan menyenangkan. Effective learning can accommodate individual differences, is active and respects the learning of each child, and promotes deep understanding. Therefore, a method is needed to achieve the goal of active learning. The purpose of lecturers' activities outside the campus (DKL) is to provide an understanding of how teachers can achieve effective learning goals with a differentiated learning approach using the MIKiR model. This DKL activity is conducted in the Muhammadiyah Kadisoka Yogyakarta school network for 6 (six) months. The number of participants involved is 35 Muhammadiyah elementary school teachers in the Kadisoka network, in the form of training and mentoring. There are several stages in this DKL, namely three stages: needs assessment, workshops, and independent practice. At the beginning of the activity, several problems were identified related to students' difficulty in grasping material quickly, teachers' difficulty in explaining certain materials to students with specific characteristics, and communication barriers with teachers during learning. After the activity ended, it was shown that there was a change in the learning situation, where students found it easier to grasp learning materials, teachers had a easier times adapting materials to individual characteristics, and communication between teachers and students flowed smoothly and diagonally, with students actively and enjoyably learning.
Technological, pedagogical, and content knowledge: Merancang Pembelajaran Matematika yang Powerful Muhtadi, Dedi; Yulianto, Eko; Mansyur, Muhammad Zulfikar; Sukirwan, Sukirwan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan workshop perancangan pembelajaran matematika bagi guru sekolah dasar dengan fokus pada integrasi Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK). TPACK merupakan pengetahuan profesionalisme guru yang penting untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, membantu guru merancang pembelajaran yang efektif dan efisien, mulai dari penyusunan skenario, skema alur, perangkat, praktik, hingga evaluasi dan refleksi pembelajaran. Metode pengabdian ini melibatkan pelatihan dan workshop yang diselenggarakan dalam bentuk seminar, pelatihan, pendampingan, Focus Group Discussion, dan simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan guru inti dari seluruh Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 29 Juli hingga 19 Agustus 2023, bertempat di SD Negeri Inpres Cigorowong. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta dapat menyusun skenario, skema alur, serta perangkat pembelajaran berbasis TPACK, termasuk RPP, bahan ajar, LKPD, media berbasis Applet Geogebra, dan instrumen evaluasi. Diskusi dari hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan dan workshop ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan teknologi. Implementasi dari hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar, memperkuat peran TPACK dalam pengajaran, dan memberikan dampak positif pada proses pembelajaran dan prestasi siswa. The purpose of this study is to provide training and workshops on designing mathematics teaching for elementary school teachers with a focus on integrating Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK). TPACK is a crucial aspect of teachers' professionalism, enabling the integration of technology into teaching, assisting teachers in designing effective and efficient teaching, ranging from the development of teaching scenarios, lesson flow schemes, teaching tools, teaching practices, to evaluation and reflection on teaching. The research methodology involves training and workshops conducted in the form of seminars, training sessions, mentoring, Focus Group Discussions, and simulations. This activity is attended by 30 participants who are core teachers from all public elementary schools in the Cisayong District, Tasikmalaya Regency. The activity takes place from July 29 to August 19, 2023, at SD Negeri Inpres Cigorowong. The research findings indicate that participants are able to formulate teaching scenarios, lesson flow schemes, and TPACK-based teaching tools, including lesson plans, teaching materials, worksheets, Applet Geogebra-based media, and evaluation instruments. Discussion of the research results indicates that these training and workshops are effective in enhancing teachers' understanding and skills in designing technology-integrated mathematics teaching. The implementation of these research findings is expected to enhance the quality of mathematics teaching in elementary schools, strengthen the role of TPACK in teaching, and have a positive impact on the teaching process and students' achievement.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Kegawatdaruratan Sehari-hari bagi Warga D’amerta RW 16 Desa Lengkong Kecamatan Bojong Soang Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Abidin, Imam; Darajat, Agus Miraj; Tambunan, Irisanna; Megawati, Sri Wulan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.805

Abstract

Gawat darurat tidak dapat diprediksi, berlangsung cepat, terjadi dimana saja, kapan saja dan beresiko menyebabkan kematian dan kesakitan pada masyarakat. Organisasi terkecil, masyarakat adalah kader. Peran kader PKK dan Posyandu dapat menjangkau masyarakat menjadi dasar dalam upaya memberdayakan individu, kelompok dan masyarakat dalam kesiapsiagaan dan penanganan kegawatdaruratan. Kader D’Amerta, merupakan mitra pemerintah dalam penyebaran informasi, penyuluh khususnya di wilayah RW 16 Desa Lengkong Kec. Bojong Soang. Adanya kasus kegawatdaruratan terutama trauma fisik, cedera ditemukan diwilayah RW 16, sehingga memerlukan pelatihan terkait penanganan kegawatdaruratan. Pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan kader dalam menangani kegawatdaruratan sehari-hari, dengan metode edukasi pelatihan dan simulasi penanganan kegawatdaruratan; bantuan hidup dasar, P3K, dan penanganan kejang demam, penanganan tersedak. Hasil diperoleh adanya perubahan tingkat pemahaman dari 20 kader sebelum tindakan sebagian besar buruk (60%) menjadi (90%) hampir seluruhnya baik dengan nilai t test p value 0,000 dan dari keterampilan kader dapat mensimulasikan penanganan kegawatdaruratan seperti bantuan hidup dasar, P3K dan pemanfaatan bahan rumah tangga dalam penanganan kegawatdaruratan; penanganan kejang demam. Edukasi melalui pelatihan dan simulasi efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penanganan kegawatdaruratan. Sehingga dapat direkomendasikan edukasi kepada kader untuk terus dilakukan sehingga masyarakat dapat melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari. Emergencies are unpredictable, occur quickly, occur anywhere, at any time and carry the risk of causing death and morbidity in the community. The smallest organization, society is a cadre. The role of PKK and Posyandu cadres in reaching the community is the basis for efforts to empower individuals, groups and communities in preparedness and handling emergencies. D'Amerta Cadres are government partners in disseminating information, especially in the RW 16 area of ​​Lengkong Village, Kec. Bojong Soang. There are emergency cases, especially physical trauma, injuries found in the RW 16 area, so they require training related to handling emergencies. Community service aims to increase cadres' understanding and skills in handling daily emergencies, with educational training methods and emergency handling simulations; basic life support, first aid, and treatment of febrile seizures, treatment of choking. The results showed that there was a change in the level of understanding from 20 cadres before the action, mostly bad (60%) to (90%) almost all good with a t test p value of 0.000 and from the skills of the cadres they could simulate emergency handling such as basic life support, first aid and use of materials. households in handling emergencies; treatment of febrile seizures. Education through effective training and simulations can increase cadres' knowledge and skills in handling emergencies. So it can be recommended that education for cadres continue to be carried out so that the community can make efforts to empower the community in handling daily emergencies.
Communication Skills Development as a Gen-Z Core Competency at SMKN 1 Cihampelas West Bandung, West Java Province Suarsa, Senny Handayani; Widyana, Suci Fika; Rezza, Ali Mohamad; Annisawati, Asaretkha Adjane
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.812

Abstract

Generation Z (Gen-Z) are individuals born between the mid-1990s and 2000s. Middle school students are part of the Gen-Z group. As digital natives, Gen-Z often doesn’t need technological assistance, considering they are already used to and familiar with technology. However, their ability to adapt to technology sometimes differs from their ability to communicate directly in public. By mastering public speaking, Gen-Z can build self-confidence and make good presentations to convey their ideas so that effective communication can be achieved, especially for SMKN 1 Cihampelas students whose main target after graduating is to enter the world of work immediately. Lack of self-confidence makes students feel embarrassed and afraid to speak in public. Therefore, it is necessary to improve communication skills, which aim to provide knowledge about Public Speaking, which will later help grow students' self-confidence in speaking in public, make it easier for them to adapt to the work environment, help them get support, get a job, and career, through public speaking training. The training stages consist of preparation, implementation, evaluation, and reporting. As a result of this training, participants are now equipped with the knowledge and skills to effectively engage in public speaking and apply them in their future professional endeavors.