cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 182 Documents
Determinan Kesiapan Praktik Klinis Mahasiswa Keperawatan: Determinants of Clinical Practice Readiness among Nursing Students Iradillah al asadi
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.254

Abstract

Latar Belakang: Kesiapan praktik klinis merupakan aspek krusial dalam pendidikan keperawatan karena menentukan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan secara aman dan profesional di lingkungan pelayanan kesehatan. Mahasiswa keperawatan semester 5 berada pada fase transisi menuju praktik klinis pertama sehingga perlu dipahami faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar, dukungan sosial, kepercayaan diri, dan pengalaman belajar sebelumnya terhadap kesiapan praktik klinis mahasiswa keperawatan semester 5.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 114 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan bootstrapping. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan motivasi belajar, dukungan sosial, kepercayaan diri, dan pengalaman belajar sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap kesiapan praktik klinis. Secara parsial, masing-masing variabel independen juga menunjukkan pengaruh terhadap kesiapan praktik klinis mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan praktik klinis tidak hanya dipengaruhi oleh aspek akademik, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan belajar. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesiapan praktik klinis mahasiswa keperawatan memerlukan pendekatan pembelajaran yang komprehensif dengan memperhatikan motivasi, dukungan sosial, kepercayaan diri, serta pengalaman belajar sebelumnya.
Hubungan Social Support dengan Self Confidence pada Siswa Broken Home di SMAN 1 Sumberpucung Kabupaten Malang: The Correlation Between Social Support and Self-Confidence Among Students from Broken Homes at SMAN 1 Sumberpucung, Malang Regency irfan sofyan hidayat; Dian Pitaloka Priasmoro; Juliati Koesrini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.255

Abstract

Pendahuluan: Belum adanya studi yang meneliti secara spesifik korelasi dari social support dengan self-confidence pada siswa sekolah menengah atas yang mengalami broken home menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi dari social support dengan self-confidence pada siswa broken homr di SMAN 1 Sumberpucung Kabupaten Malang. Metode: Riset ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif melalui desain analitik korelasional serta metode cross-sectional. Populasinya sejumlah 288 siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 76 siswa broken home yang terpilih memanfaatkan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian mencakup Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) serta Self Confidence Scale. Analisis datanya memanfaatkan pengujian korelasi Spearman Rank.      Hasil: Temuan dari riset ini memperlihatkan bahwasanya sebagian besar siswa memiliki tingkat social support tinggi, yaitu sebanyak 46 siswa (60,5%), sedangkan tingkat self confidence berada pada kategori sedang pada 43 siswa (56,6%). Uji korelasi menunjukkan adanya  korelasi secara signifikan dari social support dengan self confidence (p = 0,000; r = 0,567), yang menunjukkan hubunghan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan diri siswa broken home di lingkungan sekolah.
Hubungan antara Short-Form Video Adiction dengan Kualitas Tidur Remaja: Corellation between Short-Form Video Addiction and Sleep Quality In Adolescents Indah Widyaningsih; Dedah Ningrum; Ida Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.256

Abstract

Latar Belakang: Kecanduan video pendek pada remaja telah menjadi fenomena yang semakin berkembang dengan adanya platform media sosial yang menyajikan video berdurasi singkat, seperti TikTok dan Instagram reels. Penggunaan yang berlebihan terhadap konten ini telah dikaitkan dengan gangguan kualitas tidur remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan video pendek dengan kualitas tidur remaja di SMAN 3 Sumedang. Metode: Metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 304 responden yang dipilih secara acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner  Short Video Addiction Scale (SVAS) untuk mengukur kecanduan video pendek dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan video pendek dengan kualitas tidur (p-value  0.001), dimana semakin tinggi tingkat kecanduan terhadap video pendek, semakin buruk kualitas tidur yang dialami oleh remaja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kecanduan video pendek berperan dalam menurunnya kualitas tidur remaja, yang dapat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental mereka. Disarankan agar remaja diberikan edukasi mengenai dampak negatif penggunaan video pendek pada kualitas tidur mereka dan pengelolaan penggunaan media digital secara bijak.
Korelasi Premenstrual Syndrome dengan Regulasi Emosi Remaja Putri Awal di SMPN 1 Cimalaka: Correlation between Premenstrual Syndrome and Emotional Regulation in Early Adolescent Girls in at SMPN 1 Cimalaka Mutiara Jasmine; Akhmad Faozi; Delli Yulliana Rahmat; Popi Sopiah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.261

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gangguan neuroendokrin yang memicu gejala fisik dan psikologis pada fase luteal siklus menstruasi, yang berpotensi mengganggu kesehatan fisik dan mental serta aktivitas sehari-hari remaja putri awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian PMS dengan regulasi emosi pada siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Metode: Desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan kerangka biopsikososial George L. Engel (1977). Populasi penelitian terdiri dari 346 siswi berusia 11–13 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 199 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), sedangkan kejadian PMS diukur menggunakan Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Analisis data diawali dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman (p < 0,05) menggunakan perangkat lunak JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi PMS sebagian besar berada pada kategori sedang (54,8%) hingga berat (32,7%), sementara regulasi emosi didominasi kategori rendah (44,7%). Uji korelasi Spearman menunjukkan (r =-0,191; p = 0,007), menunjukan adanya hubungan kejadian PMS dengan regulasi emosi, arah hubungan negatif yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kejadian PMS, semakin rendah regulasi emosi yang dimiliki responden.           Kesimpulan: Hubungan signifikan antara PMS dengan regulasi emosi ini menegaskan pentingnya intervensi keperawatan promotif pada regulasi emosi remaja awal.
Korelasi antara Antropometri dan Caliper terhadap Kadar Hidrasi, Air, dan Minyak Kulit secara Segmental: Correlation between Anthropometric Measures and Skinfold Caliper Measurements with Segmental Skin Hydration, Water, and Oil Levels Sukmawati Tansil Tan; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.263

Abstract

Latar Belakang: Parameter antropometri, seperti IMT, lingkar tubuh, dan rasio distribusi lemak, serta pengukuran ketebalan lemak subkutan dengan caliper telah lama digunakan untuk menilai status gizi dan risiko metabolik, namun indikator sederhana yang dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi hidrasi dan kesehatan kulit secara praktis belum ada. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara parameter antropometri dan ketebalan lipatan kulit dengan kadar hidrasi, air, dan minyak kulit secara segmental pada populasi dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Desain penelitian menggunakan metode potong lintang dengan melibatkan 135 responden yang menjalani pemeriksaan antropometri, pengukuran lipatan kulit menggunakan caliper, serta evaluasi kondisi kulit menggunakan skin analyzer pada kedua lengan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hidrasi kulit tidak memiliki korelasi bermakna dengan seluruh parameter antropometri maupun ketebalan lemak subkutan, menegaskan bahwa hidrasi epidermal terutama dipengaruhi oleh integritas skin barrier dan mekanisme homeostatik stratum korneum. Sebaliknya, kadar air dan minyak kulit menunjukkan korelasi positif konsisten dengan lingkar leher dan lingkar betis, serta korelasi negatif dengan beberapa lipatan kulit, yang mengindikasikan bahwa massa otot segmental dan perfusi mikrovaskular berperan dalam mempertahankan kadar air dan aktivitas kelenjar sebasea, sedangkan akumulasi lemak subkutan cenderung menurunkan keduanya. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa ukuran tubuh global seperti IMT atau lingkar perut bukan prediktor utama karakteristik kulit, dan bahwa kualitas kulit lebih ditentukan oleh faktor lokal. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal serta integrasi parameter fisiologi kulit tambahan, seperti aliran darah, TEWL, dan biomarker epidermal, diperlukan untuk memperkuat pemahaman mekanistik dan mendukung pengembangan strategi intervensi dermatologis yang lebih presisi dan segmental.
Korelasi Komposisi Tubuh dengan Risiko Penyakit Jantung berdasarkan Framingham pada Wanita Kelurahan Kota Bambu Christian Wijaya; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.264

Abstract

Latar Belakang: Perubahan komposisi tubuh pada perempuan, termasuk peningkatan adipositas sentral dan penurunan massa otot, berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Framingham Risk Score (FRS) memberikan estimasi risiko 10-tahun yang dapat digunakan untuk menilai pengaruh parameter tubuh terhadap profil risiko tersebut. Tujuan: Menilai hubungan antara komposisi tubuh dengan risiko penyakit jantung berdasarkan FRS pada perempuan di Kelurahan Kota Bambu. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 82 perempuan. Parameter komposisi tubuh meliputi indeks massa tubuh, lemak subkutan, lemak visceral, serta massa otot rangka. Risiko penyakit jantung dinilai menggunakan FRS. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada kategori risiko rendah, namun variasi skor FRS cukup luas (0–15). Terdapat korelasi positif signifikan antara lemak tubuh total (r = 0,224; p < 0,05), IMT (r = 0,261; p < 0,05), dan terutama lemak visceral (r = 0,360; p < 0,01) dengan FRS. Sebaliknya, massa otot tubuh utama berkorelasi negatif signifikan dengan FRS (r = –0,257; p < 0,05), menunjukkan efek protektif.Kesimpulan: Adipositas sentral dan total berperan dalam peningkatan risiko penyakit jantung pada perempuan, sedangkan massa otot menunjukkan kontribusi protektif. Parameter komposisi tubuh dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di komunitas untuk menilai risiko kardiovaskular. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat temuan ini.
Relasi Kekuatan Otot dan Komposisi Tubuh dengan Kejadian Cardiomegali di Komunitas Lansia Asisi Tebet: Correlation between Muscle Strength and Body Composition with the Occurrence of Cardiomegaly in the Elderly Community of Asisi Tebet Susy Olivia Lontoh; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.265

Abstract

Latar Belakang: Ada refrensi menyatakan bahwa resiko kejadian kardiomegali dapat dideteksi melalui skrining kekuatan otot dan komposisi tubuh, sehingga peneliti tertarik melakukan riset untuk memberikan gambaran risiko yang lebih akurat untuk diterapkan sebagai strategi skrining. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kekuatan otot, komposisi tubuh, dan kejadian kardiomegali pada lansia yang tinggal di komunitas Asisi Tebet. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang dengan melibatkan 78 peserta yang memiliki rerata usia 72,02 ± 8,44 tahun. Kekuatan genggaman tangan dinilai sebagai indikator fungsi otot perifer, sementara parameter komposisi tubuh—termasuk distribusi lemak subkutan dan massa otot rangka—diukur melalui analisis segmental. Pemeriksaan radiologis menunjukkan bahwa 41% peserta mengalami kardiomegali.  Hasil: Penelitian memperlihatkan bahwa kekuatan genggaman tangan yang lebih rendah berhubungan signifikan dengan adanya kardiomegali, mengindikasikan bahwa penurunan fungsi otot mungkin mencerminkan rendahnya cadangan fungsional yang berkaitan dengan perubahan struktur jantung pada populasi lanjut usia. Sebaliknya, peningkatan lemak subkutan, terutama pada segmen tubuh bagian atas, menunjukkan hubungan positif dengan kejadian kardiomegali dan mendukung relevansi profil sarcopenic obesity sebagai faktor risiko pada lansia. Meskipun massa otot rangka total tidak berbeda bermakna, massa otot lengan yang lebih rendah pada kelompok kardiomegali menunjukkan bahwa perubahan komposisi tubuh bersifat segmental dan dapat menjadi indikator awal risiko kardiovaskular. Kesimpulan: Temuan ini menyoroti potensi penggunaan pengukuran sederhana kekuatan genggaman tangan dan analisis adipositas regional sebagai alat skrining yang praktis di komunitas untuk deteksi dini kardiomegali. Penelitian longitudinal dengan evaluasi jantung yang lebih komprehensif diperlukan untuk memvalidasi temuan ini sebagai strategi pencegahan kardiovaskular  pada populasi lansia perkotaan.
Perbedaan Pegetahuan Antara Siswa Perkotaan Dan Siswa Pedesaan Setelah Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Metode Kamishibai: Differences in Knowledge Between Urban and Rural Students Following Disaster Mitigation Education Using the Kamishibai Method Yasmin Zulva; Hikmat Pramajati; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.266

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai bencana alam, salah satunya gempa bumi, karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Peningkatan aktivitas seismik di wilayah seperti kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, khususnya pada kelompok rentan seperti siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pegetahuan mitigasi bencana antara siswa yang tinggal di daerah perkotaan dan siswa yang tinggal di daerah pedesaan setelah edukasi mitigasi bencana melalui metode kamishibai. Metode: Penelitian kuantitatif dengan teknik deskriptif komparatif mengunakan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SDN Rancamulya dan SDN Mulyasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney U pada tingkat tarap signifikansi p < 0,05. Hasil: Penelitian menunjukan nilai p-value 0,197 (> 0,05) yang berarti bahwa tidak ada perbedaan antara siswa di pedesaan dan di perkotaan.            Kesimpulan: Edukasi metode kamishibai efektif meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan dan perkotaan.
Hubungan Persepsi dan Pengetahuan Orang Tua dengan Status Pemberian Imunisasi Dasar Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Gandasuli: Corellation between Parents’ Perceptions and Knowledge and the Status of Routine Infant Immunization in the Service Area of the Gandasuli Community Health Center Salma Salma; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.270

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan intervensi kesehatan yang efektif dalam mencegah penyakit infeksi pada bayi. Namun, cakupan imunisasi masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya dipengaruhi oleh persepsi dan pengetahuan orang tua. Faktor persepsi, pengetahuan terhadap manfaat dan keamanan vaksin sangat menentukan keputusan orang tua dalam melengkapi imunisasi dasar bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi dan pengetahuan orang tua dengan status pemberian imunisasi dasar bayi di wilayah kerja Puskesmas Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai persepsi, pengetahuan, dan status imunisasi bayi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.       Hasil: Mayoritas responden memiliki persepsi positif (68,1%) dan pengetahuan baik (72,4%). Sebanyak 76,2% bayi telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,001), serta pengetahuan orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,000). Kesimpulan: Persepsi dan pengetahuan orang tua terbukti berhubungan signifikan dengan status pemberian imunisasi dasar bayi. Peningkatan edukasi kesehatan dan promosi imunisasi perlu dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar di masyarakat.
Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Empati Masyarakat Dalam Perilaku Memanusiakan ODGJ Pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Ranuyoso: Factors Influencing Community Empathy in Humanizing the Behavior Toward Shackled People with Mental Disorders (ODGJ) in the Working Area of Ranuyoso Public Health Center Donie Indra Ihwahyudy; Dodik Hartono; R. Endro Sulistyono; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.273

Abstract

Latar Belakang: Masih tingginya kasus pemasungan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menunjukkan bahwa empati masyarakat dalam memperlakukan ODGJ secara manusiawi masih perlu ditingkatkan. Berbagai faktor diduga memengaruhi empati tersebut, seperti sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi empati masyarakat dalam perilaku memanusiakan ODGJ pasung di wilayah kerja Puskesmas Ranuyoso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelatif melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 80 responden yang dipilih secara purposive sampling, yaitu masyarakat yang tinggal dekat dengan pasien ODGJ pasung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sosial budaya baik (77,5%), pengetahuan baik (82,5%), penghasilan di bawah UMR (90%), lingkungan baik (77,5%), dan empati tinggi (80%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap empati masyarakat (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan terhadap empati masyarakat (p = 0,000; β = 0,610), yang menunjukkan bahwa lingkungan merupakan faktor dominan. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan secara bivariat memiliki hubungan signifikan dengan empati masyarakat terhadap ODGJ pasung, namun analisis multivariat mengidentifikasi bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa lingkungan yang mendukung memainkan peran dominan dalam membentuk empati masyarakat untuk memperlakukan ODGJ secara lebih manusiawi