cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 195 Documents
PERAN KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DESA PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIAH DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 : (Studi Kasus di Desa Rancaran Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara) Siregar, Henri Akbar Wisudawan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1090

Abstract

Penelitian ini membahas peran Kepala Desa dalam pelaksanaan otonomi desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan ditinjau dari perspektif Fiqh Siyasah. Secara historis, desa merupakan cikal bakal terbentuknya sistem pemerintahan di Indonesia. Kepala desa memiliki peran penting dalam menyusun peraturan desa, mengelola pemerintahan, serta mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam Fiqh Siyasah, kepemimpinan desa diharapkan menjunjung tinggi prinsip musyawarah dan kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi desa di Desa Rancaran Kecamatan Dolok telah berjalan cukup baik, terutama dalam aspek pelayanan dan keamanan masyarakat. Namun, peran kepala desa dalam pembangunan infrastruktur masih kurang optimal, yang berdampak pada keterbatasan akses ekonomi masyarakat. Secara umum, peran kepala desa telah sesuai dengan prinsip-prinsip Fiqh Siyasah, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pembangunan fisik Desa.
DEKONSTRUKSI SUNNAH DALAM PEMIKIRAN ABDULLAH CHAKRALAWI: KRITIK KONSEPTUAL ATAS GAGASAN INGKARUSSUNNAH Mushthofa, Muhammad Rijal; Putri, Melly Septiana
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1012

Abstract

Gerakan penolakan terhadap sunnah Nabi ﷺ atau ingkarussunnah menjadi tantangan serius terhadap struktur epistemologi Islam. penelitian ini disusun karena berkembangnya pemikiran Quraniyyun yang menolak hadits sebagai sumber ajaran Islam dan hanya mengakui Al-Qur’an sebagai satu-satunya otoritas hukum. Fokus permasalahan penelitian ini adalah bagaimana latar belakang munculnya pemikiran Abdullah Chakralawi, pokok-pokok ajarannya mengenai penolakan sunnah, serta kritik terhadap pandangan tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejarah dan perkembangan pemikiran Chakralawi serta memberikan analisis kritis terhadap dampaknya bagi otoritas hadits dalam Islam. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber utama kitab Al-Quraniyyun Wa Syubhatuhum Hawla As-sunnah karya Khadim Husain Bakhs dan berbagai literatur tafsir klasik kontemporer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan Quraniyyun lahir di India pada masa kolonial Inggris Sebagai bagian dari strategi melemahkan umat Islam. Abdullah Chakralawi menjadi tokoh sentral yang menolak sunnah, mendirikan kelompok Ahl Al-Dzikr, serta mengubah tata cara ibadah dengan menghapus rukun dan waktu shalat yang diajarkan Nabi ﷺ. Pemikiran ini bertentangan dengan prinsip Al-Qur’an sendiri yang menegaskan peran Rasulullah ﷺ sebagai penjelas wahyu. Otoritas sunnah memiliki kedudukan komplementer terhadap Al-Qur’an dalam penetapan hukum Islam dan pemeliharaan kemurnian ajaran agama.
INTEGRASI PRINSIP METODOLOGI PENGAJARAN ISLAM BERBASIS AL-QUR’AN DAN HADIS DENGAN PENDIDIKAN UMUM DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Efendi, Muh. Syukran; Irrubai, Mohammad Liwa
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi prinsip metodologi pengajaran Islam berbasis Al-Qur’an dan Hadis dengan pendidikan umum dalam pembelajaran di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum yang menyebabkan ketidakseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan moral, dan penguatan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis kajian pustaka (library research). Sumber primer meliputi kitab tafsir, hadis, serta karya ilmiah yang menjelaskan prinsip metodologi pengajaran Islam, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan deskriptif-analitis untuk menemukan pola konseptual integratif antara dua sistem pendidikan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pengajaran Islam seperti uswah (keteladanan), tadīb (pembiasaan), hiwār (dialog), dan qissah (kisah) dapat diintegrasikan secara efektif dengan teori pembelajaran modern berbasis kognitif dan konstruktivistik. Integrasi ini memperkuat dimensi spiritual dan moral peserta didik sekaligus meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman konsep akademik secara menyeluruh. Penelitian ini menegaskan pentingnya model pendidikan non-dikotomik yang menyatukan nilai keimanan dan pengetahuan ilmiah dalam sistem pembelajaran holistik dan kontekstual di sekolah dasar guna membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkepribadian Islami.
ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM : (Studi Kasus di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga) Raihanun, Siti; Mawalinda, Sofa
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anggaran Dana Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga yang mendapatkan anggaran dana dari pemerintah dalam dua tahun terakhir sebesar Rp.1,3 Miliar. Anggaran dana tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan desa dan program pemerintah desa untuk mensejahterakan masyarakatnya. Akan tetapi anggaran dana desa tersebut belum mencukupi untuk menjalankan program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat di Desa Bagik Payung dikarenakan banyak masyarakat yang tertarik dengan program tersebut. Program pemberdayaan masyarakat dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dana desa di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga dan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Bagik dalam Payung perspektif ekonomi Islam. Metodologi Penelitian lapangan, sebuah strategi metodis untuk pengumpulan data, digunakan dalam studi ini. Teknik pengumpulan data meliputi pencatatan, wawancara, dan observasi. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi selanjutnya digunakan untuk menilai semua data yang terkumpul. Temuan studi menunjukkan bahwa Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, telah merencanakan pengelolaan dana desanya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.yang menyatakan pembangunan diantaranya dalam bidang pemberdayaan dan pembinaan masyarakat seperti program pemerintah desa Bagik Payung untuk masyarakatnya membuat beberapa program pemberdayaan masyarakat diantaranya, yaitu pemberian modal usaha untuk para pelaku UMKM, pembangunan taman tugu, pembangunan jalan serta pembangunan talud jalan (pembatas). Selain itu pemerintah telah menerapkan prinsip dasar dalam pemerintahan desa yaitu prinsip keadilan, keseimbangan dan tanggung jawab sehingga dalam hal ini pemerintah desa dan masyarakat telah memenuhi prinsip dasar etika Islam dalam pengelolaan dana desa.
ANALISIS KRITIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI TANGGAMUS: PERSPEKTIF FIQH SIYASAH TANFIDZIYAH Iswantini, Tri; Faizal, Liky; Fikri, Arif
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1096

Abstract

Kemiskinan masih menjadi persoalan kompleks di Kabupaten Tanggamus yang memerlukan solusi komprehensif melalui regulasi dan kebijakan publik. Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus No. 4 Tahun 2022 Pasal 21 tentang Penanggulangan Kemiskinan hadir sebagai instrumen hukum untuk mengatur mekanisme pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, serta keterlibatan berbagai pihak dalam menurunkan angka kemiskinan. Permasalahan akademik yang muncul adalah sejauh mana implementasi perda ini dapat berjalan efektif dalam perspektif fiqh siyasah tanfidziyah, yang menekankan pentingnya pelaksanaan kebijakan secara konsisten, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Pasal 21 Perda No. 4 Tahun 2022, baik dari aspek praktik birokrasi maupun dari perspektif siyasah tanfidziyah, serta menilai dampaknya terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis dokumen dan wawancara terstruktur dengan informan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda telah berjalan melalui program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Namun, tantangan masih muncul berupa keterbatasan anggaran, validitas data penerima manfaat, serta lemahnya koordinasi antar instansi. Dari perspektif fiqh siyasah tanfidziyah, Perda ini mencerminkan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam menegakkan keadilan sosial, menjaga kemaslahatan, serta melindungi kelompok rentan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Pasal 21 Perda Kabupaten Tanggamus No. 4 Tahun 2022 memiliki peran penting dalam menurunkan angka kemiskinan, meskipun keberhasilan jangka panjangnya sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat.
TINJAUAN YURIDIS DISKRIMINASI HARGA TARIF PERAHU PADA WISATA ALAM PERSPEKTIF IBNU TAIMIYYAH : (Studi Kasus di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas) Nasution, Mhd. Romadhon; Rokan, Mustapa Khamal
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1108

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena perbedaan tarif perahu yang diterapkan oleh para pelaku usaha lokal terhadap wisatawan di kawasan wisata alam Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas. Fokus penelitian diarahkan pada praktik penentuan harga yang mengindikasikan adanya unsur diskriminasi dalam pelayanan wisata air di daerah tersebut.. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik diskriminasi harga dari perspektif hukum positif di Indonesia serta pemikiran Ibnu Taimiyyah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan lapangan berupa observasi dan wawancara terhadap wisatawan yang ada di lokasi wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi harga terjadi secara langsung dengan membedakan tarif antara wisatawan lokal dan luar daerah, terutama berdasarkan bahasa dan asal pengunjung. Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Praktik ini dalam perspektif Ibnu Taimiyyah, termasuk bentuk kezaliman dan tadlis (penipuan) yang merugikan konsumen. Faktor penyebab diskriminasi harga antara lain adalah ketidaktahuan wisatawan mengenai tarif dan tidak adanya transparansi harga dari penjual.
TEORI-TEORI UṢŪL FIKIH TERHADAP PENERAPAN ISTIBDĀL OBJEK WAKAF Rangkuti, Ahmad Zuhri; Rakhmadi, Arwin Juli
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1110

Abstract

Istibdāl merupakan salah satu cara untuk menjaga kelestarian objek wakaf, sebagaimana yang ditetapkan oleh para fuqaha mazhab Hanafi. Penelitian ini mengungkap rumusan ulama klasik dan kontemporer tentang persoalan istibdāl objek wakaf pada tataran penerapan kajian Uṣūl Fikih sebagai teori yang dibangun dalam merumuskan hukum penggantian dan penjualan objek wakaf, serta pola istiṣlāḥī dalam menjawab permasalahan istibdāl wakaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu mengkaji dan menganalisis sumber-sumber tertulis tentang istibdāl wakaf, dengan pendekatan hukum yang menganalisis pendapat para tokoh tentang istibdāl wakaf. Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Metode pengumpulan data dengan metode penelitian kepustakaan dengan bersandar atau menggunakan kartu tulis kepustakaan. Sumber data dari data kepustakaan. Penerapan Uṣūl Fikih sebagai konsep yang dibangun para ahli dalam merumuskan hukum istibdāl wakaf (penggantian dan penjualan objek wakaf) didasarkan pada empat konsep, yaitu: (1) ijmā, (2) aulāwiyyāt (masalah keutamaan), (3) hājat, (4) maṣlaḥah yaitu maṣlaḥah rājiḥah (yang nyata). Para ulama berbeda pendapat tentang kebolehan istibdāl. Ada yang bersifat ketat (muḍayyaq) dan longgar (muwassa') bahkan ada yang melarang sama sekali. Imam mazhab Malik, asy-Syafi'i dan Ahmad menanggapi masalah istibdāl dengan cukup ketat (muḍayyaq).
STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENANAMKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DENGAN METODE CERAMAH KELAS VII MTS ISLAMIYAH GEDONGSARI Atho' Urrohman, Inas Habib; Nabil, Muhammad; Abidin, Muhammad Zainal
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Akidah Akhlak dalam menanamkan karakter peserta didik kelas VII di MTs Islamiyah Gedongsari melalui metode ceramah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Akidah Akhlak dan peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter peserta didik di MTs Islamiyah Gedongsari secara umum sudah terbentuk dengan baik, ditandai dengan sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Strategi yang diterapkan oleh guru meliputi pembiasaan kegiatan religius seperti shalat dhuha berjamaah, membaca Asmaul Husna, dan shalat dzuhur berjamaah. Metode ceramah digunakan secara komunikatif dan dikombinasikan dengan pemberian nasihat, studi kasus, serta penguatan motivasi. Guru juga berperan sebagai teladan dan motivator dalam proses pembentukan karakter. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh lingkungan luar. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.
ANALISIS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PERSPEKTIF TEORI MILLER-SELLER Aulia, Leta; Fakhri, Jamal; Sunarto
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media pembelajaran interaktif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan perspektif teori Miller-Seller. Kajian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat efektivitas pembelajaran agama di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, peserta didik dituntut untuk memiliki kompetensi berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Oleh karena itu, pengintegrasian media pembelajaran interaktif menjadi strategi yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai jurnal, buku, dan kebijakan pendidikan yang membahas pengembangan media pembelajaran berbasis nilai Islam serta teori piramida kompetensi Miller-Seller. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berperan penting dalam memfasilitasi keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam. Melalui teori Miller-Seller, proses belajar dapat dianalisis secara bertahap, mulai dari tingkat pengetahuan (knows), pemahaman cara (knows how), kemampuan menunjukkan keterampilan (shows how), hingga pelaksanaan nilai secara nyata (does). Namun, sebagian besar media yang digunakan dalam pembelajaran PAI masih berfokus pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya menyentuh ranah afektif serta psikomotorik yang berperan dalam pembentukan karakter religius. Kajian ini merekomendasikan pengembangan media interaktif berbasis teori Siler-Miller yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong transformasi nilai keagamaan melalui aktivitas reflektif, simulatif, dan aplikatif. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia.
IMPLEMENTASI SERVICE LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG Az Zahra, Ade Putri; Hasanah, Uswatun; Octafiona, Era; Sa’idy; Hijriyah, Umi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1099

Abstract

Service learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pelayanan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai service learning umumnya berfokus pada pendidikan umum dan belum banyak diterapkan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain itu, masih sedikit yang membahas bagaimana model service learning dapat diintegrasikan dengan nilai, materi, dan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan kesenjangan berikut artikel ini membahas implementasi service learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan service learning mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keagamaan melalui pengalaman langsung, terutama dalam kegiatan sosial, bakti masyarakat, dan proyek kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan teori agama dengan aksi sosial. Meski demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, sarana prasarana, serta koordinasi antar pihak yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service learning dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pengembangan karakter dan spiritual peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.