cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 253 Documents
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 6 TAHUN 2022 TENTANG PENGELOLAAN HUTAN PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYYAH Dewi, Nurmala; Nurnazli; Frenki
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.917

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Hutan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (UPTD KPHK) Tahura Wan Abdul Rachman, ditinjau dari perspektif Siyasah Tanfidziyyah. Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menopang kehidupan, namun Tahura Wan Abdul Rachman menghadapi berbagai ancaman kerusakan yang disebabkan oleh perbuatan manusia. Oleh karena itu, perlindungan hutan menjadi urgensi yang tidak dapat diabaikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi peraturan daerah tersebut dan meninjau implementasinya dari sudut pandang Siyasah Tanfidziyyah. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman telah berupaya maksimal dalam perlindungan hutan melalui pendekatan pre-emptive, preventive, dan repressive, serta pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Namun, implementasi ini belum optimal karena masih terdapat kendala seperti keterbatasan personil dan banyaknya masyarakat yang melakukan penggarapan kawasan secara ilegal. Dari perspektif Siyasah Tanfidziyyah, perlindungan hutan yang dilakukan belum sepenuhnya menerapkan prinsip al-maslahah al-'ammah (kemaslahatan masyarakat) karena belum adanya program khusus untuk menyediakan mata pencarian alternatif bagi masyarakat yang sebelumnya merusak hutan.
ANALISIS VIKTIMOLOGI DALAM PERSPEKTIF VICTIMLESS CRIME (STUDI PERLINDUNGAN HAK ANAK PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA) Fajar Aprilianto; Hariman Satria; Gamlan Dagani
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.657

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk victimless crime. Meskipun istilah Victimless crime masih menjadi bahan perdebatan dalam kajian viktimologi kontemporer, dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap masyarakat, khususnya generasi muda, sangatlah mengkhawatirkan. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis solusi atas permasalahan yang dibahas. Penelitian ini hadir untuk membahas bentuk perlindungan terhadap anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Hal ini sangat penting karena anak merupakan salah satu komponen masyarakat yang harus mendapatkan perlindungan, serta mereka seringkali menjadi korban akibat interaksi sosial, terutama dalam konteks keluarga dan lingkungan, yang menyebabkan mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba sebagai pelarian. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara perlindungan terhadap anak dan langkah-langkah pertanggungjawaban atas tindak kejahatan yang dilakukan. Rehabilitasi menjadi solusi utama sebagai bentuk perlindungan dan pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah dilakukan.
KEWAJIBAN PEMBERIAN SINAMOT PERSPEKTIF KEADILAN GENDER Adi Gunawan Harahap; Putra Halomoan Hsb; Nasruddin Khalil Harahap; Sawaluddin Siregar
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.660

Abstract

Sinamot adalah tradisi dalam adat Batak pada sebelum perkawinan berlangsung. Sinamot merupakan pemberian harta benda oleh calon suami kepada calon istri sebagai bentuk keseriusan untuk hidup bersama dalam perkawinan, dan jumlahnya ditentukan dari kesepakatan antara dua belah pihak keluarga. Dalam tulisan ini akan membahas pemberian sinamot dikaji dari keadilan gender. Penelitian ini ialah yuridis-normatif yang merupakan penelitian yang mengkaji prinsip-prinsip hukum positif yang ditulis dengan menggunakan sumber pustaka atau data sekunder. Adapun hasil dari penelitian ini adalah dalam kajian keadilan gender seharusnya untuk sinamot, pihak laki-laki dan perempuan harus sama-sama memberikan harta benda sebab kegunaan sinamot yang ada di adat batak ialah untuk kemanfaatan bersama seperti acara pesta perkawinan, sidang adat dan lain sebagainya. Dikarenakan juga sinamot tidak diucapkan pada saat akad ijab kabul dan tidak tercatat jumlahnya.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WANITA DENGAN GANGGUAN JIWA SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL Sukmawati Dwinanda; Arifai; Gamlan Dagani
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.661

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jaminan perlindungan hukum yang disediakan oleh negara terhadap wanita dengan gangguan jiwa yang menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan serta analisis terhadap norma hukum yang berlaku dari berbagai aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah regulasi telah menjadi dasar perlindungan hukum bagi wanita dengan gangguan jiwa, antara lain: Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia; Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual; serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Selain itu, Indonesia juga telah meratifikasi sejumlah konvensi internasional yang menegaskan komitmen terhadap penghormatan dan perlindungan hak-hak wanita dengan gangguan jiwa. Dalam kasus kekerasan seksual terhadap wanita dengan gangguan jiwa, hakim dituntut untuk menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. Hal ini mempertimbangkan persepsi masyarakat yang kerap menilai bahwa pelaku kejahatan terhadap wanita dengan gangguan jiwa seharusnya dijatuhi hukuman lebih berat. Namun, hal ini menimbulkan persoalan yuridis, mengingat belum terdapat ketentuan perundang-undangan yang secara eksplisit mengatur pemberatan pidana berdasarkan kondisi kerentanan korban. Dengan demikian, pemberian sanksi pidana kepada pelaku kekerasan seksual terhadap wanita dengan gangguan jiwa masih sangat bergantung pada pertimbangan moral dan hati nurani hakim, berdasarkan dampak psikologis maupun sosial yang dialami oleh korban.
TRI DHARMA AS A CATALYST FOR MORAL LITERACY AND ETHICAL MINDSET: A REVIEW OF CONTEMPORARY INDONESIAN EDUCATIONAL AND CULTURAL DISCOURSES Poh, Chow Teng; Ni Nyoman Parwati; Ketut Agustini; I Made Tegeh
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.663

Abstract

This review synthesizes current literature on Tri Dharma Perguruan Tinggi (the Indonesian higher education) philosophy that encompasses education, research, and community service, as a foundational ethical framework to promote moral literacy and an ethical mindset among learners and citizens. Rooted in the nation’s post-independence vision, Tri Dharma is not merely an academic mandate but a holistic moral philosophy that informs intellectual development, civic responsibility, and community well-being. By drawing on policy documents, ethnographic fieldwork, empirical educational studies, and national reform initiatives, this paper examines the ways in which Tri Dharma has been operationalized across diverse institutional and community contexts. The findings reveal that Tri Dharma fosters a values-driven education model that integrates compassion, critical thinking, and social justice into both formal instruction and public engagement. It bridges traditional Indonesian virtues, such as gotong-royong (mutual cooperation), bhineka tunggal ika (unity in diversity), and cinta tanah air (love for the homeland), with contemporary societal challenges like environmental degradation, digital ethics, and national fragmentation. By highlighting transformative programs such as Gerakan Literasi Nasional, Kartu Prakerja, and ecological initiatives grounded in local wisdom, this review underscores the ongoing relevance of Tri Dharma in cultivating ethical, reflective, and civically engaged citizens in an increasingly globalized and complex world.
MENANAMKAN ETIKA DIGITAL PADA GEN Z MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 ADILUWIH PRINGSEWU Umi Afifah; Zjulpi Andriansah; Amin Nuroni; Yuberti; Abd. Rahman Hamid; Baharudin
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi dan nilai-nilai etika digital yang ditanamkan kepada Generasi Z melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Adiluwih Pringsewu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memainkan peran penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), dan sopan santun (qaulun karim) ke dalam konteks digital. Strategi yang digunakan mencakup integrasi nilai akhlak dalam kurikulum, pemanfaatan media digital, keteladanan, pembiasaan, serta kolaborasi dengan orang tua. Meskipun terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital siswa dan keterbatasan kontrol di luar sekolah, pendekatan kontekstual dan kolaboratif terbukti efektif dalam membentuk karakter digital siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran PAI dalam membekali Gen Z dengan kesadaran etis di era digital.
DAKWAH KRITIS TOKOH BAIDURI DALAM SERIAL BIDAAH Maftukhatul Azizah; Widadi; Taufikkurrohman, Diki; Luluk Fikri Zuhriyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.671

Abstract

Penelitian ini membahas representasi keberanian dakwah dalam tokoh fiktif Baiduri dalam serial Malaysia berjudul Bidaah. Serial ini menggambarkan resistensi terhadap penyimpangan agama yang dilakukan oleh pemimpin sekte berkedok simbol keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakter Baiduri menjadi agen dakwah kritis melalui keberanian menolak pengkultusan, melindungi keluarga, membentuk kolaborasi perlawanan, serta mempertahankan prinsip Islam di bawah tekanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi dan naratif, serta menggunakan perspektif dakwah kritis sebagai kerangka teoritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Baiduri merepresentasikan bentuk dakwah simbolik dan transformatif yang menggabungkan kejujuran, keteguhan, empati, dan kritik terhadap kekuasaan religius yang menyimpang. Media fiksi, dalam hal ini serial Bidaah, terbukti efektif sebagai ruang alternatif dakwah yang mampu membangun kesadaran sosial dan spiritual secara reflektif dan kontekstual. Kajian ini membuka ruang baru bagi pengembangan teori dan praktik dakwah melalui media populer serta memperkuat narasi peran perempuan sebagai subjek aktif dalam perjuangan keislaman.
METODE DAN MATERI DAKWAH PADA MOTIVASI BERIBADAH Sholikhin; Muhammad Ainun Habib; Luluk Fikri Zuhriyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.673

Abstract

Ibadah dalam Islam merupakan inti keberadaan manusia, dengan shalat sebagai pilar utamanya yang menyimbolkan ketaatan dan pembentukan karakter spiritual. Masjid, sebagai pusat ibadah dan transformasi sosial, memainkan peran sentral dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan seperti kajian Subuh. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode dan materi dakwah terhadap motivasi beribadah jamaah dalam program Kajian Subuh di Masjid Al Falah Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Sebanyak 31 responden dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan partisipasi aktif dalam kajian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode dakwah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi beribadah, Temuan ini diperkuat oleh analisis statistik yang menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0.735, nilai t-statistik 4.959 (>1.96), dan p-value 0.000 (<0.05), sementara materi dakwah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini terlihat dari nilai koefisien jalur hanya sebesar 0.100, dengan t-statistik 0.698 (<1.96) dan p-value 0.485 (>0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi lebih ditentukan oleh pendekatan komunikatif, gaya penyampaian, dan keterlibatan emosional dai dengan jamaah. Implikasi penelitian ini mendorong para pengelola masjid dan pendakwah untuk mengevaluasi dan mengembangkan metode dakwah yang lebih adaptif, inspiratif, dan sesuai dengan kebutuhan psikologis serta spiritual jamaah urban. Penelitian ini turut memperkaya literatur tentang strategi dakwah kontemporer berbasis masjid dan menawarkan perspektif baru dalam optimalisasi program keagamaan berbasis komunitas.
TANGGUNG JAWAB HUKUM YAYASAN ZIS AL-IKHLAS SEBAGAI NADZIR DALAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN HARTA WAKAF MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF Elsa Najla; Utary Maharany Barus; Idha Aprilyana Sembiring
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.674

Abstract

Peruntukkan tanah wakaf didorong oleh perkembangan manusia yang semakin maju, juga pengamalan agama yang baik, sebagian umat Islam mengalami kemunduran disebabkan faktor ekonomi dan ilmu yang kurang memadai, dalam hal ini seharusnyalah pihak penyuluh agama, juga pemerintah agar dapat menggalakkan sekaligus dapat memberikan informasi tentang pentingnya mempertahankan aset umat Islam yaitu dalam hal memasyarakatkan dan mempedomani hukum Islam dan UU No. 5/1960 tentang UUPA. Dengan adanya usaha tersebut, maka akan lahir dan muncullah suatu ketentuan Perubahan Peruntukan Tanah Wakaf Hak Milik Menurut Hukum Islam dan UU No. 5/1960 Tentang UUPA. Adapun permasalahan penelitian ini yaitu: Bagaimana pengelolaan dan pengembangan harta wakaf oleh nadzir berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf? Bagaimana tanggung jawab Yayasan ZIS Al-Ikhlas sebagai nadzir dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan aset wakaf menurut Undang- Undang No. 41 tentang Wakaf?, dan Bagaimana hambatan Yayasan ZIS Al-Ikhlas sebagai nadzir dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan aset wakaf oleh Yayasan ZIS Al-Ikhlas? Berdasarkan hasil penelitian yang dilihat dari aspek hukum, pelaksanaan wakaf membutuhkan adanya kepastian hukum untuk memberikan jaminan perlindungan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya. Oleh karena itu, peran notaris dalam pelaksanaan wakaf menjadi sangat krusial sebagai pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik terkait wakaf. Pengelolaan aset wakaf oleh nadzir tidak terlepas dari peran serta notaris dalam kedudukannya sebagai pejabat pembuat akta, termasuk membuat akta ikrar wakaf (AIW). Peran notaris dalam perwakafan semakin diperkuat dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Peraturan ini menegaskan bahwa pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW) benda tidak bergerak wajib dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), yang salah satunya bisa dijabat oleh notaris yang telah ditetapkan oleh Menteri.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO DALAM PELAYANAN ASURANSI BERDASARKAN PERSPEKTIF BISNIS ISLAM (STUDI PADA PT ASABRI (PERSERO) KC LAMPUNG) Deti Anas Talina; Ridwansyah; Heni Verawati
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko apa saja yang dihadapi dalam pelayanan, kemudian untuk menganalisis bagaimana manajemen risiko diterapkan dalam pelayanan asuransi di PT ASABRI (Persero) KC Lampung dari perspektif bisnis Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan yang terlibat langsung dalam manajemen risiko, termasuk Staf Pelayanan dan Kepala Kantor Cabang. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman secara interaktif hingga mendapatkan pemahaman mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi dalam pelayanan adalah risiko operasional, risiko fraud, dan risiko reputasi yang disebabkan oleh human error dan kesalahan sistem digital. Penerapan prinsip bisnis Islam seperti transparansi, amanah, dan menghindari gharar menjadi dasar dalam pengelolaan risiko, serta meningkatkan kepercayaan peserta dan efektivitas mitigasi risiko. Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan praktik manajemen risiko yang sesuai syariat Islam guna meningkatkan kualitas layanan dan keberlanjutan operasional PT ASABRI (Persero) KC Lampung.