cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 209 Documents
Profil Penggunaan Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap Di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Kalimantan Tengah Triwibowo, Drajat; Kurniawati, Darini; Mukti, Yusuf Anggoro; Atmaja, Dewi Susanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1052

Abstract

Pendahuluan: Sebuah kondisi psikotik yang melibatkan pengunduran diri sosial, gangguan emosional, dan afektif dengan kemungkinan halusinasi dan delusi. Salah satu pendekatan utama dalam penanganan skizofrenia adalah pemberian obat antipsikotik. Antipsikotik merupakan agen yang digunakan dalam pengobatan gangguan psikotik, gangguan mental berat. Penggolongan antipsikotik dibagi menjadi dua, yaitu antipsikotik tipikal dan antipsikotik atipikal. Tujuan: Mengetahui profil penggunaan obat antipsikotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa  Kalawa Atei Kalimantan Tengah. Metode: Jenis penelitian yang diterapkan merupakan studi kuantitatif non-eksperimen, dengan rancangan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan melalui telaah terhadap data rekam medis pasien skizofrenia yang menjalani perawatan rawat inap. Hasil: didapatkan data dari 181 pasien yang menjalani rawat inap periode Januari–Agustus 2025 dengan jumlah terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 146 pasien (80,66%) dan perempuan yaitu 35 pasien (19,34%), dengan rentang umur 25 – 50 tahun berjumlah 122 pasien (67,40%). Skizofrenia (F20) sebanyak 100 pasien (55,25%). Kemudian, tipe skizofrenia tidak terorganisasi sebanyak 47 pasien (25,97%) dan tipe skizofrenia tak terdeferensiasi sebanyak 30 pasien (16,57%). Penggunaan Antipsikotik Tipikal (Generasi Pertama) (Haloperidol + Trifluoperazin + Chlorpromazin). Haloperidol 5 mg  menjadi obat yang paling dominan di seluruh kelompok. Haloperidol dikenal efektif untuk mengatasi gejala positif akut (halusinasi, delusi) dan sering digunakan dalam situasi kegawatdaruratan psikiatri (agitasi atau mengamuk). Simpulan: Penggunaan obat terbanyak adalah antipsikotik kombinasi tipikal dan atipikal, terutama chlorpromazine, fluphenazine, olanzapine, dan clozapine. Lorazepam dan Diazepam digunakan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi kecemasan, insomnia, atau agitasi akut pada pasien skizofrenia.  Trihexyfenidil 2 mg dari agen antikolinergik ini menunjukkan adanya upaya pencegahan atau pengobatan EPS yang diinduksi oleh antipsikotik, terutama Haloperidol dan antipsikotik tipikal lainnya.
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas dengan Penyembuhan Luka Perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Iswaningsih, Iswaningsih; Ningrum, Novalia Widiya; Hasanah, Siti Noor; Rahmawati, Dwi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1057

Abstract

Pendahuluan: Robekan perineum terjadi hampir pada setiap persalinan pertama dan tidak jarang pada persalinan berikutnya. Ibu nifas yang menjalani episiotomi perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan luka perineum. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Martapura 2, terdapat 91 persalinan pada bulan Maret – April 2023 dan hampir semua persalinan mengalami robekan jalan lahir. Dari 15 orang ibu nifas, terdapat 9 orang ibu yang tidak mengetahui cara melakukan perawatan luka perineum yang baik dan benar, dan pada 5 orang tersebut penyembuhan lukanya kurang memadai. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dengan penyembuhan luka perineum di Wilayah Puskesmas Martapura 2. Metode: Penelitian ini merupakan jenis survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel sebanyak 30 orang ibu nifas. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Fisher exact, didapatkan p-value 0,026 yang berarti bahwa pengetahuan ibu nifas berhubungan dengan perawatan luka perineum dan proses penyembuhan luka perineum. Simpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dan proses penyembuhan luka perineum di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2. Hal ini karena pengetahuan saat ini memengaruhi perilaku seseorang.
Studi Deskriptif Upaya Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara Tahun 2022 Arbayanti, Arbayanti; Dona, Sismeri; Darsono, Putri Vidiasari; Istiqamah, Istiqamah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1059

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki angka kematian ibu (AKI) bersalin yang cukup tinggi. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah upaya pemerintah untuk menurunkan AKI. Pelaksanaan P4K yang difasilitasi bidan di desa dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman serta persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta penggunaan KB pascapersalinan, termasuk perencanaan untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu. Tujuan: Mengetahui upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi di Puskesmas Lanjas, Kabupaten Barito Utara. Metode: Penelitian dengan desain deskriptif. Sampel adalah ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Lanjas yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Lanjas pada tahun 2022 sebanyak 70 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara tahun 2022 menunjukkan bahwa yang menerapkan P4K sebanyak 47 orang (67,1%) dan yang tidak menerapkan P4K sebanyak 23 orang (32,9%). Simpulan: Penerapan P4K di Puskesmas Lanjas sebesar 67,1% menerapkan dan 32,9% tidak menerapkan. Puskesmas diharapkan meningkatkan pelaksanaan program dengan diadakan kembali refreesing kembali dengan sweeping ke rumah ibu-ibu hamil agar hubungan dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan ibu hamil lebih dekat.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Terhadap Pernikahan Dini di Pondok Pesantren Kampung Baru Sari, Mailinda; Istiqamah, Istiqamah; Yuwindry, Iwan; Lathifah, Nur
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1060

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini merupakan pernikahan pada remaja yang terjadi pada usia di bawah 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Kabupaten Banjar merupakan Kabupaten no 3 tertinggi se Kalimantan Selatan. Kasus pernikahan dini di Kecamatan Beruntung Baru terus meningkat dari tahun 2020 hingga 2022. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini. Metode: Jenis penelitian analitik dilakukan dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah santri kelas 1, 2, dan 3 tingkat ulya (SMA) dengan rentang usia 16 – 18 tahun di Pondok Pesantren Kampung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 62 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman rank (p < 0,05). Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Spearman rank menunjukkan p = 0.011 < α (0.05), maka disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yaitu ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini di pondok pesantren Kampung Baru. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap pernikahan dini, dengan p-value 0.011 < α (0.05).
Penatalaksanaan Asifiksia Bayi Baru Lahir Oleh Bidan Prarujukan ke RSUD Datu Sanggul Kabupaten Tapin Anggeraini, Sri Mulia; Istiqamah, Istiqamah; Fetriyah, Umi Hanik
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1063

Abstract

Pendahuluan: Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Asfiksia neonatorum mengalami kecenderungan peningkatan, oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang komprehensif untuk menanganinya. Data rujukan RSUD Datu Sanggul periode Januari tahun 2021 sampai November tahun 2022 menunjukkan sebanyak 27 kasus rujukan bayi dengan asfiksia yang diterima di wilayah Kabupaten Tapin. Pada bulan Januari-Desember 2021 didapatkan sebanyak 16 kasus, sedangkan di tahun 2022, periode bulan Januari-November didapatkan sebanyak 11 kasus rujukan dengan asfiksia. Tujuan: mengetahui penatalaksanaan asfiksia bayi baru lahir oleh bidan prarujukan ke RSUD Datu Sanggul Kabupaten Tapin dengan mengeksplorasi karakteristik bidan prarujukan (meliputi umur, pendidikan terakhir, pelatihan resusitasi dan masa kerja). Tahap persiapan, pelaksanaan dan pascaresusitasi bayi dengan kasus asfiksia. Proses pengambilan keputusan oleh bidan prarujukan dalam melaksanakan rujukan kasus bayi asfiksia. Metode: Deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologis. Tiga informan utama dan tiga informan triangulasi. Hasil: Informan utama berumur 35-40 tahun dengan masa kerja sebagai bidan 10-15 tahun, dan seluruh informan utama sudah pernah mengikuti pelatihan penanganan bayi dengan kasus asfiksia. Informan sudah mengetahui penanganan bayi asfiksia, yaitu dari tahap persiapan peralatan, namun masih mengalami kendala, yaitu minimnya alat untuk pelaksanaan dan pascaresusitasi. Dalam pengambilan keputusan rujukan bayi asfiksia, sudah diberikan edukasi kepada orang tua atau keluarga bayi. Simpulan: Penatalaksanaan asfiksia BBL oleh para bidan sudah memadai, tetapi perlu ditingkatkan pada tahap persiapan. Tetap diperlukan pelatihan berkala, peningkatan fasilitas kesehatan, serta jejaring rujukan yang baik.
Studi Deskriptif Jenis Anemia Berdasarkan Mean Corpuscular Haemoglobin (Mch) Pada Ibu Hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap Kabupaten Tanah Laut Afifah, Izatil; Istiqamah, Istiqamah; Yuwindry, Iwan; Suhartati, Susanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1064

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil data World Health Organization (WHO) sebesar 38,2% Ibu hamil yang mengalami anemia di dunia. Di Indonesia, ibu hamil dengan kadar Hb di bawah 11 g/dl presentase sebesar 30% dari populasi ibu hamil, sedangkan kadar Hb di bawah 7 g/dl (anemia berat) sebesar 0,5%. Data-data ibu hamil dengan anemia menunjukkan bahwa anemia masih memerlukan penanganan di Indonesia. Kadar Hb anemia diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu anemia berat, anemia sedang, dan anemia ringan. Konsentrasi Hb selama kehamilan akan menurun. Mean Corpuscular Haemoglobin (MCH) merupakan indeks eritrosit yang dapat dinilai untuk menentukan jenis anemia, yaitu anemia hipokromik mikrositik <28 pg (menurun), anemia normokromik normositik 28-34 pg (normal). Tujuan: Mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscular haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap, Kabupaten Tanah Laut, tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuatitatif yang bertujuan mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscolar haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur tahun 2023. Hasil: Sebanyak 118 sampel, anemia ringan (51,7%, n=61), anemia sedang (48,3%, n=57), dan tidak ditemukan anemia berat. Gambaran jenis MCH (menurun) anemia hipokromik mikrositik (100%, n=118); tidak ditemukan anemia normokromik normositik maupun anemia makrositer. Berdasarkan indeks eritrosit menunjukan anemia hipokromik mikrositik memiliki presentase terbanyak dan nilai hb anemia ringan dengan presentase tebanyak. Simpulan: Penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan anemia pada ibu hamil berdasarkan pemeriksaan indeks eritrosit (MCH) di RSUD KH. Mansyur Kintap 2023 sebagian besar mengalami anemia ringan dan anemia hipokromik mikrositik.
Penjaringan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru Afifah, Izatil; Istiqamah, Istiqamah; Yuwindry, Iwan; Suhartati, Susanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1065

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang <23,5 cm. Komplikasi pada ibu hamil KEK bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada janin, yaitu terjadinya anemia, persalinan sebelum waktunya, keguguran, anemia pada bayi, dan BBLR. Kabupaten Banjar berada di urutan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Puskesmas Beruntung Baru pada tahun 2023 memiliki sasaran ibu hamil sebanyak 283 orang dan sasaran ibu hamil KEK sebanyak 33 orang. Ibu hamil KEK dari Januari sampai Juni tercatat sebanyak 23 orang. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah ceklis. Analisis data secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi umur mayoritas tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 19 orang (63,3%0, distribusi frekuensi paritas mayoritas multipara sebanyak 10 orang (33,3%), distribusi frekuensi jarak kehamilan mayoritas ≥2 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), distribusi frekuensi pemeberian makanan tambahan mayoritas ibu hamil yang tidak diberikan makanan tambahan sebanyak 25 orang (83,3%) dan distribusi frekuensi kunjungan ANC mayoritas sesuai dengan usia kehamilan sebanyak 18 orang (60%). Simpulan: Berdasarkan karakteristik umur, paritas, dan jarak kehamilan, saling berkaitan dengan terjadinya ibu hamil kekurangan energi kronik. Pemberian makanan tambahan dan kunjungan ANC.
Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di SMK N 1 Negrikaton Kabupaten Pesawaran Sari, Nadya Dwita Fatma; Fuaida, Fatmah Indriana; Kariny, Elsy Juni Andri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1066

Abstract

Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu cara dalam pencegahannya adalah konsumsi tablet tambah darah (TTD), namun kepatuhan remaja masih rendah. Pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku kesehatan, termasuk kepatuhan konsumsi TTD. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMK N 1 Negrikaton Kabupaten Pesawaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 84 responden (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (59,5%) dan kepatuhan rendah (67,9%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,002). Simpulan: Pengetahuan berhubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD, namun hubungan tersebut tidak sepenuhnya linear. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan memerlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi, motivasi, dan dukungan sosial.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombucha Teh Rosella Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Kurniawan, Fajar Bakti; Asrori, Asrori; Asrianto, Asrianto; Haratati, Risda; Hermawardhani, Afika; Sahli, Indra Taufik; Puspasari, Mayang Ayu; Mesa, Nofita Dewi Kok
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1068

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang dibuat dari campuran teh dan gula dengan menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast/SCOBY). Proses fermentasi menghasilkan berbagai senyawa bioaktif, seperti polifenol, asam organik, vitamin, dan enzim, yang berpotensi memberikan efek biologis, termasuk aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri teh kombucha roselle (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan uji laboratorium menggunakan metode difusi agar Kirby–Bauer. Media yang telah diinokulasi dengan bakteri Staphylococcus aureus diuji menggunakan sampel kombucha roselle dengan tiga kali pengulangan, antibiotik sebagai kontrol positif, dan akuades steril sebagai kontrol negatif, kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha roselle menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 14 mm, yang termasuk dalam kategori daya hambat kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa teh kombucha roselle memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
Analisis Peningkatan Gizi Ibu Hamil dengan Pemberian PMT Berbasis Pangan Lokal Ibu Hamil dengan KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Mataraman Anisyah, Anisyah; Suhartati, Susanti; Hasanah, Siti Noor
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1071

Abstract

Pendahuluan: Penyebab KEK pada ibu hamil disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Penyebab tidak langsung adalah persediaan makanan tidak cukup, pola asuh yang tidak memadai dan kesehatan lingkungan serta pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi ibu hamil adalah memberikan makanan tambahan. Tujuan: Program PMT bagi ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi agar kebutuhan gizi ibu hamil dapat terpenuhi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami KEK di Puskesmas Mataraman sejumlah 10 orang. Data ini berupa data berat badan dan LILA pada ibu hamil dengan KEK. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Rata-rata berat badan sebelum diberikan PMT Berbasis Pangan lokal adalah 45,58 kg dan sesudah diberikan PMT Berbasis Pangan Lokal meningkat menjadi 47,81 kg. Rata-rata LILA sebelum diberikan PMT Berbasis Pangan Lokal adalah 21,44 cm dan setelah diberikan PMT Berbasis Pangan Lokal meningkat menjadi 22,82 cm. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan berat badan dan ukuran LILA setelah diberikan PMT berbasis pangan lokal. Simpulan: Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal meningkatkan status gizi ibu hamil dengan status KEK