cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 209 Documents
Deskripsi Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Tahun 2024 Pasaribu, Ezra; Taborat, Miranda; Walalangi, Gita Praticia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1083

Abstract

Sectio Caesarea ialah teknik bedah yang diterapkan dalam situasi darurat seperti plasenta previa, presentasi janin yang tidak normal, atau penempatan janin yang tidak normal yang membantu kelahiran janin melalui sayatan di dinding perut dan rahim. Tujuan penelitian ini demi mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Metode penelitian merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian bersifat retrospektif. Populasi pada penelitian ini 84 pasien dan menggunakan total sampling. Berdasarkah hasil penelitian yang dilakukan di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong terdapat 84 pasien yang menjalani persalinan secara sectio caesarea menunjukkan bahwa penggunaan selain antibiotik profilaksis paling banyak Ketorolac 65 (30,51 %), golongan khusus penggunaan antibiotik profilaksis Cefazolin 54 (64,28%) dan Ceftriaxone 30 (35,71%), kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis Cefazolin 54 (64,28%), dosis pemberian 100%, rute pemberian 100%. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di BLUD RSUD Sele Be sesuai dengan pedoman Kemenkes No 28 Tahun 2021 dan pedoman Rumah Sakit di Sele Be Solu terdapat Ceftriaxone 30 (35,71) tidak sesuai pedoman KMK No 28 Tahun 2021 dan BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.
Hubungan Pengetahuan Perawat Pelaksana Dengan Kemampuan Decision Making Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di RSUD Atoilah, Moh Maskur Fuad; Basri, Burhanuddin; Safariyah, Erna; Abinisah, Zainal
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1084

Abstract

Pendahuluan: Pengambilan keputusan klinis merupakan keterampilan penting dalam praktik keperawatan karena menentukan kualitas asuhan dan keselamatan pasien. Proses ini menuntut kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan yang memadai agar perawat mampu memilih intervensi yang paling tepat sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat pelaksana dengan kemampuan pengambilan keputusan (decision making) dalam pemberian asuhan keperawatan di RSUD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 383 perawat pelaksana dan sampel sebanyak 79 perawat yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan pengambilan keputusan. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,113 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dan kemampuan decision making perawat pelaksana di RSUD. Kesimpulan: Pengetahuan perawat belum terbukti berpengaruh langsung terhadap kemampuan pengambilan keputusan klinis. Faktor lain, seperti pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan dukungan organisasi, kemungkinan berperan lebih besar. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan berbasis simulasi kasus dan manajemen krisis guna meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis perawat.
Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Terhadap Pengelolaan Vaksin Di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir Fitriani, Widia Rahayu; Noval, Noval; Komaliya, Risyda; Alawiyah, Tuti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1086

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan vaksin yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan program imunisasi karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas vaksin. Vaksin merupakan produk biologis yang sensitif terhadap perubahan suhu sehingga memerlukan penerapan sistem rantai dingin (cold chain) yang sesuai standar. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, serta pendistribusian vaksin. Pengetahuan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan serta menganalisis hubungan pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan vaksin, diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan dan praktik pengelolaan vaksin meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Nilai korelasi Spearman berada pada rentang 0,676–0,707, yang menandakan bahwa semakin baik pengetahuan responden, semakin baik pula pengelolaan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tenaga kesehatan dan pengelolaan vaksin. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan vaksin di Puskesmas.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di RSUD Tripat Yuliana, Depi; Rahayu, Supiani; Rahmat, Syamsul; Ramdaniah, Putri; Eka Bimmaharyanto, Dedent; Tusshaleha, Lelie Amalia; Jupriadi, Lalu; Haerudin, Haerudin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1087

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi dan berperan besar dalam meningkatkan risiko kematian serta komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian DRPs pada pasien hipertensi dengan fokus pada interaksi obat dan ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien rawat jalan pada periode Januari–Maret 2024. Sebanyak 81 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan perhitungan Slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien, yaitu 57 orang (70%), mengalami DRPs. Interaksi obat menjadi temuan terbanyak dengan 56 pasien (69%) dan total 105 kejadian. Kasus dosis berlebih hanya ditemukan pada 1 pasien (1,2%), sementara tidak terdapat kasus dosis kurang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa interaksi obat merupakan faktor dominan dalam kejadian DRPs pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan terapi yang lebih menyeluruh guna meningkatkan keamanan serta efektivitas penggunaan obat.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Pala Papua dan Daun Ketepeng Cina Terhadap Pertumbuhan Shigella Dysenteriae Pasaribu, Ezra; Lerebulan, Exaudian F.; Gunawan, Sahrul; Kaaf, Nimrot Alfian
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1088

Abstract

Shigella dysenteriae merupakan bakteri patogen penyebab disentri basiler yang dapat menimbulkan diare akut, dehidrasi, bahkan kematian terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daging buah pala (Myristica argentea warb) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.), menguji kemampuan kombinasi ekstrak tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro, serta menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif. Jenis penelitian Eksperimen murni dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 70% kemudian diuji pada berbagai konsentrasi tunggal (100%) dan kombinasi (30%;70%, 50%;50%,70%;30%). Kontrol positif yang digunakan adalah ciprofloxacin, sedangkan kontrol negatif adalah aquadest. Aktivitas antibakteri dinilai melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, dan triterpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Kombinasi ekstrak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Konsentrasi kombinasi paling efektif adalah 50%;50% dengan rata-rata diameter zona hambat 18,5 mm (kategori kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kombinasi ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae secara in vitro, dengan konsentrasi kombinasi 50%;50% sebagai konsentrasi paling efektif.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 terhadap Pertumbuhan Mikroba sebagai Faktor Predisposisi Infeksi Rongga Mulut Azahra, Sresta; Dini Harlita, Tiara; Rabiatul Zhadiah Puspitasari, Deanita; Putri Pase, Hutami
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1090

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik. Kadar glukosa saliva pada penderita DM yang meningkat dapat menjadi faktor predisposisi terhadap pertumbuhan mikroba (bakteri dan jamur) yang dapat menyebabkan infeksi rongga mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 terhadap pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut. Metode: Metode penelitian yaitu observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi berjumlah 57 penderita DM tipe 2 Puskesmas Harapan Baru, Samarinda dan 33 saliva yang diambil dengan teknik purposive sampling. Identifikasi bakteri dengan media Blood Agar Plate (BAP), pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Identifikasi jamur dilakukan menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), chromagar, pewarnaan LPCB, dan uji germ tube. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil pertumbuhan positif jamur Candida sp. pada 29 responden (87,8 %) dan pertumbuhan positif bakteri Gram positif pada 30 responden (90,9%). Hasil positif pertumbuhan mikroba pada pasien DM  yang menderita ≥3 tahun sebanyak 24 responden (72,7%). Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p= 0,036 (<0,05), artinya terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM dengan pertumbuhan mikroba. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM tipe 2 dengan pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut.
Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas Romika, Romika; Hakim, Ali Rakhman; Komaliya, Risyda; Saputri, Rina
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1091

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas Romadhani, Yuliana; Saputri, Rina; Kusumawati, Linda; Melviani, Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1092

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, termasuk pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang dapat memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel terdiri dari 87 responden resep racikan dan 97 responden resep nonracikan yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan sebagian besar berada pada kategori sesuai sebesar 60,9%, sedangkan pada resep nonracikan sebesar 60,8%. Tingkat kepuasan pasien pada resep racikan didominasi oleh kategori puas sebesar 48,3%, sedangkan pada resep nonracikan didominasi oleh kategori puas sebesar 39,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,457) serta antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat nonracikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,471). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas.
Formulasi Dan Uji Karakteristik Blush On Stick Pewarna Alami Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus) Taborat, Miranda; Lerebulan, Exaudian F.; Rahmatika, Nadila Widyalaras
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1093

Abstract

Kosmetika merupakan produk yang banyak diminati seperti produk Blush on bentuk stick populer karena praktis, mudah dibawa dan menghasilkan tampilan yang natural. Namun, penggunaan pewarna sintetis dapat menimbulkan efek samping. Buah merah (Pandanus conoideus)dikenal sebagai pewarna alami mengandung senyawa aktif seperti α-karoten, β-karoten, β-kriptosantin, dan α-tokoferol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik sediaan blush on stick berbasis pewarna alami dari ekstrak buah merah. Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan etanol 96% pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Uji karakteristik organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas, iritasi, dan hedonik. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah merah mengandung alkaloid, flavonoid, karotenoid, polifenol, tanin, serta β-karoten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formula memiliki tekstur padat, homogen, dan beraroma oleum rose. Warna F1 tampak jingga kecoklatan, F2 berwarna jingga, dan F3 merah jingga. Nilai pH rentang aman untuk kulit pipi (4,5–6,5). Uji hedonik formula F2 dengan konsentrasi 20% yang paling disukai panelis. Uji stabilitas 30 hari menunjukkan tidak terjadi perubahan warna, aroma, maupun tekstur. Kesimpulan formulasi blush on stick dari ekstrak buah merah menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik, stabil, dan aman digunakan. Saran melakukan uji stabilitas jangka panjang, mikrobiologi, dan ketahanan warna.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Mencit (Mus musculus) Sanggel, Mariyo J; Taborat, Miranda; Citra, Aprilia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1097

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh tubuh, namun kadar yang berlebih dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Daun sirih hutan (Piper aduncum L.) diketahui mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia, efektivitas, dan dosis optimal ekstrak etanol 70% daun sirih hutan dalam menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain pre-post test control group. Sampel berupa daun sirih hutan segar yang diekstraksi menggunakan etanol 70%. Hewan uji mencit (Mus musculus) diinduksi hiperkolesterolemia menggunakan kuning telur dan hati ayam, kemudian diberikan ekstrak dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hutan mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan (p<0,05). Penurunan paling efektif terjadi pada dosis 400 mg/kgBB. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hutan (Piper aduncum L.) efektif menurunkan kadar kolesterol pada mencit, dengan dosis optimal 400 mg/kgBB. Penelitian ini dapat di kembangkan lebih  lanjut  mengenai  ekstrak  daun  sirih  hutan  (Piper  Aduncum  L.)  dengan  dosis yang  berbeda  hewan  uji  seperti  Tikus  atau  Kelinci  atau  menggunakan  metode ekstraksi yang berbeda dan menggunakan pelarut yang berbeda.