cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 209 Documents
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Nifas di PMB Nurul Hikmah Kecamatan Sungai Tiung Kabupaten Banjarbaru Naimah, Jannatun; Salmarini, Desilestia Dwi; TM, M. Fajriannor; Rahmawati, Dwi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1016

Abstract

Pendahuluan : Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan pemberian ASI Eksklusif 80%. Namun pemberian ASI Eksklusif di Indonesia pada kenyataannya masih rendahhanya 74,5%. Data profil Dinkes Provinsi Kalsel tahun 2021 bayi 0-6 bulan ASI Eksklusif dari 1.132 yang ASI Eksklusif adalah 469 bayi (41,4%).Berdasarkan studi pendahuluan pada 12 Mei 2023 di PMB Nurul Hikmah Banjarbaru, peneliti melakukan tanya jawab kepada 10 ibu nifas, 8 ibu (80%) sudah memberikan susu formula sejak lahir karena ASI sedikit dan merasa tidak cukup, 2 ibu (20%) ASInya cukup. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa factor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan, upaya memenuhi kecukupan ASI ibu nifas salah satunya dengan memberikan KIE dan pijat oksitosin ibu nifas untuk kelancaran produksi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini Menganalisa pengaruh pijatan oksitosin terhadap kecukupanASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan peelitian praeksperimental dengan tipeone group pretest-posttest design. Jumlah sampel 12 responden.Variabel penelitiannya pijat oksitosi dan kecukupan ASI ibu nifas.Data dianalisis menggunakan uji mc nemar. Hasil: Ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin di peroleh bahwa nilai p = 0,004< 0,05 dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Pada Ibu Nifas. Simpulan: Adanya perubahan pada ibu nifas sebelum dan sesudah dilakukan pijatan oksitosin diketahui bahwa sebelum di lakukan pijat oksitosin sebagia besar dari responden ASI nya kurang sedangkan sesudah dilakukan pijatan oksitosin hamper seluruh responden ASI nyacukup.
Hubungan Pengaruh Hormon Terhadap Kenaikan Berat Badan pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Puskesmas Tehang Widiastuti, Ayu; Zulliati; Haryono, Ika Avrilina; Hidayah, Nurul
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1017

Abstract

Pendahuluan: Masalah kependudukan merupakan salah satu masalah global yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program untuk dapat mengatasi masalah ini, yaitu program Keluarga Berencana (KB) yang dimulai sejak tahun 1968. Warga Indonesia sebanyak 61,4% memilih kontrasepsi suntik. Salah satu efek dari penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kenaikan berat badan. Tujuan: Menganalisis tentang hubungan pengaruh hormon dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Data dianalisis dengan uji statistic Fisher Extact. Hasil: Akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang mayoritas telah menggunakan selama >12 bulan sebanyak 24 orang (80%) dan mayoritas dari 30 responden sebanyak 24 (80%) akseptor KB suntik 3 bulan mengalami kenaikan berat badan. Nilai p value dengan uji fisher exact sebesar 0,007 (<0,05). Simpulan: Ada hubungan pengaruh hormon terhadap kenaikan berat badan pada akseptor KB Suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang sehingga diharapkan bidan dapat mengedukasi masyarakat terkait efek samping dan pencegahan dari kenaikan berat badan saat menggunakan KB suntik 3 bulan dengan mengatur pola makan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preeklampsi pada Ibu Bersalin di RSUD Kuala Kurun Tahun 2022 Anggraini, Annisa; Yunita, Laurensia; Ulfa, Ika Mardiatul; Istiqamah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1018

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu di Indonesia mengalami peningkatan, hingga pada data tahun 2022 Kementerian Kesehatan RI mencatat angka kematian ibu pada tahun 2022 berkisar 183 per 100 ribu kelahiran. Salah satu penyebabnya adalah kejadian preeklampsi yang merupakan komplikasi persalinan. Di RSUD Kuala Kurun didapatkan data bahwa kejadian preeklampsi merupakan komplikasi yang paling sering terjadi jika dibandingkan dengan jenis komplikasi lainnya dalam 3 tahun terakhir. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preeklampsi pada ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022 yang mengalami komplikasi berupa preeklampsi sejumlah 57 orang. Data penelitian berupa data sekunder yang tercatat dalam rekam medik dan register ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Sebanyak 49 orang (86%) kejadian preeklampsi di RSUD Kuala Kurun tahun 2022 adalah preeklampsi berat, 49 orang (86%) paritas ibu yang berisiko, 46 orang (80,7%) usia ibu yang tidak berisiko. Terdapat pengaruh paritas ibu (0,001), usia ibu (0,037) dan riwayat hipertensi (0,001) dengan preeklampsi pada ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun tahun 2022. Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi preeklampsi pada ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun tahun 2022 adalah paritas, usia dan riwayat hipertensi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri Irnayanti; Yuliana, Fitri; Noval; Yunita, Laurensia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1019

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang tidak periksa dengan teratur akan terjadi komplikasi lanjut yang bisa mengakibatkan kematian ibu serta bayi. Angka capaian kunjungan kehamilan (K4) di Puskesmas Tumbang Miri dalam 3 tahun terakhir menunjukkan angka yang fluktuatif. Pada tahun 2022 terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 54,4%. Angka capaian ini masih jauh dari angka yang ditargetkan, yaitu 85% kunjungan kehamilan (K4). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. Metode: Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang tercatat di Puskesmas Tumbang Miri hingga Bulan Mei 2023, sejumlah 30 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 13 orang (43,3%), tidak mendapat dukungan dari suami dalam melakukan kunjungan kehamilan sebanyak 22 orang (73,3%), memiliki jarak rumah yang jauh menuju pelayanan kesehatan yaitu sebanyak 24 orang (80%) dan tidak teratur dalam melakukan kunjungan kehamilan yaitu sebanyak 19 orang (63,3%). Terdapat pengaruh pengetahuan (0,001), dukungan suami (0,028) dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan (0,016) terhadap kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri adalah pengetahuan, dukungan suami dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan.
Identifikasi Komplikasi Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Tumbang Napoi Aswanti; Lathifah, Nur; Suhartati, Susanti; Dona, Sismeri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1020

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data Puskesmas Tumbang Napoi dari tahun 2020 s/d 2022 ditemukan 1 kematian ibu dan 3 kematian bayi ,terjadi kasus komplikasi pada tahun 2020 sebanyak 10 dari 45 ibu hamil (22%). Tujuan: Mengidentifikasi komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tumbang Napoi berdasarkan usia dan paritas. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 orang ibu hamil dan bersalin. Hasil: Hasil penelitian komplikasi kehamilan Abortus spontan, Kehamilan ektopik, Hiperemsis gravidarum, Anemia, Demam tinggi, Perdarahan antepartum, Ketuban pecah diniberdasarkan usia yang paling banyak mengalami komplikasi yaitu pada usia 20-35 tahun, anemia 7 orang, abortus spontan 5 orang. Berdasarkan paritas menunjukkan komplikasi kehamilan tertinggi terjadi pada paritas nulipara, dengan kejadian terbanyak abortus spontan dan anemia. komplikasi persalinan adalah Pendarahan, Infeksi persalinan, Preeklamsia dan eklamsia, Partus lama. Berdasarkan usia terbanyak pada usia > 35 tahun yaitu pendarahan dan paritas grandemultipara perdarahan. Simpulan: Komplikasi kehamilan paling banyak terjadi adalah anemia,banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paritas multipara. Komplikasi persalinan terbanyak adalah perdarahan dan partus lama, perdarahan ini paling banyak terjadi pada kelompok usia > 35 tahun dan paritas grandemultipara.
Hubungan Work Life Balance Dan Stres Kerja Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Listiana, Dita; Elasari, Yunina; Nugroho, Tri Adi; Wijayanto, Wisnu Probo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.904

Abstract

Pendahuluan: Kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo masih kurang baik, yang disebabkan oleh ketimpangan work-life balance dan stres kerja. Perawat yang kurang mampu dalam melaksanakan kehidupan pribadi mereka dan jam kerja yang kurang optimal dari pihak rumah sakit dapat menyebabkan stres kerja fisik pada perawat terhadap kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan work life balance dan stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dan stres kerja dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Tjokrodipo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Gamma. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 sampai 26 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas asuhan keperawatan diperoleh sebanyak 52,7%, work-life balance 47,3%, dan stres kerja 41,8%. Hasil data bivariat menunjukkan adanya hubungan antara work-life balance dan kualitas asuhan keperawatan dengan nilai p = 0,018 (< 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan nilai (p=0,015) <0,05. Simpulan: Untuk meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, pihak administrasi rumah sakit bermaksud memodifikasi jam kerja guna mengurangi stres yang dialami perawat di tempat kerja serta memberikan pelatihan pengawasan kepada mereka.
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Guajava Linn.) Untuk Pengobatan Luka Bakar Dengan Konsentrasi Basis Hidrokarbon Nur Hikmah, Siti; Mukti, Yusuf Anggoro; Santoso, Blegoh Iwan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1038

Abstract

Pendahuluan: Tanaman Psidium guajava Linn. atau jambu biji merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai terapi luka bakar. Ekstrak etanol daun jambu biji diketahui mampu mempercepat proses penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan salep ekstrak etanol daun jambu biji dengan variasi konsentrasi basis hidrokarbon serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Salep diformulasikan dalam tiga variasi basis hidrokarbon yaitu 30%, 35%, dan 40%. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi berbentuk semipadat, berwarna hijau, berbau khas daun jambu biji, serta homogen. Nilai pH berturut-turut sebesar 5,60; 5,93; dan 5,88 masih berada dalam rentang pH kulit. Daya sebar masing-masing sebesar 5,35 cm; 5,39 cm; dan 5,42 cm, sedangkan daya lekat masing-masing sebesar 5,47 detik; 6,12 detik; dan 6,25 detik. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut, seluruh formulasi memenuhi persyaratan sediaan topikal dan berpotensi digunakan sebagai terapi luka bakar.
Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di RT. 02/RW.01 Di Desa Tumbang Mahuroi Arif, Proditus; Rahmadani, Rahmadani; Rohama, Rohama; Aryzki, Saftia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1046

Abstract

Pendahuluan : Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik merupakan faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan obat dan resistensi bakteri. Tujuan : Untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik dan hubungannya dengan perilaku penggunaan antibiotik di Desa Tumbang Mahuroi RT.2, Kabupaten Gunung Mas. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur karakteristik demografis, tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotik. Hasil : Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan antibiotik, yaitu sebanyak 33 orang (84,62%), sedangkan 6 orang (15,38%) memiliki tingkat pengetahuan tidak baik. Meskipun demikian, masih ditemukan kekeliruan pada aspek penting seperti indikasi penggunaan, aturan konsumsi, penyimpanan sisa obat, dan risiko resistensi antibiotik, sehingga edukasi berkelanjutan tetap diperlukan, mayoritas berada pada kelompok usia 16–28 tahun (51,28%), dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang antara perempuan (51,28%) dan laki-laki (48,72%). Sebagian besar responden berpendidikan SMA (48,72%) dan bekerja sebagai petani serta pelajar/mahasiswa (masing-masing 28,21%). Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan turut memengaruhi akses informasi serta pemahaman terkait penggunaan antibiotik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik. Kesimpulan : Semakin baik tingkat pengetahuan seseorang, semakin rasional penggunaan antibiotik yang dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik masyarakat untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang tepat dan mencegah resistensi.
Analisis Pertumbuhan Dan Pola Hemolisis Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Darah Kambing Jawa Dan Agar Darah Domba Janah, Nur Intan Raodlotul; Khusna, Umi Nihayatul
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1048

Abstract

Blood agar merupakan media kultur mikrobiologi yang digunakan untuk mengamati pertumbuhan serta pola hemolisis bakteri, khususnya Staphylococcus aureus. Media ini umumnya menggunakan darah domba karena mampu menunjukkan pola hemolisis dengan jelas. Namun, keterbatasan ketersediaan dan tingginya biaya di Indonesia menjadi kendala dalam penggunaannya. Oleh karena itu, darah kambing Jawa berpotensi digunakan sebagai alternatif karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, serta lebih ekonomis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan dua perlakuan dan tiga kali pengulangan. Tahapan meliputi defibrinasi darah, pembuatan media, inokulasi Staphylococcus aureus (ATCC 25923), serta pengamatan morfologi koloni, jumlah koloni, pola hemolisis, dan diameter zona hemolisis. Hasil menunjukkan morfologi koloni seragam (circular, tepi entire, elevasi convex) dan 100% isolat menghasilkan hemolisis β pada kedua media. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,487 pada jumlah koloni dan 0,637 pada diameter zona hemolisis (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua media. Dengan demikian, darah kambing Jawa memiliki kemampuan sebanding dengan darah domba dalam mendukung pertumbuhan dan aktivitas hemolisis S. aureus, sehingga berpotensi sebagai alternatif media blood agar yang lebih ekonomis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lansia Di Wilayah Puskesmas Tumbang Rahuyan Soradi, Evan; Budi, Setia; Hidayah, Nur; Rahmadani, Rahmadani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1051

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular pada lansia yang memerlukan terapi jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi, yang salah satunya berkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien tentang hipertensi dan pengobatannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien lansia penderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan dalam minum obat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang hingga tinggi dan sebagian besar responden tergolong patuh dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia (p < 0,05). Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan Sebanyak 40,0% responden memiliki kepatuhan rendah, 33,3% kepatuhan sedang, dan 26,7% kepatuhan tinggi dalam penggunaan obat antihipertensi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia (p < 0,05), sehingga peningkatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi.