cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Analisis Kondisi Sanitasi Dasar Dan Higiene Personal Pada Penderita Diare Di Kelurahan Nalu Nur Rismawati; Rolinsa; Yeni Yulita Larope
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1211

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan dan higiene personal. Kelurahan Nalu sebagai bagian dari wilayah kerja Puskesmas Baolan memiliki potensi faktor risiko lingkungan yang berkontribusi terhadap kejadian diare. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi sanitasi dasar dan higiene personal pada kasus diare di Kelurahan Nalu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Populasi adalah seluruh penderita diare yang tercatat di Kelurahan Nalu sebesar 114, teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling sehingga diperoleh 89 sampel. Variabel yang dianalisis meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban sehat, SPAL, pengelolaan sampah, CTPS, serta praktik buang air besar. Analisis data dilakukan secara univariat melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki sumber air bersih yang memenuhi syarat (96,63%), jamban sehat (95,51%), SPAL memenuhi syarat (82,93%) dan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat (53,75%). Pada aspek personal higiene, 79,78% responden memiliki praktik CTPS yang baik. Sebagian besar responden melakukan BAB di jamban (95,51%), tetapi masih terdapat 4,49% yang BAB sembarangan. Disimpulkan bahwa masalah utama pada kasus diare di Kelurahan Nalu terletak pada pengelolaan sampah rumah tangga yang belum baik, praktik CTPS yang belum optimal, serta masih adanya buang air besar sembarangan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Pelembab Wajah Sintya; Tri danang kurniawan; Samwilson Slamet; Dwi Kurnia Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1214

Abstract

Perawatan wajah penting untuk menjaga kesehatan kulit serta mencegah masalah seperti kulit kering, kusam, dan iritasi. Salah satu produk perawatan kulit yang banyak digunakan adalah toner. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi toner ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai pelembab wajah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Ekstraksi daun sirih hijau dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan beraroma lavender. Nilai pH berada pada rentang 5,67–6,47 dan viskositas 1,21–3,83 cPs sehingga memenuhi standar toner. Formula F3 memberikan kelembapan terbaik sebesar 66,39%. Uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formula aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi iritasi. Berdasarkan uji hedonik, formula F2 dan F3 paling disukai oleh panelis. Toner ekstrak daun sirih hijau berpotensi dikembangkan sebagai pelembab wajah alami yang aman dan efektif.
Hubungan Kompetensi Kepemimpinan Dan Kemampuan Manajerial Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Pasca Bedah Yosephine Br sitepu; Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea; Lyna Magdalyna Naulinta Hutapea
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1216

Abstract

Latar Belakang: Ruang perawatan pasca bedah merupakan area kritis yang menempatkan perawat pada tuntutan kompetensi yang sangat tinggi. Dua kompetensi yang diyakini memengaruhi mutu pelayanan di unit ini adalah kepemimpinan klinis dan kemampuan manajerial, namun bukti empiris mengenai kekuatan hubungan keduanya secara bersamaan dengan kualitas asuhan masih terbatas, khususnya di konteks ruang pasca bedah. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kompetensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial perawat dengan kualitas asuhan keperawatan di Ruang Pasca Bedah Rumah Sakit Setiabudi, baik secara parsial maupun simultan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional analitik pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana aktif berjumlah 50 orang dan diambil secara total sampling. Instrumen kuesioner berskala Likert telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil: Mayoritas responden berusia 26–30 tahun (48,0%), berpendidikan S1 Keperawatan/Ners (58,0%), dan berpengalaman kerja 2–5 tahun (54,0%). Terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara kompetensi kepemimpinan dengan kualitas asuhan (r=0,794; p=0,000) dan antara kemampuan manajerial dengan kualitas asuhan (r=0,768; p=0,000). Secara parsial, kepemimpinan (β=0,461; p=0,000) dan kemampuan manajerial (β=0,428; p=0,000) masing-masing berpengaruh signifikan. Secara simultan keduanya menjelaskan 78,4% variasi kualitas asuhan (R²=0,784; F=321,452; p=0,000). Kesimpulan: Kompetensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial berhubungan kuat serta berpengaruh signifikan terhadap kualitas asuhan keperawatan di ruang pasca bedah. Peningkatan kedua kompetensi secara bersamaan merupakan strategi kunci dalam upaya peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Pengaruh Metode Maserasi dan Soxhletasi terhadap Kadar Total Flavonoid dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Mangga Gedong Gincu (Manifera indica L.) Pramudya Pratama; Vriezka Mierza; Aliya Azkia Zahra
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1218

Abstract

Kulit mangga gedong gincu (Mangifera indica L.) merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif, terutama flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode maserasi dan soxhletasi terhadap kadar total flavonoid serta aktivitas antibakteri ekstrak kulit mangga gedong gincu terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi dan soxhletasi. Ekstrak kemudian diuji melalui skrining fitokimia, karakterisasi simplisia, kromatografi lapis tipis (KLT), penetapan kadar total flavonoid metode aluminium klorida (AlCl₃) menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta uji aktivitas antibakteri metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Ekstrak hasil soxhletasi menghasilkan kadar total flavonoid lebih tinggi dibandingkan maserasi serta menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Aktivitas antibakteri terhadap S. aureus lebih besar dibandingkan E. coli. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antibakteri. Metode soxhletasi dinilai lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak dengan kandungan flavonoid dan aktivitas antibakteri optimal.
Transformasi Nutraceutical Jelly Candy Sisik Bandeng dan Bungga Rosella sebagai Potensi Antioksidan Alami Elly Purwati; Erna Fitriany; Fahmi Ardianti Purnawiranita; Ach. Zakyah Al Fauzi; Achmad Misbhakul Maulana; Lailatul Fitri Khalimatus Sya’diyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1219

Abstract

Pendahuluan: Penuaan dini merupakan kondisi degeneratif pada kulit yang terjadi akibat paparan radikal bebas, baik yang berasal dari proses metabolisme tubuh maupun faktor eksternal seperti radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan kolagen dan antioksidan dari kombinasi ekstrak limbah sisik ikan bandeng (Chanos chanos) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang diformulasikan dalam sediaan permen jelly sebagai intervensi anti-penuaan dini. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan tiga formulasi, yaitu F1 (0%:0%), F2 (5%:2%), dan F3 (10%:3%). Ekstraksi kolagen dilakukan melalui pretreatment NaOH 0,05 M selama 8 jam dan hidrolisis menggunakan CH₃COOH 0,3 M selama 72 jam, sedangkan ekstrak bunga rosella diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 72 jam. Evaluasi meliputi rendemen ekstrak, skrining fitokimia, uji protein, pengukuran pH, dan uji organoleptik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak protein sebesar 18% dan ekstrak rosella sebesar 20%. Skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, triterpenoid, alkaloid, saponin, dan tanin pada ekstrak rosella, sedangkan uji ninhidrin menunjukkan keberadaan gugus amino sebagai indikasi kandungan kolagen. Nilai pH seluruh formulasi berada pada rentang 5–7 dan memenuhi standar SNI 3547.2:2008. Berdasarkan uji organoleptik, formulasi F2 (5%:2%) menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi pada aspek warna, tekstur, aroma, dan rasa. Simpulan: Formulasi F2 (5%:2%) merupakan formulasi optimal dengan karakteristik fisik, sensori, dan tingkat penerimaan panelis terbaik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional anti-penuaan dini berbasis bahan alam.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungaan Dengaan Kinerja Perawat Dalam Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Di Rsu Royal Prima Medan Almina Rospitaria Tarigan; Ermi Girsang; Elis Anggeria
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1220

Abstract

Keselamatan pasien menjadi tolak ukur utama untuk menilai mutu pelayanan kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh performa perawat sebagai tenaga medis, yang sering kali berinteraksi langsung dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi lebih lanjut elemen-elemen yang mendukung perawat dalam menjalankan tugasnya secara efektif untuk memastikan keamanan serta keselamatan setiap pasien di RSU Royal Prima Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Informasi didapatkan melalui kuesioner yang telah teruji untuk validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan teknik univariat, serta bivariat dengan menggunakan uji Pearson, dan multivariat dengan regresi linear ganda. Hasilnya dari pengamatan yang dilakukan, sebanyak 60,7% perawat berada dalam kategori kinerja yang baik, menunjukkan standar profesionalisme yang terjaga. Semua variabel independen, yaitu pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,010), motivasi (p=0,003), supervisi (p=0,001), ketersediaan SOP (p=0,020), dan beban kerja (p=0,028), memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat. Supervisi adalah faktor utama (B=0,325), sementara beban kerja memiliki pengaruh negatif (B=-0,230). Secara statistik, kita dapat melihat bahwa 68,5% dari kinerja perawat dipengaruhi oleh variabel-variabel yang kita amati dalam penelitian ini.  Disimpulkan bahwa peningkatan kerja perawat membutuhkan metode manajerial yang lengkap, terutama dengan meningkatkan supervisi dan mengelola beban kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersamaan tugas perawat dalam usaha mencegah kecelakaan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh enam faktor, yaitu pengetahuan, sikap, motivasi, supervisi, keberadaan standar operasional prosedur, serta beban kerja. Di antara enam faktor tersebut, supervisi adalah faktor yang paling utama, sedangkan beban kerja memberikan dampak yang berlawanan (negatif) terhadap kinerja. Model regresi yang dibuat dalam penelitian ini dapat menjelaskan 68,5% variasi yang terjadi pada kinerja perawat.
Karaktertistik Urine Dengan Pola Resistensi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih Di Beberapa Rumah Sakit Kota Manado Michael Vallery Loueis Tumbol; Indra Elisabet Lalangpuling; Gabriella Lelengboto; Novri Lorens Nontah; Risti A.D Hasan; Vutry Osyania Sasauw
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1222

Abstract

Di Indonesia prevalensi ISK berkisar antara 5-15 % dengan jumlah penderita mencapai 90-100 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Bakteri menjadi penyebab ISK adalah Escherichia coli, Klebsiella, dan Staphylococcus sp. Pengobatan utama ISK adalah antibiotik, masalahnya sudah terjadi resistensi bakteri. Pemeriksaan laboratorium diawali dengan urinalysis dan menjadi petunjuk awal adanya ISK. Berdasarkan hal diatas, adalah bagaimana hubungan karakteristik urine dan pola resistensi bakteri ISK di beberapa rumah sakit di Kota Manado. Jenis penelitian studi cross-sectional bertujuan mengetahui karakteristik urine dan pola resistensi bakteri penyebab ISK di beberapa rumah sakit Kota Manado pada bulan Januari-Juni 2024. Karakteristik utama urine ISK adalah warna kuning cerah, bau amoniak, urine keruh, positif bakteri, pH 5.0 - 6.0, berat jenis 1,005 - 1,030, positif protein, eritrosit, dan leukosit esterase. Pola resistensi bakteri penyebab ISK pada penelitian ini adalah bakteri E.coli telah resisten terhadap Ampicillin (67%), ceftriaxone (63%), dan cefoxitin (50%); Enterobacter aerogenes dan Pseudomonas aeruginosa telah resisten terhadap Ampicillin (59%) dan cefoxitin (63%); Klebsiella pneumoniae telah resisten terhadap Ceftriaxone (50%) dan Staphylococcus aureus telah resisten terhadap Ampicillin (50%), Clindamycin (54%). Terdapat hubungan karakteristik warna urine, leukosit esterase dan jenis bakteri, dan tidak terdapat hubungan kejernihan urine, bau urine, pH urine, protein urine, eritrosit dalam urine dan berat jenis urine penderita ISK dengan pola resistensi antibiotika.
Formulasi Gel Tabir Surya Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terpurifikasi Dan Penentuan Nilai SPF Rike Pefsika; Tri Danang Kurniawan; Dessy Triana; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1225

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga perlu dikembangkan produk tabir surya yang berbahan alami. Daun ketapang (Terminalia catappa L.) mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak daun ketapang terpurifikasi serta mengevaluasi sifat fisik sediaan serta nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak F0, F1 (0,01%), F2 (0,02%), dan F3 (0,03%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam ekstrak terpurifikasi. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 4,83–6,90, daya sebar 5,65–6,12 cm, daya lekat 5,29–8,52 detik, dan viskositas 28.779–44.571 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 2,258 ± 0,638. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun ketapang terpurifikasi menunjukkan aktivitas fotoprotektif dalam bentuk gel, namun efektivitasnya masih terbatas sehingga diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan nilai SPF.
Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Di SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung Tahun 2025 Rilyani Azizah; Rilyani; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1226

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi, dan sosial. Pada tahap ini, teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku remaja. Pengaruh teman sebaya dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perkembangan individu. Jika pengaruh yang diterima bersifat negatif, hal ini dapat mendorong munculnya perilaku menyimpang seperti bullying. Berdasarkan data Dinas PPPA Provinsi Lampung tahun 2025, terdapat 392 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 36,2% terjadi di tingkat SMP. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung menunjukkan bahwa perilaku bullying masih cukup tinggi dan dukungan teman sebaya belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying di sekolah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying pada siswa SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 426 siswa kelas VIII dengan sampel 243 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku bullying kategori tinggi (43,6%) dan dukungan teman sebaya kategori sedang (60,1%). Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying. Kesimpulan: Dukungan teman sebaya terbukti berperan signifikan dalam memengaruhi perilaku bullying pada siswa. Semakin tinggi tingkat dukungan yang diterima, semakin rendah kecenderungan siswa untuk terlibat dalam perilaku bullying. Oleh karena itu, penguatan dukungan teman sebaya menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan kondusif bagi perkembangan siswa.
Hubungan Daya Tanggap (Responsiveness) Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2025 Alya Rahma Salsabila; Andoko; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1227

Abstract

Pendahuluan: Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah unit vital yang menangani kasus darurat, di mana prinsip "Time Saving is Life Saving" sangat berlaku. Mutu pelayanan di IGD, khususnya daya tanggap perawat (responsiveness), menjadi penentu utama kepuasan keluarga pasien. Secara nasional, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan IGD masih 84,6%, di bawah target nasional ≥90%. Di Provinsi Lampung, tingkat kepuasan keluarga pasien dilaporkan 82,3%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya tanggap (responsiveness) perawat terhadap tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien di IGD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada periode penelitian, sebanyak 1.770 individu. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan dimensi SERVQUAL, yang diukur dengan skala Likert. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai daya tanggap responsiveness perawat dalam kategori kurang baik (54.4%), sedangkan kategori baik sebesar (45.6%). Tingkat kepuasan keluarga pasien dalam kategori tidak puas sebesar (61.5%), sedangkan kategori puas sebesar (38.5%). Kesimpulan: Hasil uji Spearman diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,363, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara daya tanggap perawat dan tingkat kepuasan keluarga pasien.