cover
Contact Name
Gerson Frans Bira
Contact Email
gersonbira@yahoo.co.id
Phone
+6281246616131
Journal Mail Official
jaspeternakanunimor20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Eltari Km. 9, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. 85613.
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JAS (Journal of Animal Science)
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 25021869     DOI : https://doi.org/10.32938/ja.v7i3
Journal of Animal Science (JAS) memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus dalam bidang Ilmu Peternakan yang mencakup Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Reproduksi Ternak, Pemuliaan Ternak, Kesehatan Hewan, Teknologi Hasil Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan.
Articles 78 Documents
Microsatellite (RM20A, RM241, and RM315) Amplification of Panic Grass DNA (Panicum maximum) Gananto, Adrian Ramadhan; Islami, Romi Zamhir; Mansyur, Mansyur; Pramudyawardani, Estria Furry
JAS Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Oktober 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forage is a very important element for livestock development as they need it to survive, produce and reproduce. The forages that is often used is panic grass (Panicum maximum) which is a feed grass from the African plains, widely used in various regions of Indonesia. This grass is used for their high nutritional value, the ability to adapt various types of soil and weather, and usage as an ideal or high quality “cut and carry” grass for beef and dairy cattle. Forage cultivation by considering plant genetics can improve the quality of all types of forage inherited from the parent hence increase the productivity of feed crops and support livestock development. This can be done with molecular marker, which is a technology that can confirm target genes effectively, efficiently and accurately and are not influenced by environmental factors. Among the markers or molecular markers currently available, microsatellites or Simple Sequence Repeats (SSR) have become a marker system that is commonly used because of its various advantages, namely that it can be amplified by Polymerase Chain Reaction using primers that combine sequences in the target DNA. In this research, genes that carry leaf-rolling, plant height, and fertility-restoring properties that have previously been identified in rice plants will be tested on panic grass using RM20A, RM241, RM315. After being visualized using electrophoresis gel, it can be concluded that RM241 had the best result as it has clear amplification result and polymorphic bands with effectiveness and polymorphism levels of 75% and 100% respectively.
Analisis Kimia dan Mikrobiologi Dadiah yang diperkaya Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.): Peluang Produk Fermentasi Sehat Jannah, Hidayatul; Endra Pratama, Yudha; Refi Anggraini, Okta; Fatdillah, Haezah; Sarly Riani, Uci; Febi, Febi; Putri, Kharisma
JAS Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Oktober 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dadiah merupakan sumber daya lokal yang berasal dari daerah Sumatera Barat, terbuat dari susu kerbau yang difermentasi selama 24-48 jam di dalam tabung bambu secara anaerob. Pada penelitian ini dilakukan penambahan ekstrak kulit manggis ke dalam dadiah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari dadiah sebagai pangan fungsional sumber probiotik dan juga antioksidan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan berupa penambahan ekstrak kulit manggis sebanyak 0%, 1%, 2%, dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis ke dalam dadiah berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar air 83,87-85,04%,  kadar lemak 4,68-7,34%, TPC 16,20-23,90 x 105 CFU/ml, dan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar  protein 4,85-6,21% serta total BAL 3,75-8,95 x 109 CFU/ml. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis ke dalam dadiah sebanyak 2% mempertahan dan meningkatkan kualitas dadiah.
Enkapsulasi dengan Metode Ioniglasik dalam Additive Pakan ditinjau dari Produktivitas Ayam Broiler Ambarwati, Lilis; Marsudi, Marsudi; Ina T, Nur; Novianti, Novianti; Basri, Basri
JAS Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Oktober 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enkapsulasi merupakan salah satu metode untuk melindungi zat aktif dalam suatu bahan pakan agar tidak mengalami kerusakan akibat perubahan temperatur dan pH pada organ pencernaan, sehingga akan meningkatkan performa dan  kesehatan ternak. Metode ioniglasik merupakan teknik enkapsulasi untuk melindungi zat aktif dapat sampai target sasaran pada usus halus sehingga dapat dicerna secara efisien. Buah buni dan soppeng memiliki antioksidan yang tinggi dan mengandung flavonoid dapat menjadi additive alami dalam pakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan teknik enkapsulasi  dengan penambahan citosan udang dan STTP pada pakan. Bahan yang digunakan adalah 120  DOC umur 1 hari  dari PT. Charoen Pokphand dengan strain cobs, berat 48 g, buah buni, buah soppeng, citosan, trypholypsopat, asam sitrat, peralatan seperti kandang metabolis 120 unit, tempat pakan, tempat minum, termohigrometer dan recording. Percobaan terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan terdiri atas P0= pakan komersil (kontrol), P1= pakan komersil + 1% enkapsulasi buni, P1 = pakan komersil + 1% enkapsulasi soppeng, dan P3 = pakan komersil + 1% enkapsulasi buni dan soppeng. Parameter yang diamati tampilan terdiri atas  konsumsi ransum, efisiensi ransum, pertambahan berat badan harian, berat karkas serta berat lemak abdominal ayam broiler. Hasil percobaan menunjukan bahwa penambahan enkapsulasi buni dan soppeng berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap efisiensi ransum, PBBH, berat karkas serta lemak abdominal namun belum berpengaruh signifikan terhadap konsumsi ayam broiler. Teknik enkapsulasi buah buni dan soppeng dengan level 1% pada perlakuan P3 memiliki produktivitas terbaik dan dapat digunakan sebagai feed additive dalam ransum ayam broiler.
Pendugaan Umur Simpan (Shelf-Life) Sosis Ayam Dengan Penambahan Tepung Jamur Tiram Putih Menggunakan Metode Extended Storage Studies (ESS) Sari, Dewiarum; Maharani, Cindy Selya
JAS Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Oktober 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui umur simpan sosis ayam dengan metode Extended Storage Studies (ESS). Pengamatan dilakukan 3 hari sekali selama 30 hari penyimpanan atau hingga sampel melampaui batas kritis. Parameter penelitian berfokus pada nilai WHC, nilai pH, dan nilai FFA sosis ayam. Sampel sosis disimpan pada refrigerator dengan suhu (±4°C) menggunakan kemasan selongsong selulosa sebagai kemasan primer dan toples Polyethylene Terephthalate (PET) sebagai kemasan sekunder. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dengan memplotkan data ke dalam grafik partially staggered design hingga didapatkan persamaan rumus y = Bx + A, dimana x merupakan masa simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan sosis ayam dengan penambahan tepung jamur tiram putih menggunakan metode ESS berdasarkan parameter WHC memiliki masa simpan selama 26 hari 1 jam 46 menit, berdasarkan parameter pH memiliki masa simpan selama 20 hari 0,2 jam 13 menit, dan berdasarkan parameter FFA memiliki masa simpan selama 35 hari 14 jam 24 menit.
Nilai Pertumbuhan dan Produksi Turi (Sesbania glandiflora) Fase Awal pada Aplikasi Bahan Organik dari Feces Ternak yang Telah diperkaya Neonnub, Jefrianus; Banu, Marselinus; Feka, Wolfhardus Vinansius; Dethan, Agustinus Agung
JAS Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Oktober 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pertumbuhan dan produksi awal tanaman turi  yang diberi perlakuan bokashi berbahan dasar feses ternak berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, dimulai dari September sampai November 2021 bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Metode Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diuji terdiri dari R0: tanpa bokashi (Kontrol); R1: Bokashi feses ayam; R2: Bokashi feses sapi; R3: Bokashi feses kambing. Variabel yang diamati terdiri dari Tinggi tanaman (cm), Diameter batang (cm), Jumlah tangkai daun dan Berat segar Tanaman (gr) Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk Bokashi padat berbahan dasar Feses berbeda berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertumbuhan dan produksi awal turi dimana aplikasi bokashi berbahan dasar feces kambing menghasilkan  tinggi tanaman (18,21 cm), Diameter batang (0,44 mm), jumlah tangkai daun (9,04 tangkai) dan Berat segar tanaman (36,37gram). Disimpulkan bahwa penggunaan bokashi berbahan dasar feces berbeda dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi awal turi.
Kualitas Spermatozoa Kambing Saanen Hasil Separasi Seks Menggunakan Bovine Serum Albumin Dengan Perbandingan Konsentrasi Berbeda Setiawan, Pandu
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi separasi seks spermatozoa adalah teknologi yang dapat membuat pemisahan spermatozoa yang mengandung kromosom X dan Y, sehingga memungkinkan pembiakan ternak secara selektif berdasarkan jenis kelamin yang diinginkan agar dapat memberikan keuntungan lebih bagi peternak. Penggunaan medium bovine serum albumin (BSA) dalam riset ini bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa yang dihasilkan dari separasi seks dengan melihat kualitas spermatozoa berdasarkan motilitas individu dan viabilitas spermatozoa. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan gradien atau konsentrasi BSA dengan P1 5:10% dan P2 15:20%. Materi penelitian yang dipakai adalah semen segar yang didapat dari seekor Kambing Saanen jantan berumur dua tahun yang diberi pakan hijauan dan konsentrat. Penelitian separasi seks spermatozoa dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode kolom albumin dengan perlakuan konsentrasi BSA yang berbeda. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji t test berpasangan dengan ulangan sebanyak delapan kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas individu spermatozoa pada P1 konsentrasi 5% = 64,30 ± 5,43% dan 10% =  64,61 ± 9,69% sedangkan pada P2 konsentrasi 15% = 57,22 ± 5,29%  dan 20% = 54,58 ± 2,55% dan viabilitas spermatozoa rata-rata pada konsentrasi P1 konsentrasi 5% = 71,66 ± 11,80% dan 10% = 84,03 ± 6,61% sedangkan pada P2 konsentrasi 15% = 79,47 ± 4,51% dan 20% = 78,20 ± 5,17%. Disimpulkan bahwa spermatozoa dengan konsentrasi BSA 5:10% memiliki kualitas berdasarkan viabilitas dan motilitas individu yang lebih baik daripada spermatozoa dengan konsentrasi BSA 15:20%.
Prevalensi Fasciola sp. pada Sapi di Rumah Potong Hewan Payakumbuh Zelpina, Engki
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasciolosis adalah penyakit parasitik yang disebabkan oleh cacing pipih dari genus Fasciola, yang mempengaruhi ternak ruminansia seperti sapi. Penyakit ini memiliki dampak ekonomi signifikan karena penurunan produktivitas, kualitas daging, dan peningkatan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi fasciolosis pada sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Payakumbuh. Pengambilan sampel feses dilakukan di RPH Payakumbuh dengan jumlah 30 sampel, yang dianalisis menggunakan metode flotasi dan sedimentasi untuk mendeteksi keberadaan Fasciola sp. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infeksi Fasciola sp. pada sampel feses sebesar 33,3%. Prevalensi berdasarkan umur bahwa pada sapi yang berumur ≥8 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Jenis kelamin, prevalensi pada sapi jantan adalah 28,57%, dan pada sapi betina adalah 30,43%. Bangsa sapi, prevalensi infeksi tertinggi ditemukan pada sapi Brahman Cross (50%), diikuti oleh Simmental (30%) dan Peranakan Ongole (25%). Penelitian ini memberikan data penting bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk meningkatkan strategi pengendalian penyakit serta meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya pencegahan fasciolosis, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.
Kualitas Es Krim Dengan Penambahan Air Nira Aren Sebagai Pemanis Alami Irfan, Muhammad; Ningtias, Weny Dwi; Mukhlisah, Andi Nurul; Syah, Setiawan Putra
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu dalam bidang peternakan dapat dibuat menjadi produk es krim yang merupakan salah satu dairy produck (produk olahan susu). Penggunaan pemanis alami dalam pembuatan es krim dapat memberi nilai tambah, salah satu pemanis alami yang dapat digunakan adalah air nira aren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kulitas es krim dengan penambahan air nira aren sebagai pemanis alami. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu N0 = kontrol, N1= 30% air nira aren (v/v), N2= 40% air nira aren (v/v), dan N3= 50% air nira aren (v/v). Hasil penelitian menunjukkan untuk uji mutu hedonik berpengaruh nyata (P < 0,05) dengan nilai tertinggi pada skala warna N0 = 4,67 (putih), rasa tertinggi pada N2 = 3,19 (agak manis), aroma tertinggi pada N3 = 2,38 (agak beraroma nira aren), dan tekstur dengan nilai tertinggi N0 = 4,32 (lembut). Uji hedonik berpengaruh nyata (P<0,05) dengan nilai rata-rata tertinggi pada N0 = 4,41 (suka). Uji daya leleh tertinggi pada N3 = 24 menit dan overrun tertinggi pada N3 = 63,03. Kesimpulan penambahan air nira aren pada es krim dengan konsentrasi yang berbeda meningkatkan waktu pelelehan es krim, overrum es krim, dan memberikan pengaruh nyata terhadap uji mutu hedonik dan uji hedonik.
Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Busi (Melochia umbellata) di Daerah Lahan Kering Menurut Interval Pemangkasan Sulistijo, Edi Djoko
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman busi merupakan salah satu jenis tumbuhan asli dan eksotik yang berpotensi untuk pengembangan di daerah lahan kering yang telah teridentifikasi, namun informasi mengenai hasil dan kualitas hijauan yang dihasilkan dan bagaimana hal ini dipengaruhi oleh interval pemangkasan masih terbatas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah interval pemangkasan 8, 12, dan 16 minggu. Selain itu, dilakukan juga uji perbandingan berpasangan antara hasil interval 8 minggu dan akumulasinya dengan 8 minggu selanjutnya. Hasil penelitian pada parameter jumlah tunas, panjang tunas, rasio batang dan daun, kandungan BK, kandungan BO, produksi BS per pohon, produksi BK per pohon, dan produksi BO per pohon tanaman busi (Melochia umbellata) diukur pada minggu ke 8, minggu ke – 12, dan minggu ke - 16 yang ditanam di lahan kering tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05). Kemampuan pertumbuhan dan produksi tanaman busi yang ditanam pada lahan kering dengan interval umur pemotongan minggu ke 8, minggu ke 12, dan minggu ke 16 tidak berbeda nyata namun terdapat respon pertambahan panjang tunasnya yang menunjukkan masih mampu memproduksi hormon pertumbuhan sekalipun ditanam pada lahan kering.
Peran Limbah Sawit Fermentasi Dengan Pleurotus ostreatus Dalam Komposisi Ransum terhadap Kualitas Internal Telur Puyuh Gusri, Rahmat; Nuraini; Mirzah; N. G. A. Mulyantini; Ni Putu F. Suryatni; Prihutomo Suharto; I Kadek Yoga Kertiyasa; Nadia Rahma
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui batasan jumlah perlakuan (campuran limbah sawit dan dedak padi dengan Pleurotus ostreatus) dalam ransum dan pengaruhnya terhadap kualitas internal telur puyuh. Uji biologis penelitian ini menggunakan ternak puyuh sebanyak 200 ekor, umur 20 minggu dengan rataan 60% produksi telur harian. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0, 6, 12, 18, dan 24%) serta 4 ulangan. Hasil analisis ragam penelitian ini menunjukkan pengaruh perlakuan tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap berat putih telur dan kuning telur, lemak kuning, dan warna kuning telur, tetapi memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol kuning telur. Pemberian campuran limbah sawit dan dedak padi fermentasi dengan Pleurotus ostreatus dapat diberikan sampai 24% serta dapat memperbaiki kualitas telur puyuh dengan terjadinya penurunan kolesterol sebesar 21,01% dibandingkan dengan ransum tanpa perlakuan.