cover
Contact Name
Gerson Frans Bira
Contact Email
gersonbira@yahoo.co.id
Phone
+6281246616131
Journal Mail Official
jaspeternakanunimor20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Eltari Km. 9, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. 85613.
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JAS (Journal of Animal Science)
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 25021869     DOI : https://doi.org/10.32938/ja.v7i3
Journal of Animal Science (JAS) memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus dalam bidang Ilmu Peternakan yang mencakup Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Reproduksi Ternak, Pemuliaan Ternak, Kesehatan Hewan, Teknologi Hasil Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan.
Articles 78 Documents
Analisis Kualitas Pelayanan pada Cafe Zona Drink terhadap Kepuasan Konsumen Ayam Geprek di Kota Ruteng Sikone, Hilarius Yosef
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen ayam geprek berdasarkan kualitas pelayanan yang diberikan para karyawan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli s/d Agustus 2024 di Cafe Zona Drink kota Ruteng-Manggarai. Metode yang digunakan adalah survey, dengan melakukan wawancara langsung terhadap konsumen yang datang ke lokasi penelitian menggunakan alat bantu kuisioner. Penentuan responden dilakukan dengan metode accidental sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang dilakukan secara acak pada responden yang datang berkunjung. Metode analisis data  menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji regresi linear berganda untuk menggambarkan pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen/pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang berkunjung dan menikmati menu makanan di Cafe Zona Drink Ruteng didominasi oleh pengunjung dengan tingkat umur antara 26-32 tahun (40%),  berpendidikan sarjana (S1) (48%), pekerjaan sebagai PNS/TNI/Polri (52%), dan memiliki tingkat pendapatan pada kisaran Rp 1.500.000,- hingga kurang dari Rp 2.000.000,- per bulan (45%). Dari lima variabel pengukuran kualitas pelayanan yang memengaruhi tingkat kepuasan  konsumen/penlanggan adalah variabel bukti fisik, variabel keandalan dan variabel perhatian yang dominan memengaruhi kepuasan konsumen/pelanggan.
Efektivitas Isolasi Trichoderma sp. Pada Substrat Tepung Singkong terhadap Jumlah Gula Pereduksi, pH, dan Total Hasil Fermentasi Sebagai Feed Additive Alami untuk Pakan Broiler Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Aminurrahman
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi Trichoderma sp. pada substrat tepung singkong merupakan salah satu inovasi teknologi alami untuk menghasilkan feed additive alami pada pakan broiler sebagai pengganti antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan Trichoderma sp. pada substrat tepung singkong dengan variabel yang diamati yaitu jumlah gula pereduksi, pH, dan total spora yang dihasilkan Trichoderma sp. dalam memfermentasi tepung singkong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor A adalah berat media tepung singkong (100 gram dan 150 gram) dengan Faktor B yaitu persentase Trichoderma sp. (0%, 3%, 5%, 7%). Setiap satuan percobaan diinkubasi selama 21 hari untuk kemudian diamati pengaruh pertumbuhannya terhadap uji hemositometer, pH, dan gula reduksi. Data dianalisis menggunakan Two Way Analysis of Variance (Two Way ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan menggunakan SPSS 2.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan persentase Trichoderma sp. berbeda nyata (P<0,05) dengan hasil perlakuan terbaik pada persentase Trichoderma sp 5%. dari berat total media tepung singkong yang diinkubasi selama 3 minggu dengan kadar gula reduksi 0,39%, nilai pH 4,40 dan jumlah spora optimum yang dihasilkan adalah 6,2 x 109 cfu/g.
Aktivitas Tingkah Laku dan Performa Ayam Ras Petelur pada Sistem Pemeliharaan yang Berbeda Khatifah; Mahanani, Agni Ayudha
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan ayam ras petelur yang dilakukan dengan sistem intensif menyebabkan tingkat animal welfare menjadi rendah. Hal ini terjadi dikarenakan selama hidupnya, ayam ras petelur dipelihara di dalam kandang. Peningkatan performa dan keamanan pangan perlu memperhatikan animal welfare sehingga dapat meningkatkan performa ayam petelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tingkah laku dan performa ayam ras petelur yang dipelihara pada sistem pemeliharaan berbeda. Metode penelitian ini menggunakan ayam petelur umur 15 minggu berjumlah 20 ekor untuk masing-masing sistem pemeliharaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (intensif, free-range pola continuous, free-range pola rotational 2 kali, dan free-range pola rotational 4 kali), masing-masing 4 ulangan. Hasil penelitian aktivitas tingkah laku menunjukkan hasil yang sangat aktif pada perlakuan free-range pola rotational 4 kali. Sistem pemeliharaan yang berbeda berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan berat badan (PBB). Dapat disimpulkan bahwa sistem pemeliharaan free-range pola rotational 4 kali dapat meningkatkan aktivitas tingkah laku ayam ras petelur sedangkan sistem pemeliharaan intensif dapat meningkatkan konsumsi pakan dan PBB.
Study on Sheep Animal Welfare in Traditional Farmer, Located in Agro Edutourism Mulyaharja Bogor Regency Astini, Wining; Endah Anggraeni, Henny; Barunawati Siagian, Tetty; Sulistiawati, Erni; Vibowo, Heryudianto; Wijaya Kusuma, Surya; Budiono, Dwi; Fardesiana Putri, Miranti; Zahidah, Siti; Haikal, Muhammad; Faisal, Agus
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian farmers do not understand about the meaning of animal welfare. It makes to be difficult to implement the animal welfare. It also impacts to the production and reproduction of the animal. On the other side, the sheep livestock in Mulyaharja are maintained traditionally. This study aims to evaluate the implementation of animal welfare principle in traditional sheep farming  in Mulyaharja subdistrict. This study used purposively sampling. The data analysis method is descriptive by processing data from interviews. The Animal Needs Index were used in this study. This study highlights significant shortcomings in sheep welfare under traditional farming practices in Mulyaharja Subdistrict with average ANI index 16.49. Targeted interventions in comfort of the lie down, number days of outside/year, pasture months/year, comfort of flooring, cleanliness sheep and pen, slipperiness, ease of passage, quality of light, quality of air and air flow, ind exposure in the lying area, condition of integument and animal health.
Performance of Weaned Boer Cross Goats with Supplementation of Hibiscus (Hibiscus rosasinensis L) Leaf Powder Husandi; Agustina; Indah, Andi Sukma
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the performance of weaned Cross Boer goats by feeding supplementation of Hibiscus leaves. The performance of weaned Cross Boer goats at different body weights was evaluated based on feed intake, daily weight gain, and feed conversion ratio. The research was conducted at JK Community as a goat breeding commodity for cross-boer goats. This study used an experimental method using a Randomized Group Design (RGD) with 3 treatments and 4 replicates with 12 sample units of weaned Cross Boer goats. The treatment feed consisted of P0 = Basal feed without Hibiscus leaf supplementation, P1 = Basal feed + 2% Hibiscus leaf supplementation, and P2 = Basal feed + 4% Hibiscus leaf supplementation. Weaned Cross Boer goats as test material have an average age of 3 months of male and female sex with an average body weight at the beginning of maintenance of 8.2 - 9.7 kg. The study was conducted with a maintenance time of 30 days. The results showed that feed intake and conversion of weaned male Cross Boer goats significantly affected the treatment but did not show any effect on body weight gain.
Kualitas Fisik dan Kimia Ampas Sagu Melalui Pengolahan Amoniasi dan Biofermentasi Menggunakan Mikroorganisme Lokal Tatra, Afsitin Joan; Salido, Wa Laili; Husnaeni, Husnaeni; Jannah, Raodatul; Salam, La Ode Muhammad Aswad
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas sagu memiliki potensi yang dapat digunakan sebagai alternatif pakan karena kandungan bahan organik yang tinggi. Namun, rendahnya kandungan protein dan tingginya serat kasar membatasi pemanfaatannya sehingga dilakukan pengolahan kombinasi amoniasi biofermentasi dengan mikroorganisme lokal (MOL) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ampas sagu secara fisik dan kimia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan kombinasi penambahan urea dan mikroorganisme lokal dari isi rumen dengan P0: ampas sagu + 5% urea, P1: P0 + 3% MOL, P2: P0 + 4% MOL dan P3: P0 + 5% MOL. Ampas sagu diperoleh dari Desa Simbune, Kabupaten Kolaka Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penambahan amoniasi dan MOL sebanyak 3% mampu mempertahankan kualitas fisik ampas sagu dan meningkatkan kualitas kimia dengan menurunkan serat kasar.
Pemberian Daun Pepaya Dalam Ransum terhadap Performa Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Zakariya, Abu Zaenal; Wardi; Bambang Sudarmanto
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v10i2.9165

Abstract

Kualitas puyuh pada fase layer sangat dipengaruhi oleh fase grower sehingga optimalisasi pertumbuhan pada fase ini menjadi faktor krusial dalam produksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun pepaya dalam ransum terhadap umur pertama bertelur, konversi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), dan konsumsi ransum pada puyuh fase grower. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan tepung daun pepaya dalam ransum sebanyak 0% (T0), 5% (T1), 10% (T2), 15% (T3), dan 20% (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun pepaya dalam ransum berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, PBB, konversi ransum, dan umur pertama bertelur. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan tepung daun pepaya sebanyak 15% (T3), yang menghasilkan umur pertama bertelur sebesar 43,35 hari, konsumsi ransum 195,86 g/ekor/minggu, PBB 31,02 g/ekor/5 minggu, dan konversi ransum 6,29.
Oestrous Behavior of Cows Induced by Different Hormones Jamili, Muhammad Arsan; Hardianto, Hardianto; Susanti, Handayani Indah; Mappanganro, Rasyidah
JAS Vol. 10 No. 3 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prostaglandin and estrogen hormones are two types of hormones commonly used in heat synchronization aimed at inducing earlier estrus in livestock. This study aims to determine the success rate of artificial insemination (AI) in beef cattle synchronized in heat with different hormones. The research method used is a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments and 4 replications: P0 (natural estrus), P1 (prostaglandin injection), and P2 (estrogen injection). The parameters tested in this study include the percentage of estrus, intensity of estrus and time of estrus symptoms. The analysis used is Analysis of Variance (ANOVA). The results indicate that the percentage of cattle showing signs of estrus in all three treatments reached 100%. The intensity of estrus in each treatment was assessed in three categories: clear estrus (score 3+++), moderate estrus (score 2++), and low estrus (score 1+). The results showed that in P0 and P2, 50% of the cattle exhibited clear estrus and 50% moderate estrus, while in P1, 66.7% showed clear estrus and 33.3% moderate estrus. The onset of estrus symptoms in P0 occurred on average at hour <480 or days 18-20 from the first to the second estrus cycle, whereas in P1 and P2, it appeared at hour 48 or day 2 after injection.
Efektifitas Tepung Temulawak (Curcuma zanthorriza) sebagai Fitobiotik terhadap Performa dan Kualitas Karkas Broiler Hidayat, Muhammad Nur
JAS Vol. 10 No. 3 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitobiotik  merupakan senyawa bioaktif yang berasal dari tanaman herbal maupun tanaman lain sebagai imbuhan pakan (feed additive) pada ternak. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji efektifitas tanaman obat temulawak sebagai fitobiotik terhadap performa dan kualitas karkas broiler. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 5 ulangan yang terdiri 3 ekor broiler setiap ulangan. Varibel penelitian meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, konsumsi air minum, persentase karkas, persantase karkas, Bobot dan persentase boneless, serta rasio boneless dan tulang. Hasil penelitian menunjukaan tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) pada variabel yang diukur. Penggunaan tepung temulawak level 1% hingga 2% pada pakan bukan level optimal dalam meningkatkan performa dan kualitas karkas broiler. Terdapat kecenderungan penurunan bobot badan dan persentase boneless serta rasio boneless dan tulang karkas dengan meningkatnya dosis temulawak, walaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata dengan perlakuan tanpa penggunaan tepung temulawak. Penggunaan  tepung  temulawak  level  1%  hingga  2%  pada  pakan  tidak  mempengaruhi performa dan kualitas karkas broiler selama 28 hari.
Correlation Analysis of Slaughter Weight and Body Dimensions on Bali Cattle Carcass Production Based on Sexes Hafid, Harapin; Zelpina, Engki
JAS Vol. 10 No. 3 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carcass production in Bali cattle is an important indicator in the livestock industry, influenced by genetic and environmental factors, particularly live weight and body dimensions. However, studies comparing the contribution of slaughter weight and body dimensions to carcass production based on the sex of Bali cattle remain limited. This study aims to analyze the relationship between slaughter weight and body dimensions with carcass production in male and female Bali cattle in order to provide precise information for slaughter animal selection. The research was conducted using a survey method and direct measurements of slaughter weight, body dimensions (body length, withers height, and chest girth), and carcass production in 30 Bali cattle (15 males and 15 females) slaughtered at the Kendari City Slaughterhouse. Samples were randomly selected from the population of slaughter-ready cattle. The results showed that slaughter weight had a very strong correlation with carcass production in both male (r = 0.99) and female (r = 0.91) Bali cattle. Among all the measured body dimensions, chest girth showed the most significant influence on carcass production. In conclusion, slaughter weight is the main predictor of carcass production, and chest girth can be used as an additional indicator in selecting Bali cattle, regardless of sex. The contribution of this study is to provide deeper insight into the size-related factors affecting carcass productivity by sex, which can be utilized in breeding programs and livestock slaughter management.