cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 933 Documents
Analisis Pelanggaran Merek Dagang pada Sengketa NewJeans VS ADOR dalam Perspektif Korea Trademark Act dan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Internasional Mayang Rabbani; Wahyu Kurniawan; Rut Marbun; Viona Adira Kosuma; Firda Nur Hizrah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.10581

Abstract

Perlindungan merek dagang di zaman globalisasi adalah salah satu topik krusial dalam hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di tingkat internasional. Secara internasional, perlindungan merek diatur oleh berbagai alat hukum, seperti Persetujuan TRIPS yang menetapkan standar minimum untuk perlindungan HKI bagi negara-negara anggota WTO, Konvensi Paris mengenai Perlindungan Kekayaan Industri, dan Protokol Madrid yang memudahkan proses pendaftaran merek secara global melalui WIPO. Di tingkat domestik, Korea Selatan mengatur perlindungan merek melalui Undang-Undang Merek Dagang Korea yang terakhir diperbarui dengan Undang-Undang No. 19809 Tahun 2023. Aturan ini menerapkan prinsip *first-to-file* (yang pertama mendaftar berhak), memberikan hak eksklusif kepada pemilik merek, melarang pendaftaran yang dilakukan dengan itikad buruk, serta mengatur tentang pelanggaran dan konsekuensi hukum bagi pihak yang melanggar hak merek. Sengketa antara grup musik NewJeans dan ADOR menjadi studi kasus yang relevan untuk mengeksplorasi penerapan hukum merek di Korea Selatan dan prinsip-prinsip HKI internasional. Perselisihan ini berfokus pada penggunaan identitas dan merek grup setelah terjadinya konflik antara para anggota dan manajemen perusahaan. Keputusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Maret 2025 yang membatasi pemakaian nama grup tanpa izin pemilik merek menunjukkan betapa pentingnya perlindungan hak merek dalam sektor hiburan yang memiliki jangkauan global dan nilai ekonomi yang tinggi.
Penerapan Decision Matriks Untuk Menentukan Strategi Pemasaran Digital Bagi Kelompok Tani Di Kabupaten Karo & Dairi Loranty Simanjuntak; Ruttianna Sianturi; Siti A. Wibowo; Alan D.P Lumban Tobing; Syafni N. Syifa
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11108

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Karo dan Dairi, Sumatera Utara, memiliki potensi ekonomi yang signifikan, namun para petani lokal secara konsisten menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital dan terbatasnya akses pemasaran. Hambatan ini menyebabkan ketergantungan yang tinggi pada tengkulak, yang berakibat pada posisi tawar yang lemah dan berkurangnya margin keuntungan. Menyadari masalah mendesak ini, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran digital paling optimal bagi kelompok tani guna meningkatkan kesejahteraan dan daya saing mereka. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Matriks Keputusan (Metode Pugh) digunakan untuk mengevaluasi lima alternatif: TikTok + Reels, Instagram Business + Marketplace, WhatsApp Business + E-Commerce, Google Maps/Businessku, dan Marketplace saja. Kelima alternatif ini dinilai berdasarkan enam kriteria yang telah diberi bobot, yaitu biaya, kemudahan adopsi, jangkauan pasar, potensi peningkatan penjualan, infrastruktur digital, dan keberlanjutan. Analisis Matriks Keputusan secara sistematis mengungkapkan strategi prioritas yang paling sesuai dengan kondisi spesifik dan kebutuhan petani setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform terintegrasi tertentu memberikan solusi yang lebih praktis bagi lingkungan pedesaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis yang dapat ditindaklanjuti oleh kelompok tani dalam mengadopsi alat pemasaran digital yang efektif. Dengan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk, strategi ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi yang lebih besar bagi petani di Kabupaten Karo dan Dairi, serta mendorong pertumbuhan pertanian regional dan transformasi digital dalam jangka panjang.
Pemanfaatan Aplikasi Wayground Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Memahami Tata Bahasa (Grammar) Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan Pari Purnaningsih; Resti Isnaeni
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11149

Abstract

Penelitian ini dilakukan berasal dari permasalahan fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP, yaitu rendahnya pemahaman siswa terhadap tata bahasa (grammar). Hal ini disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang cenderung monoton dan kurang interaktif, di mana guru sering kali hanya menggunakan metode ceramah. Situasi ini berdampak pada kurangnya minat dan motivasi belajar siswa, yang pada akhirnya memengaruhi hasil belajar mereka. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengusulkan penggunaan aplikasi Wayground, sebuah platform kuis interaktif yang memanfaatkan prinsip gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan dinamis. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dianggap sebagai solusi inovatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat materi pelajaran yang kompleks, seperti grammar, menjadi lebih mudah dipahami. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan aplikasi Wayground dalam meningkatkan kemampuan pemahaman grammar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respons siswa terhadap penggunaan aplikasi Wayground sebagai mediapembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design). Dua kelas akan dipilih sebagai sampel: satu sebagai kelas eksperimen yang akan diajar menggunakan aplikasi Wayground, dan satu lagi sebagai kelas kontrol yang akan diajar dengan metode konvensional. Data akan dikumpulkan melalui tes pre-test dan post-test yang mengukur kemampuan grammar siswa sebelum dan setelah perlakuan. Selain itu, kuesioner akan disebarkan kepada siswa di kelas eksperimen untuk mengumpulkan data tentang respons dan persepsi mereka. Data kuantitatif dari tes akan dianalisis menggunakan uji t (t-test) untuk membandingkan hasil kedua kelas, sementara data kualitatif dari kuesioner akan dianalisis secara deskriptif. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pemahaman grammar siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil penelitian ini akan memberikan bukti empiris tentang efektivitas aplikasi Wayground sebagai alat bantu pembelajaran grammar. Selain itu, luaran lain yang ditargetkan adalah laporan penelitian yang komprehensif dan publikasi dalam jurnal ilmiah terakreditasi atau prosiding seminar nasional, yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi para guru dalam mengimplementasikan teknologi dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam mata pelajaran bahasa Inggris, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan efektif.
Analisis Program Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Dan Kinerja Karyawan Dalam Menghadapi Persaingan Dunia Kerja Di Bengkel Honda AHASS Tefa Motor Mar'atus Shalihah; Tazki Alfikri; Ni Wayan Vara Wulandari; Khoirul Nisa; Selvidar Armalia; Tria Meilisma; Marista Febria Safutri; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11225

Abstract

Perkembangan teknologi otomotif yang berlangsung sangat pesat menciptakan kesenjangan kompetensi yang signifikan antara keterampilan karyawan dan tuntutan industri, khususnya di sektor jasa perbaikan kendaraan. Kesenjangan ini berpotensi menurunkan kualitas layanan, meningkatkan kesalahan teknis, serta melemahkan daya saing perusahaan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan di Bengkel Honda AHASS TEFA Motor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan kepala bengkel dan mekanik sebagai informan utama. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan terbukti meningkatkan kompetensi teknis maupun soft skills karyawan. Peningkatan tersebut tercermin dari berkurangnya kesalahan teknis, meningkatnya ketepatan diagnosis kendaraan, serta meningkatnya kepuasan pelanggan. Materi pelatihan dinilai memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan pekerjaan, sehingga karyawan mampu mengimplementasikan hasil pelatihan secara langsung dalam aktivitas kerja. Meskipun demikian, cepatnya perkembangan teknologi otomotif dan keterbatasan waktu pelatihan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pembaruan materi secara berkala dan penguatan kerja sama dengan Honda selaku prinsipal. Program pelatihan dan pengembangan SDM terbukti menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung daya saing AHASS TEFA Motor secara berkelanjutan.
Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Berbasis Web dengan Metode Waterfall Abdil Rambhani; Arie Nugraha; Futtuh Fauzan Firdhaus; Suryaningrat Suryaningrat
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11307

Abstract

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan kegiatan administrasi penting di sekolah yang sering kali masih dilakukan secara manual, seperti di SD Negeri 2 Kumpay. Proses pendaftaran yang mengharuskan orang tua calon siswa datang langsung ke sekolah untuk mengisi formulir kertas menyebabkan ketidakefektifan waktu, penumpukan berkas fisik, serta risiko tinggi terjadinya kesalahan input data (human error) oleh operator sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis website di SD Negeri 2 Kumpay guna mengatasi permasalahan tersebut. Pengembangan sistem ini menerapkan metode Waterfall yang meliputi tahap Analisis Kebutuhan, Perancangan Sistem, Implementasi, dan Pengujian Sistem. Sistem yang dikembangkan dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP Native dengan arsitektur MVC (Model-View-Controller) serta basis data MySQL. Pengujian fungsionalitas sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing. Hasil dari penelitian ini adalah terbangunnya sebuah aplikasi PPDB online terintegrasi yang memfasilitasi pendaftaran mandiri oleh orang tua siswa dan verifikasi data oleh panitia PPDB. Implementasi sistem terbukti mampu meningkatkan efisiensi waktu operasional sekolah, mempermudah akses informasi, serta mendukung transparansi data pendaftar secara real-time.  
Kekuatan Pembuktian Akta Notaris Yang Dibuat Secara Online Melalui Media Virtual Meeting Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris Abu Darda; Siti Marwiyah; Ernu Widodo
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan kekuatan pembuktian akta notaris yang dibuat secara online melalui media virtual meeting serta tanggung jawab hukum notaris dalam konteks tersebut menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Rumusan masalah penelitian ini mencakup bagaimana keabsahan akta notaris digital yang dibuat secara online dan bagaimana tanggung jawab hukum notaris dalam pembuatan akta digital tersebut. Metode yang digunakan adalah metode normatif dengan pendekatan statuta dan konseptual, serta pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta notaris digital yang dibuat melalui media virtual meeting dapat diakui sebagai bukti otentik di pengadilan, meskipun terdapat kekosongan hukum terkait prosedur verifikasi tanda tangan elektronik dan prosedur pembuatan akta digital. Hal ini menunjukkan bahwa akta digital perlu memenuhi persyaratan yang sama dengan akta konvensional agar diakui secara sah di pengadilan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih jelas terkait dengan keabsahan akta digital dan penggunaan tanda tangan elektronik, guna memastikan kepastian hukum serta perlindungan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan akta notaris digital.
Perlindungan Hukum Anak dari Eksploitasi Narkotika oleh Keluarga di Lingkungan Urban Miskin Agung Dwi Handoko Djoewari; Ernu Widodo; Muhammad Yustino Aribawa
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11318

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban eksploitasi narkotika oleh keluarga, khususnya di lingkungan urban miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta mengidentifikasi faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi terjadinya eksploitasi narkotika terhadap anak dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 telah memberikan dasar hukum yang kuat bagi perlindungan anak dari berbagai bentuk eksploitasi, implementasinya di lapangan masih belum optimal, khususnya di kawasan urban miskin. Faktor kemiskinan, ketergantungan narkotika orang tua, terbatasnya akses pendidikan, serta lemahnya sistem pengawasan sosial menjadi faktor utama yang meningkatkan kerentanan anak terhadap eksploitasi narkotika. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi hukum, peningkatan kesejahteraan keluarga, perluasan akses pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan sosial untuk memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap anak dari ancaman eksploitasi narkotika.
Wewenang Satuan Samapta Polres Mojokerto Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Ringan Muhammad Alvino Reko Hafsah; Hartoyo Hartoyo; Dedi Wardana Nasoetion
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11319

Abstract

Penegakan hukum terhadap tindak pidana ringan merupakan bagian penting dari tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Satuan Samapta Polres Mojokerto memiliki peran strategis sebagai unit kepolisian yang berada di garis depan dalam merespons gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk tindak pidana ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Satuan Samapta Polres Mojokerto dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana ringan serta mekanisme pelaksanaannya berdasarkan standar operasional prosedur yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Satuan Samapta memiliki kedudukan hukum yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021. Kewenangan yang dimiliki bersifat preventif dan represif terbatas, terutama dalam melakukan tindakan kepolisian awal terhadap tindak pidana ringan di lapangan. Mekanisme penegakan hukum dilakukan melalui patroli, respons terhadap laporan masyarakat, tindakan awal di tempat kejadian perkara, pendataan, serta koordinasi dan pelimpahan perkara kepada satuan penyidik yang berwenang. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala dalam penggunaan diskresi kepolisian dan koordinasi antar satuan fungsi, sehingga diperlukan penguatan pengaturan kewenangan agar pelaksanaan penegakan hukum lebih konsisten dan efektif.
Tinjauan Yuridis Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap Pencabulan Anak Anto Tanuwijaya; Noenik Soekorini; Dudik Djaja Sidharta
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11321

Abstract

Perlindungan anak merupakan kewajiban fundamental negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Salah satu ancaman serius terhadap keselamatan anak adalah kekerasan seksual, khususnya tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dalam penanganan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur serta untuk mengetahui apakah perlindungan hukum yang diberikan kepada korban anak telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, serta bahan hukum tersier berupa kamus dan sumber pendukung lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan logika berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak berfungsi sebagai instrumen hukum lex specialis dalam menjerat pelaku pencabulan terhadap anak dengan ancaman sanksi pidana yang lebih berat dibandingkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Selain itu, perlindungan hukum terhadap anak korban telah mengakomodasi perlindungan prosedural, kerahasiaan identitas korban, pemulihan psikologis, serta pemberian restitusi. Dengan demikian, implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak mencerminkan komitmen negara dalam menjamin kepentingan terbaik bagi anak serta memperkuat perlindungan hukum terhadap kejahatan seksual terhadap anak.
Kajian Hukum Normatif Tentang Upaya Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Narkoba Arya Fernanda Ikhsan Hadidi; Ernu Widodo; Sri Sukmana Damayanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11322

Abstract

Tindak pidana narkoba merupakan permasalahan serius di Indonesia karena menimbulkan ancaman multidimensional terhadap kesehatan masyarakat, stabilitas sosial, dan keamanan nasional. Sebagai negara hukum, Indonesia mengandalkan instrumen hukum untuk mengatur upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis terhadap instrumen hukum positif dalam menangani tindak pidana narkoba serta mengkaji pengaturan kewenangan antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkoba. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta bahan hukum sekunder berupa literatur hukum dan karya ilmiah yang relevan dengan penegakan hukum narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan pendekatan ganda dalam penanganan tindak pidana narkotika, yaitu pendekatan represif melalui sanksi pidana berat terhadap pengedar dan bandar, serta pendekatan rehabilitatif terhadap penyalahguna yang dikategorikan sebagai korban. Selain itu, pengaturan kewenangan antara BNN dan Polri dirancang untuk saling melengkapi melalui koordinasi dalam kebijakan pencegahan, penyidikan, dan rehabilitasi, meskipun dalam praktiknya masih terdapat potensi tumpang tindih kewenangan penyidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi hukum dan sinergi kelembagaan guna mewujudkan penegakan hukum narkotika yang efektif di Indonesia.