cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
admin@jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
ISSN : -     EISSN : 29870135     DOI : 10.59837
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2024): Juni" : 65 Documents clear
Pelatihan Desain Rangkaian Logika dengan Simulasi Komputer pada Siswa SMK Yadika 13 Tambun Harahap, Robby Kurniawan; Christina, Erma Triawati; Kristyawati, Desy; Situmeang, Alona; Jamilah, Jamilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.951

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK Yadika 13 Tambun dalam merancang rangkaian logika menggunakan perangkat lunak LTSpice. Gerbang logika yang terdiri dari gerbang logika utama dan pendukung yang beroperasi dengan menggunakan sistem bilangan biner, memainkan peran penting dalam elektronika digital. Dalam pelatihan ini, siswa diajarkan konsep dasar gerbang logika (NOT/INVERTER, BUFFER, AND, OR, NAND, NOR, XNOR) dan cara penggunaannya dalam LTSpice untuk merancang rangkaian elektronik. Pelatihan ini dipandu tenaga pengajar dari Program studi Teknik Elektro Universitas Gunadarma dalam proses pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari pelatihan menunjukkan pencapaian yang positif yaitu 75% dari total peserta siswa mampu dalam memahami terhadap konsep rangkaian logika dan kemampuan praktis siswa dalam menggunakan LTSpice. Partisipasi aktif siswa dan umpan balik positif menandakan keberhasilan pendekatan pembelajaran yang diterapkan. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan siswa di SMK Yadika 13 Tambun.
Sosialisasi dan Pembinaan Aplikasi Mesin Minyak Kelapa VCO di Desa Sungai Semut Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Intang, Ambo; Junita, Boni; Rusnadi, Rusnadi; Wulandari, Enasty Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.952

Abstract

Kegiatan dilakukan di Desa Sungai Semut Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Dimana mata pencaharian utama didesa tersebut yakni bersumber dari perkebunan dan pertanian. Kelapa merupakan salah satu komoditas Perkebunan utama di desa ini. Untuk meningkatkan nilai jual kelapa dapat diolah menjadi VCO. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan  sosialisasi terhadap Masyarakat tentang pengolahan VCO dengan metode Direct Micro Expelling (DME). Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan menambah wawasan Masyarakat guna  mengoptimalkan pengolahan hasil kebun kelapa menjadi VCO yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Edukasi Menabung Sejak Dini Di RA Tunas Cendekia Alinayah, Siti; Najmah, Keisha Zaimatun; Rohmawati, Siti; Sari, Intan Rahma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.954

Abstract

Edukasi kegiatan menabung bagi anak RA bertujuan untuk memberikan peran positif serta pengenalan nilai uang pada anak usia dini dengan melatih mereka pada pola hidup budaya menabung, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk meningkaRAan kesejahteraan mereka di masa depan. Sasaran edukasi menabung ini adalah anak-anak RA Tunas Cendekia. Kegiatan edukasi ini dilakukan dengan memberikan pemaparan materi yang berbentuk teori yang berkaitan dengan menabung, tanya jawab, ice breaking dan memberikan anak-anak celengan digambar sebagai alat pembelajaran. Kegiatan ini dipantau melalui kerja sama kepala sekolah, guru untuk -guru RA dan orang tua murid. Hasil pengabdian ini semoga dapat menumbuhkan kebiasaan menabung pada generasi muda indonesia selanjutnya yang pada akhirnya dapat memberikan suatu kontribusi bagi bangsa dan negara.
Pelestarian Kebudayaan Songket Jambi Melalui Pendidikan Multikultural Dewi, Nurmalia; Miharti, Isra; Tentia, Ine; Hendra, Hendra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.955

Abstract

Pengabdian ini mengkaji secara mendalam kebudayaan Songket Jambi, merinci alat pembuatannya, proses kreatif, dan makna filosofis yang melandasi. Fokus pengabdian ini adalah untuk menjelajahi identitas unik Songket Jambi dan peran signifikannya dalam pelestarian budaya dan ekonomi lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengabdian melibatkan wawancara mendalam dengan pengrajin dan observasi langsung terhadap proses produksi. Hasilnya menggambarkan kekayaan budaya, keberlanjutan tradisi, dan peran penting songket dalam kehidupan masyarakat Jambi. Tujuan utama pengabdian ini adalah untuk memberikan kontribusi pada pelestarian dan pengembangan warisan budaya Indonesia yang berharga.
Pelatihan Sport Massage Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Ibu Rumah Tangga Bekerjasama Dengan Pengurus Provinsi PERWOSI Sumatera Utara Munawar, Ahmad Al; Girsang, Diego Gunawan; Sitorus, Delima Lestari; Devira, Devira; Pangestu, Dipa; Agustian, M. Ardhy; Yayiri, M. Fikri Ispi; Sihombing, Lasdo Pangihutan; Artika, Nisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.956

Abstract

Massage atau pijat telah lama dikenal manusia terutama manusia dari timur. Pijat ini telah berabad-abad dilakukan oleh nenek moyang kita, bahkan menjadi suatu kebiasaan-kebiasaan atau suatu kegemaran terutama dikalangan kaum bangsawan dan orang-orang atasan. Sebab dengan pijat dapat diharapkan manfaat timbulnya perasaan hangat, segar dan nyaman pada tubuh. Pijat kebugaran (sport Massage) dapat dilakukan pada seseorang yang memiliki aktivitas dengan intensitas tinggi. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan sentuhan, sentuhan merupakan ungkapan kasih sayang yang berimbas pada aspek psikis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman (edukasi) kepada masyarakat mengenai teknik pijatan yang diharapkan dapat diterapkan oleh ibu rumah tangga pada orang-orang terdekatnya. Penerapan teknik pijatan akan memiliki efek domino yang luar biasa pada negara. Negara Indonesia adalah negara yang besar dengan impian melindungi segenap rakyatnya, mensejahterakan serta mencerdaskan kehidupan rakyatnya sesuai dengan amanat undang-undang pada pembukaan alinea ke-4, hal ini dimulai dari kehipan rumah tangga yang harmonis dan sehat tentunya. Kegiatan pengabdian ini melalui tiga tahapan yakni analisis kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi/pendampingan. Diharapkan kegiatan ini akan menggeser dan memberikan stimulus positif terhadap paradigma masyarakat yang memandang negatif pelaku/terapi Massage (pijat)
Pendampingan Psikologis Atlet Pelatda Pencak Silat SUMUT Menuju PON XXI Tahun 2024 Keliat, Pedomanta; Situmorang, Satria; Manullang, Samsul Bahri; Sagala, Satrio Gunawan; Purba, Roy Heber; Gulo, Rudolf Kesatria; Zebua, Rodikat Arya Pemukas; Bangun, Ronald Kristian; Gulo, Saverius Sederius; Ginting, Sabarta; Zega, Setiawan Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.957

Abstract

Dalam menghadapi perlehatan akbar yang diadakan dalam kurun 4 tahun sekali, Pekan Olahraga Nasional merupakan ajang “unjuk gigi” bagi para insan olahragawan di Indonesia. Banyak hal yang perlu dipersiapkan mulai dari venue, perangkat pertandingan, sarana prasarana yang mendukung hingga pada kesiapan masyarakat dalam menyambut “Pesta” ini. Beberapa faktor yang mempengaruhi atlet untuk dapat meraih prestasi dalam sebuah ajang olahraga diantaranya, kesiapan fisik, latihan yang intensif, kematangan strategi hingga pada kesehatan mental bertanding. Tidak jarang mental merupakan faktor penentu peryandingan. Lama latihan dan kemampuan fisik serta startegi yang baik akan hancur diarena pertandingan jika mental atlet itu sendiri tidak dibina. Kesehatan mental atlet akan semakin terganggu seiring dengan semakin dekatnya waktu pertandingan. Pelatih yang baik tentunya mempersiapkan dan memperhatikan anak asuhnya dari segala aspek. Dalam upaya memberikan pembinaan mental para atlet, kegiatan pengabdian ini mencoba mengidentifikasi fakta dilapangan. Data diambil secara faktual dari individual atlet dengan menggunakan pendekatan personal dan juga kuesioner sebagai pendukung data. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bagaimana kesehatan mental masing-masing atlet sebelum bertanding, sehingga pelatih dapat mengambil langkah dalam mendorong, memotivasi hingga mendoktrinasi atlet yang memiliki gangguan mental.  Kecemasan, rasa takut, konsentrasi yang menurun, rasa percaya diri yang kurang, tidak adanya semangat, agresivitas yang hilang, hingga kecerdasan dalam bertanding merupakan faktor mental yang mempengaruhi performa diatas arena. Jika sedini mungkin faktor tersebut dapat diminimalisir, maka 75% kemenangan atlet sudah didepan mata. Mental yang sehat dalam bertanding akan sangat mempengaruhi penampilan. Sekuat apapun lawan akan sangat mudah ditaklukkan jika atlet memiliki mental yang baik. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pendampingan terhadap kesehatan mental atlet Pelatda Pencak Silat Sumut dalam persiapan menghadapi pertandingan PON XXI Tahun 2024.
Edukasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Siswi SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar Seni, Wildan; Zahara, Hafni; Karma, Taufiq; Kala , Pasyamei Rembune; Idroes, Ghazi Mauer; Yustiana, Yustiana; Bako, Winanda; Wangi, Putri Ayu Sekar; Anggi, Tiara; Fauziah, Niken
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.958

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, kecelakaan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara mendadak sehingga mengakibatkan seseorang memerlukan penanganan dan_pertolongan secara cepat dan tepat. Tujuan penyelenggaraan kegiatan edukasi dan pelatihan ini adalah sebagai penguat keterampilan sehingga peserta mendapat bekal untuk dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Abulyatama Aceh dan sasaran dari kegiatan ini yaitu siswi SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar kelas X dan XI terdiri dari 1 70 siswi. Kegiatan pengabdian di awali dengan presentasi dan tanya jawab dilanjutkan dengan simulasi dan praktek oleh peserta. Metode yang di lakukan adalah dengan memberikan pretest dan posttest kepada 31 siswi kemudian menganalisis data dari lembar jawaban tersebut apakah peserta yang mengikuti penyuluhan tersebut mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan atau tidak. Dari hasil penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman dari sebelum dan sesudah pelatihan, diantaranya terjadi peningkatan pemahaman mengenai pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) 25,8%, peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan mitela dan bidai pada korban kecelakaan 80,7%, dan pengetahuan mengenai cidera kepala dan penanganannya mengalami peningkatan sebesar 54,8%. Pengetahuan tentang cidera patah dan penanganannya 61%, transportasi korban kecelakaan 35,5%. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir karena ini merupakan bentuk edukasi tentang P3K dan penanganan korban.
Sosialisasi Penanaman Nilai P5 Dalam Pembentukan Katerampilan Siswa Kelas IV Di SD Negeri 040444 Kabanjahe Tindaon, Juwita; Sinaga, Elisabeth Ruthana Lasmaria; Sinaga, Rian Julfian; Suka, Seri Nita Br Ginting; Purba, Dhea Steviana Br
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.959

Abstract

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan P5 berbeda dari cara-cara pendidikan Pancasila sebelumnya dengan melibatkan kegiatan penunjang berbasis proyek. Namun tampaknya belum semua sekolah menerapkan program yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka secara optimal. Pengamat pendidikan mengatakan banyak guru di sekolah belum mendapatkan pelatihan yang cukup, sehingga tujuan program P5 itu tidak tercapai. Istilah P5 barangkali mengingatkan sebagian orang pada penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di masa Orde Baru. Namun program ini sangat berbeda. Jauh dari pidato dan diskusi satu arah yang oleh banyak orang dianggap sebagai indoktrinasi, P5 yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka mengajak siswa untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan proyek ko-kurikuler (menunjang mata pelajaran utama). Dalam program P5, siswa tidak diajari nilai-nilai Pancasila secara mentah tetapi didorong untuk menangani isu-isu yang relevan di lingkungan mereka.“Pelajar Pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, maka sangat penting untuk peserta didik mempelajari hal-hal di luar kelas yang berkaitan dengan isu penting yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti perubahan iklim, kesehatan mental, teknologi, nasionalisme, dan isu-isu lainnya, Menurut buku panduan P5, Pelajar Pancasila diharapkan memiliki kompetensi-kompetensi yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di abad ke-21 serta berpartisipasi dalam “pembangunan global yang berkelanjutan”. Kompetensi-kompetensi tersebut dibagi ke dalam enam dimensi: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong-royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mensosialisasikan penenaman nilai-nilai P5 dalam pembentukan keterampilan siswa Kelas IV di SD Negeri 040444 Kabanjahe. Pengabdian masyarakat ini akan dipublikasikan pada jurnal pengabdian masyarakat.
Strategi Membangun Reputasi Untuk Sukses Karier Dengan Personal Branding di SMKN 1 Cikarang Utara Mardiani, Inna Nisawati; Aprilia, N Ika; Pratiwi, Vina; Qorina, Imelda; Fatmasari, Dhea; Samudra, Jaka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.960

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa SMKN 1 Cikarang Utara tentang pentingnya personal branding dalam membangun reputasi yang kuat untuk kesuksesan karier. Personal branding merupakan upaya strategis untuk membentuk dan memproyeksiikan citra diri yang positif dan professional dalam dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengenali dan mengembangkan nilai-nilai unik serta keahlian yang dimiliki, yang keudian dikomunikasikan secara efektif kepada khalayak luas. Materi sosialisasi mencakup definisi dan konsep dasar personal brandiing, Langkah-langkah praktis dalam membangun brand pribadi, serta strategi penggunaan media social dan jaringan professional untuk memperkuat reputasi. Selain itu, disampaikan juga pentingnya konsitensi dan autensitas dalam setiap Tindakan yang dilakukan guna menjaga integritas dan kepercayaan dari berbagai pihak yang berinteraksi.Dengan mengikuti sosialisasi ini, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi persaingan di dunia kerja, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, dan mampu membangun karier yang sukses melalui pencitraan diri yang positif dan profesional.
Sosialisasi Pentingnya Kesehatan Mental Pada Remaja Di Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Suri, Indah Resti Ayuni; Julianto, M. Ikhsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.961

Abstract

Kesehatan adalah sering terlihat sebagai hanya fisik kesehatan. Di dalam fakta, kesehatan adalah bukan hanya fisik tetapi Juga rohani. Sayangnya, kesehatan mental seringkali dianggap kurang penting dibandingkan kesehatan fisik. WHO bilang muda masyarakat di era milenial ini sangat rentan terkena gangguan jiwa. Apalagi masa remaja adalah suatu masa dimana banyak terjadi perubahan pada diri sendiri dan penyesuaian yang terjadi secara psikologis, emosional, dan secara finansial. Kesehatan jiwa diartikan sebagai terpenuhinya fungsi-fungsi mental yang mampu menjadikan individu produktif, mampu menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain dan mampu mengatasi kesulitan. Metodenya dalam pengabdian ini terdapat ceramah dan diskusi. Informan atau subjek dalam pengabdian ini adalah siswa/I SDN 1 Trimomukti. Hasil dari pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mental kesehatan bagi remaja. Dari pengabdian yang dilakukan oleh para narasumber dapat disimpulkan bahwa remaja di dalam itu desa dari Trimomukti adalah tetap bingung tentang Bagaimana ke mengelola mental kesehatan Jadi itu mereka tetap dijaga dalam kondisi baik. Meski begitu, para remaja merasa dimudahkan dengan adanya sosialisasi terkait hal ini mental kesehatan Jadi itu remaja merasa tercerahkan Dan mendapatkan masukan di dalam kesehatan mental pemeliharaan