Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 2 (2024): Juli"
:
14 Documents
clear
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS MAJASEM KOTA CIREBON TAHUN 2022
Elfi;
Padmawati, Rinela;
Pebryatie, Elit
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.161
Informasi tentang kesehatan reproduksi pada remaja cenderungdiperoleh dari teman sebaya, Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Lilestina Nasution tahun 2012 mengatakan bahwa bahwa pengetahuan seksualitas harus dipelajari, bukan datang dengan sendirinya yang hanya berdasarkan pengalaman pribadi, perasaan, atau informasi yang salah dan menyesatkan yang dapat menjadikan para remaja menjadi salah pemahaman tentang seksualitas serta tidak tahu akibat yang bisa terjadi jika melakukan hubungan seksual, pranikah. Melalui kegiatan posyandu, remaja mempunyai wadah untuk mendapatkan informasi dan solusi terhadap masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat (Kemenkes RI, 2012)Kader posyandu disebut sebagai fasilitator dan anggota posyandu sebagai peserta didik, fasilitaor berfungsi sebagai pemberi motivator, petugas penyuluhan, dan pelayanan Kesehatan. Salah satu upaya cukup penting terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah upaya peningkatan pengetahuan kader tentang kesehatan reproduksi remaja.Puskesmas Majasem Kota Cirebon sudah melaksanakan kegiatan posyandu pada remaja, peran kader belum optimal. Setelah diberikan materi tentang kesehatan reproduksi dan dilakukan evaluasi dapat dilihat gambaran pengetahuan kader tentang kesehatan reproduksi sebagian besar adalah memiliki pengetahuan baik (93%).Terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu remaja tentang kesehatan reproduksi remaja.Keberhasilan peningkatan pengetahuan pada remaja ini diukur dengan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.Pengetahuan kesehatan reproduksi yang diberikan meliputi tentang pengertian, tujuan, anatomi ginetalia, penyakit menular seksual dan perilau seksual berisiko.
PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN PENGGUNAAN TRACER ELEKTRONIK DI PUSKESMAS URUG KOTA TASIKMALAYA
Fadly, Fery;
Suryani Kurniasih, Dewi Lena;
Sukawan, Ari;
Febiani, Ani Nur
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.311
Penyimpanan rekam medis bertujuan mengoptimalkan keterjangkauan dan kecepatan akses rekam medis, sekaligus menjaga integritas dan keamanannya dari potensi bahaya fisik, kimia, dan biologi. Fasilitas yang tersedia dalam ruang penyimpanan rekam medis meliputi ruangan, peralatan penyimpanan, serta penggunaan sistem pelacakan (tracer atau outguide) untuk mencari lokasi dokumen yang tidak terdapat pada rak penyimpanan utama. Salah satu kendala dalam implementasi sistem penyimpanan ini adalah minimnya penggunaan tracer, yang disebabkan oleh keterbatasan jumlah tracer yang tersedia, sesuai dengan penilaian petugas yang terlibat. Salah satu faktor pendorong dalam mengimplementasikan kegiatan pendampingan penggunaan tracer elektronik di Puskesmas Urug, Kota Tasikmalaya adalah upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah: memberikan sosialisasi kepada petugas dalam memahami pentingnya dan menerapkan penggunaan tracer dan outguide di fasilitas pusat Kesehatan masyarakat Urug Kota Tasikmalaya. Proses pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan, yang dimulai dengan perizinan dari pihak Puskesmas, kemudian identifikasi kebutuhan data yang akan digunakan dalam sistem tracer elektronik. Selanjutnya, dilakukan pendampingan kepada petugas kesehatan yang secara langsung terlibat dalam penggunaan rekam medis, dengan harapan bahwa kegiatan ini akan mengoptimalkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan yang disediakan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ceramah kepada 21 petugas dengan memberikan pre test dan post test setelah kegiatan. Didapatkan kenaikan hasil “Baik” 13 % dan “Sangat Baik 33,14% dengan tidak ada nilai “Kurang” dan “Cukup” dalam post test setelah dilakukan penyuluhan, sehingga hasil kegiatan sesuai dengan yang diharapkan. Desain aplikasi E-Tracer yang diterapkan di Puskesmas Urug untuk mengurangi risiko kesalahan penyimpanan rekam medis semoga dapat digunakan secara maksimal.
PENINGKATAN KUALITAS DATA SPM REKAM MEDIS RUMAH SAKIT SUMBER WARAS KABUPATEN CIREBON
Subianto, Totok;
Karmanto, Bambang
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.322
Untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, pemerintah telah menetapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang standar pelayanan minimal(SPM) rumah sakit yang di dalamnya terdapat SPM rekam medis. Regulasi tersebut memuat tentang jenis indikator, target capaian minimal, cara dan waktu pengukuran. Realisasi di lapangan dari beberapa rumah sakit lokasi praktek klinik mahasiswa Prodi Diploma 3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon masih terdapat berbagai perbedaan dalam implementasinya. Hal itu di ketahui dari laporan yang disampaikan oleh mahasiswa. Salah satu rumah sakit lokasi praktek klinik mahasiswa adalah Rumah Sakit Sumber Waras Kabupaten Cirebon. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas data standar pelayanan minimal rekam medis rumah sakit beserta upaya untuk meningkatkan kualitas data di RS Sumber Waras Kabupaten Cirebon. Metode yang dilaksanakan adalah dengan melakukan asssesmen kualitas data SPM rekam medis dan membandingkan dengan teori dan pengalaman praktisi rekam medis dari rumah sakit lain. Hasil assesmen dari laporan diperoleh hasil analisis kuantitatif dokumen rekam medis rawat inap yang belum mencapai target. Hal itu terkonfirmasi dari hasil analisis kuantitatif oleh assessor.Pengelaman di rumah sakit tempat tugas nara sumber yaitu RS Pertamina Cirebon, mereka menindak lanjuti hasil analisis kelengkapan dokumen rekam medis setelah perakitan dengan mengadakan monitoring dan evaluasi seminggu sekali. Hal itu khusus untuk membahas tindak lanjut permasalahan di unit rekam medis.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT KUMUR DARI INFUSA DAUN SIRIH YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL DI POSYANDU DESA PADANGBARU KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH
Husnayanti, Ana;
Oktavia, Liana Devi;
Harindra
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.338
Kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan hormonal sehingga menimbulkan beberapa keluhan antara lain ngidam, mual, muntah dan keluhan gigi dan mulut. Adanya peningkatan hormon estrogen dan progresteron akan menyebabkan gusi menjadi tebal dan membesar. Selain itu, adanya peningkatan aliran darah di gusi pada ibu hamil juga bisa menyebabkan inflasi dan menimbulkan penumpukan plak. Pada masa kehamilan juga, terjadi peningkatan kadar asam di rongga mulut yang berkontribusi terhadap peradangan pada gusi. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil bertujuan untuk mencegah masalah gigi dan mulut serta menjaga kondisi janin agar tetap tumbuh dan berkembang secara sehat dan sempurna. Komplikasi kehamilan yang berhubungan dengan penyakit gigi dan mulut antara lain bayi lahir kurang bulan dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Sediaan Gargarisma adalah sediaan yang mengandung zat aktif yang dapat mencegah atau membunuh bakteri penyebab karies gigi. Tumbuhan yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi hal tersebut adalah sirih. Secara tradisional daun sirih digunakan untuk mengobati penyakit gigi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Pelatihan pembuatan obat kumur infusa daun sirih yang aman untuk ibu hamil di desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka. Pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi 2 kegiatan, kegiatan pertama adalah edukasi kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil dan kegiatan kedua adalah pelatihan pembuatan sediaan infusa daun sirih yang aman untuk ibu hamil. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil dan dapat membuat sediaan infusa yang aman untuk ibu hamil. Kata kunci: infusa, gigi, hamil
PENINGKATKAN KESADARAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN OBAT SECARA MANDIRI DI DESA CIBIRU WETAN
Reza Pratama;
M Ramadhan Saputro;
Agus Sulaeman;
Anne Yuliantini;
Idar
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.374
Indonesia sekarang memasuki situasi era digital, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan informasi secara instan. Masyarakat juga dengan mudah mengakses informasi kesehatan secara umum tanpa melakukan verifikasi kepada Tenaga Kesehatan. Data memperlihatkan total 103.860 keluarga atau 35,2% dari 249.959 keluarga di Indonesia menyimpan obat-obatan untuk pengobatan mandiri. Kemudian dari 103.860 keluarga yang menyimpan obat, sebanyak 35,7% diantaranya menyimpan obat keras dan 27,8% diantaranya menyimpan obat jenis antibiotik. Hal ini akan menimbulkan masalah baru dalam dunia kesehatan, oleh karena itu, tujuan kegiatan bermaksud menyelenggarakan kampung sadar obat sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan kepada masyarakat dan juga pengetahuan terkait pengelolaan obat melalui materi DAGUSIBU. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah melalui penyuluhan oleh satu narasumber. Target peserta sebanyak 30 peserta warga yang berada dilingkungan Desa Cibiru Wetan RW 07 Kabupaten Bandung. Hasil pengabdian kepada Masyarakat adalah adanya peningkatan pengetahuan yang diukur menggunakan soal dengan rata – rata nilai pre-test (30,42) dan post-test (79,58). Perolehan nilai selanjutnya dilakukan analisis statistik dengan paired t-test two sample, terdapat perbedaan secara signifikan karena nilai p-value yang didapat adalah < 0.05.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMANFAATAN HERBAL UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA SISWA SMP
Suhardiman, Aris;
Patonah;
Marliani, Lia;
Purwaniati;
Maulana, Mamay
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.376
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan gangguan kesehatan yang lazim ditemukan di dalam masyarakat. Bakteri dan virus merupakan 2 kelompok mikroorganisme yang paling sering menjadi penyebab ISPA. Faktor imunitas yang rendah menjadi pendukung utama seseorang mudah terinfeksi ISPA ini. Musim kemarau dan polusi udara juga turut memperparah penyebaran ISPA. Batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, kesulitan bernafas merupakan gejala-gejala yang paling sering ditemukan pada penderita ISPA. ISPA dapat menular melalui berbagai media seperti: udara, air, makanan dan sentuhan pada benda yang terkontaminasi mikroba penyebab ISPA, menyebabkan ISPA sangat mudah menyebar luas. Upaya promotif dan preventif persebaran ISPA yang masiv diharapkan akan efektif mencegah penyebarluasan ISPA yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan tentu saja menurunkan angka kesakitan masyarakat. Disamping itu upaya kuratif pada kelompok yang sudah terinfeksi tentu juga harus dilakukan. Mitra yang dituju adalah kalangan remaja siswa SMP, hal ini disebabkan masih kurangnya mendapatkan edukasi dan informasi tentang ISPA. Metode dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi, penyuluhan dan pengolahan herbal yang digunakan untuk mencegah ISPA. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi terkait aspek edukasi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, skrining ISPA dengan cara ceramah, diskusi dan sesi tanya jawab. Selain itu diberikan pelatihan pengolahan herbal untuk pencegahan ISPA. Kesimpulan siswa dan tenaga pengajar setelah diberikan edukasi dapat mengetahui, memahami serta ketrampilan dalam pengolahan herbal yang digunakan untuk ISPA.
PEMERIKSAAN DENYUT NADI, TEKANAN DARAH, DAN GLUKOSA DARAH DI POSYANDU LANSIA ABIYOSO POLKESBAYA
Ervi Husni;
Tatarini Ika Pipit Cahyani;
Sherly Jeniawaty;
Dina Isfentiani;
Ani Media Harumi;
Ira Puspitasari;
Ira Rahayu Tiyar Sari;
Yuni Ginarsih;
Dwi Purwanti;
Ulfa Hidayah;
Puspita Zella Wigati;
Luthfi Rusyadi;
Juliana Christyaningsih;
Melania Rizerda Pebianti
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.400
Upaya pemeliharaan kesehatan lansia dilakukan sejak lansia berusia 60 tahun dengan tujuan untuk menjaga agar tetap hidup sehat, berkualitas, dan mandiri. Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada tanggal 6 September 2023, berlokasi di Poltekkes Kemenkes Surabaya, dihadiri 38 lansia. Alat yang digunakan untuk pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi menggunakan alat tensimeter sedangkan pemeriksaan glukosa darah acak menggunakan alat point of care. testing (POCT). Hasil yang didapat adalah lansia yang ikut program ini terbanyak 68% berjenis kelamin perempuan, selain itu ada 12 dari 26 (32%) lansia memiliki memiliki tekanan darah tinggi. Terdapat 1 dari 38 (3%) lansia memiliki denyut nadi di atas batas normal dan 3 dari 38 (8%) lansia dengan kadar glukosa darah di atas batas normal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan lansia harus tetap dipantau anggota keluarga lainnya agar lansia selalu sehat, Kata kunci: Denyut nadi, tekanan darah lansia, kadar glukosa darah, Posyandu lansia Abiyoso Polkesbaya
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PANGAN LOKAL SEHAT BERGIZI PADA BALITA STUNTING PUSKESMAS KAWALU
Saragih, Marianawati;
Listianasari, Yanita;
Fatamorgana, Pijar Beyna
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.405
Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan zat gizi dalam jangka waktu yang lama. Nutrisi ibu yang kurang baik dapat menimbulkan pertumbuhan janin yang kurang baik. Pertumbuhan janin yang buruk, pada akhirnya meningkatkan risiko kematian neonatal. Kegiatan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi yang perlu diwujudkan di masyarakat dengan partisipasi dan komitmen dari seluruh warga. Kegiatan edukasi dan pendampingan ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tahun 2023 yang bermitra dengan Puskesmas Kawalu Tasikmalaya, dilaksanakan kelurahan Talagasari. Diharapkan adanya kerjasama dan partisipasi dari seluruh masyarakat dan peran serta Kepala Puskesmas dan Tenaga Pelaksana Gizi sangat mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan yang dimaksud adalah berupa edukasi dan pendampingan pembuatan makanan sehat dan bergizi berbahan dasar lokal di Kelurahan Talaga Sari dengan peserta kader posyandu Anggrek, Anggrek Putih, Flamboyan, Mekar Jaya, Melati A, Melati B, Setia Asih A, Setia Asih B kota Tasikmalaya, sehingga diperoleh leaflet dan video tutorial yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam pembuatan makanan yang sehat, aman dan bergizi bergizi serta berbahan dasar pangan lokal yang dapat dijadikan contoh bagi kelurahan lain di wilayah kota Tasikmalaya
EDUKASI PERSIAPAN MASA PRA KONSEPSI MELALUI METODE ULAR TANGGA
Siregar, Nilda;
Indah, Sulfa;
Sembiring, Arihta;
Marini, Tri;
Mahayani, Eva;
Sukaisi;
Lusiana Gultom;
Alfrianne
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.451
Kehamilan remaja dibawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian diberbagai kalangan. Kabupaten Poso merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan angka prevalensi yang tinggi sebanyak 86,1% remaja yang sudah pernah melakukan hubungan seksual dan sebagian mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya kesehatan reproduksi terhadap persiapan masa pra konsepsi dalam upaya peningkatan kualitas generasi yang akan datang. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 Juni 2023 di SMA Negeri 4 Poso. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa dan siswi kelas 10 dan 11. Metode pelaksanaan adalah melakukan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan permainan menggunakan metode ular tangga, setelah itu dilakukan post-test. Hasil evaluasi melalui pengisian kuesioner pre dan post menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 34 siwa/siswi sebelum diberikan edukasi persiapan masa pra konsepsi didapatkan 6 peserta memiliki pengetahuan baik (18%), 26 peserta memiliki pengetahuan cukup (76%), dan 2 peserta memiliki pengetahuan kurang (6%). Setelah diberikan edukasi persiapan masa pra konsepsi didapatkan 29 peserta memiliki pengetahuan baik (82%), dan 5 peserta memiliki pengetahuan cukup (15%). Sebelum dilakukan edukasi banyak siswa/siswi yang belum mengetahui tentang persiapan masa prakonsepsi, maka dari itu pihak sekolah perlu menerapkan edukasi ini.
IMPLEMENTASI ULAR TANGGA RAKSASA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEBERSIHAN GIGI
Kristiani, Anie;
Anang;
Widyagdo, Agung
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.480
Kesehatan gigi anak usia dini merupakan salah satu tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan. Kerusakan gigi yang terjadi pada anak dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya pertumbuhan gigi anak pada usia selanjutnya. Pendidikan kesehatan gigi mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pemberdayaan masyarakat, yaitu melalui proses pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Permasalahan mitra adalah kurangnya pengetahuan serta kebersihan gigi dan mulut. Melalui kegiatan ini akan melaksanakan implementasi permainan ular tangga raksasa dalam upaya meningkatkan pengetahuan serta kebersihan gigi dan mulut murid. Sasaran kegiatan ini adalah murid kelas B RA. Antasalam Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya yang berjumlah 29 orang. Metode pelaksanaan dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi menggunakan permainan ular tangga raksasa. Kegiatan dilaksanakan setelah persiapan, dilanjutkan pengisian kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui wawancara serta pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut. Pemberian pendidikan kesehatan gigi menggunakan permainan ular tangga raksasa dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak dua minggu dilanjutkan dengan sikat gigi bersama murid kelas B RA Antasalam. Setelah selesai akan dilakukan evaluasi melalui pengisian kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui wawancara serta pengukuran kebersihan gigi dan mulut. Target luaran yang dihasilkan berupa artikel media elektronik, video kegiatan, HKI dan hasil penyelesaian masalah.