cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
jurnalfarmasikryonaut@gmail.com
Phone
+6282226669313
Journal Mail Official
jurnalfarmasikryonaut@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Air Sanih, Km.11 Buleleng, Bali 81171
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Kryonaut
ISSN : -     EISSN : 28281624     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Focus And Scope Pharmacology And Toxicology Clinical Pharmacy Community Pharmacy Social Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Biology Pharmacognosy Phytochemistry Microbiology Pharmacoepidemiology Pharmacoeconomics Biopharmaceutics Management And Pharmacy Practice Pharmaceutical Marketing Pharmacy Ocean Alternative Medicines
Articles 83 Documents
MOLECULAR WEIGHT MODIFICATION OF CARRAGEENAN USING ALPHAAMYLASE ENZYME TO ENHANCE FUNCTIONALITY AND INDEPENDENCE OF PHARMACEUTICAL RAW MATERIALS Ferdiansyah, Rival; Legowo, Wahyu Priyo
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 5 No 2 (2026): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v5i2.123

Abstract

Karagenan merupakan salah satu polimer dengan rantai molekul panjang yang berkontribusi pada bobot molekulnya yang relatif besar. Karakteristik ini membatasi potensi penggunaan karagenan sebagai bahan tambahan dalam formulasi obat. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi bobot molekul untuk meningkatkan sifat fungsionalnya, sehingga penggunaannya dalam aplikasi farmasi dapat diperluas. Salah satu metode untuk mengubah bobot molekul karagenan adalah melalui hidrolisis enzimatis. Dalam penelitian ini, enzim yang digunakan adalah alfa-amilase. Proses hidrolisis dilakukan dengan menginkubasi larutan karagenan selama 3 jam pada suhu 37°C dengan pH 5,6, dan dilakukan pengamatan setiap 10 menit. Pengukuran bobot molekul dilakukan berdasarkan viskositas intrinsik menggunakan persamaan Mark-Houwink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi inkubasi yang lebih lama menyebabkan penurunan bobot molekul karagenan. Penurunan bobot molekul yang paling signifikan terjadi pada menit ke-30, yang turut memengaruhi hasil uji fisik padatan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN STROBERI (FRAGARIA X ANANASSA (WESTON) ROZIER) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS: Andarwati, Faradila Puspita; Samodra, Galih; Rahmawati, Nur
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 2 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i2.126

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa (Weston) Rozier) bermanfaat untuk menghambat aktivitas antibakteri, dan infeksi pada kulit penyebab jerawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun stroberi terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis, mengetahui jumlah konsentrasi yang efektif terhadap aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun stroberi dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis dan mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa flavonoid, tannin, saponin, alkoloid, dan steroid. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 55%, 65%, dan 75%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif aquadest. Hasil skrining fitokimia daun stroberi mengandung senyawa flavonoid, tannin dan saponin lalu tidak mengandung alkaloid dan steroid. Hasil pengujian zona hambat antibakteri pada bakteri S. aureus dalam mengamati diameter zona hambat pada konsentrasi 55%, 65%, dan 75%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif aquadest masing-masing yaitu 11,33 mm; 12,56 mm; 10,69 mm; 20,44 mm; dan 0.00 mm. Hasil pada bakteri S. epidermidis dengan konsentrasi 55%,65%, dan 75%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif aquadest masing-masing yaitu 11,23 mm; 11,35 mm; 9,70 mm; 16,75 mm; dan 0.00 mm.
EVALUASI TERAPI OBAT PADA SINDROM KORONER AKUT : SCOPING REVIEW Naintina, Ni Luh Yuni; Ningrum, Vitarani Dwi Ananda; Panduwiguna, Ivans
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 2 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i2.146

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab utama kematian global, dengan terapi farmakologis sebagai bagian penting dalam manajemen klinis. Namun, efektivitas terapi obat, interaksi obat, dan parameter hematologi esensial yang relevan masih perlu dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Scoping review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi obat pada pengelolaan SKA, termasuk parameter hematologi pasien untuk keberlangsungan terapi yang akan diberikan. Metode: Scoping review dilakukan dengan pencarian literatur dari PubMed, Science Direct, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait terapi obat dan parameter hematologi pada SKA. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi dengan terapi farmakologis beserta hasil outcome klinis yaitu parameter hematologi pada penyakit Sindrom Koroner Akut yang mencakup STEMI, N-STEMI dan Agina Pektoris Tidak Stabil, artikel teks lengkap, rentang waktu 2020–2024, artikel review dan studi kasus dikecualikan. Hasil: Dari 3.697 artikel yang ditemukan, terdapat 10 artikel yang relevan sesuai dengan kriteria inklusi Hasil menunjukkan bahwa terapi obat pada Sindrom Koroner Akut yang mencakup APTS, NSTEMI dan STEMI ditemukan pada golongan antiplatelet, antikoagulan, β1-blockers, dan kombinasi risiko beserta parameter hematologi yang meliputi troponin, NLR, MLR, kadar hs-cTnI, leukosit, neutrofil, eosinofil, rasio leukosif dan PRA Kesimpulan: Evaluasi terapi farmakologis yang menyeluruh pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA), terutama dalam hal interaksi obat dan pemilihan kombinasi terapi yang optimal dapat memberikan manfaat klinis yang lebih baik, sementara pemantauan biomarker hematologis seperti troponin, NLR, MLR, hs-cTnI , leukosit, neutrofil, eosinofil, rasio leukosif dan PRA menjadi alat prognostik penting untuk stratifikasi risiko. Kata Kunci: sindrome koroner akut, terapi obat, parameter hematologis
PERAN APOTEKER DALAM PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS: TINJAUAN NARATIF Sakiki, Devi Rydya; Saepudin, Saepudin; Sari, Chynthia Paradiftha
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 5 No 2 (2026): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v5i2.150

Abstract

Indonesia merupakan negara peringkat kedua sebagai penyumbang kasus tuberkulosis terbesar di dunia setelah India. Bakteri Mycobacterium Tuberculosis merupakan penyebab terjadinya penyakit tuberkulosis. Narrative review ini membahas mengenai peran apoteker dalam pengobatan pasien tuberkulosis yang dapat meningkatkan keberhasilan terapi. Pencarian jurnal terkait dilakukan di Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan jurnal yang ditemukan, secara garis besar apoteker memiliki peran dalam pemberian informasi dan edukasi mengenai pengobatan, memberikan konseling, homecare, dan layanan farmakoterapi tindak lanjut. Pelayanan apoteker juga memiliki andil dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dengan hasil akhir terjadinya peningkatan pada kualitas hidup pasien. Apoteker perlu diikutsertakan dalam berbagai macam program penanganan pasien TB dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya untuk mengurangi angka kejadian TB khususnya di Indonesia.
QUALITATIVE EVALUATION OF ANTIBIOTIC USE WITH GYSSENS METHOD IN PEDIATRIC BRONCHOPNEUMONIA PATIENTS AT ANUTAPURA HOSPITAL Fajriansyah, Fajriansyah; Arwin, Muh.; Paluseri, Andi; Zulfahmidah, Zulfahmidah
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 1 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i1.153

Abstract

Bronchopneumonia is still a health problem in Indonesia, with a mortality rate of around 14% for infants aged 1-5 years. Antibiotic therapy with rational use can reduce mortality. Conversely, irrational use of antibiotic therapy will increase the occurrence of resistance which has an impact on increasing morbidity, mortality, and health costs. This study aimed to evaluate the quality of antibiotic use using the Gyssens method in bronchopneumonia patients. This study was an observational study with a qualitative approach conducted at Anutapura Palu Regional General Hospital from January to June 2022. Data were obtained from retrospective searches of patient medical records. Evaluation of antibiotic use was reviewed based on a flowchart of qualitative assessment of antibiotic use with the Gyssens method. There were 52 bronchopneumonia patients who met the inclusion criteria. It was found that 68,66% of patients used rational antibiotics and 31,34% of patients used irrational antibiotics found in class IVa (11,94%), IIIb (4.48%), IIa (11,94%), and IIb (2,98%). In conclusion, the use of antibiotics in half of bronchopneumonia patients is irrational, so efforts need to be made to improve the quality of antibiotic use to avoid morbidity, increased health costs and even death.
HARNESSING NATURE’S REMEDIES: A SYSTEMATIC REVIEW OF THE ANTIPYRETIC POTENTIAL OF INDONESIAN MEDICINAL PLANT EXTRACTS Hardiana, Iyan; Wahyudin, Elly; Aswad, Muhammad; Agustina, Rina
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 1 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i1.154

Abstract

Introduction: Fever is a common physiological response to infection and inflammation, typically managed with synthetic antipyretics like paracetamol and ibuprofen. However, concerns regarding their adverse effects have led to increased interest in natural alternatives. Indonesia, with its rich biodiversity, offers numerous medicinal plants with potential antipyretic properties. This systematic review evaluates the antipyretic efficacy of Indonesian medicinal plant extracts based on available clinical and preclinical studies. Methods: A systematic search was conducted in ScienceDirect, PubMed, Sage Journals, and Google Scholar following PRISMA guidelines. The review included randomized controlled trials (RCTs) and in vivo studies investigating the antipyretic effects of Indonesian medicinal plants compared to standard treatments or placebos. Study quality was assessed using the JADAD scale and ARRIVE checklist. Results: Nine eligible studies were analyzed, demonstrating that extracts from Cucumis sativus, Acalypha indica, Centella asiatica, and Castanopsis costata significantly reduced fever in animal models. These effects were attributed to bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, and saponins, which modulate prostaglandin synthesis and inflammatory pathways. Some extracts exhibited antipyretic efficacy comparable to conventional drugs, highlighting their therapeutic potential. Conclusion: Indonesian medicinal plants show promising antipyretic properties, suggesting their potential as alternative fever treatments. However, further clinical trials are required to confirm efficacy, optimize dosages, and ensure safety. Standardization of research methodologies and regulatory frameworks will be essential for their integration into modern healthcare
KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND PRACTICES OF PHARMACEUTICAL PERSONNEL IN ANTIBIOTIC SERVICES AT DENPASAR CITY PHARMACY Manik Partha Sutema, Ida Ayu; Rai Widowati, I Gusti Ayu; Putri, Putu Adinda Novyta Arsha
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 2 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i2.156

Abstract

Background: The misuse of antibiotics is a major trigger for antibiotic resistance, one of the world's biggest health threats. Pharmacies hold the key in delivering accurate antibiotic information and services. This study aims to measure the understanding, views, and actions of pharmacy technical staff in Balinese pharmacies regarding antibiotics, while also investigating what influences their behavior. This cross-sectional survey was conducted from September to December 2024 in 9 regions of Bali, collecting data via questionnaires about knowledge, attitudes, and practices. Analysis shows that the majority (64.2%) of pharmaceutical technical staff have good knowledge about antibiotics, and almost all (96.9%) strongly agree with the rational use of antibiotics. However, there is a serious exception: 11.95% of them still dispense antibiotics without a doctor's prescription, a practice that risks worsening resistance. In conclusion, although pharmacy technical staff in Bali have a strong knowledge base and attitude, there are still gaps in practice that need to be urgently addressed through continuous and equitable education to prevent the increase of antibiotic resistance.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI TERHADAP PERSEPSI PASIEN DI RSUD TAIS KABUPATEN SELUMA Noca Fersty, Deifsa; Sakti, Budiman; Dani, Rahiman
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 5 No 1 (2026): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v5i1.159

Abstract

RSUD Tais Kabupaten Seluma memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pelayanan farmasi yang optimal dapat memengaruhi tingkat kepuasan pasien, yang pada akhirnya berdampak pada citra rumah sakit secara keseluruhan. Pelaksanaan pelayanan di Instalasi Farmasi turut membentuk persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tanggapan masyarakat mengenai kualitas pelayanan Instalasi Farmasi dan persepsi pasien di RSUD Tais Kabupaten Seluma, serta (2) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan Instalasi Farmasi terhadap persepsi pasien. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui persepsi pasien, serta regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis. Jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih dengan teknik proportional sampling melalui kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan indikator kualitas pelayanan yang diteliti, tujuh indikator mendapat penilaian “Cukup Baik” dan dua indikator mendapat penilaian “Kurang Baik”.Uji hipotesis dengan uji-t menghasilkan nilai t-hitung (2,094) > t-tabel (1,6715), yang menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan Instalasi Farmasi (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi pasien (Y). Hasil ini diperkuat dengan nilai p-value (0,041) < α (0,05), sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima
NILAI SPF KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DAN NIASINAMIDA SECARA IN VITRO Dewi, Luh Yesi Angga Natalia; Ratna Djamil; Kartiningsih, Kartiningsih
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 2 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i2.161

Abstract

Kulit buah delima (Punica granatum L.) memiliki kandungan polifenol yaitu flavonoid dan tanin terhidrolisis yang memiliki nilai SPF 16,09 termasuk kategori ultra pada konsentrasi 0,011% dan nilai IC50 12,51 dalam uji DPPH dengan metode ekstraksi maserasi. Selain itu, berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui juga bahwa niasinamida dengan konsentrasi 5% memiliki nilai SPF 10,01±0,3 yang termasuk kategori maksimal. Tujuan dari kombinasi ekstrak kulit buah delima (Punica granatum L.) dan niasinamida untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan nilai SPF, sehingga memiliki kemampuan fotoprotektor yang lebih optimal pada kulit manusia dari paparan sinar ultraviolet khusunya sinar UV-B. Hasil penelitian menujukkan nilai SPF kulit buah delima pada konsentrasi 0,011% sudah termasuk kategori ultra dengan nilai sebesar 16,5061, sedangkan niasinamida pada konsentrasi 0,5% sudah termasuk kategori ekstra dengan nilai sebesar 6,4355. Kemudian dilakukan pengukuran nilai SPF kombinasi ekstrak kulit buah delima dan niasinamida diperoleh hasil adanya peningkatan nilai SPF hal ini dikarenakan kedua zat aktif ini bersinergis menghasilkan nilai SPF sebesar 30,8337 pada perbandingan E:N (2:1).
SCOPING REVIEW TENTANG BIAYA PENGOBATAN PASIEN STROKE ISKEMIK DI INDONESIA Surya, Mellisa Yohana; Chiuman, Linda; Saepudin
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 1 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i1.162

Abstract

Stroke adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi perhatian utama di dunia kesehatan. Ada jutaan pasien stroke di seluruh dunia. Kecacatan yang disebabkan oleh stroke mempengaruhi kualitas hidup pasien dan keluarga pasien. Penanganan stroke sangat dipengaruhi oleh penentuan awal jenis stroke. Stroke merupakan salah satu penyakit dengan biaya tertinggi karena memerlukan masa rehabilitasi yang panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rentang biaya pengobatan stroke dan selisih antara tarif Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs) dan biaya rill di rumah sakit.Penulisan ini dilakukan dengan metode scoping review dengan mengumpulkan jurnal kesehatan tentang stroke dan menganalisis data dari penelitian yang telah dipublikasi. Penelusuran dilakukan dengan mencari artikel yang berhubungan dengan stroke di BMC Health Services Research, Pubmed dan Google Scholar. Setelah dilakukan screening terkait kriterian inklusi dan eksklsi serta membaca abstrak, hanya 9 artikel yang dapat digunakan dalam kajian Pustaka ini.Dari lima jurnal yang membahas tentang biaya langsung medis penyakit stroke, biaya terendah adalah Rp. 1.677.496,- yang merupakan hasil studi di RSUD Bumiayu. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit tipe C yang terletak di Brebes, Jawa Tengah. Sementara biaya medis tertinggi per pasien ada di RS Royal Prima yang merupakan rumah sakit swasta tipe B dan terletak di Kota Medan, biaya stroke per pasien pada RS Royal Prima adalah Rp.15.604.754,-. Penanganan stroke berbeda-beda pada setiap orang, karena sangat dipengaruhi oleh jenis dan lokasi gumpalannya. Evaluasi tentang biaya pengobatan stroke sejak dikeluarkannya Panduan Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Stroke pada November 2019 masih sangat jarang dilakukan.