cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6281377008616
Journal Mail Official
jurnaljpdsk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29878381     DOI : https://doi.org/10.47233/jpdsk
urnal Pendidikan Sosial dan Konseling (JPDSK) merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan januari, April , Juli, dadn Oktober. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2987-8381
Articles 518 Documents
Implementasi Home Visit: Tantangan dan Peluang bagi Guru BK dalam Menangani Kasus Siswa Berisiko Putus Sekolah di SMPN 23 Medan Poetriku Pradhana; Dewi Febriana Purba; Pranika Pranika; Rezky Maiya; Chandra Wahyudi; Aida Fitriany
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2754

Abstract

The purpose of this study is to outline how Guidance and Counseling (BK) instructors at SMP Negeri 23 Medan use the home visit program to assist students who are at danger of dropping out of school, as well as to pinpoint the opportunities and difficulties that come up throughout this process. In-depth interviews, participant observations, and documentation studies of BK instructors, students, and parents were used to gather data for this qualitative case study study. The results of the study indicate that the home visit program has a positive impact on understanding students' conditions as a whole, strengthening the relationship between school and family, and encouraging improvements in student behavior and attendance. However, a number of challenges were found, such as limited time for BK teachers, lack of facility support, resistance from parents, and difficult location access. On the other hand, this program opens up strategic opportunities to build a more empathetic, in-depth, and student-based intervention approach. This study recommends that home visits be made a systematic program that is fully supported by school policies.
Resiliensi Pegawai Dalam Menghadapi Beban Kerja Pada Pegawai Unit Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Fatimah Azzahra Putri Bachtiar; Khairani Zikrinawati; Ismi Nur Arifah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2756

Abstract

This study aims to describe the forms of resilience and the influencing factors among employees at the Competency Assessment Unit of the Regional Civil Service Agency in dealing with high workloads. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews, observation, and literature review. Five informants were selected using purposive sampling, based on the criteria of having experienced or currently experiencing high workloads and their willingness to participate in the study. Thematic analysis was used to explore aspects of resilience reflected in the informants' experiences under work-related pressure. The findings indicate that analytical thinking is the most dominant aspect of resilience, as it significantly assists employees in formulating work strategies when facing demanding situations. Additionally, emotional regulation, self-efficacy, optimism, and goal orientation also play crucial roles in strengthening psychological endurance. Although impulse control and empathy were less dominant, both aspects still contribute meaningfully to maintaining healthy workplace relationships and fostering a supportive work environment. This resilience is shaped by professional experience, intrinsic motivation such as a sense of responsibility, personal satisfaction, and dedication to one’s work and is further reinforced by social support and a positive organizational culture. These findings highlight that strengthening resilience is a vital psychological strategy, not only for enhancing individual endurance but also for improving work performance and employee well-being in a comprehensive manner.
Tindakan Preventif Terhadap Perilaku Bullying Fisik Di Sekolah Melalui Kontribusi Pendidikan Kristiani Jessintha Filardin Laukapitang; Delsi Oktoviana Oematan; Yakobus Adi Saingo; Ezra Tari
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2805

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tentang tindakan preventif terhadap perilaku bullying fisik di sekolah melalui kontribusi pendidikan kristiani. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan study literature yang dianalisis secara reduktif berbasis buku-buku ilmiah, maupun jurnal penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, bullying fisik di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat diminimalisir dengan penguatan nilai-nilai Kristiani bagi siswa secara utuh dan holistik, sehingga tidak ada lagi korban bullying yang menderita dan mengalami tekanan mental. Korban bullying biasanya memiliki kerentanan secara internal seperti rasa malu, kecemasan, dan rendah diri, serta mengalami tekanan dari faktor eksternal seperti pola komunikasi keluarga yang buruk, lingkungan sosial yang tidak suportif, dan pengaruh kelompok pertemanan yang negatif. Selain dampak pribadi bagi korban, bullying juga memiliki konsekuensi hukum yang jelas bagi pelaku, sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu melalui pendidikan Kristiani seperti kasih, pengampunan, penghargaan terhadap sesama, hidup dalam persekutuan, serta pengembangan karakter berdasarkan teladan Kristus, siswa dapat dibentuk menjadi pribadi yang peduli, empatik, dan menjauhkan diri dari kekerasan. Setiap warga sekolah harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan menjadi tempat yang aman dan penuh toleransi, di mana setiap siswa merasa dihargai, diterima, dan dilindungi.
Pengaruh Layanan Informasi Dengan Model PBL Terhadap Perencanaan Studi Lanjut Siswa UPT SMP Negeri 8 Medan Novrida Ginting; M. Fikri Ryan Dhani; Lilis Granella Sidabutar; Kevin Romie; Khairunnisa Sipahutar; Nadra Hasina Tanjung; Adelia Mauritia Shalsa
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2836

Abstract

This study aims to determine the effect of information services using the project-based learning model on further study planning for class IX-7 students at UPT SMP NEGERI 8 Medan. This research uses a quasi-experimental quantitative approach. The research subjects were 31 students of class IX-7. The data were collected using a validated and reliable questionnaire, given before and after the information service. The average pre-test score was 74, and the average post-test score was 133, with an increase of 59 points or 44%. The paired sample T-test results showed Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 and t-count of 21.176 > t-table of 1.697. This means that information services using the project-based learning model positively and significantly influence further study planning for students.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dan Lingkungan Sosial Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik SD Mardi Sunu Surabaya Salma Salsabila
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2889

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan, khususnya pada tingkat sekolah dasar. Karakter yang kuat menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang tangguh, bermoral, dan berintegritas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan lingkungan sosial terhadap pembentukan karakter peserta didik di SD Mardi Sunu Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dan termasuk dalam kategori penelitian kausal karena meneliti hubungan sebab-akibat antara variabel bebas (pola asuh orang tua dan lingkungan sosial) dengan variabel terikat (pembentukan karakter peserta didik). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wali murid peserta didik SD Mardi Sunu Surabaya dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket/kuesioner yang disusun berdasarkan indikator dari masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pola asuh orang tua maupun lingkungan sosial secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Artinya, pola pengasuhan yang diterapkan orang tua (otoriter, demokratis, permisif,) serta lingkungan sosial anak (keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat) memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter peserta didik
Kecerdasan Emosi Dan Dukungan Guru Sebagai Prediktor Resiliensi Akademik Pada Siswa SMK Andhieni Eka Putri; Tri Na’imah; Nur’aeni; Fatin Rohmah Nur Wahidah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2891

Abstract

Vocational High Schools (SMK) are educational institutions designed to prepare students to become skilled professionals in their respective fields. However, the challenges encountered by students can often lead to feelings of pressure, stress, and even a sense of inadequacy. Therefore, academic resilience is essential for students to effectively navigate these demands. This study aims to examine the influence of emotional intelligence and teacher support on the academic resilience of 11th-grade students at SMK X Pemalang. This research employs a quantitative correlational approach, with a sample of 169 students selected through simple random sampling. Data collection was carried out using the Academic Resilience Scale (ARS-30), the Emotional Quotient Inventory: Youth Version (EQ-i:YV), and the Teacher Support Scale (TSS). The data analysis yielded a t-value of 9.862 and an R of 0.368, indicating that emotional intelligence significantly influences academic resilience, contributing 36.8% to the variance. The t-value for teacher support was 2.111, with an R of 0.026, suggesting that teacher support also significantly influences academic resilience, albeit with a smaller contribution of 2.6%. Furthermore, the F-test result of 49.342 and an R of 0.373 indicate that both emotional intelligence and teacher support collectively influence academic resilience, accounting for 37.3% of the variance. The remaining 62.7% is attributed to other unexamined factors, such as self-efficacy and social support.
Kepribadian Dan Kebudayaan: Analisis Peran Kedua Faktor Dalam Pengembangan Sosial Dan Akademik Di Sekolah Bunga Afasli; Firman; Nurfarhanah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepribadian dan kebudayaan dalam pengembangan sosial dan akademik di sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan melakukan penyaringan artikel berdasarkan kriteria tertentu. Dari total 231 artikel yang ditemukan, dilakukan pemfilteran terhadap artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, menghasilkan 91 artikel yang relevan. Selanjutnya, artikel-artikel tersebut disaring berdasarkan tema pendidikan, menghasilkan 34 artikel yang sesuai. Kemudian, filter lebih lanjut diterapkan untuk mengidentifikasi artikel yang berkaitan dengan kepribadian dan pendidikan, sehingga diperoleh 16 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kebudayaan maupun kepribadian memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial dan akademik siswa. Kepribadian, terutama aspek eksternal dan internal, berperan penting dalam interaksi sosial dan motivasi belajar, sementara kebudayaan berkontribusi dalam membentuk sikap dan perilaku siswa di lingkungan pendidikan. Kesimpulannya, pemahaman yang lebih dalam mengenai keduanya dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inklusif.
Analisis Teori Relasional Terhadap Transmisi Budaya Di Institusi Pendidikan Indah Permata Bunda; Firman Firman; Nurfarhanah Nurfarhanah; Ridho Rismi
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2900

Abstract

Analisis teori relasional dalam konteks transmisi budaya di institusi pendidikan, yang merupakan proses penting dalam pewarisan nilai dan norma budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Teori relasional menekankan peran interaksi sosial dan hubungan antar individu dalam membentuk dan mempertahankan budaya melalui komunikasi dan pembelajaran di lingkungan pendidikan. Institusi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai agen sosial yang menghubungkan berbagai elemen budaya melalui interaksi antara guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan teori relasional, transmisi budaya dapat dianalisis sebagai proses dinamis yang melibatkan pertukaran nilai dan norma secara aktif, yang dipengaruhi oleh konteks sosial dan struktur hubungan dalam institusi. Studi ini mengkaji literatur yang relevan untuk memahami bagaimana hubungan interpersonal dan struktur sosial di sekolah berkontribusi pada keberhasilan atau hambatan dalam proses pewarisan budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan transmisi budaya sangat bergantung pada kualitas interaksi dan keterlibatan semua pihak dalam institusi pendidikan, termasuk peran guru sebagai fasilitator budaya dan siswa sebagai partisipan aktif. Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang teori relasional dapat membantu merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya di tengah perubahan zaman. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pendidikan formal, keluarga, dan masyarakat sebagai jaringan sosial yang saling mendukung dalam proses transmisi budaya.
Meningkatkan Aktivitas, Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Muatan Ipa Menggunakan Kombinasi Model PBL, STAD, DAN TGT Pada Kelas V Di Sekolah Dasar Muhammad Ahdi; Celia Cinantya
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i2.2987

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan mengenai rendahnya aktivitas, berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan model PBL, STAD dan TGT dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, menganalisis keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan di kelas V SDN Sungai Gampa Asahi Rantau Badauh dengan jumlah 20 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan, terbukti dengan skor 30 yang memiliki nilai kriteria sangat baik. Aktivitas siswa dengan kriteria sangat aktif mencapai 100%. Kemampuan berpikir kritis meningkat hingga 96%. Serta, dengan kriteria tercapai, hasil belajar siswa meningkat hingga 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL, STAD dan TGT dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif memilih dan menggunakan model pembelajaran khususnya muatan IPA.
Peningkatan Ketetampilan Menyimak Di Sekolah Dasar Melalui Media Gambar, Digital, Dan Audio Visual Fatkhia Nur Azizah; Sofia Nanda Saputri; Dina Puspita Anggraini; Nur Amelia Sari; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i2.2988

Abstract

Listening ability is one of the basic skills that must be mastered by elementary school students in learning Indonesian. However, in reality, students' listening ability is still relatively low. This article aims to examine various learning strategies and media used to improve elementary school students' listening skills through literature studies. The research method used is a qualitative approach with a literature review from various scientific sources. The results of the study show that learning media such as storytelling pictures, digital storytelling, wayang cerita and audio-visual media can significantly increase students' interest, understanding, and active participation in listening activities. The application of appropriate and innovative media has a positive impact on improving listening skills and supporting the achievement of Indonesian language learning objectives at the elementary level.