cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pembantu Jumantik di Desa Panjer Santosa, Agus; Widari, DAP Niti; Diari, Padma; Mahardika, Wayan Gede; Masyeni, Sri
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.428 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1575

Abstract

ABSTRAKJumlah kasus infeksi demam berdarah dengue semakin meningkat dan memicu masalah kesehatan global. Pemerintah telah mencanangkan program satu Jumantik satu keluarga untuk menurunkan jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue di Indonesia. Untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan infeksi tersebut sangat diperlukan dukungan dan peran serta masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai pembantu Jumantik dalam identifikasi barang-barang yang memiliki potensi sebagai tempat sarang nyamuk pada saat musim penghujan. Mitra yaitu sekelompok ibu-ibu di Desa Panjer mempunyai masalah kurangnya pengetahuan mengenai infeksi demam berdarah beserta pencegahannya sehingga tidak mampu berperan sebagai pembantu Jumantik. Kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi untuk memberikan pelatihan serta pendampingan untuk membentuk pembantu Jumantik dalam identifikasi barang bekas yang ada diseputar halaman rumah mitra yang memiliki potensi sebagai tempat tumbuhnay jentik nyamuk penyebar virus penyebab demam berdarah dengue. Kegiatan diawali dengan pret-est, pemaparan materi infeksi dengue serat pencegahannya lalu ditutup dengan evaluasi post-test untuk mengukur output kegiatan. Hasil kegiatan telah menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra sebesar 90% dalam memahami penyakit serta pencegahan infeksi demam berdarah. Outcome kegiatan akan dievaluasi dari penurunan jumlah kasus infeksi demam berdarah di Desa Panjer.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pembantu jumantik, infeksi dengueABSTRACTDengue virus infection poses a significant global health concern worldwide. A high number of dengue cases are reported annually in Indonesia and the government released a specific program to reduce the dengue cases. Empowering of the community to support the programme is absolutely needed. This programme aims to achieve the national programme in reducing the dengue cases particularly by helping the Jumantik. The main problems of the partner is the lack of dengue infection knowledge and the prevention methods. The program delivers training and mentoring to the partners about dengue infection prevention, and identifies the potential goods as the mosquito reservoir. The programme result is the improvement of the partner's knowledge, accounting as high as 90% improvement. The programme outcome will be evaluated by observing the reduction of the local dengue cases.Keywords: community empowering, jumantik, dengue
INOVASI PACKAGING UNTUK PRODUK USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA PETAK GIANYAR Candra Dewi, Luh Komang; Antari, Ni Luh Sili; Hartini, Ni Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.297 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1784

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha yang dijalankan oleh perorangan, rumah tangga, atau badan usaha kecil. Saat ini, UMKM mengalami kesulitan akibat pandemi COVID-19, khususnya UMKM di Desa Petak. Desa Petak terletak di Kabupaten Gianyar yang merupakan desa yang memiliki tempat wisata, hotel, restoran sehingga UMKM berkembang cukup banyak untuk mendukung pariwisata di Desa Petak. Masalah bagi banyak UMKM di desa Petak adalah pemasaran yang masih konvensional, pemasaran daring belum bervariasi dan kemasannya tidak menarik. Perbaikan dalam kegiatan PHP2D ini adalah dengan memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para pelaku UMKM. Dari pendampingan dan pelatihan, UMKM di Desa Petak mampu berinovasi untuk meningkatkan kualitas kemasan dalam rangka memperluas pangsa pasar, dan daya saing produk UMKM Desa Petak.Kata Kunci: inovasi packaging, umkm, pemasaran digitalABSTRACTMicro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are businesses run by individuals, households, or small business entities. Currently, MSMEs are experiencing difficulties due to COVID-19 pandemic, especially MSMEs in Petak Village. Petak Village is located in Gianyar Regency, which is a village that has tourist attractions, hotels, restaurants so that MSMEs developed to support tourism in Petak Village. The problems for many MSMEs in Petak Village were marketing that was still conventional, online marketing was not yet varied and the packaging was not interesting. The improvements in this PHP2D activity were done by providing assistance and training for MSMEs implementers. From mentoring and training, MSMEs in Petak Village were able to innovate to improve packaging quality in order to expand market share and the competitiveness of Petak Village MSME products.Keyword: packaging innovation, MSME, digital marketing
EDUKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA KELOMPOK PEKERJA SALON DAN SPA DI MASA PANDEMI COVID-19 Cahyawati, Putu Nita; Pradnyawati, Luh Gede; Puspa Ningsih, Ni Luh Anik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.858 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1785

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali, termasuk usaha salon dan spa. Dampak utama yang dialami adalah penurunan jumlah pelanggan dan penerapan protokol kesehatan yang tepat selama bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pekerja salon dan spa terkait penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di era pandemi. Kegiatan pengabdian menerapkan metode pembelajaran blended learning. Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi dan melibatkan 5 orang pekerja. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi, pretest, pemberian edukasi protokol kesehatan dan sistem marketing di masa pandemi Covid-19, pemutaran video, dan postest. Pekerja yang terlibat berada pada rentang usia 25 tahun hingga 46 tahun. Karakteristik pekerja yaitu 100% adalah perempuan, pendidikan terakhir SMP sebanyak 2 orang (40%), dan SMA sebanyak 3 orang (60%). Mayoritas pekerja beragama Hindu (80%) dan sudah menikah (80%). Masa kerja pekerja bervariasi yaitu antara 1 tahun hingga 6 tahun. Seluruh pekerja memiliki jadwal kerja yang sama yaitu 6 kali per minggu. Setelah pelaksanaan kegiatan, diperoleh hasil yaitu persentase kehadiran pekerja pada kegiatan ini sangat baik (100%). Pelaksanan kegiatan dengan membagi menjadi beberapa sesi kegiatan serta dengan penerapan metode edukasi secara daring dan luring (blended learning) berdampak baik pada peningkatan pengetahuan mitra yang ditandai dengan terdapatnya peningkatan rerata nilai pretest dan postest, yaitu awal adalah 38 poin, meningkat menjadi 84 poin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode edukasi blended learning meningkatkan pengetahuan pekerja salon dan spa dalam hal penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Covid-19, edukasi kesehatan, sistem pemasaran, blended learningABSTRACTThe pandemic of Covid-19 had a significant impact on Bali's tourism, including salon and spa businesses. The main impact was declining customers numbers and the implementation of appropriate health protocols. This program aimed to provide education to salon and spa workers regarding the health protocols and marketing strategies during the pandemic era. The community project activity applied through blended learning method, divided into several sessions with five workers involvement. The activities included discussions, pre-test, education on health protocols and marketing system, video, and post-test. The workers’ age range was 25 to 46 years ,which were 100% women, 40% were junior high school and 60% were high schools’ graduates, majority were Hindu (80%) and were married (80%). The length of working period varied from 1 year to 6 years. All workers had the same work schedule, 6 times per week. The result of the activity was that the percentage of partner's attendance was good (100%). The implementation of the program by online and offline methods (blended learning) had a good impact on increasing knowledge, which was marked by an increase in the average pre-test from 38 points into 84 points on post-test scores. Based on these results, we concluded that the blended learning method increases the knowledge of salon and spa workers in terms of implementing health protocols and online marketing during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19, health education, marketing system, blended learning
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU PADA PAUD DUTA BINA BHUANA SCHOOL Poerwati, Christiani Endah; Cahaya, I Made Elia; Suryaningsih, Ni Made Ayu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.33 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1786

Abstract

ABSTRAKPAUD Duta Bina Bhuana merupakan lembaga pendidikan yang memastikan anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pendidik memiliki peran yang sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut, agar dapat memberikan layanan yang optimal. Namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan adanya permasalahan terkait kompetensi guru, yakni: 1) pengembangan perencanaan pembelajaran (penentuan tema dan sub tema) anak usia dini; 2) penerapan metode pembelajaran inovatif pada proses pembelajaran anak usia dini, dan 3) pembuatan dan penggunaan alat peraga edukatif dalam proses pembelajaran anak usia dini. Pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui pembimbingan secara daring serta workshop secara langsung (luring). Indikator keberhasilan program pendampingan ini, dapat dilihat dari antusias guru selama mengikuti program serta adanya peningkatan kompetensi guru. Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan terhadap: 1) kemampuan mitra dalam menyusun perencanaan pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 85 dengan kategori sangat baik, 2) kemampuan mitra dalam mengaplikasikan metode inovatif memperoleh rata-rata 85 dengan kategori sangat baik dan 3) kemampuan mitra dalam membuat dan menggunakan APE dalam proses pembelajaran memperoleh rata-rata 87 dengan kategori sangat baikKata kunci: Pendampingan, Kompetensi Guru, PAUD Duta Bina BhuanaABSTRACTPAUD Duta Bina Bhuana is an educational institution that ensures children are prepared to enter the next level of education. Educators play crucial roles in achieving these goals, in order to provide optimal services. However, based on the results of observations and interviews, the authors found that there were problems related to teacher competence, namely: 1) development of learning planning (determination of themes and sub themes) for early childhood; 2) the application of innovative learning methods in the early childhood learning process, and 3) the manufacture and use of educational teaching aids in the early childhood learning process. The implementation of mentoring is carried out through online mentoring and in-person workshops (offline). Indicators of the success of this mentoring program can be seen from the enthusiasm of teachers during the program as well as an increase in teacher competence. Through this activity, it can be concluded that there was an increase in: 1) the ability of partners in preparing lesson plans obtained an average score of 85 in the very good category, 2) the ability of partners in applying innovative methods obtained an average of 85 in the very good category, and 3) the ability of partners in applying innovative methods to obtain an average of 85 in the very good category. partners in making and using educational teaching aids in the learning process obtained an average of 87 in the very good category.Keywords: Mentoring, Teacher Competence, Early Childhood Education
PEMBAYARAN DIGITAL BAGI UMKM KULINER DALAM UPAYA MENINGKATKAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DI KELURAHAN PANJER DENPASAR Resmi Cahyadi, Luh Diah Citra; Artaningrum, Rai Gina
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.064 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1787

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bersama dengan mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berlokasi di Jalan Tukad Pancoran, Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan. Terdapat dua masalah utama yang dihadapi oleh mitra UMKM, yaitu belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik dan belum memiliki sistem pembayaran digital bagi usahanya. Langkah praktis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembinaan terhadap mitra dengan dua cara. Pertama pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan pencatatan keuangan secara manual dan terdigitalisasi menggunakan aplikasi Ngekas. Kedua, pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan penggunaan pembayaran digital menggunakan OVO dan Gopay. Hasil dari kegiatan pembinaan ini, mitra UMKM memiliki pencatatan keuangan yang telah terdigitalisasi sehingga dapat memiliki laporan keuangan sehingga dapat mengetahui posisi keuangan usahanya secara berkala. Selain itu, mitra UMKM juga dapat meningkatkan penjualan dan transaksi usaha melalui pembayaran digital.Kata kunci: Keuangan, Digitalisasi, dan UMKMABSTRACTThis community service activity was held involving with micro, small, and medium enterprises (SME’s) partners located on Tukad Pancoran street, Panjer, Distric of South Denpasar. There were two main problems faced by the SME’s: they had no financial recording system and they had no digital payment system of each business. Practical steps to overcome these problems were taken through coaching partners in two ways. First, coaching was done by providing training on manual and digitalized financial records using the Ngekas application. Second, coaching was carried out by providing training on the use of OVO and Gopay as digital payments. As a result of this coaching activities, SME partners havd digital financial records for financial reports to understand the financial position of their business on a regular basis. In addition, SME partners can also increase sales and business transactions through digital payments.Keywords:Finance, Digitalization, and SME
PENDAMPINGAN PERSIAPAN MENUJU BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS KUTA II BADUNG-BALI Kastama Hardy, I Putu Dedy; Natalia Yudha, Ni Luh Gde Ari
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.812 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1788

Abstract

ABSTRAKUPT Puskesmas Kuta II sebagai unit pelaksana teknis daerah mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan di wilayah kerjanya. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan layanan kesehatan tingkat dasar, maka menjadi suatu keharusan bagi Puskesmas untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan salah satunya melalui program menjadikan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu: belum ada pemahaman yang sama bagi petugas puskesmas tentang pentingnya BLUD seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, bahwa dengan menjadikan Puskesmas sebagai BLUD, maka banyak manfaat yang diperoleh terutama dalam fleksibilitas pengelolaan keuangan Puskesmas sehingga dapat menjalankan pelayanan dengan mengutamakan efisiensi dan produktivitas. Metode pendekatan yang ditawarkan pelatihan dalam persiapan pelaksanaan BLUD di puskesmas dilaksanakan selama 2 hari dengan memberikan memberikan materi dan pendampingan tentang: 1) dasar ketentuan dan tujuan penerapan BLUD; 2) mekanisme penilaian syarat administratif BLUD sesuai Permendagri 61/2007 dan SE Mendagri No 900/2759/SJ; 3) gambaran umum penyusunan dokumen standar pelayanan minimal. 4) gambaran umum penyusunan dokumen pola tata Kelola; 5) gambaran umum penyusunan dokumen Rencana Strategis Bisnis dan hubungan dengan Standar Pelayanan Minimal; 6) gambaran umum penyusunan dokumen laporan keuangan pokok; 7) simulasi penilaian dokumen persyaratan administrasi BLUD. Hasil kegiatan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 90%, terjadi peningkatan pengetahuan materi BLUD nilai rata-ratanya adalah 53% (pretest) menjadi 90% (posttest) dan dengan materi RKA dan laporan keuangan dengan nilai rata-ratanya adalah 60% (pretest) menjadi 90% (posttest). Kesimpulan dalam pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci : Puskesma, penetapan BLUD, syarat BLUDABSTRACTUPT Puskesmas Kuta II as a regional implementing unit has the authority and responsibility for the maintenance of community health in its working area. Therefore, as the frontline in basic health services, it becomes a necessity for the Community Health Center (Puskesmas) to improve the health service system, one of which is through the program to make Puskesmas as a BLUD. The problems faced by the partners were: the lack of similar understanding for Puskesmas staff about the importance of BLUDs as previously described, that by making Puskesmas a BLUD, there are many benefits, especially in the flexibility of puskesmas financial management so that it can run services by prioritizing efficiency and productivity. The team offered training approaches in preparation for the implementation of BLUD at the Puskesmas, which was carried out for two days by providing material and assistance on: 1) basic Provisions and Objectives of BLUD Application / SJ; 2) overview of Preparation of Minimum Service Standard Documents; 3) general overview of Preparation of Governance Pattern Documents; 4) general overview of Preparation of Business Strategic Plan Documents and relationships with Minimum Service Standards; 5) general overview of Preparation of Basic Financial Statements; and 6) simulation of BLUD Administrative Requirement Document Evaluation. The results of the activity included an increase in knowledge by 90%, an increase in knowledge of BLUD material the average value was 53% (pretest) to 90% (posttest) and with RKA material and financial statements with an average value of 60% (pretest) to 90% (posttest). The conclusion in this service had a significant increase before and after community service activities.Key words: Puskesmas, BLUD determination, BLUD requirements
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BAKSO MERCON BAGI PKK DESA BLIMBINGSARI, ENJUNGAN KELOD KAUH, KECAMATAN MELAYA, JEMBRANA, BALI Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Sentosa, I Putu Pranatha; Darmayasa, I Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.998 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1789

Abstract

ABSTRAKPerkumpulan ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, yang beralamat di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian yang berbeda-beda. Sebagai dampak pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan, termasuk masyarakat yang berasal dari Blimbingsari, banyak yang kehilangan pekerjaan dan terpaksa kembali ke desa dengan mengerjakan pekerjaan serabutan (menjadi petani, buruh bangunan). Kaum ibu-ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga, yang setiap hari menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Penghasilan rumah tangga yang bersumber dari satu orang sebaiknya dibantu oleh anggota keluarga lainnya, seperti istri atau anak yang produktif. Ibu rumah tangga diharapkan mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satu cara dengan meningkatkan keterampilan dalam bidang produksi kue atau jajanan yang bisa dijual. Kemampuan atau keterampilan dalam memproduksi makanan adalah potensi yang perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan makanan berkualitas, menarik, memiliki rasa yang enak serta aman untuk dimakan serta bernilai gizi tinggi. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam proses pembuatan makanan ringan bagi ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, dilakukan suatu upaya optimalisasi potensi dan pengembangan keterampilan dalam proses pembuatan makanan ringan. Melihat peluang dan banyaknya kebutuhan masyarakat akan makanan ringan, maka kami melakukan tindakan nyata dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh dalam proses pembuatan makanan ringan khususnya bakso mercon. Luaran dari kegiatan ini meliputi: peningkatan pemahaman, pengetahuan tentang jenis-jenis bahan makanan, peralatan yang dipergunakan, serta teknik atau metode memasak yang tepat dalam pembuatan makanan ringan bakso mercon.Kata kunci: pembuatan makanan ringan, bakso mercon, pendampingan masyarakatABSTRACTThe educational, job and economic backgrounds of the housewives organized under the organization of PKK in Blimbingsari village, Enjungan Kelod Kauh vary. The Covid-19 pandemic has caused many people employed at the tourism sector to be jobless and have to go back to their home village. Most of the women are housewives and are supposed to do the household chores every day. They and their productive children should economically support the family. They are expected to contribute to their family income by, for example, producing cakes to sell. The skill they have to produce foods is the potential that needs to be developed in order to be able to produce the foods that are safe, interesting, delicious and nutritious for consumption. In relation to this, an attempt has been made to improve the competence of the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh in producing snacks. As the community needs snacks with good hygiene and quality, the team took real action for training and assisting the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh in the process of producing snacks in general and Bakso Mercon in particular. The result showed that the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh were kowledgeable of the types of the food materials and the equipment needed. In addition, they alsogained knowledge and skills in the method of producing snacks in general and Bakso Mercon inparticular.Keywords: production, Bakso Mercon Snacks, community empowerment
PROMOSI KESEHATAN DARING DI KECAMATAN PAYANGAN Pradnyawati, Luh Gede; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Pratiwi, Anny Eka; Hegard Sukmawati, Ni Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.318 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1790

Abstract

ABSTRAKSaat ini wabah Coronavirus Disease (Covid-19) menyerang lebih dari 200 negara di dunia, juga menyebar ke Indonesia termasuk Bali. Penyebaran wabah masih berlangsung dan perlu diantisipasi dengan melaksanakan berbagai protokol pencegahan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah sudah sangat gencar melaksanakan promosi pencegahan lewat berbagai media, namun masyarakat di desa-desa masih awam dengan upaya pencegahan Covid-19. Khususnya dalam penerapan social/physical distancing serta pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dari hasil wawancara dengan keluarga binaan yang tersebar di desa-desa di wilayah Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar didapatkan permasalahan terkait penyebaran Covid-19, yaitu minimalnya informasi yang didapatkan keluarga yang ada di desa tentang penyebaran virus Covid-19. Solusi yang dapat diberikan adalah memberikan pengenalan tentang pentingnya pencegahan pencegahan Covid-19 secara daring. Selain itu memberikan bantuan alat pelindung diri atau APD berupa masker dan hand sanitizer. Hal itu disebabkan karena kelangkaan APD dan juga finansial mereka yang kurang dimana saat ini harga APD melambung tinggi, selain itu bantuan nutrisi juga diberikan kepada masyarakat. Hal ini diharapkan keluarga dan orang-orang sekitarnya terhindar dari Covid-19. Target luaran dari kegiatan ini adalah penurunan angka penduduk yang terjangkit Covid-19 dengan cara penerapan social/physical distancing dan PHBS yang benar. Pelaksanaan kegiatan ini sudah berjalan dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Respon yang diberikan oleh masyarakat sangat positif dan antusias dalam menerima setiap informasi. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik serta meningkatkan kewaspadaan baik dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, upaya meningkatkan kekebalan tubuh agar dapat terhindar Covid-19 serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.Kata kunci: pencegahan, Covid-19, promosi kesehatan, daringABSTRACTCurrently the world is struck with the Coronavirus Disease (Covid-19) outbreak, which has hit more than 200 countries in the world. Covid-19 has also spread to Indonesia including Bali. The spread of the epidemic is still ongoing and this needs to be anticipated by implementing various prevention protocols by all levels of society. Even though the government has been very vigorous in carrying out prevention campaigns through various media, many communities especially in villages are still unfamiliar with Covid-19 prevention efforts—particularly in implementing social / physical distancing and implementing clean and healthy living behaviors (PHBS). From interviews with foster families scattered in villages under the working area of Payangan Subdistrict, Gianyar Regency, several problems related to the spread of Covid-19 were encountered, namely the minimum information obtained by families in the village about the spread of the Covid-19 virus. The solution given was to provide an introduction to the importance of preventing Covid-19 prevention online, in addition to providing personal protective equipment or PPE in the form of masks and hand sanitizers. That was caused by the scarcity of PPE and also their lack of finances where the current price of PPE soared, besides that nutritional assistance is also provided to the community. It is expected that the family and the people in village will avoid Covid-19. The output target of this activity is to reduce the number of people infected with Covid-19 by applying social / physical distancing and implementing clean and healthy living behaviors (PHBS). The implementation of this activity has been going well according to the expected target. The response given by the community was very positive and enthusiastic in receiving any information. The community is expected to remain calm and not panic and increase vigilance both in efforts to prevent and spread Covid-19, efforts to increase immunity in order to avoid Covid-19 and to apply a clean and healthy lifestyle.Keywords: prevention, Covid-19, health promotion, online
PENGOLAHAN TEPUNG LABU KUNING KELOMPOK WANITA TANI DEWI CATUR, KABUPATEN BANGLI Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Sentosa, I Putu Pranatha; Fransiska, Maria
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.126 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1791

Abstract

ABSTRAKKelompok Wanita Tani Dewi Catur Lembaga desa yang terletak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan diolah dari hasil pertanian, salah satunya adalah labu kuning. Labu kuning atau waluh merupakan bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Tanaman labu kuning tergolong jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan sebagai campuran sayuran, cemilan (keripik), dan jajanan tradisional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok Wanita Tani dalam mengolah hasil panen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa: ceramah, demonstrasi, dan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menghasilkan produk berupa tepung labu kuning. Dalam pelaksanaan pendampingan kelompok peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang mewakili tiga banjar yang ada di Desa Catur. Produk yang dihasilkan dalam pelatihan sudah diikutsertakan dalam pameran desa. Ibu-ibu KWT juga sudah mengembangkan produk dari tepung sudah diolah menjadi beraneka macam jenis kue kering. Dari kegiatan pelatihan ini dapat diberikan kesimpulan bahwa pengetahuan mitra semakin meningkat, mitra memiliki keterampilan dalam memilih dan mengolah bahan, dan mitra telah menghasilkan produk yang dikemas dan siap untuk dipasarkan.Kata kunci: labu kuning, tepung labu kuning, Kelompok Wanita Tani Dewi CaturABSTRACTThe Dewi Catur Women Farmers Group is an institution located in Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province, which has a lot of potential that can be developed and processed from agricultural products, one of which is pumpkin. Pumpkin is a fairly popular food item in Indonesia. Pumpkin plants are classified as types of plants that are easy to cultivate. So far, pumpkin is only used as a mixture of vegetables, snacks (chips), and traditional snacks. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the Women Farmers Group in processing crops. The methods used in this activity are; lectures, demonstrations and training and mentoring activities. This mentoring activity produces a product in the form of pumpkin flour. In the implementation of group assistance, the participants were very enthusiastic in participating in the training. This activity was attended by 23 participants representing three banjars in Catur village. The products produced in the training have been included in the village exhibition. The women have also developed products from flour that has been processed into various types of pastries. From this training activity, it can be concluded that the knowledge of partners is increasing, partners have skills in selecting and processing materials, and partners have produced products that are packaged and ready to be marketed.Keywords: yellow pumpkin, yellow pumpkin flour, Dewi Catur Women Farmer Group
Penyuluhan Hipertensi dan Pemanfaatan Lahan Tanaman Pegagan (Centella asiatica) dan Kunyit (Curcuma longa) sebagai Teh Herbal dalam Pengendalian Hipertensi Sumadewi, Komang Trisna; Evayanti, Luh Gede; Witari, Ni Putu Diah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.471 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2389

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena berpotensi memicu komplikasi seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal bahkan kematian. Kebanyakan orang yang menderita hipertensi tidak menyadari penyakitnya, sehingga hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Lansia merupakan kelompok umur yang paling rentan menderita hipertensi. Pengendalian hipertensi seringkali menghadapi masalah seperti rendahnya kepatuhan penderita hipertensi untuk melakukan pengobatan rutin serta gaya hidup yang tidak sehat. Dewasa ini ada banyak penelitian yang mengarah ke pemanfaatan bahan alam untuk tambahan terapi dalam mengendalikan tekanan darah, seperti pegagan (Centella asiatica) dan kunyit (Curcuma longa). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait pengendalian hipertensi, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra dalam memanfaatkan lahan dan mengolah bahan alami untuk mengendalikan hipertensi. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan melalui focus group discussion, penyuluhan, dialog interaktif, dan pelatihan kepada kader lansia serta lansia di Posbindu Lansia Banjar Batur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra serta keterampilan dalam memelihara dan mengolah tanaman obat keluarga (TOGA). Pemberdayaan mitra diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam usaha pengendalian angka kejadian hipertensi. Sangat penting menggalakkan pemberdayaan masyarakat sebagai kader pemantau dalam mengendalikan hipertensi serta menyebarkan informasi mengenai hipertensi serta pemanfaatan TOGA untuk menurunkan prevalensi hipertensi.Kata kunci: hipertensi, Lansia, Posbindu, TOGAABSTRACTHypertension is one of the non-contagious diseases that pose a threat to public health because it has the potential to trigger complications such as heart attack, strokes, kidney failure, and even death. Most people who suffer from hypertension are unaware of the disease, therefore hypertension is often referred to as the "silent killer". The elderly is the age group most susceptible to hypertension. Hypertension control and treatment often face challenges, including the low compliance of hypertensive patients to take medication regularly as well as an unhealthy lifestyle. Currently, there are many studies that lead to the use of medicinal plants for additional therapy in blood pressure control, such as Gotu kola (Centella asiatica) and turmeric (Curcuma longa). The purpose of this community service is to improve participants’ knowledge of controlling hypertension as well as their skills in using medicinal plants to control hypertension. The methods used included health education through FGD, counseling, interactive dialogue, and training for elderly and elderly cadres at Banjar Batur Posbindu. The results showed that participants' knowledge of hypertension and skills in maintaining and processing medicinal plants have improved. The empowerment is expected to increase community participation and public awareness to reduce the prevalence of hypertension. It isvery important to promote community empowerment in hypertension control and disseminateinformation about hypertension as well as the use of medicinal plants.Keywords: hypertension, elderly, integrated service post, medicinal plants

Page 11 of 15 | Total Record : 147