cover
Contact Name
Beni
Contact Email
centralpublisher74@gmail.com
Phone
+6281223177345
Journal Mail Official
centralpublisher74@gmail.com
Editorial Address
Jl. Menara Suradinaya Utara , Desa/Kelurahan Pekiringan, Kec. Kesambi, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45131
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Central Publisher
ISSN : -     EISSN : 29872642     DOI : https://doi.org/10.60145/jcp
Central Publisher, merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Cv. Central Bisnis Manajemen, merupakan sebuah jurnal ilmiah yang menyediakan akses terbuka kepada pembaca. Jurnal ini terbit secara bulanan, mencakup berbagai disiplin ilmu, mempromosikan dialog interdisipliner dan memperkaya pengetahuan kita. Fokus jurnal ini terbentang pada sektor humaniora dan ilmu sosial, politik kontemporer, pendidikan, agama dan filsafat, ekonomi, teknik, kesehatan, kedokteran, serta seni dan desain media. Artikel yang dipublikasikan di dalamnya mencakup penelitian asli, kajian kritis, dan analisis komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini, juga resensi buku ilmiah. Jurnal ini berdedikasi untuk menyajikan pengetahuan dan penelitian berbasis bukti yang valid, dengan frekuensi penerbitan setiap bulan, sehingga memberikan informasi dan wawasan yang kontinu kepada pembaca. Seluruh artikel dalam Central Publisher ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, memudahkan peneliti dan pembaca lokal untuk berpartisipasi dan memanfaatkan informasi yang disediakan. Dengan demikian, Jurnal Central Publisher menjadi platform yang penting untuk penyebaran dan pertukaran pengetahuan akademik di Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
STANDAR PELAYANAN PUBLIK SEBAGAI INSTRUMEN PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI PEMERINTAH Sri Yulianty Mozin; Lina Syafitri; Yasifah Tri Lewana
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.633

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan publik merupakan indikator utama kinerja organisasi pemerintah.Tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat,transparan dan akuntabel mendorong perlunya standar pelayanan publik yang jelas dan terukur. Standar ini berfungsi sebagai acuan pelayanan yang transparan, efisien, dan akuntabel dalam administrasi publik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Standar Pelayanan Publik (SPP) sebagai instrumen dalam meningkatkan kinerja organisasi pemerintah. Metode : Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan adalah pendekatan penelitian yang mengandalkan literatur dan sumber informasi lain yang tersedia di perpustakaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPP mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Namun, implementasi tersebut menghadapi berbagai kendala, seperti kompleksitas birokrasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta minimnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. Kesimpulan : Studi ini menyarankan penguatan kapasitas aparatur, penyederhanaan prosedur administrasi, dan peningkatan partisipasi publik sebagai strategi utama dalam optimalisasi implementasi Standar Pelayanan Publik guna mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
PERAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM MENJAMIN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL Sri Yulianty Mozin; Dwi Amalia Harun; Marcela Puwa
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.634

Abstract

Latar Belakang : Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan instrumen penting untuk menjamin pemenuhan hak dasar warga negara atas layanan publik yang layak dan berkualitas. Dalam kerangka pemerintahan yang desentralistik, implementasi SPM menjadi indikator kinerja utama pemerintah daerah dalam menyediakan layanan dasar sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran peraturan perundang-undangan dalam menjamin implementasi SPM yang efektif dan berkelanjutan. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, serta regulasi pendukung lainnya dan literatur akademik. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian menunjukkan bahwa peraturan perundang-undangan memberikan dasar hukum dan arahan normatif bagi pemerintah daerah dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi program SPM. Namun, dalam praktiknya masih terdapat tantangan seperti ketimpangan kapasitas daerah, keterbatasan anggaran, serta lemahnya mekanisme pengawasan dan akuntabilitas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan komitmen, mobilisasi sumber daya, dan integrasi kebijakan lintas sektor. Kesimpulan : Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa peraturan perundang-undangan berperan penting sebagai kerangka hukum dan mekanisme pengendali dalam pemenuhan layanan dasar, sekaligus sebagai alat untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada hasil. Rekomendasi diarahkan pada penguatan regulasi teknis, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pengembangan sistem evaluasi berbasis kinerja guna memastikan perbaikan layanan publik secara berkelanjutan.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK INDONESIA Sri Yulianty Mozin; Fatma Nia Kasim; Karmila Djafar
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.635

Abstract

Latar Belakang : Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan instrument evaluative untuk mengukur mutu layanan publik berdasarkan persepsi masyarakat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengertian IKM, unsur-unsur pelayanan yang berpengaruh dalam penilaian kepuasan, serta metode pengukurannya. Metode : Kajian literatur menunjukkan bahwa unsur seperti kecepatan layanan, transparansi biaya, dan kompetensi petugas sangat memengaruhi kepuasan masyarakat. Selain itu, komunikasi yang efektif dan kemudahan akses terhadap layanan juga berperan penting. Metode seperti Importance-Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) sering digunakan untuk mendapatkan hasil yang komprehensif, memungkinkan instansi publik mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Hasil dan Pembahasan : Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran IKM yang tepat dapat memberikan wawasan berguna bagi pemerintah dan lembaga publik untuk meningkatkan pelayanan. Kesimpulan : Dengan demikian, instansi dapat lebih mudah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pelayanan yang diberikan, sehingga mengoptimalkan anggaran dan kebijakan yang ditetapkan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP REINTEGRASI NARAPIDANA Ahmad Fajri Aslam; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.636

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan dalam lembaga pemasyarakatan memiliki pengaruh strategis terhadap keberhasilan reintegrasi sosial narapidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas proses reintegrasi narapidana pasca pemidanaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan observasi terbatas di beberapa lembaga pemasyarakatan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif berperan positif dalam menciptakan iklim pembinaan yang kondusif, meningkatkan motivasi warga binaan, serta mendorong kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat. Sebaliknya, gaya kepemimpinan otoriter cenderung menghambat proses internalisasi nilai pembinaan dan memperkuat relasi kekuasaan yang tidak mendukung perubahan perilaku. Kesimpulan : Temuan ini menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan reintegrasi, dan oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai humanistik dan komunikasi efektif bagi pejabat pemasyarakatan. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya reformulasi strategi pembinaan berbasis kepemimpinan kolaboratif untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi yang berkelanjutan.
PENERAPAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KINERJA PEGAWAI BAPAS KELAS II WONOSARI Safa Aura Faradisa; Dandi Prasetiyo; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.637

Abstract

Latar Belakang : Kinerja pegawai merupakan salah satu indikator utama keberhasilan organisasi, termasuk di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan sangat mempengaruhi tingkat motivasi kerja pegawai. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan gaya kepemimpinan demokratis dan menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi serta kinerja pegawai di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari. Kepemimpinan demokratis dinilai penting karena melibatkan partisipasi aktif pegawai, keterbukaan komunikasi, dan penghargaan terhadap kontribusi individu, yang berpotensi menciptakan lingkungan kerja inklusif dan produktif. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis telah diterapkan secara konsisten melalui pelibatan pegawai dalam pengambilan keputusan, komunikasi terbuka antara pimpinan dan staf, serta pemberian apresiasi terhadap kinerja pegawai. Penerapan gaya ini terbukti meningkatkan rasa memiliki, kepuasan kerja, serta motivasi intrinsik pegawai yang berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi. Meskipun demikian, beberapa hambatan seperti budaya kerja lama yang pasif, keterbatasan waktu, dan perbedaan karakter individu masih menjadi tantangan dalam mengoptimalkan penerapan kepemimpinan demokratis. Kesimpulan : Diperlukan strategi lanjutan berupa penguatan budaya organisasi, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kompetensi pegawai, serta optimalisasi manajemen waktu agar kepemimpinan demokratis dapat diterapkan lebih efektif dan berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN DI LINGKUNGAN PEMASYARAKATAN: TANTANGAN DAN STRATEGI EFEKTIF Awang Timur Sumirat; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.638

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan merupakan elemen fundamental dalam mendukung keberhasilan organisasi, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan). Dalam konteks pemasyarakatan Indonesia, pemimpin tidak hanya bertugas dalam aspek administratif, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mencapai tujuan pembinaan dan rehabilitasi sosial warga binaan. Tujuan : Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan yang efektif di Lapas/Rutan, tantangan yang dihadapi, serta mengkaji strategi-solusi melalui studi kasus penyalahgunaan wewenang di Lapas Sukamiskin. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif berbasis literatur dan analisis kasus aktual. Hasil dan Pembahasan : Hasil pembahasan menunjukkan bahwa reformasi birokrasi, penguatan pengawasan, pendidikan berkelanjutan, serta pembangunan budaya integritas menjadi kunci memperkuat kepemimpinan pemasyarakatan. Kesimpulan : Temuan ini menjadi rekomendasi strategis untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada rehabilitasi.
KEPEMIMPINAN DI LAPAS: STRATEGI, TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI Hafizh Anshori; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.639

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan. Pemimpin Lapas tidak hanya bertanggung jawab menjaga keamanan, tetapi juga memfasilitasi perubahan perilaku dan pemberdayaan warga binaan menuju reintegrasi sosial. Tujuan : Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan yang efektif di Lapas, gaya kepemimpinan yang sesuai, tantangan yang dihadapi, serta strategi implementasi di lapangan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dengan metode studi pustaka. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan situasional paling efektif dalam mengelola dinamika Lapas yang kompleks. Kepemimpinan yang berorientasi pada pembinaan, komunikasi terbuka, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan reformasi pemasyarakatan di Indonesia. Kesimpulan : Kepemimpinan yang efektif ditandai dengan kemampuan untuk menginspirasi, berkomunikasi dengan baik, serta menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ada.
DARI GENETIK KE KINERJA: IMPLEMENTASI KONSEP STIFIN DALAM PEMETAAN DAN PENGUKURAN KEY PERFORMANCE INDICATOR SDM SEKOLAH Jumadi Subur; Solver Reza Milady
Journal Central Publisher Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i6.640

Abstract

Latar Belakang : Pendekatan KPI konvensional sering menerapkan metrik yang seragam dan gagal menangkap potensi unik serta preferensi kerja individu, sehingga berisiko menimbulkan demotivasi dan penilaian yang tidak akurat. Penelitian ini mengajukan pergeseran paradigma, menghubungkan pengukuran kinerja secara langsung dengan predisposisi genetik melalui konsep STIFIn, yang mempostulatkan bahwa potensi bawaan individu berakar pada "Mesin Kecerdasan" (MK) dominan yang bersifat permanen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kerja konseptual baru bagi penetapan Key Performance Indicator (KPI) di institusi pendidikan, yang diintegrasikan dengan tipologi kepribadian genetik STIFIn. Metode : Dengan mengadopsi desain kualitatif-deskriptif analitis, studi ini mensintesis teori STIFIn dan prinsip manajemen SDM untuk mengeksplorasi integrasi lima Mesin Kecerdasan (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting) dengan tuntutan pekerjaan. Hasil dan Pembahasan : Temuan utama mengungkap adanya divergensi signifikan antara deskripsi pekerjaan yang ada dengan preferensi kognitif bawaan staf. Melalui perumusan "Peran Fungsional yang Dioptimalkan", penelitian ini berhasil merancang model KPI yang terpersonalisasi. Model ini secara fundamental mengubah fungsi KPI dari sekadar alat ukur yang kaku menjadi instrumen pengembangan yang memberdayakan, dengan menyelaraskan target kinerja secara langsung dengan kekuatan kognitif alami individu. Kesimpulan : Penerapan model KPI berbasis STIFIn terbukti strategis untuk secara signifikan meningkatkan keterlibatan kerja dan motivasi intrinsik, membangun fondasi bagi pengembangan SDM sekolah yang berkelanjutan.
KOLABORASI DAN INOVASI: KEPEMIMPINAN DI BALIK TRANSFORMASI RUTAN SURAKARTA Davian Rizal Pratama; Piero Firmansyach; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.641

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan merupakan elemen kunci dalam mengelola institusi pemasyarakatan yang kompleks seperti Rutan Kelas I Surakarta. Tujuan : Artikel ini mengeksplorasi visi dan pendekatan strategis yang diimplementasikan oleh Kepala Rutan, Bhanad Shofa Kurniawan untuk menghadapi tantangan operasional, termasuk masalah kelebihan kapasitas dan kebutuhan pembinaan warga binaan. Metode : Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif berdasarkan profil kepemimpinan Bhanad Shofa Kurniawan. Data diperoleh dari sumber sekunder, termasuk artikel berita, media sosial, dan wawancara yang dipublikasikan. Hasil dan Pembahasan : Bhanad Shofa Kurniawan menerapkan filosofi kepemimpinan yang berakar pada pelayanan, pembelajaran, dan kerja sama. Strategi utamanya mencakup program pembinaan keterampilan, penguatan nilai keagamaan, dan kemitraan dengan sektor swasta. Ia juga mendorong pembangunan fasilitas baru untuk mengatasi kelebihan kapasitas, serta melibatkan berbagai pihak dalam mendukung sistem rehabilitasi yang inklusif. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kepemimpinan visioner dapat membentuk sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan responsif terhadap kebutuhan warga binaan. Kesimpulan : Kepemimpinan Bhanad Shofa Kurniawan menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan yang humanis, strategis, dan kolaboratif dapat menciptakan perubahan positif di lingkungan pemasyarakatan. Visi dan langkah-langkah inovatifnya menjadikan Rutan Kelas I Surakarta sebagai model reformasi pemasyarakatan yang efektif dan berorientasi masa depan.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMASYARAKATAN Maulida Az-Zahra; Lisa Monica Br Sagala; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.642

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan dalam sistem pemasyarakatan memainkan peran kunci dalam menjamin efektivitas institusi, keamanan, dan keberhasilan reintegrasi narapidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji model kepemimpinan transformatif di lingkungan pemasyarakatan, terutama terkait dengan sumber daya manusia, budaya organisasi, dan implementasi program. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis sejumlah publikasi dari Journal of Correctional Issues (JCI) Poltekip dan didukung oleh riset internasional relevan. Hasil dan Pembahasan : Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformatif berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja petugas, inovasi dalam program pembinaan, dan struktur organisasi yang lebih adaptif. Kesimpulan : Tanpa kepemimpinan yang transformatif, kebijakan dan program yang baik berisiko tidak terlaksana secara optimal, dan pembinaan narapidana akan kehilangan esensinya sebagai sarana pemulihan dan reintegrasi sosial.