TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
JURNAL TERAPUTIK : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling published original manuscripts relating to the following: School Counseling; Psychology Counseling; Career Counseling; Couple, Marriage and Family Counseling; Mental Health; Counseling Supervision; Theory Development; Professional Counseling Ethnic; International Counseling and Multicultural Issues; Program Applications; and Integrative Reviews from Counseling and Related Fields. Islamic Guidance and Counseling Educational Psychology Educational media and technology Teaching and Learning The Role Of Assessment In Counseling
Articles
348 Documents
Perilaku Agresif Pada Remaja: Dampak dan Pencegahannya
Rahmat, Candra Prasiska;
Ilahi, Fauzi Nur;
Cahyo, Gundah Nur;
Sugara, Hendry
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 3 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.732700
Perilaku agresivitas adalah perilaku yang bertujuan untuk merusak dan merugikan orang lain secara fisik maupun psikis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran perilaku agresif pada remaja sekolah menengah atas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 18 Pandeglang dan sampel penelitian sebanyak 118 siswa. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen perilaku agresif yang dikembangkan berdasarkan rujukan dari teori Buss & Perry (1992) yaitu Buss Perry Aggression Questionnaire (BAPQ). Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa perilaku agresif siswa di SMA Negeri 18 Pandeglang secara umum berada pada kategori sedang. Perilaku agresif paling dominan berdasarkan aspek adalah aspek kemarahan, selanjutnya diikuti oleh aspek agresi fisik dan verbal yang berada pada kategori sedang, dan kategori perilaku agresif terendah yaitu pada aspek permusuhan.
Profil Gangguan Kecemasan Siswa Penghuni Panti Asuhan Asuwain Timor
Solihatun, Solihatun;
Arlitania, Intana;
Kodariyah, Kodariyah
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.823281
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi siswa yang tinggal di Panti Asuhan Asuwain Timor yang mengalami gangguan kecemasan berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berarti data dikumpulkan secara nyata sesuai dengan kondisi saat penelitian dilakukan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa penghuni panti asuhan. Karena jumlah siswa yang cukup banyak, tidak semua dijadikan sumber data; hanya 3 siswa yang dipilih sebagai sumber data penelitian. Instrumen penelitian meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, yaitu menyaring dan merangkum informasi penting, mengidentifikasi tema dan pola, serta mengabaikan hal-hal yang tidak relevan. Setelah itu, data disajikan dan kesimpulan ditarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 siswa di Panti Asuhan Asuwain Timor yang mengalami gangguan kecemasan. Gangguan ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, seperti rendahnya kepercayaan diri dan jarak dengan keluarga. Selain itu, kurangnya dukungan tenaga ahli seperti guru B&K dan konselor juga turut mempengaruhi siswa mengalami gangguan kecemasan
Analisis Kepuasan Pernikahan pada Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)
Andriani, Wiwin;
Disra, Muhamad;
Brescia, Reggiana
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.823120
Salah satu faktor penyebab terjadinya KDRT dari pelaku (suami) yaitu kepuasan pernikahan. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian terkait dengan analisis kepuasan pernikahan pada pelaku KDRT ditinjau dari pekerjaan dan penghasilan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pelaku yang tinggal di Kota Padang dan diambil menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 82 orang pelaku. Instrumen penelitian dibuat dalam bentuk angket atau inventori yang dinamakan Inventori Kepuasan Pernikahan Pelaku KDRT (IKP2-KDRT) yang dikembangkan dari teori (Fowers & Olson, 1989) tentang aspek-aspek kepuasan pernikahan. Instrumen tersebut menggunakan model skala likert dengan lima alternatif jawaban melalui data interval serta dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan ANOVA (Analysis of Variance) one way. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata gambaran kepuasan pernikahan pelaku KDRT berada pada kategori sedang sebesar 91,5 %. Adapun hasil penelitian ini menjadi masukan bagi konselor salah satunya melalui konseling keluarga dengan pendekatan eksperensial.
Guidance & Counseling Programs: Coping With Student School Burnout
Sari, Ari Novita
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 3 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.731139
School burnout is a physical, mental and emotional depression experienced by students as a result of the demands of school and educational life. Caused by several factors, namely: loss of interest in school, study fatigue, family fatigue, homework fatigue, etc. This study uses a quantitative method using the SBI instrument for grade 7th junior high school students. The purpose of this study was to analyze the condition of school burnout for grade 7 students. The results showed that most of the school burnout experienced by students was in the moderate category. However, after further investigation, the school burnout experienced by students was in the high category for indicators of burnout on schoolwork, feelings of inadequacy at school, and burnout from problems that developed at school. Several programs are provided to overcome this problem e through basic services and responsive services by GC teachers. This service is intended to help students have a positive attitude towards the future and build students' subjective well-being
Pengaruh Kecemasan Akademik Terhadap Keaktifan Belajar Pada Mahasiswa
Riska, Riska;
Sutja, Akmal;
Lubis, Muhammad Alridho
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.812722
Penelitian ini melatarbelakangi oleh permasalahan yang terkait dengan keaktifan belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran. Keaktifan belajar mahasiswa dapat terganggu karena adanya rasa kecemasan dalam diri akibat tekanan sistem akademik yang ada. Tujuan dari dilaksanakannnya penelitian ini untuk mengungkapkan seberapa tinggi kecemasan akademik dan keaktifan belajar pada mahasiswa serta mendeskripsikan adanya pengaruh kecemasan akademik terhadap keaktifan belajar pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi. Adapun jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode expost-facto, serta menggunakan analisis data regresi sederhana. Pada penarikan sampel yaitu teknik simple random sampling dan alat pengumpullan data berupa angket. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akademik sebesar 61% dalam kategori tinggi sedangkan keaktifan belajar sebesar 59% dalam kategori sedang. Hal ini menunjukan bahwa kecemasan akademik memilki pengaruh terhadap keaktifan belajar sebesar 5,8% yang artinya pengaruh rendah tapi pasti.
Evaluasi Model Discrepancy Pelaksanaan Layanan Konseling Individu di Madrasah Tsanawiya
Diniyah, Usrotun;
Hidayah, Nur;
Hotifah, Yuliati
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.822884
Evaluasi adalah komponen penting dalam pengendalian mutu pendidikan nasional, dengan tanggung jawab yang jelas kepada pihak terkait. Evaluasi harus dilakukan secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematis oleh lembaga independen untuk menilai pelaksanaan standar nasional pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gap antara kriteria yang ditetapkan dengan keterlaksanaan layanan di lapangan gterkait pelaksanaan konseling individu di Madrasah Tsanawiyah. Model evaluasi yang digunakan adalah kesenjangan (discrepancy evaluation model). Sampel dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling yang melakukan pelayanan konseling individual. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala evaluasi pelaksanaan layanan konseling individu yang terdiri dari 34 pertanyaan dan pedoman wawancara. Selanjutnta data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan pelaksanaan layanan konseling individu di Madrasah Tsanawiyah telah dilaksanakan sebagian dari standar kriteria yang ditetapkan ABKIN. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh yang menunjukkan rata-rata hasil evaluasi sebesar 132 atau 63%. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individu pada kategori Cukup Baik (CB)
Strategi Konseling Untuk Mengembangkan Regulasi Diri Dalam Penanganan Pornografi Pada Pelajar
Handayani, Riska Willyanti;
Purwoko, Budi
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.811582
Abstrak: Saat pandemi virus Corona mereda, sekolah diizinkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah melakukan pembiasaan kembali kepada peserta didik agar taat pada tata tertib yang berlaku. Konten pornografi dalam handphone menjadi temuan terbanyak dalam razia yang dilakukan oleh pihak sekolah. Penyebab perilaku menonton dan menyimpan konten porno diperkuat adanya aturan jaga jarak selama pandemi dan rendahnya regulasi diri pada peserta didik. Pornografi berdampak pada kepribadian peserta didik dalam hubungan sosial dan berpotensi menimbulkan masalah karir di masa depan. Regulasi diri berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam menghindari pornografi. Artikel ini berusaha menguraikan strategi konseling yang dapat diterapkan untuk membantu peserta didik menjadi lebih mandiri dalam menghindari paparan pornografi. Peserta didik dengan regulasi diri yang baik akan menjauhi perilaku melihat atau menyimpan konten porno. Metode yang digunakan adalah literatur reviu, pengelompokan artikel berdasarkan faktor penyebab, dampak dan strategi penanganan pornografi pada pelajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi konseling dari terapi perilaku kognitif dan mindfulness dapat dimanfaatkan untuk menangani pornografi remaja. Tinjauan ini menawarkan pemodelan kognitif, terapi penerimaan dan komitmen, dan perawatan pencegahan kambuh berbasis kesadaran. Hasil analisis menujukkan bahwa strategi konseling yang mengacu pada self control, cognitive behavioural therapy, mind fullness dapat digunakan untuk menangani pornografi pada remaja. Tinjauan ini menganjurkan strategi pemodelan kognitif, acceptance and commitment therapy, and mindfulness-based relapse prevention pada penanganan peserta didik yang terpapar pornografi. Kata Kunci: Strategi Konseling, Regulasi Diri, Pornografi
Program Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengembangkan Religiusitas Peserta Didik Sekolah Menengah Atas
Saleh, Zulfa;
Herd, Herd
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 3 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.731893
Tujuan penelitian ini untuk membantu guru BK dalam meningkatkan landasan hidup religius siswa melalui program layanan apa saja yang dapat diterapkan dalam meningkatkan landasan hidup Religius. Landasan hidup religius adalah salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai setiap peserta didik agar standar kompetensi kemandirian peserta didik dapat tercapai. Landasan hidup religius tingkat Sekolah Menengah Atas meliputi pengenalan, akomodasi dan tindakan, sehingga perilaku religius dapat terukur. Untuk mengetahui bagaimana landasan hidup relius siswa dapat digunakan ITP ( Inventori Tugas Perkembangan, Penelitian ini adalah kajian Pustaka tentang program layanan BK apa saja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kondisi landasan hidup religius siswa SMA. Hasil kajian yang didapat antara lain program BK layanan dasar, dan kelompok, serta pembudayaan melaksanakan aktivitas ibadah secara massif dan terkontrol dapat meningkatkan landasan hidup religius
Academic Stress and Nomophobia: Their Impact on Online Gaming Intensity on college students
Putri, Hadia;
Yandri, Hengki;
Harmalis, Harmalis
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.823256
Online gaming is a common problem among adolescents across various countries, often serving as an escape or distraction from academic stress and nomophobia. This study aimed to investigate the relationship between academic stress, nomophobia, and the intensity of online gaming among university students. Employing a quantitative descriptive correlational design, this research involved 304 students selected through convenience sampling. Data was collected using academic stress, nomophobia, and online gaming intensity scales and analyzed using IBM SPSS 25. The results revealed a significant correlation between academic stress and nomophobia with the intensity of online gaming (p < 0.05). Simultaneously, both independent variables explained 95.8% of the variance in online gaming intensity. These findings indicate that both academic stress and nomophobia contribute significantly to excessive online gaming behavior among university students. Consequently, this study recommends the implementation of guidance and counseling programs in higher education institutions to prevent and address online gaming addiction among students.
Pengaruh Layanan Informasi Teknik Cognitive Restructuring Terhadap Resiliensi Akademik Siswa MAS Al-Washliyah
Aulia, Mutiara;
Manurung, Purbatua;
Putra Sinaga, Muhammad Harwansyah
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.812783
Ditemukan siswa yang stres karena beban tugas dan pelajaran yang banyak, kesulitan mengikuti aturan yang ada, pelajaran yang berbeda dengan sekolah lainnya, kurangnya minat dan motivasi belajar siswa, dan kurang mampu menyesuaikan diri dengan komitmen proses akademik sekolah sehingga siswa cenderung memiliki tingkat resiliensi akademik yang rendah. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pretest-posttest control group design dengan tujuan untuk mengetahui resiliensi akademik siswa sebelum diberikan layanan informasi teknik cognitive restructuring, mendeskripsikan layanan informasi untuk meningkatkan resiliensi akademik siswa dan mengetahui pengaruh layanan informasi teknik cognitive restructuring terhadap resiliensi akademik siswa MAS Al-Washliyah. Hasil penelitian bahwa terbukti resiliensi akademik siswa pada kelompok eksperimen tergolong rendah 100% dan pada kelompok kontrol resiliensi akademik siswa 86,66% rendah dan 13,33% sedang, penerapan layanan informasi di sekolah MAS Al-Washliyah belum maksimal karena tidak ada jam BK di sekolah, dan terdapat pengaruh layanan informasi teknik cognitive restructuring terhadap resiliensi akademik siswa.