cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
mahsup.math@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
mahsup.math@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Abdimas Mandalika
ISSN : -     EISSN : 28075943     DOI : -
Journals that disseminate every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the community include; (1). The fields of science, Natural Sciences (Physics, Chemistry, Biology), Applied Sciences, Social, Cultural, Economics, Health, Law, Religion and Psychology (2). Training and improvement of educational, agricultural, information and communication outcomes and (3). ICT Development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2026): April" : 34 Documents clear
Reinventing Cooperative Power: Institutional Strengthening of The Koperasi Merah Putih, Parit Baru Village Rusdiono, Rusdiono; Zhan, Fuzy Firda; Jalius, As'ad Albatroy; Shadrina, Dina Nur
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37792

Abstract

Abstract: Parit Baru Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, already has a Red and White Cooperative established based on Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 9 of 2025. However, the institution faces several obstacles including weak governance and institutions within it. Therefore, this community service activity was carried out with the aim of supporting the improvement of insight, knowledge, and procedures for cooperative management in supporting the strengthening of the Red and White Cooperative institution with the principles of good cooperative governance. This activity was carried out in stages, namely with a systematic method: (1) conducting potential mapping, (2) providing counseling regarding the institution and governance of the Red and White Cooperative, and (3) formulating strategies for strengthening the institution and governance through SWOT analysis. The results of this activity are an increased understanding of the management and strengthening of the institution and its governance. In addition, the Collective Participation-Based Strengthening Model is also formulated in four main principles: (1) increasing member capacity through continuing education; (2) transparent, accountable, and participatory cooperative governance; (3) diversification of productive businesses based on local potential; and (4) the use of digital technology and Artificial Intelligence (AI). This model can be used as a basis for developing more systematic and sustainable community empowerment methods for the Merah Putih Cooperative, even on a national scale.Abstrak: Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, telah memiliki Koperasi Merah Putih yang didirikan berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025. Namun, lembaga tersebut mengalami beberapa kendala termasuk masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan di dalamnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan wawasan, pengetahuan, dan prosedur pengelolaan koperasi dalam mendukung penguatan lembaga Koperasi Merah Putih dengan prinsip tata kelola koperasi yang baik. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap yakni dengan metode sistematis: (1) melakukan pemetaan potensi, (2) memberikan konseling mengenai lembaga dan tata kelola Koperasi Merah Putih, dan (3) merumuskan strategi penguatan lembaga dan tata kelola melalui analisis SWOT. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman tentang pengelolaan dan penguatan lembaga serta tata kelolanya. Selain itu, Model Penguatan Berbasis Partisipasi Kolektif juga dirumuskan dalam empat prinsip utama: (1) peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan berkelanjutan; (2) tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif; (3) diversifikasi usaha produktif berdasarkan potensi lokal; dan (4) pemanfaatan teknologi digital dan Kecerdasan Buatan. Model ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan metode pemberdayaan masyarakat yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk Koperasi Merah Putih bahkan dalam skala nasional.
Pembinaan Calon Pasangan Katolik Melalui Kursus Persiapan Perkawinan. Penguatan Pemahaman Tentang Hakikat, Tujuan, dan Sifat Sakramental Perkawinan Katolik Lelu, Skolastika
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38079

Abstract

Abstract: This community service activity was conducted at St. Ignatius Waibalun Parish by lecturers of STP Reinha Larantuka in collaboration with the parish pastoral team. The activity was motivated by the low level of theological understanding among Catholic couples regarding the sacrament of marriage, which is often perceived merely as an emotional and social union. The purpose of this activity was to prepare prospective Catholic couples to understand the meaning, purpose, and essential nature of Catholic marriage, as well as the responsibilities of faith in family life. The implementation method was carried out through a Marriage Preparation program consisting of three main stages: introduction to Church teachings on marriage, faith reflection, and practical accompaniment. A total of 15 engaged couples actively participated in the program through interactive lectures, group discussions, couple communication simulations, and personal reflection. Evaluation was conducted descriptively through observation and interviews to assess improvements in participants’ understanding and spiritual readiness. The results showed an increase in theological and spiritual understanding by 41.7%, greater awareness of sacramental fidelity, and 85% spiritual readiness to receive the sacrament of marriage. This program had a positive impact on the spiritual and psychological readiness of participants, while strengthening their commitment to living family life according to Church teachings. The activity is expected to serve as a sustainable model for family pastoral ministry in the parish.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Paroki St. Ignasius Waibalun oleh dosen STP Reinha Larantuka bersama tim pastoral paroki. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman teologis calon pasangan Katolik tentang sakramen perkawinan yang masih dipandang sebatas ikatan emosional dan sosial. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan calon pasangan agar memahami makna, tujuan, dan sifat dasar perkawinan Katolik serta tanggung jawab iman dalam kehidupan keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pembinaan Persiapan Perkawinan yang terdiri atas tiga tahap utama, yaitu pengenalan ajaran Gereja tentang perkawinan, refleksi iman, dan pendampingan praktis. Sebanyak 15 pasangan calon suami istri mengikuti kegiatan secara aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi komunikasi pasangan, dan refleksi pribadi. Evaluasi dilaksanakan secara deskriptif melalui observasi dan wawancara untuk menilai peningkatan pemahaman, dan kesiapan rohani peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teologis dan spiritual sebesar 41,7%, kesadaran akan kesetiaan sakramental, serta kesiapan rohani 85% dalam menerima sakramen perkawinan. Program ini berdampak positif terhadap kesiapan rohani dan psikologis peserta dalam menerima sakramen perkawinan, sekaligus memperkuat komitmen mereka untuk hidup berkeluarga sesuai ajaran Gereja. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi pelayanan pastoral keluarga di paroki
Sosialisasi UU ITE dan Menumbuhkan Kesadaran Hukum Pengguna Media Sosial di SMA Katolik Santo Yusup Surabaya Gondowidjaja, Michael; Sianturi, Petrus Richard; Mayasari, Dian Ety
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37632

Abstract

Abstract: The purpose of implementing this community service activity is to avoid negative impacts both as perpetrators or victims such as bullying, spreading fake news which is a crime, so it is necessary to carry out community service activities in the form of socialization of the ITE Law aimed at knowing the applicability of the ITE Law which contains legal sanctions for violators of the law on social media. The method of implementing community service activities is carried out by lecture and discussion methods as part of interaction with students. The stages of implementing community service activities which are part of the tridharma of higher education have 3 stages. The first is an internal meeting to determine the topic of the community service implementation activity. The second is the target which is part of achieving the target of community service activity participants, because the topic of socialization of the ITE Law so that participants are wiser in using social media is high school students who are part of social media users who must be given understanding and awareness in using social media, then the activity is carried out targeting high school students. The high school that became the location of the community service activity was Santo Yusup Catholic High School Surabaya because at the time of offering the topic the high school agreed to it as a provision of understanding so that its students would be wise in using social media..Abstrak: Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini agar terhindar dari dampak negatif baik sebagai pelaku atau korban seperti terjadinya perundungan, penyebaran berita bohong yang merupakan tindak kejahatan, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi UU ITE bertujuan mengetahui keberlakuan dari UU ITE yang susbtansinya berisi tentang sanksi hukum bagi pelanggar hukum di media sosial. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi sebagai bagian interaksi dengan siswa-siswi. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi ada 3 tahap. Pertama adalah rapat internal untuk menentukan topik kegiatan pelaksanaan pengabdian  masyarakat. Kedua adalah sasaran yang menjadi bagian pencapaian target peserta kegiatan pengabdian masyarakat, berhubung topik tentang sosialisasi UU ITE agar peserta semakin bijak dalam bermedia sosial adalah siswa-siswi SMA yang merupakan bagian pengguna media sosial yang harus diberi pemahaman dan kesadaran dalam penggunaan media sosial, maka kegiatan dilakukan dengan sasaran siswa-siswi SMA. Adapun SMA yang menjadi tempat kegiatan pengabdian adalah SMA Katolik Santo Yusup Surabaya karena pada saat penawaran topik pihak SMA menyetujuinya sebagai bekal pemahaman agar siswa-siswinya bijak dalam bermedia sosial.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Sosialisasi Pemanfaatan Augmented Reality dalam Pembelajaran Anjelia, Bella; Sari, Lilia Krisna; Sherly, Adis; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Genisa, Marlina Ummas; Summah, Astrid Sri Wahyuni; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Priyambodo, Panggih
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38663

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to improve the competence of teachers at SMAN 9 OKU in utilizing Augmented Reality (AR) technology as an innovative learning medium. The partner institution faced challenges related to the limited knowledge and skills of teachers in integrating digital technology, particularly AR, into classroom learning. Therefore, a socialization and training program on the use of AR in learning was conducted for teachers. The activity was implemented through several stages, including the presentation of materials on the basic concepts of Augmented Reality, demonstrations of AR applications in learning, and hands-on practice sessions involving participants. The evaluation of the activity was carried out using pretest and posttest questionnaires administered to seven participating teachers to identify changes in their level of understanding after the training. The results indicated an improvement in participants’ understanding across all measured indicators. The initial pretest scores ranged from approximately 14 to 57, while the posttest results showed significant improvement, with most indicators reaching a score of 100. These findings indicate that the socialization and training on the use of AR were effective in enhancing teachers’ knowledge and skills in utilizing AR technology to support more interactive and visual learning processes.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 9 OKU dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang inovatif. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital, khususnya AR, ke dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR bagi para guru. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi mengenai konsep dasar Augmented Reality, demonstrasi penggunaan aplikasi AR dalam pembelajaran, serta praktik langsung oleh peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian angket pretest dan posttest kepada tujuh guru peserta kegiatan untuk mengetahui perubahan tingkat pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur. Nilai awal peserta berada pada rentang sekitar 14 hingga 57 pada hasil pretest, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan sebagian besar indikator mencapai nilai 100. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AR sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan visual.        
Pengelolaan Lahan Kelapa Sawit Spesifik Lokasi di Desa Pengadang Kabupaten Sanggau Arief, Fiera Budiarsyah; Fadilla, Ulfia; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38517

Abstract

Abstract:  Waterlogging in the Tunas Benih farmer group area has led to a significant decline in productivity, particularly in oil palm plantations older than 10 years. A site-specific land management approach has been implemented as a solution, involving improvements in drainage and irrigation systems through the construction of field drainage channels (worm trench drainage systems). The purpose of this program was to conduct outreach and provide assistance to smallholder oil palm farmers who experience waterlogging, particularly those in the Tunas Benih farmer group. The intervention employed an alternative participatory method using the Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) approach, which actively involved farmers from problem identification to solution implementation. The activities were conducted in three main stages: (1) initial outreach with the farmer group leader to establish communication and identify key issues, (2) technical dissemination discussing management alternatives for waterlogged land, including micro-drainage construction and adaptive fertilization strategies, and (3) monitoring and evaluation through interviews to assess changes in farmers’ knowledge and skills. The results of the program demonstrated a significant improvement in farmers’ understanding of the importance of drainage management and appropriate fertilization strategies to increase oil palm productivity. The program also created opportunities for income diversification through intercropping, thereby supporting household income and food security. Program sustainability requires continued technical assistance, improved access to production inputs, and the establishment of a farmer-led monitoring system.Abstrak: Genangan pada lahan kelompok tanai tunas benih menyebabkan penurunan produktivitas drastis terutama pada tanaman berusia lebih dari 10 tahun. Solusi yang diterapkan dengan pendekatan pengelolaan lahan spesifik lokasi melalui perbaikan sistem drainase dan irigasi dengan pembuatan saluran drainase paritan cacing. Tujuan kegiatan ini melakukan sosialisasikan  dan pendampingan kepada petani sawit dengan lahan tergenang pada kelompok tani Tunas Benih. Alternatif penanganan Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) yang melibatkan petani secara aktif dalam identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: sosialisasi awal dengan ketua kelompok tani untuk membangun komunikasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi teknis yang membahas alternatif penanganan lahan tergenang dengan materi pembuatan saluran drainase dan strategi pemupukan adaptif, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara untuk mengukur dampak program terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman petani tentang pentingnya pengelolaan drainase dan strategi pemupukan tepat untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Program juga membuka peluang diversifikasi usaha melalui tanaman sela untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan petani. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan intensif, fasilitasi akses sarana produksi, dan pembentukan sistem monitoring mandiri oleh kelompok tani.
Sosialisasi Pencegahan Penularan dan Pemberantasan Pedikulosis Kapitis di Desa Pabuaran, Provinsi Banten Trasia, Reqgi First; Wulansari, Ekawati Rini; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Zulfa, Hiliza Awalina; Abdullah, Rukman
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37821

Abstract

Abstract:  Pabuaran Village still faces health problems, one of which is pediculosis capitis. Therefore, this community service activity aims to diagnose pediculosis, carry out management and provide education in the form of counseling to Pabuaran Village residents, especially children and adolescents. Pediculosis eradication was carried out in January 2026 with a primary target of 40 people. Of the total children and adolescents examined, 29 children tested positive for pediculosis, so it can be interpreted that the prevalence of pediculosis in Pabuaran Village is 72.5%. There are 25 girls (62.5%) in Pabuaran Village who tested positive for pediculosis. In this activity, education was provided regarding the prevention of pediculosis capitis. Knowledge about Pediculosis Capitis plays a crucial role in preventing transmission to others. The educational material provided to residents included symptoms, transmission methods, complications, and management of pediculosis capitis. Pediculosis transmission can occur due to poor health behaviors, one of which is the habit of rarely washing hair. Children infested with head lice were given 1% permethrin shampoo and combed using the wet combing method. Pabuaran Village has a densely populated environment that facilitates the transmission of head lice. Therefore, awareness among all villagers is needed to maintain their health and prevent the spread of head lice.Abstrak: Desa Pabuaran masih memiliki masalah kesehatan, salah satunya pedikulosis kapitis. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mendiagnosis pedikulosis, melakukan tata laksana dan edukasi berupa penyuluhan kepada warga Desa Pabuaran, khususnya anak-anak dan remaja. Pemberantasan pedikulosis dilakukan pada bulan Januari 2026 dengan sasaran utama sebanyak 40 orang. Dari keseluruhan anak dan remaja yang diperiksa, terdapat 29 anak yang positif pedikulosis, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa prevalensi pedikulosis di Desa Pabuaran sebesar 72,5%. Terdapat 25 anak perempuan (62,5%) di Desa Pabuaran yang positif pedikulosis. Pada kegiatan ini dilakukan edukasi mengenai pencegahan pedikulosis kapitis, sehingga transmisinya dapat dicegah. Pengetahuan mengenai pedikulosis kapitis memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Materi edukasi yang diberikan pada warga berupa gejala, cara penularan, komplikasi dan tata laksana pedikulosis kapitis. Transmisi pedikulosis dapat terjadi akibat perilaku kesehatan yang buruk, salah satunya kebiasaan jarang membersihkan rambut.  Anak-anak yang terinfestasi tuma diberikan sampo permethrin 1% dan dilakukan penyisiran dengan metode wet combing. Desa Pabuaran memiliki lingkungan padat penghuni yang memudahkan transmisi tuma. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bagi seluruh warga desa untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit kutu rambut.
Implementasi Zakat Penghasilan sebagai Pengurang Pajak (Penguatan Literasi Fiskal dan Tata Kelola Lembaga Zakat di Kota Samarinda) Mubarak, Ahmad Habibie; Salamah, Ummu
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37974

Abstract

Abstract: The implementation of income-based zakat as a deductible component of taxable income integrates both religious and national fiscal obligations. This policy has a strong legal foundation through laws governing zakat management and income tax. However, in practice, the utilization of zakat as a tax deduction remains suboptimal and ineffective. This article aims to analyze the implementation of the income zakat policy as a tax deduction in Samarinda City, with a focus on public fiscal literacy and the governance of zakat institutions. The study employs a socio-legal approach through community service activities, including socialization programs, focus group discussions, and administrative assistance involving BAZNAS, Islamic charitable institutions (LAZ), Zakat Collection Units (UPZ), the Tax Service Office, and Muslim workers. The findings indicate that the main obstacles to implementation lie in the low level of taxpayers’ understanding of the administrative mechanisms of zakat as a taxable income deduction, limited integrated socialization, and the absence of an integrated zakat and tax information system. Nevertheless, zakat institutions in Samarinda have demonstrated efforts toward professionalization through improved record-keeping systems and the digitalization of services. Strengthening fiscal literacy, enhancing inter-institutional coordination, and developing integrated data systems are key to optimizing the role of zakat as an instrument of social justice and a support for national fiscal policy.Abstrak: Implementasi zakat penghasilan sebagai pengurang PKP mengintegrasikan kewajiban keagamaan dan fiskal nasional. Kebijakan ini memiliki landasan hukum kuat melalui undang undang pengelolaan zakat dan pajak penghasilan. Namun dalam praktik pemanfaatan zakat sebagai pengurang pajak masih belum optimal dan efektif. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan zakat penghasilan sebagai pengurang pajak di Kota Samarinda dengan menitikberatkan pada aspek literasi fiskal masyarakat dan tata kelola lembaga zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi program sosialisasi, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan administratif dengan melibatkan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Kantor Pelayanan Pajak, serta pekerja Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama implementasi terletak pada rendahnya tingkat pemahaman wajib pajak terhadap mekanisme administratif zakat sebagai pengurang PKP, terbatasnya sosialisasi yang terintegrasi, serta belum tersedianya sistem informasi zakat dan pajak yang terintegrasi. Meskipun demikian, lembaga zakat di Kota Samarinda telah menunjukkan upaya profesionalisasi melalui perbaikan sistem pencatatan dan digitalisasi layanan. Penguatan literasi fiskal, peningkatan koordinasi antarlembaga, serta pengembangan sistem integrasi data menjadi kunci untuk mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pendukung kebijakan fiskal nasional.     
Pendampingan Pembentukan Posyandu Lansia melalui Penguatan Kapasitas Kader Karera, Anggita Dian
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38518

Abstract

Abstract:  The increasing elderly population requires community-based health services capable of providing promotive and preventive monitoring. The target community had no elderly integrated health post and local health volunteers lacked basic health examination skills, resulting in suboptimal elderly care. This community service aimed to facilitate the establishment of an elderly integrated health post through capacity strengthening of community health volunteers. The program was implemented using a community service learning approach consisting of coordination, organizational formation, training on basic health examination, elderly exercise training, and mentoring of the first elderly health post implementation. Monitoring and evaluation were conducted through observation and feedback discussions. The results demonstrated the successful establishment of the elderly health post structure, improved volunteer skills in vital sign assessment, and the implementation of the first elderly health post attended by 56 older adults. Volunteers showed increased practical skills and confidence in providing services, while community participation indicated positive acceptance of the program. Mentored establishment of an elderly health post through volunteer capacity strengthening supports the availability of sustainable community-based elderly health services.Abstrak: Peningkatan jumlah lansia menuntut tersedianya pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang mampu melakukan pemantauan kesehatan secara promotif dan preventif. Wilayah mitra belum memiliki posyandu lansia serta kader belum memiliki keterampilan pemeriksaan kesehatan dasar sehingga pelayanan lansia belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memfasilitasi pembentukan posyandu lansia melalui penguatan kapasitas kader kesehatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan KKN dengan tahapan koordinasi, pembentukan struktur organisasi, pelatihan pemeriksaan kesehatan dasar, pelatihan senam lansia, serta pendampingan pelaksanaan posyandu lansia perdana. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya struktur posyandu lansia, peningkatan kemampuan kader dalam melakukan pemeriksaan tanda vital, serta terselenggaranya posyandu lansia perdana dengan partisipasi 56 lansia. Kader menunjukkan peningkatan keterampilan praktis dan kepercayaan diri dalam pelayanan lansia, sementara masyarakat menunjukkan respons positif terhadap layanan yang terbentuk. Pendampingan pembentukan posyandu lansia melalui penguatan kapasitas kader terbukti mendukung tersedianya layanan kesehatan lansia berbasis masyarakat yang berpotensi berkelanjutan.           
Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Identifikasi Dan Penanganan Awal Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Psikoedukasi Affandi, Ghozali Rusyid; Laili, Nurfi; Rezania, Vanda; Rohma, Fitrotun Nasichatur; Faizah, Rosna Nur
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38428

Abstract

Abstract: The increasing number of prospective students participating in the special screening program at SD Muhammadiyah 3 Pandaan indicates the need for teachers to be prepared to implement inclusive education. Although the school has not yet been formally designated as an inclusive school, the dynamics of student diversity require a basic understanding and skills in conducting initial identification of students with special needs. This community service activity aims to improve teachers' capacity in understanding the concept of inclusive education and the skills to conduct initial screening systematically. The implementation method uses a psychoeducational approach and practice-based training with a pretest-posttest evaluation design. The activity was carried out in three stages, namely preparation (needs assessment and material preparation), implementation (material presentation, interactive discussion, and practice in using screening instruments), and evaluation. There were 26 teachers participating in the activity. The evaluation results showed an increase in posttest scores for all participants compared to the pretest, indicating an increase in teachers' conceptual understanding and readiness for implementation. In addition, there was a change in participants' perspectives regarding the function of screening as an initial identification step, rather than a clinical diagnosis. These findings indicate that psychoeducation and applied training are effective in strengthening teachers' capacity as a foundation for developing more inclusive and child-friendly schools.          Abstrak: Meningkatnya jumlah calon peserta didik yang masuk melalui jalur screening khusus di SD Muhammadiyah 3 Pandaan menunjukkan kebutuhan akan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi. Meskipun sekolah belum secara formal ditetapkan sebagai sekolah inklusi, dinamika keberagaman karakteristik siswa menuntut adanya pemahaman dan keterampilan dasar dalam melakukan identifikasi awal siswa berkebutuhan khusus. SD Muhammadiyah 3 Pandaan saat ini masih belum ditetapkan sebagai sekolah inklusi secara formal, namun ternyata jumlah calon siswa yang masuk melalui jalur screening khusus terus meningkat. Kondisi ini mengharuskan guru perlu mempersiapkan pemahaman dan kompetensi yang memadai dalam mengimplementasikan system pendidikan inklusi.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami konsep pendidikan inklusi serta keterampilan melakukan screening awal secara sistematis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan psikoedukasi dan pelatihan berbasis praktik dengan desain evaluasi pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (need assessment dan penyusunan materi), pelaksanaan (pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik penggunaan instrumen screening), serta evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 26 guru. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor posttest pada seluruh peserta dibandingkan pretest, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman konseptual dan kesiapan implementatif guru. Selain itu, terjadi perubahan perspektif peserta mengenai fungsi screening sebagai langkah identifikasi awal, bukan diagnosis klinis. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dan pelatihan aplikatif efektif dalam memperkuat kapasitas guru sebagai fondasi pengembangan sekolah yang lebih inklusif dan ramah anak.
Pendampingan Siswa SMK Pemasaran Dalam Menemukan Ide Bisnis dan Strategi Pemasaran Digital yang Legal dan Halal Akbar, Jodi Septiadi; Wisdawati, Ramadhana Aulia; Arifin, Iqbal Maulana
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37637

Abstract

Abstract:  The rapid expansion of the digital economy demands that the younger generation, particularly Vocational High School (SMK) students, cultivate entrepreneurial skills that are creative, innovative, and grounded in legal and halal principles. This community service program aims to strengthen SMK students' competencies in developing business ideas and implementing digital marketing strategies aligned with legal compliance and halal ethics. The program was executed through four integrated stages: (1) product innovation and branding strategy training using a design thinking approach; (2) business legality education via the OSS RBA online platform; (3) digital marketing literacy utilizing social media; and (4) entrepreneurial mini-projects and evaluation. Results indicate improved student capabilities in formulating 11–14 realistic business ideas, understanding business legal aspects such as Business Identification Number (NIB) registration procedures, and applying digital marketing strategies consistent with halal business ethics. Ultimately, this program is expected to foster a sustainable entrepreneurial spirit and contribute to the development of the creative economy among vocational high school students.Abstrak: Perkembangan pesat ekonomi digital menuntut generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan berlandaskan prinsip legal dan halal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi siswa SMK dalam mengembangkan ide bisnis dan menerapkan strategi pemasaran digital yang selaras dengan kepatuhan hukum dan etika bisnis halal. Program ini dilaksanakan melalui empat tahapan terintegrasi: (1) pelatihan inovasi produk dan strategi branding menggunakan pendekatan design thinking; (2) edukasi legalitas usaha melalui platform daring OSS RBA; (3) literasi pemasaran digital memanfaatkan media sosial; dan (4) proyek mini kewirausahaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam merumuskan 11–14 ide bisnis yang realistis, memahami aspek legal usaha seperti prosedur pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), serta menerapkan strategi pemasaran digital yang konsisten dengan etika bisnis halal. Pada akhirnya, program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif di kalangan siswa sekolah kejuruan.

Page 1 of 4 | Total Record : 34