cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
Fear of missing out (FOMO) Dalam Kehidupan Digital Modern: Studi Kepustakaan Funan, Januaria Veroni Fulgentia; Anagkat, Miltiades Avelina; Elisa, Margareta Maria; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Marni, Marni
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.12901

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam pola interaksi sosial yang kini banyak dilakukan melalui media sosial. Di balik kemudahan dan konektivitas yang ditawarkan, muncul fenomena psikologis yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal dari berbagai informasi, pengalaman, atau aktivitas yang dilakukan oleh orang lain di dunia maya. Fenomena ini telah menjadi isu penting dalam studi perilaku digital modern karena berkaitan erat dengan kesehatan mental, pola konsumsi, dan kualitas hubungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah, seperti buku dan jurnal, guna menggali pengaruh FOMO dalam kehidupan digital. Hasil studi menunjukkan bahwa FOMO dapat memicu kecemasan sosial, stres, rendahnya kepercayaan diri, hingga depresi, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Selain itu, FOMO mendorong perilaku konsumtif, penggunaan media sosial secara kompulsif, serta membentuk citra diri yang tidak autentik demi mengejar validasi sosial.
Pengaruh Budaya Modern terhadap Gen Z dalam Membangun Karakter Nabela Puspita Sari; Revalina Annisa Gita Kusuma
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13066

Abstract

Kebudayaan modern yang berkembang pesat seiring dengan globalisasi dan kemajuan teknologi memberikan dampak yang besar terhadap pembentukan kepribadian Generasi Z (Gen Z). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya modern terhadap perkembangan kepribadian Generasi Z, baik positif maupun negatif. Sisi positifnya, budaya modern memberikan akses informasi yang luas, menumbuhkan kreativitas, dan meningkatkan kesadaran sosial terhadap isu-isu global. Di sisi lain, budaya modern juga membawa dampak negatif yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, seperti krisis identitas, gaya hidup hedonistik, dan tekanan media sosial. Penelitian menunjukkan bahwa Gen Z berada di persimpangan antara menganut nilai-nilai modern dan mempertahankan identitas budaya lokalnya. Oleh karena itu, penting bagi keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk saling bersinergi membantu Gen Z mengembangkan kepribadian tangguh, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai moral yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya modern terhadap karakter Generasi Z karena perkembangan budaya modern yang didorong oleh kemajuan teknologi dan globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pola hidup generasi muda, khususnya Generasi Z. Generasi Z tumbuh di tengah arus informasi yang cepat dan paparan budaya global yang beragam, yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi proses pembentukan karakter mereka. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei deskriptif. Penelitian ini melibatkan siswa SMA di Kota Malang, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa budaya kontemporer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana Generasi Z membuat karakter mereka. Pengaruh tersebut terlihat dalam perubahan pola pikir, gaya hidup, dan nilai-nilai sosial yang dianut oleh remaja, baik dalam aspek positif maupun negatif. Oleh karena itu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial harus berperan aktif dalam membimbing Gen Z untuk mempertahankan nilai-nilai karakter positif di tengah arus budaya modern yang terus berubah,
Pengaruh Game Online Terhadap Stres Mahasiswa Isrotul Amaliya Rahma; Nur istiqomah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh game online terhadap stress mahasiswa, mengingat game online sangat popularitas di kalangan mahasiswa. Dengan mempertimbangkan seberapa sering game online digunakan oleh generasi muda, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh game online terhadap tingkat stres siswa. Game online, sebagai hiburan digital interaktif, memberikan sarana untuk menghilangkan stres tetapi juga berdampak pada penurunan prestasi akademik, gangguan kesehatan fisik, juga kesehatan psikologis, dan penurunan pada moral dan etikan seorang mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulakan data dari beberapa sumber dafatar pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun game online dapat memberikan hiburan dan meningkatkan kemampuan strategi dan kerja sama, efek negatifnya lebih dominan jika digunakan secara tidak terkendali. Diantaranya adalah penurunan prestasi akademik karena waktu belajar yang terganggu, masalah kesehatan fisik seperti kelelahan dan kurang tidur, masalah psikologis seperti kecemasan dan isolasi sosial, dan kehilangan moral dan etika karena konten atau perilaku yang tidak baik dalam permainan. Bermain game online dapat bermanfaat jika dimainkan secara moderat terkontrol, tetapi jika dimainkan terlalu banyak, dapat menyebabkan stres dan efek buruk lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan bahwa orang harus sadar diri, memiliki manajemen waktu yang baik, dan mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka, seperti keluarga dan lembaga pendidikan, untuk mengawasi dan mengarahkan mereka untuk bermain game online secara sehat.
FENOMENA K-POP SEBAGAI GEJALA SOSIAL DI INDONESIA: IDENTITAS, KOMUNITAS, DAN BUDAYA GLOBAL Afida; Bahrun Ario Johan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13126

Abstract

Fenomena Korean Pop (K-Pop) telah menjadi bagian dari arus budaya global yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Arus ini tidak hanya membentuk preferensi musik dan hiburan, tetapi juga memengaruhi gaya hidup, cara berkomunikasi, serta pembentukan identitas individu maupun kolektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena K-Pop sebagai gejala sosial melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang melibatkan berbagai sumber akademik dan data terkini. Pembahasan mencakup pengaruh K-Pop terhadap pembentukan identitas sosial, terbentuknya komunitas penggemar yang bersifat lintas daerah dan lintas budaya, serta peran media sosial sebagai penggerak utama dalam menyebarluaskan budaya K-Pop. Selain itu, kajian ini juga menyoroti bagaimana K-Pop menjadi komoditas budaya global yang memicu perilaku konsumerisme, terutama melalui pembelian album, merchandise, dan produk-produk yang diasosiasikan dengan idol K-Pop. Komodifikasi budaya ini menunjukkan adanya relasi antara budaya populer dan sistem ekonomi global. Hasil kajian menunjukkan bahwa K-Pop tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga membentuk ruang sosial baru, memperkuat relasi antarkelompok, dan menimbulkan dinamika antara budaya lokal dan budaya global. Oleh karena itu, penting adanya pemahaman kritis terhadap fenomena ini agar masyarakat dapat merespons budaya populer secara lebih bijak, kontekstual, dan reflektif terhadap nilai-nilai lokal.
PERAN KELUARGA DAN KOMUNITAS DALAM MENANGANI DEPRESI Maria Godeliva Dahu; Helbiana Al Maani'ul Karoba
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13130

Abstract

Perawatan depresi adalah masalah medis yang membutuhkan dukungan multidisipliner. Keluarga dan komunitas harus terlibat dalam pemulihan penderita depresi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis peran strategis keluarga dan komunitas dalam pengobatan depresi dengan menggunakan metodologi literatur dan studi empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai penemuan awal, penyedia dukungan emosional, dan pendorong untuk mendapatkan layanan kesehatan mental. Komunitas, di sisi lain, memiliki kemampuan untuk mengurangi isolasi sosial dan mendukung intervensi berbasis masyarakat seperti konseling komunitas dan kelompok pendamping sebaya. Pendidikan keluarga dan masyarakat yang tepat telah terbukti meningkatkan literasi kesehatan mental dan mengurangi stigma terhadap penderita. Pendekatan komprehensif yang lebih efektif dan berkelanjutan dihasilkan ketika keluarga, komunitas, dan profesional kesehatan jiwa bekerja sama. Dengan demikian, optimalisasi peran keluarga dan komunitas merupakan strategi penting dalam sistem penanganan depresi di masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model intervensi kolaboratif berbasis kearifan lokal untuk mendukung sistem kesehatan mental nasional. Keluarga tidak hanya memberikan dukungan emosional; mereka juga bertanggung jawab untuk mengawasi kepatuhan pasien terhadap pengobatan, mendorong interaksi sosial, dan membuat lingkungan yang mendukung pemulihan. Pelatihan dan pendidikan sangat penting karena kurangnya pemahaman keluarga tentang depresi sering kali menghalangi pemulihan. Ketika anggota keluarga memahami kesehatan mental, mereka lebih siap untuk mendampingi penderita.
DAMPAK POLA MAKAN TRADISIONAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN BARAT Maxsel Aditia Joventus Adu; Yatimpian Turi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13143

Abstract

Pengaruh pola makan lokal terhadap kesehatan warga di Kalimantan Barat. Pola makan lokal yang dimaksud mencakup penggunaan bahan pangan setempat seperti singkong, ikan dari sungai, sayuran hutan, serta penggunaan rempah-rempah khas daerah dalam proses memasak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan peralihan pola makan masyarakat menuju makanan cepat saji dan produk olahan modern yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan dalam studi ini berasal dari komunitas setempat, petugas kesehatan, dan pemuka adat yang memiliki wawasan mengenai tradisi kuliner yang diwariskan. Penelitian dijalankan di beberapa desa yang masih melestarikan cara makan tradisional dan dibandingkan dengan desa yang telah mengalami perubahan besar dalam pola makan mereka. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang tetap menjalani pola makan tradisional cenderung memiliki kondisi kesehatan yang lebih terjaga, khususnya dalam aspek kesehatan sistem pencernaan, tekanan darah, dan kadar gula dalam darah. Nutrisi alami dari makanan tradisional seperti kandungan serat yang tinggi, rendah gula tambahan, dan kaya akan antioksidan memberikan dampak positif bagi kesehatan dalam jangka panjang. Selain itu, cara makan ini sangat terkait dengan kegiatan fisik dan budaya saling membantu dalam menyiapkan makanan, yang juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Namun, ada tantangan signifikan akibat kemodernan dan rendahnya ketertarikan generasi muda terhadap masakan tradisional. Makanan siap saji yang dianggap lebih praktis dan bergaya semakin menggantikan masakan lokal, yang dapat menyebabkan peningkatan kasus obesitas, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Ini menunjukkan bahwa menjaga pengetahuan mengenai kuliner lokal sangat penting sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
KENAKALAN REMAJA DI ERA DIGITAL ANTARA KEBEBASAN EKSPRESI DAN KRISIS MORAL Dias Indriyani Soleha Saputri
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13146

Abstract

Kenakalan remaja di era digital mengalami transformasi signifikan, tidak lagi hanya berbentuk perilaku menyimpang secara fisik, tetapi juga muncul dalam bentuk kenakalan digital seperti perundungan siber, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, hingga konten tidak senonoh. Fenomena ini mencerminkan adanya ketegangan antara kebebasan berekspresi yang dijamin dalam masyarakat demokratis dan krisis moral yang kian mengkhawatirkan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa telaah pustaka dan observasi media sosial untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kenakalan remaja digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebebasan yang tidak diimbangi dengan literasi digital dan nilai-nilai moral berkontribusi pada meningkatnya perilaku menyimpang remaja. Faktor internal seperti pencarian identitas diri dan dorongan eksistensi, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya, lemahnya kontrol orang tua, dan algoritma media sosial yang permisif, menjadi pemicu utama. Dalam konteks ini, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran strategis untuk menanamkan nilai moral dan membangun kesadaran digital yang sehat. Kolaborasi multi-pihak diperlukan guna menciptakan ruang digital yang aman, etis, dan mendidik bagi generasi muda
TRANSFORMASI SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMBANGUNAN KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN Hafidi; Habibullah Kafabihi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13168

Abstract

Pembangunan berbasis budaya merupakan salah satu pendekatan alternatif dalam pengembangan masyarakat yang sberkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pelestarian identitas lokal (Yunus, 2018; Castells, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi sosial dan ekonomi masyarakat melalui pembangunan Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Kota Malang, Jawa Timur. KBP merupakan kampung tematik berbasis kesenian topeng Malangan yang dikembangkan menjadi pusat kegiatan budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada warga Kelurahan Polowijen yang aktif atau terdampak oleh pembangunan KBP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasakan dampak positif dari keberadaan kampung budaya, seperti peningkatan pendapatan, terbukanya peluang ekonomi baru, penguatan ikatan sosial, serta peningkatan partisipasi warga dalam pelestarian budaya lokal. Selain itu, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada ekonomi lokal dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya. Namun demikian, aspek keberlanjutan jangka panjang membutuhkan penguatan kelembagaan, pendidikan budaya, serta dukungan kebijakan lintas sektor (Santosa, 2017; Sachs, 2015). Dengan demikian, kampung budaya dapat menjadi model transformasi sosial ekonomi yang efektif jika dikembangkan secara partisipatif dan kontekstual.
PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK DI ZAMAN MODERN Laily Nurul Hidayah; Asidian Prenafita Setiani; Dany Miftahul Ula
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13194

Abstract

Pentingnya keluarga dalam membentuk kepribadian anak di era perubahan sosial dan kemajuan teknologi saat ini dibahas dalam artikel ini. Keluarga sebagai lembaga pendidikan utama memiliki kewajiban untuk menanamkan moral, nilai, dan keterampilan kepada anak. Dalam situasi ini, perkembangan kepribadian anak bergantung pada dukungan emosional dan komunikasi efektif orang tua. Kesulitan yang dihadapi keluarga juga disebutkan dalam artikel ini, termasuk dampak media sosial dan kurangnya waktu untuk menjalin hubungan yang bermakna. Selain menawarkan saran untuk mengatasi hambatan di era digital, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran tentang bagaimana keluarga dapat menyesuaikan diri dan secara aktif membantu perkembangan karakter anak. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang kaya tentang proses sosial melalui pemeriksaan naratif dan interpretatif terhadap data non-numerik. Dari temuan dapat disimpulkan bahwa Jika orang tua secara aktif melibatkan anak dalam pendidikan dan pengalaman hidup mereka, mereka akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan mudah beradaptasi.
DAMPAK ONLINE SHOP MENGUBAH LANSKAP BISNIS PASAR TRADISIONAL Hendrik Bachtiar; Cindy Meliyana Sari
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13196

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh yang besar terhadap cara konsumsi masyarakat, terutama dalam aktivitas jual beli. Munculnya toko online dengan segala kemudahan dan efisiensinya telah mengubah tata letak dan dinamika pasar tradisional yang sebelumnya menjadi tempat utama perdagangan bagi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari pertumbuhan toko daring terhadap keberadaan pasar tradisional, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toko daring tidak hanya mengurangi jumlah transaksi di pasar tradisional, tetapi juga mengancam keberlangsungan sosial dan ekonomi para pelaku usaha lokal. Meskipun beberapa pedagang menyadari tren digital, kurangnya pemahaman tentang teknologi, infrastruktur yang memadai, dan nilai-nilai budaya menjadi kendala utama dalam proses penyesuaian. Artikel ini juga menawarkan strategi transformasi seperti digitalisasi secara bertahap, pelatihan literasi digital, kolaborasi dengan platform lokal, serta intervensi kebijakan dari pemerintah untuk membangun sinergi antara pasar tradisional dan sistem ekonomi digital. Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, pasar tradisional dapat tetap berfungsi dengan baik di tengah perubahan zaman.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue