cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPENGARUHI GAYA HIDUP SEHAT Dince Day Hinggu; Yulius katoda
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13237

Abstract

Media sosial dapat mempercepat penyebaran informasi sehat, namun juga berisiko menyebarkan konten menyesatkan yang berbahaya. Pengaruhnya tergantung pada literasi digital dan norma sosial yang terbentuk. Penelitian kualitatif penting untuk memahami pengalaman dan persepsi individu terkait pengaruh media sosial dalam membangun gaya hidup sehat secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif wanita dalam berlatih di media sosial. Melalui metode etnografi virtual, observasi dan wawancara dilakukan, lalu data disederhanakan dengan proses reduksi. Hasilnya memberikan gambaran lengkap tentang motivasi dan perilaku wanita dalam menjalani gaya hidup aktif di era digital. Media sosial efektif untuk promosi kesehatan karena jangkauan luas dan interaktif. Platform seperti Facebook, YouTube, dan Twitter meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan partisipasi masyarakat dalam perilaku sehat. Namun, perlu pengawasan profesional untuk memastikan info valid dan mengurangi risiko penyebaran informasi salah. Promosi digital mendukung upaya kesehatan secara luas dan inovatif. Media sosial seperti Facebook dan Twitter memungkinkan berbagi foto dan pesan kesehatan secara visual dan menarik. Namun, keberhasilan promosi ini tergantung pada peran aktif profesional kesehatan untuk memastikan pesan berkualitas dan efektif. Penguatan peran tersebut penting agar promosi kesehatan di media sosial memberikan dampak positif dan berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DAN AKSES TERHADAP BPJS KESEHATAN Sefri Tri Nugraha; Dhava Restu Valentino
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13257

Abstract

Di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) menjadi salah satu pilar utama dalam sistem jaminan sosial nasional. BPJS Kesehatan yang awalnya diperuntukkan bagi pekerja formal, kini harus menghadapi tantangan besar dalam melayani segmen pekerja yang tidak terikat pada hubungan kerja formal, seperti pekerja informan dan pekerja lepas. Pekerja di sektor-sektor ini seringkali tidak memiliki perlindungan sosial yang memadai, termasuk jaminan kesehatan, yang mengakibatkan ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan yang layak. BPJS mnejadi peran penting bagi pengguna untuk mempermudah mendapatkan akses terhadap kesehatan, BPJS tak hanya untuk orang biasa namum juga ada untuk para pekerja guna terjadi hal yang tidak diinginkan. Pelayanan kesehatan terhadap pengguna BPJS sering kurang maksimal atau kurang mendapatkan prioritas dari pihak rumah sakit, hubungan status sosial ekonomi juga menjadi salah satu faktor hambatan bagi pelayanan kesehatan. Kesehatan merupakan hal terpenting bagi manusia mengingat bahwa manusia harus menjalankan kehidupan sehari-harinya, Kesehatan yang baik di masyarakat akan menciptakan kondisi kehidupan yang damai. Setiap orang mengharapkan tubuh yang sehat, sehingga untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan beberapa tindakan.
EPISTIMOLOGI ILMU-ILMU SOSIAL HUMANIORA Hafidi; Habibullah Kafabihi; Ananda Pratiwi; Neny Widiyanti; Arif Wahyu Hidayat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13362

Abstract

Tulisan ini mengkaji epistemologi dalam ranah ilmu sosial dan humaniora (ISH), dengan penekanan pada disiplin sejarah dan sosiologi. Sebagai salah satu cabang filsafat ilmu, epistemologi memiliki peranan krusial dalam mengeksplorasi hakikat, sumber, dan keabsahan pengetahuan yang dihasilkan oleh kedua bidang tersebut. Dalam konteks sejarah, pengetahuan tidak hanya bersumber dari fakta-fakta masa lalu, tetapi juga melalui proses interpretasi yang dipengaruhi oleh sumber, konteks sosial, dan posisi ideologis penulis. Berbagai pendekatan epistemologis seperti empirisisme, hermeneutika, konstruktivisme sosial, dan postmodernisme diterapkan untuk memahami dinamika penulisan sejarah. Di sisi lain, sosiologi menawarkan beragam paradigma, mulai dari positivisme yang menekankan objektivitas dan metode kuantitatif, hingga interpretivisme dan kritisisme yang lebih mengedepankan pemaknaan subjektif serta analisis kritis terhadap struktur sosial dan kekuasaan. Konsep sosiologi pengetahuan menegaskan bahwa realitas sosial adalah konstruksi kolektif yang bersifat dinamis dan kontekstual. Perbandingan antara epistemologi sejarah dan sosiologi menunjukkan adanya kesamaan dalam menolak positivisme yang ekstrem dan menekankan pentingnya pendekatan interpretatif serta kritis, meskipun keduanya berbeda dalam objek kajian, metode, dan orientasi teoritis. Pemahaman yang mendalam mengenai epistemologi sangat penting bagi peneliti ISH untuk dapat menghasilkan pengetahuan yang valid, reflektif, dan bertanggung jawab, serta mampu mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
FILSAFAT SEJARAH KRITIS: POST-MODERNISME Bahrun Ario Johan; Afida; Vita Lukviana Wati; Dias Indriyani Soleha Saputri; Elisabeth Barek Ole Liwun; Arif Wahyu Hidayat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13363

Abstract

Tulisan ini membahas hubungan antara filsafat sejarah kritis dan postmodernisme, khususnya melalui kontribusi pemikiran Jean-François Lyotard. Filsafat sejarah kritis menolak narasi sejarah tunggal yang dominan, dan menyoroti peran kekuasaan dalam konstruksi historiografi. Sementara itu, postmodernisme mempertanyakan legitimasi narasi besar seperti kemajuan dan emansipasi, serta menekankan pluralitas dan relativitas kebenaran sejarah. Dengan pendekatan hermeneutik kritis dan studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa keduanya membuka ruang bagi narasi alternatif, suara marjinal, serta refleksi etis dalam penulisan sejarah. Hasilnya, sejarah dipahami bukan sebagai fakta objektif, tetapi sebagai medan wacana yang kompleks, terbuka, dan penuh dinamika.
ANALISIS FRAMING BERITA PENDAFTARAN CAPRES- CAWAPRES PEMILU 2024 PADA BREAKING NEWS METROTV Yussanto, Fauzi; Sanjaya, Makroen
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan pendaftaran capres–cawapres Pemilu 2024 pada program Breaking News MetroTV menggunakan model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Latar penelitian bertolak dari perbedaan durasi siaran dan pengemasan visual pada tiga pasangan: Anies–Muhaimin, Ganjar–Mahfud, dan Prabowo–Gibran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif–deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi siaran dan wawancara mendalam dengan pelaku produksi newsroom, dilengkapi kajian dokumen (triangulation of sources). Analisis dilakukan pada empat perangkat wacana: sintaksis, skrip (5W+1H), tematik, dan retoris. Hasil menunjukkan MetroTV menayangkan proses pasangan Anies–Muhaimin secara paling lengkap (dari kediaman, kantor partai koalisi, hingga KPU) dengan durasi ±480 menit, sementara Ganjar–Mahfud ±140 menit dan Prabowo–Gibran ±206 menit. Distribusi durasi, pemilihan sudut pandang, dan elemen retoris memperlihatkan framing yang lebih menonjol pada pasangan Anies–Muhaimin. Temuan dilengkapi testimoni redaksi mengenai asas keberimbangan liputan dan faktor operasional lapangan. Implikasi riset menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap P3SPS KPI, serta peluang studi lanjutan yang menggabungkan semiotics Roland Barthes atau framing Robert N. Entman agar gambaran menjadi lebih komprehensif Kata kunci: Gen Z, Tiktok, marriage is scary, persepsi, media sosial, pernikahan Abstract This study examines the news framing of Indonesia’s 2024 presidential–vice presidential registration on MetroTV’s Breaking News, applying Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki’s model. Using a qualitative–descriptive approach, data were collected through broadcast observation and in-depth interviews with newsroom personnel, supported by document review (source triangulation). The analysis covered four discourse devices: syntactic, script (5W+1H), thematic, and rhetorical structures. Results reveal the Anies–Muhaimin pair received the most complete and longest coverage (≈480 minutes) from home departure through party offices to the KPU, compared with Ganjar–Mahfud (≈140 minutes) and Prabowo–Gibran (≈206 minutes). Differences in airtime allocation, camera vantage points, and rhetorical emphasis indicate a more salient framing toward Anies–Muhaimin. Editorial testimonies on balance and field operations complement the findings. The study underscores adherence to Indonesia’s broadcasting standards and invites future work combining Barthes’ semiotics or Entman’s framing for broader interpretive depth. Keywords: breaking news, framing, Pan & Kosicki, MetroTV, candidate registration.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SIDOARJO DALAM BIDANG PENDIDIKAN Aji Nugroho, Muhammad Faizal; Setyarahajoe, Ratna; Fadeli, Muhammad
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education serves as the foundation of every child’s life, including those who are often disadvantaged by the formal education system. Not all children have equal opportunities to access proper education, particularly street children or those living in marginalized conditions. For these children, the Save Street Child Sidoarjo community provides an alternative space for learning that is more flexible, inclusive, and oriented toward their specific needs. This study aims to examine the patterns of interpersonal communication used by volunteers and caregivers in accompanying the learning process of “anak merdeka” within the community. The focus of this research is not only on how messages are delivered, but also on how interpersonal relationships are built through empathetic, open, and participatory communication. Using a qualitative descriptive method, data were collected through direct observation and in-depth interviews with volunteers and children involved in the learning activities. The results show that personal, empathetic, and participatory communication patterns create an inclusive and independent learning environment. Furthermore, effective communication has been proven to enhance learning motivation, self-confidence, and active participation among the children.
Inovasi Pelayanan Publik melalui Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD dr. Sayidiman Magetan Purnamasari, Ervina Dwi; Deby Febriyan Eprilianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pelayanan publik melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Aplikasi ini merupakan bentuk inovasi digital BPJS Kesehatan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan secara cepat dan efisien. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus analisis teori e-Government dari Harvard John F. Kennedy School of Government, yang meliputi Support (dukungan pemerintah), Capacity (kapasitas pemerintah), dan Value (manfaat yang dirasakan masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik melalui Mobile JKN telah meningkatkan efisiensi layanan, transparansi administrasi, serta aksesibilitas pasien terhadap layanan kesehatan. Namun, masih terdapat hambatan seperti rendahnya literasi digital pasien, gangguan jaringan internet, dan keterbatasan pelatihan bagi petugas. Optimalisasi Mobile JKN memerlukan peningkatan kapasitas SDM, perluasan sosialisasi, serta perbaikan sistem teknologi.
PENGARUH IMPLEMENTASI E-GOVERNANCE MELALUI SISTEM CORETAX TERHADAP KEPATUHAN DAN KEPUASAN WAJIB PAJAK Al Difari, Nathan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini melihat bagaimana penerapan Coretax sebagai bagian dari perubahan e-governance di Direktorat Jenderal Pajak berdampak pada kepatuhan dan kepuasan wajib pajak pada awal peluncurannya. Kajian dilakukan dengan memeriksa literatur dan data sekunder dari laporan DJP, studi kasus, wawancara, dan artikel akademik, serta sumber publik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coretax meningkatkan kepatuhan formal, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah pelaporan SPT dan kemampuan administrasi yang dianggap wajib pajak. Namun, efek optimalisasi terbatas pada tahap awal implementasi karena masalah teknis dan tingkat aktivasi akun yang rendah. Kepuasan wajib pajak bervariasi, dengan kelompok yang sangat melek digital mengalami manfaat yang signifikan, sementara pengguna lain menghadapi masalah teknis dan antarmuka sistem yang tidak ramah pengguna. Coretax memiliki potensi besar mendukung modernisasi administrasi perpajakan, tetapi keberhasilan penuh memerlukan perbaikan teknis, edukasi wajib pajak, dan peningkatan kapasitas layanan. This study examines how the implementation of Coretax, as part of e-governance reforms at the Directorate General of Taxes, impacted taxpayer compliance and satisfaction during its initial rollout. The study examined literature and secondary data from DGT reports, case studies, interviews, academic articles, and other public sources. The results indicate that Coretax improved formal compliance, as demonstrated by increases in the number of tax return filings and taxpayers' perceived administrative capabilities. However, the optimization effect was limited in the initial implementation phase due to technical issues and low account activation rates. Taxpayer satisfaction varied, with highly digitally literate groups experiencing significant benefits, while other users encountered technical issues and a less user-friendly system interface. Coretax has significant potential to support tax administration modernization, but its full success requires technical improvements, taxpayer education, and increased service capacity.
PERAN EDITOR DALAM PEMBUATAN KARYA DOKUMENTER “TARI LENGGER SEBAGAI WARISAN BUDAYA WONOSOBO” Bayra, Dio Andra; Darwinsyah, Muhammad
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil karya dokumenter yang berjudul “Tari Lengger Sebagai Warisan Budaya Wonosobo” ini bertujuan untuk memberikan informasi dan hiburan kepada masyarakat yang membaca atau menonton film dokumenter kesenian agar mengetahui persiapan apa saja yang dilakukan dibalik layar sebelum tampil ke depan layar suatu pertunjukan tari lengger. Seluruh kegiatan dan adegan dalam karya ini dibuat berdasarkan fakta yang terjadi saat persiapan dibalik layar pertunjukkan kesenian tari lengger. Tari Tradisional Lengger merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Tari Lengger dirintis oleh sosok bernama Gondowinangun yang berasal dari Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Wonosobo pada 1910. Kemudian Tari tradisional ini, dikembangkan Ki Hadi Soewarno pada dekade 1960-an. Diharapkan pada karya ini dapat memberikan manfaat secara umum, praktis dan akademis. Manfaat secara umum yaitu menambah minat masyarakat dalam melestarikan budaya tari Lengger. Manfaat Akademis dari pembuatan tugas karya film dokumenter ini untuk menambah wawasan pengetahuan tentang media film, yang difokuskan pada semiotika film dan makna budaya untuk di sampaikan. Dalam proses pembuatan sebuah film terbagi menjadi tiga tahap yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Metode yang digunakan dalam penulisan film dokumenter ini menggunakan kualitatif. Dalam film dokumenter ini, penulis memiliki peran sebagai editor yang bertanggung jawab melakukan penyuntingan gambar, suara, dan efek sesuai dengan keinginan penulis naskah dan sutradara. Laporan tugas akhir ini akan menguraikan peran editor selama proses produksi film dokumenter. Harapan penulis dari film dokumenter “Tari Lengger Sebagai Warisan Budaya Wonosobo” dapat menjadi alternatif pilihan tayangan edukatif, informatif, serta menjadi sarana hiburan bagi masyarakat yang menontonnya. Kata Kunci: Tari Lengger, Karya Dokumenter, Editor Abstract The documentary work entitled “Lengger Dance as Wonosobo Cultural Heritage” aims to provide information and entertainment to people who read or watch art documentaries in order to know what preparations are done behind the scenes before appearing in front of the screen of a lengger dance performance. All activities and scenes in this work are made based on the facts that occur during the behind-the-scenes preparation of lengger dance performances. Lengger Traditional Dance is one of the arts originating from the Dieng Plateau, Wonosobo, Central Java. Lengger dance was pioneered by a figure named Gondowinangun who came from Kecis Village, Selomerto District, Wonosobo in 1910. Then this traditional dance was developed by Ki Hadi Soewarno in the 1960s. It is hoped that this work can provide general, practical and academic benefits. The general benefit is to increase public interest in preserving Lengger dance culture. The academic benefits of making this documentary film work assignment are to add insight into knowledge about film media, which is focused on film semiotics and cultural meanings to be conveyed. In the process of making a movie, it is divided into three stages, namely pre-production, production, and post-production. The method used in writing this documentary uses qualitative. In this documentary film, the author has a role as an editor who is responsible for editing images, sounds, and effects in accordance with the wishes of the scriptwriter and director. This final project report will describe the role of the editor during the documentary film production process. The author hopes that the documentary film “Lengger Dance as Wonosobo Cultural Heritage” can be an alternative choice of educational, informative, and entertainment for the people who watch it. Keyword: Lengger Dance, Documentary Work, Editor
TRAJEKTORI KEBIJAKAN DAN KONFLIK SOSIO-EKOLOGIS DALAM WACANA POLITIK FOOD ESTATE DI MERAUKE Hutabarat, Dayinta; Pangaribuan, Christian Samuel
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the policy trajectory of the food estate program in Merauke and the socio-ecological conflicts that emerge within the political development discourse of the Joko Widodo administration. The food estate, promoted as a solution to national food security, has instead generated various issues ranging from agronomic unsuitability and large-scale land clearing without adequate environmental assessments to conflicts over the living spaces of Indigenous communities. Using a qualitative approach with the Policy Ethnography method, this research traces the processes of policy formulation, implementation, and field-level practices, as well as how government political narratives frame the project as a national strategic agenda. The findings show that the food estate in Merauke not only failed to meet its production targets but also caused damage to peat ecosystems, increased carbon emission risks, and threatened the socio-cultural sustainability of Indigenous communities. Furthermore, discourse analysis reveals that the government employed food security and agricultural modernization framing to obscure the program’s ineffectiveness and reinforce political legitimacy. These findings indicate that the failure of the food estate is structural, influenced by power relations, development patterns, and minimal ecological consideration. This research underscores the importance of socially and environmentally grounded policy evaluation and the protection of Indigenous rights in formulating sustainable food policies in Indonesia. Keyword: Food Estate, Socio-Ecological Conflict, Political Discourse, Policy Trajectory, Indigenous Communities Abstrak Penelitian ini mengkaji trajektori kebijakan food estate di Merauke serta konflik sosio-ekologis yang muncul dalam konteks wacana politik pembangunan era Joko Widodo. Food estate yang dipromosikan sebagai solusi ketahanan pangan nasional ternyata menimbulkan berbagai persoalan mulai dari ketidaksesuaian agronomis, pembukaan lahan skala besar tanpa kajian lingkungan memadai, hingga konflik ruang hidup masyarakat adat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode Etnografi Kebijakan, penelitian ini menelusuri proses perumusan, implementasi, dan praktik kebijakan di lapangan, serta bagaimana narasi politik pemerintah membingkai proyek ini sebagai agenda strategis nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food estate di Merauke tidak hanya gagal memenuhi target produksi, tetapi juga menimbulkan kerusakan ekosistem gambut, meningkatkan risiko emisi karbon, serta mengancam keberlanjutan sosial-budaya masyarakat adat. Selain itu, analisis wacana memperlihatkan bahwa pemerintah menggunakan framing ketahanan pangan dan modernisasi pertanian untuk menutupi ketidakefektifan program dan melanggengkan legitimasi politik. Temuan ini memperlihatkan bahwa kegagalan food estate bersifat struktural, dipengaruhi oleh relasi kuasa, pola pembangunan dengan menggunakan kebijakan publik, serta minimnya pertimbangan ekologis. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi kebijakan berbasis sosial-lingkungan dan perlindungan hak masyarakat adat dalam merumuskan kebijakan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. Kata Kunci: Food Estate, Merauke, Konflik Sosio-Ekologis, Wacana Politik, Masyarakat Adat

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue