cover
Contact Name
Devi Rusli
Contact Email
devirusli@fip.unp.ac.id
Phone
+6281363404697
Journal Mail Official
pusako@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Bar., Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 28303520     DOI : https://doi.org/10.24036/pusako.v1i1.1
Aim PUSAKO is a medium for academicians, government, private companies, and social institutions to communicate community empowerment activities. Each published article is expected to provide new insights and inspire activities elsewhere on related issues. Scope PUSAKO receives articles from activity reports covering community services, application of science and technology for the community, community capacity building, or community empowerment. There are no specific scientific limitations in this journal. Reports on CSR activities, poverty alleviation, environmental preservation, drug rehabilitation, healthy living campaigns, improvement of community skills, increasing the added value of an MSME product, and good practice of natural disaster rehabilitation are also included in this journal.
Articles 57 Documents
Manajemen Emosi Berbasis Mindfulness Untuk Kesuksesan Bisnis Umkm Perempuan: Program Pelatihan Di Komunitas Rumah Hasanah Bandung Firdasannah, Astri; Jihan Eka Aulianti; Anggun Zachra Julaiha; Cyndi Fiolanda Hermawan; Asysyifa Fauziah
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 02 (2025): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i02.162

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in Indonesia’s economy, contributing over 99% of total business entities and absorbing 97% of the workforce. Female entrepreneurs face unique emotional and social challenges due to multiple roles, business pressures, and limited emotional regulation skills. This community service program aimed to enhance emotional management and mindfulness skills among female MSME entrepreneurs in the Rumah Hasanah Bandung Community. The program was conducted through interactive workshops, mindfulness practices, role plays, and emotional journaling. Evaluation through pre- and post-tests showed an average knowledge improvement of 29%, with a 91.7% satisfaction rate. Participants reported improved emotional awareness, patience, self-confidence, and communication skills. This program demonstrated the effectiveness of emotional management training in improving psychological well-being and sustainable business performance among women entrepreneurs.
Peran Kearifan Lokal dalam Pembentukan Identitas Sosial dan Empati Budaya Siswa SD: Studi Program 1000 Guru Bali di Besakih, Karangasem Wardani, Kadek Putri Lestari
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 02 (2025): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i02.170

Abstract

Pembentukan identitas sosial dan empati budaya pada anak sekolah dasar merupakan proses penting dalam tahap perkembangan mereka, khususnya di lingkungan yang relatif homogen secara sosial dan kultural. Program 1000 Guru Bali di SDN 4 Besakih dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya melalui kegiatan pengenalan budaya daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menggambarkan proses kegiatan serta menganalisis kontribusinya terhadap pemahaman siswa mengenai keragaman budaya dan identitas sosial. Data diperoleh melalui observasi, wawancara singkat dengan guru, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengenalan budaya mampu mengaktifkan tiga aspek dalam social identity theory, yaitu aspek kognitif, evaluatif, dan emosional. Siswa terlihat mampu mengategorikan perbedaan budaya, menilai keberagaman sebagai sesuatu yang bernilai, serta menunjukkan respons emosional positif seperti antusiasme dan rasa ingin tahu. Proses tersebut memperkuat kemampuan anak dalam memahami kedudukannya sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar, yaitu bangsa Indonesia, serta menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap keberagaman. Program 1000 Guru Bali memberikan kontribusi dalam membangun dasar empati budaya dan identitas sosial yang lebih inklusif pada anak sekolah dasar.Kata Kunci: Pengenalan Budaya, Identitas Sosial, Empati Budaya, Social Identity Theory, Anak Sekolah Dasar.
Program Upskilling dan Reskilling: Meningkatkan Kompetensi Guru MGMP Teknik Pemesinan Melalui Pelatihan CNC dan CAM di Era Revolusi Industri 4.0 Febri Prasetya; Fiki Efendi; Budi Sayhri; Iqbal Parezi
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v5i01.85

Abstract

The rapid development of manufacturing technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 requires continuous improvement of human resource competencies, particularly among vocational high school (SMK) teachers in the Machining Engineering field. However, limited facilities and insufficient access to training programs have resulted in many teachers lacking proficiency in Computer Numerical Control (CNC) and Computer-Aided Manufacturing (CAM) technologies. This Community Service Program (PkM) aimed to enhance the competencies of teachers from the Machining Engineering Teachers’ Association (MGMP) of West Sumatra through an upskilling and reskilling program focused on CNC machine operation and CAM software utilization. The program was conducted on September 28–29, 2024, at the CNC Laboratory of the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang, involving 20 machining engineering teachers. A mixed-methods approach was employed, utilizing observations, interviews, and questionnaires for data collection. The training materials covered fundamental CNC concepts, MasterCAM software applications, toolpath configuration, program transfer procedures, and CNC machine operation. The results indicated that participants actively engaged in the training and demonstrated improvements in their knowledge and skills related to CAM-based CNC programming and operation. Evaluation results showed an average participant satisfaction score of 4.15, categorized as satisfactory. The highest-rated indicator in the training content aspect was participants’ ability to receive and understand the material (4.42), while in the training implementation aspect, the highest score was attributed to the organizers’ ability to create an engaging learning environment (4.66). In addition to improving teachers’ competencies, the program produced CAM-based learning media and job sheets that can be utilized in vocational school instruction. The program effectively supported the implementation of the Link and Match policy between vocational education and industry needs and contributed to improving the quality of machining engineering education in West Sumatra.
Psikoedukasi Maskulinitas Sehat Bagi Remaja Laki-laki di Sekolah Berasrama Siti Rai’yati; Atika Nur Fitri; Fathia Febylafayza Tandri; Meiliani Nazili Darmawan; Septyan Dwiantoro; Tika Khairana Mahfujah
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v5i01.209

Abstract

Remaja laki-laki kerap menginternalisasi norma maskulinitas kaku yang menempatkan ekspresi emosi sebagai bentuk kelemahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa laki-laki mengenai maskulinitas sehat dan ekspresi emosi adaptif di sekolah berasrama. Asesmen kebutuhan dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner awal, analisis prioritas Metode Bryant, dan analisis SWOT. Sebanyak 16 siswa laki-laki kelas 7 dan 8 mengikuti satu sesi psikoedukasi bertajuk “Menjadi Laki-Laki yang Keren dan Sehat Secara Emosional”. Materi mencakup sosialisasi gender, kesadaran emosi, maskulinitas sehat, regulasi emosi, dan komunikasi asertif. Evaluasi program menggunakan analisis gain score secara deskriptif dengan membandingkan skor pretest dan posttest, serta didukung oleh catatan observasi proses. Rerata posttest lebih tinggi 0,13 poin daripada rerata pretest, yang menunjukkan kecenderungan awal peningkatan pemahaman setelah kegiatan. Catatan proses juga memperlihatkan partisipasi positif selama diskusi, meskipun perhatian dan keterbukaan peserta belum merata. Temuan ini merupakan gambaran awal perubahan dan bukan kesimpulan inferensial mengenai efektivitas program. Program lanjutan perlu dilaksanakan dalam beberapa sesi dengan latihan interaktif, diskusi sebaya, dan evaluasi berkala agar literasi emosional siswa berkembang lebih berkelanjutan.
Penguatan Literasi Kesehatan Mental dan Keterampilan Pengelolaan Stres Siswa melalui Psikoedukasi Berbasis Sekolah Ridha Habibah; Pipih Muhopilah
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental pada remaja menjadi perhatian serius karena prevalensi gangguan mental emosional terus meningkat, namun literasi dan layanan kesehatan mental di lingkungan sekolah masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XI tentang kesehatan mental dan keterampilan pengelolaan stres melalui psikoedukasi di SMAN 1 Jatiwangi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi pengelolaan stres yang diikuti oleh 50 siswa kelas XI SMAN 1 Jatiwangi pada tanggal 24 Oktober 2025. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan simulasi. Siswa mampu mengidentifikasi tanda-tanda awal gangguan mental serta mempraktikkan teknik relaksasi sederhana. Psikoedukasi yang menggabungkan penyampaian informasi dengan diskusi interaktif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja karena memungkinkan proses internalisasi materi secara aktif. Psikoedukasi kesehatan mental merupakan strategi promotif dan preventif yang dapat diimplementasikan di sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan mental.
Penguatan Posbakum dan Pemulihan Kesehatan Berbasis Komunitas Pascabencana Banjir di Nagari Katapiang Kabupaten Padang Pariaman. Ali Arben; Septa Nelli; Mona Yolanda; Miasiratni; Widya Yosefa; Robby Yunianto Utama MS; Doni Eka Putra
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v5i01.215

Abstract

Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan rehabilitasi fisik, tetapi juga pemulihan akses masyarakat terhadap perlindungan hak dan layanan kesehatan dasar. Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman merupakan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan banjir bandang. Pascabencana, masyarakat menghadapi berbagai persoalan dalam memperoleh perlindungan hukum, akses layanan publik, bantuan sosial, serta layanan kesehatan dasar. Meskipun telah dibentuk Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di tingkat nagari, fungsi Posbakum masih bersifat administratif dan belum didukung secara optimal oleh prosedur operasional serta kapasitas pengelola. Pada sisi lain, layanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu juga memerlukan penguatan, khususnya dalam edukasi kesehatan pascabencana, pemantauan kelompok rentan, dan mekanisme rujukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas perangkat nagari dan kader Posyandu melalui pendekatan layanan hukum dan kesehatan berbasis komunitas yang terintegrasi. Program meliputi pelatihan paralegal dasar, penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur Posbakum, penyediaan perangkat layanan hukum, pelatihan kesehatan pascabencana bagi kader Posyandu, edukasi hak kesehatan, serta penguatan mekanisme rujukan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, diskusi berbasis kasus, simulasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi pre-post. Model layanan terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap perlindungan hukum dan layanan kesehatan dasar sekaligus mendukung pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan. Kata kunci: bantuan hukum berbasis komunitas; Posbakum; Posyandu; pemulihan pascabencana; pemberdayaan masyarakat
Pemulihan Pascabencana Berbasis Komunitas: Integrasi Psychological First Aid dan Pendampingan Legal Aset di Nagari Katapiang Suci Rahma Nio; Nurmina; Ali Arben
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v5i01.219

Abstract

Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga dengan ketahanan psikososial masyarakat serta pemulihan akses terhadap identitas dan dokumen legal aset. Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan wilayah yang mengalami bencana banjir dan banjir bandang yang berdampak pada kerusakan rumah dan lahan pertanian, pengungsian berkepanjangan, serta terganggunya akses masyarakat terhadap layanan dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan psikososial melalui Psychological First Aid (PFA) berbasis kader serta mendukung pemulihan legal aset melalui pendampingan berbasis komunitas. Program menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan dan alih pengetahuan, penerapan teknologi sosial, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Pelatihan PFA mencakup reaksi psikologis pascabencana, prinsip Look–Listen–Link, komunikasi empatik, batasan peran kader, teknik menenangkan diri, dan mekanisme rujukan. Komponen legal aset mencakup hak masyarakat pascabencana, prosedur pemulihan dokumen, konsultasi, dan pendampingan administratif. Hasil pelaksanaan dalam laporan kemajuan menunjukkan skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test dan peserta mampu mempraktikkan teknik dasar PFA melalui simulasi. Program juga menghasilkan modul PFA, buku saku, instrumen evaluasi, SOP, alur layanan, dan model pendampingan pemulihan legal aset berbasis komunitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kader dan penyediaan perangkat layanan yang dapat digunakan kembali menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dukungan psikososial serta pemulihan administratif dan legal masyarakat pascabencana di tingkat nagari.