cover
Contact Name
Devi Rusli
Contact Email
devirusli@fip.unp.ac.id
Phone
+6281363404697
Journal Mail Official
pusako@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Bar., Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 28303520     DOI : https://doi.org/10.24036/pusako.v1i1.1
Aim PUSAKO is a medium for academicians, government, private companies, and social institutions to communicate community empowerment activities. Each published article is expected to provide new insights and inspire activities elsewhere on related issues. Scope PUSAKO receives articles from activity reports covering community services, application of science and technology for the community, community capacity building, or community empowerment. There are no specific scientific limitations in this journal. Reports on CSR activities, poverty alleviation, environmental preservation, drug rehabilitation, healthy living campaigns, improvement of community skills, increasing the added value of an MSME product, and good practice of natural disaster rehabilitation are also included in this journal.
Articles 51 Documents
PELATIHAN “MY PRIORITY” UNTUK MENINGKATKAN KEDISPLINAN SISWA SMPN 1 KOTA CIREBON Faizatul Mumtaza, Faizatul Mumtaza; Fadia, Nurul; Suhartati, Ade Rahayu; Afridah, Mumtaz
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 1 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i1.78

Abstract

Discipline is a condition that is created and formed through the process of a series of individual attitudes, which show the values of obedience, obedience, regularity and order. Student discipline at school is useful for helping students control themselves, respect the surrounding environment, and obey the rules set by the school. However, even though the rules have been written, in reality we often encounter students who still violate the existing rules. Based on the disciplinary problems experienced by these students, it is deemed necessary to provide guidance and training services for students regarding time Manajemen. The aim of this intervention is to help students determine activity priorities according to their importance and urgency, so that students are able to improve their discipline. The method used is to provide classical guidance and training through My Priority to students. This activity was carried out for approximately 40 minutes, and closed with students taking the initiative to summarize the activities that took place that day, then students were asked to make a schedule of activities based on their priority scale. Kedisiplinan merupakan sebuah kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian sikapindividu, yang menunjukannilai - nilai ketaatan, kepatuhan, keteraturan, serta ketertiban. kedisiplinan siswa di sekolah berguna untuk membantu siswa mengendalikan diri, menghormati lingkungan sekitar, dan menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Akan tetapi, meskipun peraturan sudah di tulis namun pada kenyataanya kita sering kali menjumpai siswa yang masih melanggar peraturan yang ada. Berdasarkan permasalahan kedisiplinan yang dialami siswa tersebut, maka dipandang perlu diadakan layanan bimbingan serta pelatihan kepada siswa dengan Manajemen waktu. Tujuan dari intervensi ini yaitu, untuk membantu siswa menentukan prioritas kegiatan sesuai dengan kepentingan dan urgensinya, dengan begitu siswa mampu meningkatkan kedisiplinannya. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan bimbingan klasikal dengan pelatihan melalui my priority pada siswa. Kegiatan tersebut dilakukan kurang lebih sekitar 40 menit, dan di tutup dengan siswa berinisiatif untuk menyimpulkan kegiatan yang berlangsung pada hari tersebut, kemudian siswa di minta untuk membuat jadwal kegiatan yang didasarkan pada skala prioritasnya.
Menjaga Kesehatan Mental Pada Atlet Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Menuju PON XXI 2024 Mariyani; Ardiansyah
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 1 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i1.82

Abstract

Olahraga yang sering dianggap sebagai bentuk kegiatan fisik yang positif, tidak sepenuhnya bebas dari tekanan dan stres yang mempengaruhi kesahatan mental para atlet. Kesehatan mental atlet secara umum belum dapat diatasi secara optimal oleh pelatih, hal ini dikarenakan kebanyakan hanya fokus pada pemberian latihan fisik, teknik, dan taktik menjadikan kesehatan mental atlet kadang terabaikan. Pada kegiatan workshop ini, akan membahas mengenai menjaga kesehatan mental. Dimana para atlet akan dibekali dengan pengetahuan mengenai kesehatan mental, ciri-ciri mental yang sehat dan cara menjaga kesehatan mental agar para atlet mampu melakukan latihan dengan konsentrasi dan menampilkan penampilan terbaiknya pada saat pertandingan berlangsung. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini adalah Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan dengan para atlet Federasi Arum Jeram Indinesia (FAJI) Aceh Tengah dengan jumlah atlet secara keseluruhan 12 atlet, yang terdiri dari atlet putra 6 orang dan Atlet putri 6 orang. Kegiatan pengabdian ini akan diekmas dalam bentuk kegiatan teori (ceramah) dan kegiatan pendampingan menjaga kesehatan mental. Adapun kegiatan ini dilakukan selama 90 menit dan diakhiri dengan melakukan relaksasi.
Upskilling dan Reskilling Teknik Pemesinan CNC dan CAM oleh Dosen FT UNP Tingkatkan Pengetahuan Guru MGMP Teknik Pemesinan Sumatera Barat Prasetya, Febri; Syahri, Budi; Efendi, Fiki
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.86

Abstract

Banyak alumni sekolah menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi masih belum memahami cara menggunakan software CAM. Ini karena banyak guru teknik pemesinan, terutama di Sumatera Barat, belum terbiasa menggunakan software CAM. Software ini baru hadir di Indonesia beberapa tahun di awal tahun 2000. Akibatnya, guru tidak dapat memberikan pembelajaran yang optimal tentang pengopersian software ini kepada siswa mereka. Namun, ada banyak guru yang ingin belajar dan meningkatkan penggunaan software ini, tetapi belum ada alat yang membantu mereka melakukannya. Dengan demikian, guru teknik pemesinan khusus bidang CNC & CAM tidak memiliki kompetensi yang sama di berbagai wilayah Sumatera Barat. Oleh karena itu, diperlukan upskilling dan reskilling ilmu CNC & CAM untuk memastikan bahwa kompetensi guru keahlian teknik pemesinan SMK di Sumatera Barat meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan siap kerja. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman guru tentang penggunaan perangkat software CAM pada mata pelajaran Pemrograman Mesin NC/CNC dan CAM. Kegiatan ini diberikan dalam rangka peningkatan kompetensi (upskilling and reskilling) dan guru adalah pelatihan dan pendidikan penggunaan software CAM. Metode yang digunakan termasuk identifikasi masalah, penugasan, diskusi, kerj Dengan kerja sama yang baik antara dinas pendidikan dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) bidang keahlian teknik pemesinan, diharapkan pelatihan ini akan berlangsung sesuai rencana. Sekitar dua puluh guru akan dilatih. Kegiatan ini akan diadakan di SMKN 2 Payakumbuh pada bulan September 2023.
Penerapan Psikoedukasi Pencegahan Adiksi Gawai Melalui Permainan Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Tk An-Nahl Jambi Yun Nina Ekawati; Verdiantika Annisa; Dessy Pramudiani; Marlita Andhika Rahman; Fadzlul
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.89

Abstract

Di era digitalisasi, gawai memegang peran penting dalam membantu manusia di berbagai aspek kehidupannya. Hampir setiap kalangan tidak lepas dalam penggunaan gawai termasuk anak-anak. Penggunaan gawai di satu sisi memberi dampak positif tetapi juga menjadi tantangan produktivitas pada anak. Seringkali anak menggunakan gawai untuk fungsi tertentu saja seperti hiburan dan kurang membatasi waktu. Sehingga masalah adiksi gawai seringkali ditemui pada anak-anak. Bila dibiarkan maka akan berdampak pada motorik dan kepekaan anak dalam berinteraksi di situasi sosial ke depan. Oleh karena itu perlu penanganan berupa pemahaman pada anak dan pengalihan aktivitas lain yang lebih positif. Salah satunya dengan memberikan psikoedukasi melalui permainan. Tujuan kegiatan adalah memberikan psikoedukasi melalui permainan untuk mencegah adiksi gawai pada anak pra sekolah. Kegiatan psikoedukasi dilakukan pada 50 siswa di TK An Nahl Percikan Iman Jambi. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah interaktif dan permainan tradisional. Berdasarkan hasil observasi dengan metode checklist didapatkan evaluasi berdasarkan pengetahuan dan reaksi siswa terhadap permainan tradisional. Berdasarkan pengetahuan diketahui siswa memiliki pemahaman tentang gawai berdasarkan aspek waktu ideal menggunakan gawai dan dampak penggunaan gawai. Berdasarkan evaluasi reaksi terhadap permainan tradisional, siswa merasakan reaksi emosi senang, semangat dan interaktif. Sehingga kegiatan psikoedukasi melalui media permainan tradisional ini dapat menjadi alternatif upaya dalam mencegah adiksi gawai pada anak.
Psikoedukasi Digital Parenting: Pola Asuh Baru Menyiapkan Anak untuk Era Digital Prihardini, Irni; Sahrani, Riana; Iriani Roesmala Dewi, Fransisca
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.94

Abstract

Tingginya penggunaan internet dan perangkat digital oleh anak-anak di Indonesia, secara umum tidak diiringi dengan pendampingan dan aturan dari orang tua. Hal ini dapat menumbuhkan adanya potensi kesenjangan antara pengasuhan dari orang tua, dan apa yang diterima oleh anak melalui penggunaan perangkat dan media digital. Dalam mengatasi fenomena ini, sikap pengasuhan digital menjadi kebutuhan orang tua untuk menerapkan strategi pola asuh yang tepat terkait tuntutan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua di era perkembangan digital. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sebagai pemenuhan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), penulis berinisiatif melakukan kegiatan seminar psikoedukasi mengenai sikap pengasuhan digital. Seminar psikoedukasi bertujuan menyampaikan hasil penelitian pada orang tua siswa sekolah. Orang tua dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang sikap pengasuhan digital yang bijak, sehingga orang tua dan anak dapat memaksimalkan manfaat teknologi bagi anak. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara daring melalui zoom meeting. Efektivitas kegiatan psikoedukasi diukur melalui pre-test dan post-test untuk melihat adanya peningkatan pengetahuan dan persepsi perubahan sikap orang tua terhadap pengasuhan digital setelah mengikuti seminar. Hasil psikoedukasi menunjukan peningkatan signifikan pada pemahaman dan motivasi peserta dalam menerapkan pengasuhan digital. Luaran wajib dan tambahan dari psikoedukasi adalah prosiding dalam temu ilmiah dan artikel ilmiah populer.Kata kunci : Efikasi Diri Pengasuhan Digital, Iklim Keluarga, Sikap Pengasuhan Digital
Pelatihan Komunikasi Asertivitas Seksual Guna Mencegah Terjadinya Tindakan Seks Bebas pada Siswa SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Suci Rahma Nio; Rusli, Devi; Wibawa, Anugrah Dwi; Najwa Maharani Zahra; Sabrina Azzahra; Hesti Destri Utami; Ahmad Abrar
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.95

Abstract

Many cases of pregnancy out of wedlock and resulting in widespread early marriages indicate that the ability of children or adolescents to communicate assertively is still weak. Adolescence is a transition period not only psychologically, but also physically. This transition from child to adult includes all aspects of development experienced in preparation for entering adulthood. Assertive communication produces direct behavior that is polite and goal-oriented, a person's feelings or desires. The training in this research aims to increase the insight of students at SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara to be better prepared to face invitations that lead to promiscuous sexual behavior by communicating assertively. The participants in this research were 50 students. The implementation is to conduct counseling first, then continue with training on how to communicate assertively. The results obtained from this training were that some students were able to practice correctly, but others were not able to practice the instructions given.
Peningkatan Potensi Pariwisata Olahraga Berbasis Ekowisata Melalui Pelatihan Stand Up Paddle Dan Water Rescue Di Desa Tua Pejat Kabupaten Kepulauan Mentawai Gemaini, Andri; Haris, Fahmil; Rahmad, Aulia; Sepyanda, Marsika; Rina Mayangsari; Dio Septyan Helmi
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.96

Abstract

Desa Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pariwisata berbasis ekowisata, terutama dalam hal olahraga air seperti stand up paddle (SUP) dan water rescue. Namun, kendala utama untuk memaksimalkan potensi tersebut adalah kurangnya keterampilan masyarakat lokal dalam mengelola kegiatan tersebut. Dalam upaya mendukung wisata olahraga berbasis ekowisata, artikel ini akan menjelaskan metode yang dapat digunakan untuk memberikan pelatihan SUP dan water rescue. Pelatihan diberikan melalui kombinasi teori dan praktik langsung di lapangan, dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterampilan peserta meningkat secara signifikan dalam menguasai teknik SUP dan kemampuan penyelamatan di air. Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya keselamatan dan keberlanjutan dalam kegiatan wisata air. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung pertumbuhan pariwisata berbasis ekowisata sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Rekomendasi yang diberikan adalah bahwa program pelatihan ini harus dilanjutkan dan didukung oleh sektor swasta dan pemerintah untuk memaksimalkan potensi wisata olahraga di Kepulauan Mentawai.
“Kotak Pikiran Positif” Untuk Menumbuhkan Kebahagiaan dan Optimisme Pada Anak TPQ Chasan Puro Khoirina Ayudia Putri; Shofi Zakiyyah Jasri; Karirotul Uyun, Novia; Nadya Aditya Ningrum; Qonita Mustika Bilqis; Dewi Khurun Aini
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.99

Abstract

Happiness and optimism are important during children's growth and development. This study aims to find out how to regulate emotions and increase optimism. The participants of this research are children of TPQ Chasan Puro. This research uses a Participatory Action Research (PAR) approach with the positive mind box method. In this method, TPQ children write their hopes, feelings or positive affirmations. The pretest showed that most children tended to harbor emotions and lacked an optimistic attitude when facing a challenge. After being given psychoeducation, there was an increase in the ability to express emotional feelings and self-confidence. The research proves that this program is effective in building a learning atmosphere that fosters happiness, optimism and emotional development in children.
Profil Psikologis Pelaku Pembunuhan Berencana Sasak Misran M.Psi., Psikolog, Nuram Mubina
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v3i2.102

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil psikologis pelaku pembunuhan berencana di daerah Sasak Misran Kabupaten Karawang Jawa Barat tahun 2024. Pengabdian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap individu perempuan berusia 22 tahun yang melakukan pembunuhan berencana terhadap suaminya. Subjek dipilih melalui metode purposive sampling. Pemeriksaan psikologi dilakukan dengan observasi, tes psikologis, dan wawancara conversation management untuk mengungkap profil psikologis yang dimiliki subjek. Hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan bahwa subjek pelaku pembunuhan memiliki potensi kecerdasan yang tergolong rata-rata bawah dengan nilai IQ 91. Potensi intelektual subjek yang normal membuatnya tetap dapat mengerti dan memahami apa yang terjadi di lingkungan, juga dapat beraktivitas tanpa adanya hambatan yang berarti. Namun demikian, fleksibilitas berpikirnya yang tergolong rendah berdampak pada kurangnya kemampuan subjek untuk memunculkan banyak ide dalam menyelesaikan permasalahan. Fleksibilitas berpikir yang rendah juga berdampak pada kurang mampunya subjek dalam memahami emosi, pemikiran, dan niatan atau motif individu lain. Subjek juga menampilkan kepribadian anti-sosial dengan ciri sosiopat sehingga membuatnya memiliki pengabaian terhadap hak individu lain secara terus menerus dan munculnya kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab penting sebagai individu dewasa. Kondisi tersebut yang membuat subjek kemudian mampu melakukan perencanaan pembunuhan dan mengondisikan kedua pelaku lainnya untuk melakukan pembunuhan terhadap suaminya.
Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Kristen Yusuf Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Basel, Wiwin Charolina Putri; Kirana, Liuciana Handoyo
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2025): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i01.106

Abstract

Sexual violence is a serious problem in society, which is also an issue of gender equality, which occurs in the environment including in educational institutions. The lack of sex education and the culture of taboo in society has led to the concept of sexual violence. The negative impact of sexual violence behavior also cannot be ignored because it causes physical, mental, social and material injuries and losses. Related to the increasing cases of sexual violence, especially in educational institutions, the PKM Team of Tarumanagara University conducted psychoeducation as an effort to prevent sexual violence in adolescent students at school. The purpose of psychoeducation is to increase students' awareness of the dangers and ways to prevent sexual violence, as well as to create a safe and comfortable environment at school. The seminar participants were 200 students from Kristen Yusuf Junior and Senior High School. The results of the PKM are that students understand what sexual violence is, what forms it takes, how to prevent, and overcome so as not to become victims or perpetrators of sexual violence. The evaluation of this seminar is that the students hope to apply this in their daily lives. The implication of this seminar is that an intervention, such as sex education psychoeducation, can be made to tackle the problem of sexual violence, especially in the school environment.