cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 424 Documents
Meningkatkan Motivasi Keterampilan Komunikasi Dan Berpikir Kritis Pada Muatan IPAS Dengan Model Pancing Olivia Widiawati; Ari Hidayat
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.874

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki motivasi belajar, keterampilan komunikasi, dan keterampilan berpikir kritis yang baik. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal pada pembelajaran di sekolah dasar sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar, keterampilan komunikasi, dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model PANCING yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Contextual Teaching and Learning, dan Talking Stick. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN Purwosari I.2. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi belajar, keterampilan komunikasi, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model PANCING dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPAS untuk meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang diperlukan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Pengaruh Model Game Based Learning Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V SDN 1 Toya Muhammad Hafizin; Hadiyaturrido; Eliana Agustina
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Game-Based Learning terhadap minat belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SDN 1 Toya Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa yang ditandai dengan sikap pasif, mudah bosan, dan kurangnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design, bentuk Posttest-Only Control Group Design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Toya yang berjumlah 31 siswa, terdiri atas 17 siswa kelas eksperimen dan 14 siswa kelas kontrol, dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,458 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari model Game-Based Learning terhadap minat belajar siswa. Dengan demikian, model Game-Based Learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PPKn.
Deep Learning Sebagai Strategi Penguatan Literasi Numerasi Pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Winanda Marito
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi deep learning sebagai strategi penguatan literasi numerasi pada pembelajaran matematika sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, Scopus, ERIC, dan Dimensions sehingga diperoleh 80 artikel. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 16 artikel dipilih sebagai sumber utama untuk dianalisis melalui proses reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning mampu memperkuat literasi numerasi melalui pembelajaran yang kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mendorong aktivitas eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. Penguatan literasi numerasi tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan model atau media pembelajaran, tetapi terutama oleh kualitas pengalaman belajar yang dirancang guru dalam memfasilitasi konstruksi pengetahuan peserta didik. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual yang menunjukkan bahwa implementasi deep learning berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu perancangan pengalaman belajar yang kontekstual, proses konstruksi pengetahuan, dan penguatan literasi numerasi melalui berkembangnya pemahaman konsep, penalaran matematis, serta kemampuan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan literasi numerasi, serta menjadi landasan konseptual bagi peneliti dalam mengembangkan model implementasi deep learning dan asesmen literasi numerasi pada pembelajaran matematika sekolah dasar.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Media Audio Visual terhadap Motivasi Belajar IPAS Made Sariani; I Made Suweta; Ni Nyoman Kurnia Wati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audio visual terhadap motivasi belajar IPAS siswa kelas IV di SD Negeri 4 Kampung Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian, partisipasi, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas siswa kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi belajar dan dianalisis menggunakan Independent Samples t-test serta uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Project Based Learning berbantuan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar IPAS siswa dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,001. Rata-rata N-Gain Score kelas eksperimen sebesar 68,55% (cukup efektif), sedangkan kelas kontrol sebesar 23,21% (tidak efektif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berbantuan media audio visual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar IPAS siswa sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kerja Sama, dan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Model PANDU di SDN Gambut 1 Raudhatul Madina; Ahmad Suriansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.878

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa pada muatan Matematika materi sudut di kelas V SDN Gambut 1. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PANDU yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas V SDN Gambut 1 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian keterampilan, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan peningkatan proses dan hasil pembelajaran serta hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 63% menjadi 96%, aktivitas siswa dari 31% menjadi 96%, keterampilan berpikir kritis dari 31% menjadi 92%, kerja sama dari 38% menjadi 92%, dan pemecahan masalah dari 35% menjadi 88%. Hasil belajar formatif meningkat dari 65% menjadi 100%, sedangkan hasil belajar sumatif meningkat dari 42% menjadi 100%. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang searah antara peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dengan peningkatan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model PANDU (Problem Based Learning, Jigsaw, dan Numbered Head Together) efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa kelas V SDN Gambut 1 pada muatan Matematika materi sudut. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa model PANDU dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran pada pendidikan dasar untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika.
Meningkatkan Keterampilan Mengemukakan Pendapat dan Berpikir Kritis Melalui Model PATEN Murid Kelas V SD Rahmiati; Rizky Amelia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.883

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari rendahnya keterampilan murid dalam mengemukakan pendapat dan berpikir kritis pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut karena kegiatan pembelajaran yang belum memberikan ruang aktif bagi murid, dominasi guru yang masih kuat, serta pelaksanaan kerja kelompok yang belum terstruktur dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan ini, peneliti menerapkan model PATEN, yaitu kombinasi dari model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Number Head Together. Tujuan penelitian adalah menganalisis peningkatan kualitas aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan mengemukakan pendapat, serta keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 13 murid kelas V SDK Simpang Bumbuan semester II tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek. Skor aktivitas guru naik dari 20 menjadi 32, aktivitas murid meningkat dari 15,38% menjadi 92,31%, keterampilan mengemukakan pendapat tumbuh dari 15,38% menjadi 92,31%, dan keterampilan berpikir kritis melonjak dari 7,69% menjadi 84,61%. Hasil belajar murid juga meningkat dari 15,38% menjadi 92,31%. Dengan demikian, penerapan model PATEN terbukti efektif meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Menggunakan Model PAHAM di Sekolah Dasar Muhammad Fadhil Kamil; Riandy Agusta Akhmad
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.884

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, melalui model PAHAM pada pembelajaran Matematika kelas VI SDN Pasar Kamis 1. Model PAHAM merupakan integrasi dari Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Teams Games Tournament. Penelitian dilaksanakan dalam empat kali pertemuan dengan subjek 30 siswa semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Data kualitatif diperoleh dari aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari asesmen formatif dan sumatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 34 menjadi 39 dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa meningkat dari 33% menjadi 93% pada kategori sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 37% menjadi 93% dan keterampilan pemecahan masalah dari 40% menjadi 93%,. Hasil belajar siswa juga meningkat dari ketuntasan klasikal 50% pada pertemuan pertama menjadi 93% pada pertemuan keempat. Temuan ini menunjukkan bahwa model PAHAM efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di sekolah dasar".
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Komunikasi melalui Model PNT Dibantu TC-Smart Noor Hidayah Ridhati; Zain Ahmad Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.887

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid pada pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid melalui penerapan model PNT, yaitu kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Team Games Tournament, dibantu TC-Smart (permainan Terowongan Cerdas dan Smart Box) pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 20 murid kelas IV B SDN Semangat Dalam 3 pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis kecenderungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 100% pada setiap pertemuan, sedangkan aktivitas murid meningkat dari 50% menjadi 90%, keterampilan berpikir kritis murid dari 50% menjadi 90%, kolaborasi dari 60% menjadi 100%, komunikasi dari 45% menjadi 85%, serta hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi akademis sebagai pengembangan kajian model PNT berbantuan media TC-Smart dan referensi tambahan bagi penelitian selanjutnya terkait peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah dan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil belajar, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid.  
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sd Swasta Pab 1 Klumpang Novia Ayu Pratiwi; Tumiyem; Azizah Yusra Amaliyah Harahap
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Swasta PAB 1 Klumpang dibandingkan metode ceramah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 50 siswa, kelas V-A sebagai eksperimen dan kelas V-B sebagai kontrol, dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa tes uraian 10 soal yang mengukur empat indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen 82,44 dan kelas kontrol 62,20 selisih 20,24 poin. Uji Welch t-Test menghasilkan nilai t = 8,861, Sig = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima. Nilai Cohen's d = 2,506 menunjukkan efek yang sangat besar, dan N-Gain kelas eksperimen 0,6745 lebih tinggi dari kelas kontrol 0,3701. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Role Playing berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Swasta PAB 1 Klumpang
Pengembangan Media Komik Sebagai Sarana Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Bagi Siswa Anisa Ihwani; Ahmad Calam; Fatmawati Fatmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.890

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai peserta didik sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam memahami berbagai materi pembelajaran. Hasil observasi di SD PAB 1 Klumpang menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II masih rendah akibat penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media komik sebagai sarana pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II SD PAB 1 Klumpang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi, angket respons peserta didik, dan tes kemampuan membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik memperoleh persentase validasi ahli materi sebesar 90,6%, validasi ahli media sebesar 93,75%, dan validasi ahli bahasa sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Hasil angket respons peserta didik memperoleh persentase 88,5% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari 60,5 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,66 yang termasuk kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, media komik dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik sekolah dasar.