cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KREATIVITAS CALON GURU IPS DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN YANG MENARIK Amirah Zahra Muthi; Desy Safitri; Sujarwo, Sujarwo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2676

Abstract

Dalam era teknologi yang semakin maju, penggunaan media sosial dan teknologi digital memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Penelitian ini membahas bagaimana penggunaan media sosial, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, memengaruhi kreativitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur dengan mahasiswa Pendidikan IPS dari UNJ, dan review literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru cenderung menggunakan YouTube sebagai sumber referensi metode pembelajaran yang variatif dan efektif. Meskipun demikian, platform media sosial lain seperti TikTok juga menjadi alternatif menarik dalam mencari inspirasi pembelajaran. Media sosial memberikan dampak positif terhadap kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan bervariasi. Selain itu, media sosial juga mendorong minat guru untuk membuat konten edukatif sendiri, meskipun memerlukan persiapan dan strategi yang matang. Dengan demikian, disarankan agar calon guru lebih memanfaatkan keunggulan platform YouTube dalam menyajikan konten yang komprehensif, tetapi juga tetap terbuka terhadap variasi platform media sosial lainnya untuk mendapatkan inspirasi dalam pembelajaran.
SOCIAL MEDIA OPTIMIZATION AS SOCIAL STUDY LEARNING MEDIA FOR GENERATION Z Nevin Sebastian Nathanael; Desy Safitri; Sujarwo, Sujarwo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2686

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi dan meluasnya penggunaan media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi dan belajar. Generasi Z, yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an, tumbuh di dunia digital di mana media sosial menjadi sarana utama komunikasi dan konsumsi informasi. Menyadari potensi media sosial sebagai sarana pembelajaran, para pendidik dan peneliti mulai menjajaki pemanfaatan optimalisasi media sosial dalam konteks pembelajaran IPS. Karena optimalisasi media sosial dapat memenuhi karakteristik unik Generasi Z, hal ini menjanjikan peningkatan pengalaman belajar dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat dan tantangan penggunaan optimasi media sosial sebagai media pembelajaran bagi Generasi Z.
PENERAPAN MOTIF RAGAM HIAS SUMATERA UTARA DI UNDERPASS TITI KUNING KECAMATAN MEDAN JOHOR (STUDI BENTUK, MAKNA DAN WARNA) Putri Ramadhani; Daulat Saragi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2690

Abstract

Sumatera Utara diketahui memiliki 8 etnis dengan keberagaman budaya mulai dari upacara adat, rumah adat serta ragam hiasnya. Pada masa lampau ragam hias hanya diletakkan pada rumah adat namun karena perkembagan zaman ragam hias diletakkan pada bangunan modern pula seperti bangunan underpass Titi Kuning yang memiliki keindahan motif-motif ragam hias Sumatera Utara pada dinding-dinding bangunannya sehingga menjadi sarana revitalisasi budaya kepada masyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji asal etnis dan jumlah motif yang diterapkan pada bangunan tersebut serta untuk melihat apakah terjadinya perubahan pada bentuk, warna, makna dan penempatan ragam hias Sumatera Utara yang ada pada bangunan underpass Titi Kuning. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan memakai teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang adanya beberapa perubahan bentuk motif namun tidak mengubah bentuk tradisionalnya melainkan hanya lebih disederhanakan. Terdapat pula motif yang mengalami perubahan warna yang sudah tidak megikuti pakem terdahulu. Kemudian terjadi pergeseran makna motif ragam hias akibat peletakkannya secara acak tidak megikuti aturan peletakkan seperti pada rumah adat melainkan mengikuti bidang bangunan.
REPRESENTASI MAKNA RAGAM HIAS PADA RUMAH ADAT SELASO JATUH KEMBAR RIAU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Sularti, Sularti; Daulat Saragi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2691

Abstract

Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar adalah salah satu rumah adat yang terdapat di Provinsi Riau. Rumah ini menggambarkan keunikan dan kekayaan budaya daerah Riau serta mempunyai ragam hias yang kaya dengan makna simbolik. Ragam hias dipandang sebagai bagian penting dari identitas budaya dan tradisi masyarakat Riau yang tercermin dalam arsitektur rumah adat mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi serta mitos yang teridentifikasi dari ragam hias yang terdapat pada rumah adat selaso jatuh kembar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi makna-makna yang terdapat dalam ragam hias pada rumah adat Selaso Jatuh Kembar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan jenis ragam hias yang terdapat pada rumah adat selaso jatuh ini yaitu ragam hias Wajik Kuntum Tak Jadi, Awan-awanan, Tebuk Buih Bersusun, Pakis-pakisan, Lebah Bergantung, Selembayung, Selok Layang, Bintang-bintangan dan Siku Keluang. Ragam hias tersebut memiliki makna dan simbol yang mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kerukunan, kepemimpinan, kasih sayang, kesuburan dan kelestarian. Melalui analisis semiotika, berbagai elemen ragam hias seperti motif, warna, dan pola, diinterpretasikan sebagai representasi dari nilai-nilai sosial, spiritual, dan estetika yang dianut oleh masyarakat Riau. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat Melayu Riau mengenai makna-makna yang terkandung dalam ragam hias pada rumah adat Selaso Jatuh Kembar. Terutama bagi generasi muda.
PENCIPTAAN BATIK GORGA BATAK TOBA DENGAN TEKNIK CAP DAN SMOKE Bayu Wiranata; Misgiya, Misgiya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2698

Abstract

Penciptaan batik ini terinspirasi dari gorga Batak Toba, teknik cap dan smoke karena masyarakat banyak yang belum mengetahui terutama pada generasi z. Gorga Batak Toba sering ditemukan pada bangunan rumah adat Batak Toba yang mempunyai nilai estetik dari gorga dapat dilihat dari garis, bentuk, warna yang berciri khas merah, hitam dan putih yang dinamakan Sitoluborna. Batik gorga Batak Toba ini dikolaborasikan dengan teknik cap dan smoke. Smoke adalah batik yang dibuat dengan membuat kerutan-kerutan pada kain yang sudah terdapat malam dan diberi warna sehingga berkesan seperti berasap. Penciptaan ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan hasil kain batik gorga Batak Toba dengan teknik cap dan smoke. Metode penciptaan ini berpedoman pada metode penciptaan yang dilakukan berdasarkan teori Gustami, 2007:329 terdiri dari tiga tahapan yaitu Eksplorasi, Perencanaan, dan Perwujudan. Terdapat beberapa tahapan dalam penciptaan batik dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan, membuat cap kertas gorga Batak Toba, pengecapan malam ke atas kain, pemberian waterglass, mengerutkan kain di atas plastik mika, pewarnaan dengan teknik smoke, penjemuran kain, pelorodan dan finishing. Hasil dari penciptaan ini adalah karya batik gorga Batak Toba dengan teknik cap dan smoke dengan ukuran 200 cm x 100 cm yang dijadikan sebagai bahan kebutuhan sandang seperti blazer, rompi, kemeja, celana harem, dan rok lilit.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA MAHASISWA DENGAN LATAR BELAKANG BERBEDA DI INSTITUT AGAMA ISLAM AL-ZAYTUN INDONESIA Marjani Rahmah; Dewi Utami; Moh. Hasyim Fanirin
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2702

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang problematika pembelajaran bahasa arab pada mahasiswa dengan latar belakang berbeda di Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia. Pokok masalah yang pertama dari penelitian ini adalah apa problematika dalam pembelajaran Bahasa Arab yang dimiliki mahasiswa Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia Indramayu dengan latar belakang pesantren dan non-pesantren. Pokok masalah yang kedua yaitu, upaya apa yang dilakukan oleh mahasiswa dengan latar belakang pesantren dan non-pesantren dalam mengatasi problematika pembelajaran Bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika dalam pembelajaran Bahasa Arab yang dimiliki mahasiswa Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia Indramayu dengan latar belakang pesantren dan non-pesantren dan upaya apa yang dilakukan oleh mahasiswa dengan latar belakang pesantren maupun yang non-pesantren dalam mengatasi problematika pembelajaran Bahasa Arab. Riset disini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data melalui angket terbuka, wawancara kepada dosen, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya mahasiswa dengan latar belakang pesantren dan non-pesantren memiliki kendala dalam pembelajaran bahasa Arab baik dari segi linguistik maupun non-linguistik. Upaya mahasiswa diantaranya yaitu membiasakan mendengarkan bahasa arab dari native speaker, membuat karangan dari bahasa Indonesia lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, sering-sering membaca buku yang membahas tentang nahwu dan sharaf kemudian dipraktikan, melakukan pembelajaran di luar kampus, dan membentuk kelompok belajar bersama teman.
HUBUNGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Joshua Oktavianus; Desy Safitri; Sujarwo, Sujarwo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2705

Abstract

Dalam pembelajaran terkadang ada beberapa hal yang membuat siswa cenderung bosan/tidak punya minat belajar. Faktor seperti keterampilan mengajar guru, fasilitas belajar menjadi salah satu hal terpenting pada proses belajar siswa. Tujuan penulisan ini yakni dapat mengetahui hubungan antara keterampilan mengajar guru dan fasilitas belajar terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan yakni literature review dimana pada prosesnya dikumpulkan terlebih dahulu, dianalisis dan dikembangkan sedemikian rupa. Pada hasil penulisan ternyata ada hubungan signifikan antara keterampilan mengajar guru dan fasilitas belajar terhadap minat belajar. Dimana ketika satu pembelajaran memiliki fasilitas dan guru yang memiliki keterampilan mengajar yang baik maka dapat menumbuhkan ketertarikan minat belajar siswa.
PANDANGAN MAHASISWA MENGENAI PENINGKATAN MORAL MELALUI WAYANG PADA GENERASI Z DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Adinda Luthfia Risky; Diah Sukma Pratiwi N; Fadillah Anissa Febrianti; Siti Fatimah; Sri Nurulita; Asep Rudi Nurjaman
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pandangan Mahasiswa Mengenai Peningkatan Moral Melalui Wayang Pada Generasi z di Era Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. hasil dan pembahasan menggunakan kuesioner, penelitian ini menunjukkan bahwa Dari 80 responden yang mengisi kuisioner, 98% gen z hampir mengenal apa itu pertunjukan wayang. Namun. Hanya sebanyak 21% orang yang masih sering melihat pertunjukan wayang, sisanya yatu 79% sudah jarang atau bahkan tidak pernah melihat pertunjukan wayang di zaman revolusi industri 4.0 ini.
HUBUNGAN INTENSITAS KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS RENDAH Agni Fristy; Dhiya Syahla Nadira; Fitria Hardiyanti; Karissa, Karissa; Nadia Azzahra; Asep Rudi Nurjaman
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2715

Abstract

Intensitas Komunikasi adalah suatu hubungan komunikasi yang biasa dilakukan secara berulang dan bisa terjadi setiap hari. Intensitas komunikasi yang terjadi dirumah sangat dibutuhkan oleh anak dalam menciptakan suasana belajar bagi anaknya, orang tua merupakan penghubung bagi intensitas komunikasi anak. Metode Penelitian yang digunakan yakni pendekatan deskriptif kualitatif yang dimana bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran maupun penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai hubungan yang terjadi antar fenomena yang sedang diteliti. Metode Penelitian Kualitatif merupakan sebuat metode penelitian yang dimana lebih menekankan pada analisis ataupun deskriptif. Adapun hasil yang didapatkan membuktikan bahwasanya penelitian ini menunjukkan intensitas komunikasi tiga anak yang memiliki nilai tertinggi di kelasnya mengalami intensitas komunikasi yang cukup terbuka bersama keluarganya. Hal Ini mengimplikasikan bahwa semakin tinggi intensitas komunikasi, semakin baik hasil belajar.
LITERASI MEDIA UNTUK MELAWAN HOAKS Atikah Nur’afra; Fadillah Manda Permata; Mutiara Nasjwa Maharani; Nabila Soemarto Putri; Salsaliza Nurfitri Solehah; Asep Rudi Nurjaman
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2724

Abstract

Literasi media merupakan kemampuan bebas untuk mengakses seluruh informasi dalam berbagai bentuk media, literasi media ini tidak hanya memberikan informasi, namun mampu mengajak orang yang membacanya untuk melakukan suatu perubahan pada perilaku. Karena sikap dan perilaku saat berliterasi media adalah kunci suatu keberhasilan masyarakat khususnya kalangan mahasiswa untuk mempertahankan moral dan juga sebuah pembelajaran yang sifatnya seumur hidup. Sedangkan hoax dapat diartikan sebagai informasi yang belum atau tidak pasti akan kebenarannya, dalam pandangan Islam menyebar berita yang tidak benar hukumnya tidak diperbolehkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data serta wawancara. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah literasi media untuk melawan berita hoax sangatlah diperlukan agar tidak terulang kembali hal-hal yang tidak diinginkan.

Page 35 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue