cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Nur Wachid Adi Pratama
Contact Email
emailku.rifqi@gmail.com
Phone
+6287819993212
Journal Mail Official
mediaakademikpublisher@gmail.com
Editorial Address
JL.Tanjung Dusun Sono Sidokerto RT.01 RW.04, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (61252).
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Akademik (JMA)
ISSN : -     EISSN : 30315220     DOI : https://doi.org/10.62281/jma
Jurnal Media Akademik (JMA) merupakan platform publikasi jurnal atau hasil karya suatu penelitian orisinil atau tinjauan pustaka yang ditulis oleh dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya: Hukum, Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Keagamaan, Bisnis, Budaya, Ilmu Sosial Humaniora, Ilmu Komunikasi, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kedokteran, Keperawatan, Peternakan, Perikanan, Politik, Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Informatika, Desain Komunikasi Visual, dan Seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,732 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS WANPRESTASI PRE-ORDER FOOD AND BEVERAGE Siti Arifa Johan Putri; Anak Agung Angga Primantari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/vw2t6f75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bentuk-bentuk serta mekanisme perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen guna melawan praktik wanprestasi dalam transaksi pre-order di sektor Food and Beverage (F&B). Mekanisme pre-order yang semakin populer melalui platform daring sering kali memicu masalah hukum, seperti penundaan pengantaran, pembatalan tanpa persetujuan bersama, atau bahkan penipuan oleh pelaku bisnis. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah metode hukum normatif dengan analisis peraturan perundang-undangan dan konseptual. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perlindungan hukum untuk konsumen diatur oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), khususnya melalui tanggung jawab pelaku usaha untuk menyampaikan data yang akurat, memenuhi komitmen, serta memberikan ganti rugi atas kerugian yang disebabkan oleh wanprestasi. Lebih jauh, prinsip itikad baik dan keseimbangan antara hak serta kewajiban dalam perjanjian menjadi fondasi krusial untuk mengevaluasi validitas tindakan pelaku usaha dalam praktik pre-order. Meski demikian, keefektifan perlindungan hukum ini masih dihadapkan pada hambatan dalam penegakan di lingkungan digital. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penguatan aturan dan pengawasan untuk memastikan hak konsumen terlindungi secara maksimal
PERAN FAKTOR SOSIO-KULTURAL TERHADAP HAMBATAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI PENANGANAN KELUHAN NASABAH DI PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI Dwika Amalia Dewi; Epsi Euriga
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/7jmppp04

Abstract

Penelitian ini bertujuan utama untuk memahami peran sosio-kultural terhadap hambatan bahasa, mengidentifikasi hambatan dari faktor sosio-kultural dan mengetahui strategi CS atasi hambatan sosio-kultural dalam komunikasi Customer Service (CS) di perusahaan jasa keuangan yang melayani nasabah multikultural. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam terhadap staf CS, ditemukan bahwa hambatan bahasa bukan hanya masalah linguistik, melainkan akibat langsung dari benturan faktor sosio-kultural. Temuan utama menegaskan bahwa dominasi bahasa ibu memicu hambatan total komunikasi, dan rendahnya literasi finansial menyebabkan kebingungan istilah baku pinjaman. Secara perilaku, gaya bercerita yang panjang dan tuntutan etika kultural terkait isu uangberbenturan dengan tuntutan efisiensi pelayanan. Implikasi praktisnya, strategi komunikasi CS yang berhasil harus adaptif, meliputi penggunaan teknik ejaan (alfabet) untuk klarifikasi data, analogi verbal sederhana untuk edukasi, dan intermediasi oleh kerabat sebagai solusi bahasa buntu. Disimpulkan bahwa efektivitas Layanan Pelanggan ditentukan oleh kemampuan CS mengelola dimensi sosio-kultural nasabah secara empatik, sehingga disarankan agar perusahaan menyediakan bank data istilah finansial lokal dan pelatihan role-playing untuk meningkatkan adaptabilitas CS.
PERTANGGUNGJAWABAN RESELLER SKINCARE OVERCLAIM TERHADAP KONSUMEN  DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Angelie Rahelia; Dewa Ayu Dian Sawitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9b17ew65

Abstract

Riset ini bermaksud menganalisis ketetapan hukum mengenai tanggung jawab pelaksana usaha dalam melaksanakan usaha nya dan perlindungan konsumen pada klaim produk yang tak selaras (overclaim). Riset ini memanfaatkan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan khususnya UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepastian hukum pertanggungjawaban reseller akan praktik overclaim sebagai pelaku usaha dan perlindungan konsumen sebagai pihak yang dirugikan telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang No 8 Tahun 1999 mengenai Perlindungan Konsumen. Tetapi, pada prakteknya masyarakat masih memiliki sedikit kesadaran atau ketidaktahuan akan peran reseller sebagai pelaku usaha walaupun bukan sebagai produsen utama yang juga mempunyai tanggung jawab yang sama dengan tujuan meyakinkan kesesuaian klaim produk yang ditawarkan ke konsumen. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran pihak reseller dalam memahami tanggung jawabnya sebagai pelaksana usaha yang sudah dikelola dengan jelas dalam UU Perlindungan Konsumen serta penegasan hak yang ada di konsumen berlandaskan UU Perlindungan Konsumen untuk mendapatkan pertanggungjawaban hukum saat terjadinya overclaim produk.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN CHILD GROOMING DARING DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA : ANALISIS BERDASARKAN TEORI VIKTIMOLOGI Kadek Ayu Malika Alya Putri; I Dewa Gede Dana Sugama
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/j1h10m11

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa kemudahan sekaligus ancaman baru, salah satunya melalui fenomena child grooming. Kejahatan ini merupakan bentuk manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak dengan cara membangun kedekatan emosional untuk tujuan eksploitasi seksual. Di Indonesia, meskipun telah tersedia sejumlah instrumen hukum seperti UUPA, UU ITE, serta UU TPKS, namun belum ada pengaturan yang secara tegas mengkategorikan child grooming sebagai tindak pidana kekerasan seksual non-fisik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan teori viktimologi untuk menilai efektivitas perlindungan hukum terhadap korban child grooming dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan terhadap korban belum berjalan optimal akibat kekosongan norma hukum, rendahnya pemahaman digital aparat penegak hukum, serta terbatasnya dukungan pemulihan psikologis bagi anak korban. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang secara eksplisit mengatur child grooming, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dengan perspektif viktimologis, serta penguatan peran lembaga seperti LPSK, KPAI, dan Kominfo dalam memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi korban anak.
TRANSAKSI CRYPTOCURRENCY DARI PANDANGAN HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN I Gusti Ayu Kade Prisma Yanti; Made Aditya Pramana Putra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3wfrt343

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk mengkaji bagaimana hukum melindungi konsumen dalam kegiatan Cryptocurrency di Indonesia. Penelitian ini bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan hukum positif serta analisis kualitatif yang berfokus pada aspek-aspek yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Cryptocurrency, sebagai mata uang digital yang memanfaatkan teknologi enkripsi untuk menjamin keamanannya, tidak memiliki bentuk fisik dan memungkinkan transaksi dilakukan secara peer-to-peer tanpa melibatkan pihak ketiga. Semua transaksi dicatat dalam sistem blockchain yang bersifat desentralisasi. Meskipun Cryptocurrency dilarang sebagai alat pembayaran berdasarkan peraturan Bank Indonesia, ia tetap diakui sebagai komoditas digital untuk keperluan investasi oleh Bappebti. Namun, tingginya risiko keamanan seperti potensi pencurian, penipuan, fluktuasi nilai pasar, dan kerugian finansial menimbulkan tantangan bagi perlindungan konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan regulasi yang lebih tegas, komprehensif, dan adaptif dalam mengatur aktivitas ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi konsumen dalam konteks transaksi Cryptocurrency di Indonesia serta rekomendasi bagi pihak berwenang untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.
KEMAMPUAN PROFESIONAL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Kharis Barik Lana; Ma’mun Hanif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/86vryg15

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan profesional kepemimpinan pendidikan dalam perspektif psikologi pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (Library Research), artikel ini menunjukkan bahwa kemampuan profesional kepemimpinan pendidikan dalam perspektif psikologi pendidikan Islam harus memiliki empat karakteristik utama yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin teladan: 1) Shiddiq (jujur) dalam perkataan maupun perbuatan, 2) Amanah (dapat dipercaya) dalam menjalankan tanggung jawab, 3) Tabligh (menyampaikan) nasihat serta mengingatkan bawahannya terhadap kebaikan, dan 4) Fathonah (cerdas) yaitu berpikiran luas dan cermat dalam menyusun strategi. Keempat sifat ini harus terintegrasi dalam diri seorang pemimpin, baik secara pribadi maupun sosial. Dengan demikian, sifat-sifat tersebut akan memengaruhi sikap dan kebijakan positif yang diambil oleh seorang pemimpin pendidikan. Melalui penerapan karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW, kepemimpinan pendidikan Islam secara otomatis dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Hal paling penting dalam kepemimpinan profesional dalam perspektif psikologi pendidikan Islam adalah mampu membangun dan menumbuhkan generasi pemimpin yang bijaksana sesuai dengan ajaran Islam.
EPISTEMOLOGI ISLAM DAN PERBANDINGANNYA DENGAN EPISTEMOLOGI BARAT Andi Agni Pratista A; Qatrunnada Rusyadah H.H; Vania; Clarisa Dwi Aprillia; Assyifa Akmalia Fadilla; Anisa Fitri; Egy Surya Marcellina; Taufiq Kurniawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9ag5zw70

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan epistemologi Islam dan epistemologi Barat dengan menyoroti perbedaan mendasar dalam hakikat, sumber, metode, dan orientasi pengetahuan. Epistemologi sebagai cabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan memiliki peranan penting dalam menentukan arah perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Dalam konteks modern, ilmu pengetahuan berkembang pesat di bawah pengaruh epistemologi Barat yang rasional dan empiris, namun kemajuan tersebut sering kali melahirkan krisis nilai dan spiritual. Penelitian ini berupaya menelusuri kembali paradigma epistemologi Islam sebagai sistem pengetahuan yang teosentris, integratif, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari sepuluh sumber ilmiah yang terdiri dari lima jurnal utama, yaitu karya Agus Toni (2018), Salminawati dan Fachri Husaini Hasibuan (2021), Riza Mulfi Hari Aji dkk. (2025), Akhmad Muzakki (2009), dan Muhammad Hafizh dkk. (2023), serta lima jurnal pendukung tambahan dari berbagai universitas Islam di Indonesia. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: identifikasi konsep, komparasi metode epistemologis, dan sintesis integratif antara paradigma Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Barat, yang berkembang melalui tradisi rasionalisme, empirisme, dan kritisisme, menempatkan akal dan pengalaman indrawi sebagai sumber utama pengetahuan. Orientasi antroposentris dan sekuler dalam tradisi ini menjadikan ilmu bersifat bebas nilai (value-free) dan terpisah dari aspek moral serta spiritual. Sebaliknya, epistemologi Islam berpijak pada prinsip tauhid, yang mengintegrasikan wahyu, akal (‘aql), indera (hiss), dan hati (qalb) sebagai sumber pengetahuan. Dalam pandangan Islam, ilmu bukan hanya alat untuk menguasai alam, melainkan sarana untuk mengenal Tuhan, menegakkan keadilan, dan mencapai kebahagiaan dunia serta akhirat. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa epistemologi Islam memiliki relevansi tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Dengan prinsip integrasi antara wahyu dan rasio, Islam memberikan kerangka etis dan spiritual bagi kegiatan ilmiah agar tidak kehilangan arah kemanusiaan. Epistemologi Islam tidak menolak metode ilmiah modern, namun menempatkannya dalam kerangka nilai ilahiah sehingga sains dapat berkembang tanpa menimbulkan krisis moral. Oleh karena itu, integrasi epistemologi Islam dan Barat diharapkan mampu melahirkan paradigma ilmu pengetahuan yang seimbang antara aspek rasional, empiris, etis, dan spiritual.
PERAMALAN KEDATANGAN KAPAL PESIAR MENGGUNAKAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PT. PELABUHAN INDONESIA I Komang Krisnata Kanaya; Bryan Estavan Imanuel Sitanggang; Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tv72sz45

Abstract

Pelabuhan sebagai simpul transportasi laut dan darat memainkan peran strategis dalam mendukung aktivitas pariwisata, termasuk kedatangan kapal pesiar. Fluktuasi musiman dan ketidakpastian jumlah kedatangan kapal pesiar di PT. Pelabuhan Indonesia menimbulkan tantangan dalam perencanaan operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan jumlah kedatangan kapal pesiar menggunakan metode Single Exponential Smoothing (SES) sebagai pendekatan kuantitatif berbasis data historis. Proses peramalan dilakukan terhadap data bulanan kedatangan kapal pesiar tahun 2025, dengan optimasi nilai alpha melalui Excel Solver untuk meminimalkan kesalahan prediksi. Hasil peramalan menunjukkan bahwa dengan alpha sebesar 0,7228, diperoleh nilai Mean Absolute Deviation (MAD) sebesar 2 kapal, Mean Square Error (MSE) sebesar 6 kapal, dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 29%, yang termasuk dalam kategori akurasi “cukup”. Temuan ini menunjukkan bahwa metode SES mampu memberikan prediksi yang representatif terutama pada periode dengan pola yang stabil, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan terkait penjadwalan dermaga, pengelolaan fasilitas pelabuhan, serta alokasi sumber daya. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode peramalan yang mempertimbangkan faktor musiman untuk meningkatkan akurasi di masa depan.
PENDEKATAN POSITIVISME AUGUSTE COMTE DALAMPENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM (PMI) David Sulaiman Burmelli; Faizal
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/n8vj6n20

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi antara paradigma positivisme oleh Auguste Comte dan Konsep ilmu Pengembangan Masyarakat Islam. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, dan menggunakan sumber-sumber ilmiah dari jurnal internasional ter indeks serta literatur akademik terkait integrasi dalam konsep ilmu pengembangan masyarakat Islam. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa prinsip empiris dan sistematis dari paradigma positivisme Auguste Comte dapat dimanfaatkan untuk memperkuat efektivitas program pemberdayaan masyarakat Islam selama tidak menghilangkan dimensi spiritual dan nilai-nilai tauhid. Metode ilmiah pada positivisme diposisikan sebagai alat bantu praktis untuk mencapai tujuan utama pada pengembangan masyarakat islam, dan bukan sebagai pengganti wahyu sebagai tujuan kerohanian dalam islam. Integrasi selektif antara positivisme dan PMI menghasilkan sebuah model pembangunan yang lebih rasional, terukur, dan tetap berlandaskan nilai spiritual. PMI tampil sebagai integrasi antara metode ilmiah dan nilai-nilai agama, dengan memanfaatkan keunggulan positivisme untuk kesejahteraan umat tanpa menelan aspek spiritual yang esensial bagi masyarakat Islam
DINAMIKA KEBIJAKAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA DI ERA GLOBALISASI: STUDI KUALITATIF TERHADAP PELAKU EKSPOR UMKM Zahra Salsabila; M.Zacky Dhanuarta; Abiyyu Khalis Winarno
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ef4mvt38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan ekspor dan impor Indonesia serta implikasinya terhadap pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan global. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman langsung pelaku UMKM eksportir melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta triangulasi data sekunder berupa dokumen kebijakan dan laporan perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekspor-impor pemerintah memberikan peluang signifikan bagi UMKM untuk mengakses pasar internasional, terutama melalui penyederhanaan prosedur, peningkatan standardisasi, dan fasilitasi digitalisasi perdagangan. Namun demikian, UMKM masih menghadapi hambatan struktural seperti keterbatasan akses pembiayaan, tingginya biaya sertifikasi dan logistik internasional, serta kesulitan memenuhi standar mutu global. Di sisi lain, UMKM menunjukkan kemampuan adaptasi melalui inovasi produk, peningkatan manajemen kualitas, pemanfaatan platform digital, serta kolaborasi dengan lembaga pendukung ekspor. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan UMKM memasuki pasar global sangat bergantung pada sinergi kebijakan yang responsif, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan ekosistem pendukung ekspor. Dengan memperkuat koordinasi antar lembaga dan meningkatkan akses informasi, UMKM dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di era globalisasi.