cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
subservejournal@gmail.com
Phone
+6285157033918
Journal Mail Official
subservejournal@gmail.com
Editorial Address
RT/RW 002/001 Dsn. Dresi, Ds. Wagir Kidul, Kec. Pulung Kab. Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal
Published by Prime Identity House
ISSN : -     EISSN : 30217059     DOI : https://doi.org/10.36728/scsej.v2i1
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal is concerned and published articles related to the practice and processes of community service and empowerment. Every article published is expected to provide insights and inspire activities elsewhere on related issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
OPTIMALISASI PRESENSI PERKULIAHAN MELALUI PENERAPAN SISTEM PENGENALAN WAJAH PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BISINIS DIGITAL UNIVERSITAS MADANI Achmad Nugrahantoro; Ahmad Azhari Pohan; Ilmi Masfuha; Lutfi Bangun Lestari; Gilang Mukti Prabowo
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.232

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong perlunya inovasi layanan akademik yang lebih efektif dan efisien, termasuk dalam proses pencatatan kehadiran mahasiswa. Metode presensi konvensional masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti potensi terjadinya titip absen, kesalahan pencatatan data, dan proses rekapitulasi yang kurang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan presensi perkuliahan melalui penerapan sistem presensi berbasis pengenalan wajah bagi mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Madani. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 9 mahasiswa aktif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, persiapan sistem, registrasi data wajah, implementasi sistem, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi ketercapaian kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengetahui kemampuan peserta dalam menggunakan sistem serta penerimaan terhadap teknologi yang diterapkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) berhasil melakukan registrasi wajah dan menggunakan sistem presensi secara mandiri. Sistem mampu melakukan identifikasi pengguna dan mencatat kehadiran secara otomatis sehingga proses presensi menjadi lebih cepat, praktis, dan terdokumentasi secara digital dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa peserta memberikan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan serta manfaat sistem dalam mendukung pengelolaan kehadiran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem presensi berbasis pengenalan wajah mampu meningkatkan efektivitas pencatatan kehadiran mahasiswa sekaligus mendukung transformasi digital layanan akademik di lingkungan perguruan tinggi.
SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA PROGRAM KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI SMK TARSISIUS VIRETA Danisarah Prilly; Marsya Indah Nalurita; Adinda Safina Aulia Ambarita
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.239

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya penting diterapkan di lingkungan industri, tetapi juga di lingkungan sekolah kejuruan yang memiliki berbagai potensi bahaya selama proses pembelajaran. Siswa Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) menggunakan perangkat digital dan berbagai peralatan praktik yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomi, kelistrikan, kelelahan mata, serta bahaya fisik selama proses pembelajaran, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan mengenai penerapan K3 sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai konsep dasar K3, bahaya dan risiko, serta penerapan K3 di lingkungan sekolah melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan dilaksanakan pada 44 siswa kelas XI Program Keahlian DKV di SMK Tarsisius Vireta menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda dengan rentang skor 0–100. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test melalui perangkat lunak STATA versi 16. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa sosialisasi K3 mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya penerapan K3 di lingkungan sekolah. Kegiatan ini memberikan manfaat sebagai upaya awal dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) pada siswa sekolah kejuruan sehingga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.
PELATIHAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF: PENGUATAN KOMPETENSI 4C MENUJU PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG INTERAKTIF I Komang Budiarta; Ida Ayu Made Sri Widiastuti; Ni Wayan Adi Priantini; Putu Dian Sastrani; Ni Kadek Muliahati; Ni Made Parida Yanti
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.243

Abstract

Para guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Blahbatuh, ⁠SMPN 2 Blahbatuh, ⁠SMPN 4 Sukawati, dan ⁠SMPN Hindu 2 Sukawati. telah menerapkan berbagai model pembelajaran. Meskipun mereka sudah mengetahui berbagai macam teknik mengajar kooperatif, mereka masih menghadapi beberapa tantangan, seperti prosedur penerapan teknik yang benar dan cara pengelolaan pembelajaran kooperatif. Pelatihan yang praktis, aplikatif dan berkelanjutan juga diperlukan agar proses pembelajaran lebih variatif. Dengan peningkatan kompetensi guru, proses pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan semakin interaktif, kreatif, variatif dan relevan dengan kebutuhan siswa untuk meningkatkan kompetensi 4C. Berdasarkan hasil observasi, para guru memerlukan pelatihan tentang implementasi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal inilah yang mendorong Prodi. Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar untuk melaksanakan skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan Prodi. pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan profesional guru-guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Blahbatuh, SMPN 2 Blahbatuh, SMPN 4 Sukawati, dan SMPN Hindu 2 Sukawati dalam mengimplementasikan pembelajaran kooperatif. Peningkatan tersebut tercermin dari kenaikan skor rata-rata peserta antara prates dan pascates, yaitu dari 58,57 menjadi 84,29. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil memperkuat kompetensi guru dalam memahami konsep pembelajaran kooperatif, mengenali berbagai model dan teknik yang relevan, serta mengembangkan strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran Bahasa Inggris untuk menguatkan kompetensi 4C.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TEOLOGI SOSIAL BAGI REMAJA KRISTEN DI GMIT SYALOM OEHANI KABUPATEN KUPANG Rita Rita; Metriana Bansole; Reni Rambu Kareri; Susan E. Betty; Mina P. Bengoe Lede; Fenti Oematean; Yeti Bobu Arulina; Ani Lawu Nedi; Fredericksen Victoranto Amseke
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja Kristen tentang makna dan implementasi nilai-nilai Teologi Sosial dalam kehidupan sehari-hari serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam persoalan sosial kemasyarakatan. Seminar dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di Gereja GMIT Syalom Oehani, Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, diikuti oleh remaja jemaat, katekumen, dan pelayan remaja. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 13–25 tahun yang menghadapi tantangan pergaulan dan pengaruh media sosial di era digital. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, ice breaking, dan refleksi rohani. Materi seminar mencakup dua sesi: (1) dasar teologis panggilan sosial remaja Kristen berdasarkan Matius 5:13-16, dan (2) tantangan, peran, dan implementasi Teologi Sosial bagi remaja di era modern. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang Teologi Sosial, tumbuhnya kesadaran sosial terhadap isu kemiskinan dan ketidakadilan, serta munculnya komitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai iman secara konkret dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa model seminar partisipatif berbasis Teologi Sosial efektif dalam membentuk kesadaran dan karakter sosial remaja Kristen, dan diharapkan menjadi model yang dapat diadopsi oleh gereja-gereja GMIT di Kabupaten Kupang.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DALAM PERENCANAAN KARIER MAHASISWA SASTRA INGGRIS UNNES Vikrotun Nisa; Felly Veronica Lumempouw; Shahia Wardati; Kartina Maming; Ading Lingga Yunita Lestari; Ashari Mahfud; Sigit Hariyadi; Awalya Awalya
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.248

Abstract

Layanan bimbingan kelompok dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier pada mahasiswa semester VI Program Studi Sastra Inggris. Layanan telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2026 dan bertempat di ruang kelas Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Layanan bimbingan kelompok menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari 3 tahap pelaksanaan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap awal dilakukan persiapan yang terdiri dari wawancara, observasi, dan perencanaan. Selanjutnya tahap pelaksanaan dilaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) pada setiap pertemuan. Kemudian tahap evaluasi proses untuk melihat keterlibatan peserta dalam dinamika kelompok dan evaluasi hasil untuk mengukur ketercapaian serta keberhasilan dari layanan yang diberikan. Hasil evaluasi dikategorikan baik dengan terlihatnya peningkatan dalam kehadiran, keaktifan diskusi, kemampuan bekerja sama, serta peningkatan pada 4 aspek yang menjadi indikator keberhasilan layanan bimbingan kelompok, sehingga tujuan pelaksanaan layanan dinyatakan tercapai. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) menunjukan kontribusi baik dalam peningkatan kemampuan perencanaan karier pada mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UNNES.
PENDAMPINGAN PEMBINAAN KARAKTER ISLAMI BAGI PESERTA DIDIK TPA JANNATUL FIRDAUS SIMAN PONOROGO Adnun Yelipele; Sutrisno Sutrisno; Idam Musthofa; Ahmad Saifulloh; Defi Firmasnyah; Syarifah Syarifah; Hafizh Raafi
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.249

Abstract

Pembinaan karakter Islami pada lembaga pendidikan Al-Qur'an nonformal memegang peranan penting dalam membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah. Namun, pelaksanaan pembinaan karakter di TPA Jannatul Firdaus Siman Ponorogo masih memerlukan penguatan melalui kegiatan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendampingi pembinaan karakter Islami guna meningkatkan motivasi peserta didik dalam menerapkan akhlakul karimah. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi, ice breaking, diskusi interaktif, simulasi, permainan edukatif, pembiasaan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi peserta, kedisiplinan, kepedulian terhadap teman, keberanian berpendapat, serta pembiasaan perilaku religius seperti mengucapkan salam, berdoa, menghormati guru, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pengelola TPA juga memperoleh model pembinaan karakter yang lebih sistematis dan aplikatif. Program ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat serta berpotensi direplikasi pada TPA atau lembaga pendidikan Al-Qur'an nonformal lainnya sebagai upaya penguatan pendidikan karakter Islami yang berkelanjutan
EDUKASI STRATEGI MENCIPTAKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KELUARGA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN EKONOMI PADA POKJA TP PKK KELURAHAN KLITREN, YOGYAKARTA Ida Ayu Fatmayuni; Arowadi Lubis; Aditya Ramadhani
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.250

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Klitren mengenai strategi menciptakan penghasilan tambahan keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya biaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang tidak selalu diikuti oleh peningkatan pendapatan keluarga, sehingga diperlukan alternatif sumber penghasilan yang dapat disesuaikan dengan potensi dan sumber daya masing-masing keluarga. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada kelompok Pokja TP PKK Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya penghasilan tambahan, identifikasi potensi diri, pemetaan peluang usaha rumahan, perhitungan akumulasi penghasilan tambahan, kesalahan umum dalam memulai usaha, serta faktor keberhasilan usaha kecil. Kegiatan ini juga membahas alternatif usaha dengan risiko relatif rendah, seperti reseller, dropshipper, affiliate marketing, dan sistem pre-order. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat secara aktif dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pengalaman dan kendala dalam menjalankan usaha. Kegiatan ini memberikan wawasan awal mengenai alternatif penghasilan tambahan yang dapat diterapkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi peserta. Dengan demikian, edukasi mengenai peluang usaha sederhana penting untuk mendorong kemandirian dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
IMPLEMENTASI TOOLKIT KONSELING KOMUNITAS BERBASIS AKTIVITAS PARTISIPATIF UNTUK MEMPERKUAT REGULASI EMOSI DAN ORIENTASI MASA DEPAN ANAK DAMPINGAN YAYASAN SETARA Ashari Mahfud; Muslikah Muslikah; Edwindha Prafitra Nugraheni; Sigit Hariyadi; Fathin Farah Fadhilah; Salma Aulia Khosibah; Yuli Sulistiyanto
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.252

Abstract

Kesehatan mental anak yang hidup dalam kondisi kerentanan sosial menjadi salah satu isu penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3 tentang Good Health and Well-being. Anak dampingan Yayasan Setara Kota Semarang masih menghadapi tantangan dalam mengelola emosi dan membangun orientasi masa depan, sementara komunitas pendamping belum memiliki perangkat intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif untuk memperkuat kesehatan mental anak dampingan melalui peningkatan regulasi emosi dan orientasi masa depan sekaligus meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan pendampingan psikososial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan fasilitator (Training of Facilitator), implementasi sesi konseling komunitas berbasis aktivitas partisipatif, serta pendampingan dan evaluasi. Toolkit yang dikembangkan terdiri atas kartu emosi, papan strategi coping, modul aktivitas reflektif, vision board kit, lembar perencanaan masa depan, panduan fasilitator, dan instrumen evaluasi. Implementasi program menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, menyusun tujuan serta rencana masa depan yang lebih realistis, dan meningkatkan kompetensi relawan dalam memfasilitasi layanan konseling komunitas secara sistematis. Selain menghasilkan perangkat intervensi yang dapat direplikasi, program ini memperkuat kapasitas komunitas dalam menyediakan layanan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif merupakan strategi pemberdayaan komunitas yang potensial dalam mendukung pencapaian SDG 3 melalui penguatan kesehatan mental anak dampingan Yayasan Setara.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DAN PENCATATAN PIUTANG SEDERHANA PADA WARUNG POJOK “SUM” KLATEN Dewi Octavia; Era Trianita Saputra; Ari Susanti
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.255

Abstract

Persaingan Toko Kelontong yang semakin bertambah membuat pemilik UMKM harus mampu melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Persaingan juga ada karena adanya perkembangan Supermarket Modern yang semakin berkembang. Pengelolaan keuangan yang baik dalam menjalankan UMKM sangat dibutuhkan agar mampu berkelanjutan. Apabila pengelolaan keuangan yang kurang baik maka dapat menghambat toko kelontong dalam mencapai omzet yang maksimal. Salah satu pengelolaan keuangan yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan dan pencatatan Piutang. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra pengabdian yaitu Warung Pojok “Sum”, terdapat pelanggan yang sering melakukan piutang atau tidak membayar secara tidak langsung sehingga timbul piutang dan pemilik lupa informasi pelanggan yang berhutang, sehingga tidak ada bukti yang kuat untuk menagih pelanggan yang telah berhutang selama ini. Sehingga perlu pendampingan dalam manajemen Piutang melalui pencatatan penjualan, piutang dan pengelolaan piutang secara efektif. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah Participatory Action Research (PAR). Metode tersebut adalah metodologi penelitian kualitatif dan kolaboratif yang menekankan keterlibatan aktif mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil Pengabdian ini adalah Pemilik UMKM sudah memahami materi terkait pentingnya pencatatan piutang dan umur piutang, berhasil mengisi template pencatatan penjualan, piutang, dan umur piutang dengan benar dan lengkap,, berhasil memahami dan mempraktikkan penagihan piutang menggunakan alur SOP yang diberikan tim pengabdian dengan bahasa yang ramah dan sopan. Secara keseluruhan pemilik UMKM merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian yang selama ini telah dilakukan oleh tim pengabdian.
GERAKAN MASYARAKAT AKTIF MELALUI SENAM KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN DI DESA PLOSO LOR I Made Dwi Sastra Wargama; Madu Sasmita; Alif Syamsuddin; Aldhi Veruzzi; Bima Hanafi Setya Wibowo
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.257

Abstract

Menurunnya gaya hidup aktif di era globalisasi memicu rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran fisik pada masyarakat pedesaan. Di Desa Ploso Lor, Kabupaten Ngawi, persepsi mengenai aktivitas fisik sering kali mengalami bias karena pekerjaan tugas rumah dianggap sudah cukup memenuhi kebutuhan pemeliharaan kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menginisiasi gerakan olahraga rutin yang inklusif serta membangun literasi aktivitas fisik bagi kelompok perempuan paruh baya anggota TP PKK Desa Ploso Lor melalui program Senam Komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dirancang menggunakan pendekatan persuasif-partisipatif melalui model Organisasi Masyarakat. Intervensi fisik dilakukan secara mandiri dan berkala setiap hari Minggu pagi dengan mengombinasikan sesi senam aerobik intensitas rendah hingga sedang (low tomode impact) berdurasi 45-60 menit serta integrasi kegiatan rekreasi sosial berupa fun game kelompok. Hasil dijelaskan secara kualitatif-deskriptif menggunakan metode observasi partisipatif dan catatan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan akumulasi perubahan sikap jangka pendek yang signifikan, terindikasi dari grafik kehadiran peserta yang konsistensinya stabil di atas 90% serta kedisiplinan yang tinggi. Dalam jangka panjang, kegiatan ini berhasil memicu perubahan sosial budaya berupa rekonstruksi budaya sehat baru (kebiasaan baru) yang memanfaatkan ruang publik desa secara produktif. Program ini memiliki keunggulan pada aspek inklusivitas dan operasional nirlaba, meskipun masih terdapat kelemahan berupa ketergantungan kader lokal terhadap fasilitator eksternal. Kesimpulannya, senam komunitas terbukti efektif menstimulasi kebugaran dan literasi aktivitas fisik warga desa secara preventif, dengan rencana pengembangan berupa pelatihan kader mandiri untuk menjamin program kemiskinan.