cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
subservejournal@gmail.com
Phone
+6285157033918
Journal Mail Official
subservejournal@gmail.com
Editorial Address
RT/RW 002/001 Dsn. Dresi, Ds. Wagir Kidul, Kec. Pulung Kab. Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal
Published by Prime Identity House
ISSN : -     EISSN : 30217059     DOI : https://doi.org/10.36728/scsej.v2i1
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal is concerned and published articles related to the practice and processes of community service and empowerment. Every article published is expected to provide insights and inspire activities elsewhere on related issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
PENGGUNAAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) DALAM PENGENALAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA TK IT QURROTA ‘AYUN 1 PONOROGO Indana Sulfa Nur'aini; Setia Wigati; Ulief Erni Winalia
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.251

Abstract

Pengenalan kosakata bahasa Inggris sejak usia dini merupakan langkah penting dalam mendukung perkembangan kemampuan berbahasa anak. Namun, dalam proses pembelajarannya masih sering terkendala karena penggunaan metode belum sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan di TK IT Qurrota ‘Ayun 1 Ponorogo dengan melibatkan 13 peserta didik, bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui metode Total Physical Response (TPR). Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diajarkan berfokus pada kosakata tentang perasaan (feelings) yang disampaikan melalui demonstrasi gerakan, latihan pengucapan, praktek mandiri, serta evaluasi dari kegiatan presentasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penerapan metode TPR yang didukung media flashcard mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengenali, memahami, mengingat, dan mengucapkan kosakata bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme, partisipasi aktif, dan keberanian yang lebih baik dalam menggunakan kosakata yang telah dipelajari. Meskipun demikian, keterbatasan waktu pelaksanaan menyebabkan kesempatan latihan individu masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan serupa disarankan dilaksanakan dalam lebih dari satu pertemuan agar peserta memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk berlatih dan memperkuat penguasaan kosakata. Temuan ini menunjukkan bahwa metode TPR yang dipadukan dengan media flashcard merupakan strategi yang efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini.
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI PERMAINAN MENYUSUN KATA DI SD MUHAMMADIYAH 1 TRENGGALEK Assar Romadhon Miftakhur Rohman; Bagus Agung Prasetyo; Tyo Putra Febriyana
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.253

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran yang monoton sering kali menyebabkan siswa kurang tertarik dan mengalami kesulitan dalam mengingat kosakata baru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui game menyusun kata di SD Muhammadiyah 1 Trenggalek. Peserta kegiatan berjumlah 21 siswa ekstrakurikuler bahasa Inggris yang terdiri atas siswa kelas 2 hingga kelas 5. Kegiatan dilakukan satu kali dalam seminggu dengan metode permainan acak huruf yang disusun menjadi kata bahasa Inggris yang benar. Metode pelaksanaan meliputi observasi, praktik permainan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan lebih mudah mengingat kosakata bahasa Inggris. Selain itu, kemampuan siswa dalam mengeja dan memahami arti kata juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, game menyusun kata dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan vocabulary mastery siswa sekolah dasar.
SOSIALISASI PEMILAHAN SERTA PENGADAAN TEMPAT SAMPAH ORGANIK DAN NON-ORGANIK DI TK PURNAMA, DESA SUNGAI KUNING Teguh Dima Agung; Andrika Patrio; Bima Pratama; Ahmad Fathir Azlan; Irfandi Irfandi; Alhairi Alhairi; Kiprah Piawi
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.254

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas manusia. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, sehingga diperlukan upaya edukasi sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik melalui kegiatan sosialisasi serta pengadaan tempat sampah di TK Purnama Desa Sungai Kuning. Sasaran kegiatan terdiri atas 48 peserta didik dan 6 guru. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung memilah sampah, permainan edukatif, serta penyerahan tempat sampah organik dan non-organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik mengenai jenis sampah serta kemampuan memilah sampah sesuai kategorinya. Guru juga memberikan respons positif dan berkomitmen membiasakan kegiatan pemilahan sampah dalam aktivitas belajar di sekolah. Pengadaan tempat sampah organik dan non-organik menjadi sarana pendukung dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
MEMBANGUN LITERASI AKTIVITAS FISIK SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK OLAHRAGA TRADISIONAL DI SDN 1 PLOSO LOR I Made Dwi Sastra Wargama; Anandhita Esa Wahyu Aurellia; Fatimah Azzahro Khoirunnisa; Wawan Setiawan; Cecep Andri Arianto; Syamsudin Syamsudin
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.258

Abstract

Perkembangan teknologi digital memicu tingginya fenomena sedentary behavior dan mengancam kepunahan warisan budaya kearifan lokal pada anak usia sekolah dasar di pedesaan. Berdasarkan observasi awal di SDN 1 Ploso Lor, ditemukan fakta bahwa mayoritas peserta didik belum mengetahui eksistensi maupun cara memainkan olahraga tradisional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun literasi aktivitas fisik siswa sekaligus merevitalisasi budaya lokal melalui edukasi dan praktik langsung olahraga tradisional. Metode pelaksanaan program ini dirancang secara sistematis dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan linier yang meliputi pemetaan situasi awal, edukasi klasikal interaktif, serta praktik lapangan terfokus. Khalayak sasaran yang dilibatkan mencakup total 85 peserta didik yang tersebar dari kelas 2 hingga kelas 6. Evaluasi ketercapaian program diukur melalui alat pengamatan terstruktur dan penilaian perilaku komunal. Hasil intervensi kualitatif menunjukkan adanya transformasi sikap khalayak sasaran yang diindikasikan oleh tingginya antusiasme kognitif siswa, menguatnya nilai sportivitas, pudarnya ego individu, serta terstimulasinya koordinasi gerak motorik kasar anak melalui skema fun game lari balok dan dagongan. Keterbatasan alokasi waktu kurikuler sekolah dapat disiasati secara efisien melalui manajemen perlombaan rekreasi kelompok yang padat durasi. Kesimpulan dari program pengabdian ini membuktikan bahwa hilirisasi aktivitas fisik berbasis kearifan lokal sangat penting untuk melestarikan identitas kearifan budaya daerah secara mandiri sekaligus menjadi sarana alternatif yang inklusif untuk menjaga kebugaran jasmani serta mereduksi kejenuhan akademik siswa sekolah dasar di lingkungan pedesaan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SISWA SMK KARYA TEKNIKA MELALUI PEMAHAMAN TERHADAP PENTINGNYA FAKTOR MANUSIA Muhammad Ikhsan; Riza Arif Pratama; Sahid Bayu Setiajit; Ramadhana Luhur Prabangkara; Indra Permana
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.259

Abstract

SMK Karya Teknika Colomadu menyelenggarakan Pendidikan dengan Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan yang berfokus pada proses manufaktur atau pembuatan komponen logam, pengoperasian mesin perkakas, dan teknik produksi. Siswa SMK Karya Teknika dibekali dengan materi inti berupa praktik di bengkel yang mencakup Teknik Pemesinan Bubut, Frais, Gerinda, CNC, Gambar Teknik Manufaktur, dan Kerja Bangku. Selain menguasai materi inti tersebut, para siswa juga diharapkan menguasai pentingnya aspek keselamatan baik Ketika praktik di bengkel maupun Ketika mereka memasuki dunia industri nantinya. Untuk meningkatkan kompetensi siswa terkait aspek keselamatan, maka dilakukan pemberian materi serta pelatihan terkait pentingnya Faktor Manusia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kali ini. Topik ini dipilih karena umumnya aspek keselamatan disampaikan dalam materi dan pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan masih jarang disampaikan melalui tinjauan Faktor Manusia. Oleh karena itu, kegiatan ini penting untuk dilakukan untuk mengembangkan kompetensi siswa melalui pemahaman yang lebih mendalam terkait aspek keselamatan. Pemberian materi serta pelatihan Faktor Manusia yang dilakukan pada kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi siswa terkait pentingnya Faktor Manusia dalam kegiatan manufaktur atau pemesinan
PELATIHAN PEER COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN ANTI KEKERASAN DI LINGKUNGAN KAMPUS Diana Dewi Wahyuningsih; Imam Setyo Nugroho; Muhammad Ali Mahfuddin; Kira Rasiyanti Riantika
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.260

Abstract

Kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan melalui pelatihan peer counseling. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa dalam pencegahan kekerasan di lingkungan kampus melalui penguatan peran konselor sebaya. Program dilaksanakan di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas program studi sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan, pelatihan peer counseling menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, dan role play, dilanjutkan dengan pendampingan, evaluasi, serta pembentukan kader peer counselor sebagai strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai berbagai bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, serta keterampilan komunikasi, active listening, empati, dan pemberian dukungan psikologis awal kepada teman sebaya. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menjalankan peran sebagai peer counselor dengan tetap memahami batas kewenangannya serta mampu mengarahkan korban kepada layanan profesional apabila diperlukan. Pembentukan kader peer counselor lintas program studi menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya kampus yang aman dan mendukung implementasi program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Dengan demikian, pelatihan peer counseling terbukti menjadi strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran anti kekerasan dan membangun lingkungan kampus yang lebih aman, inklusif, serta berkelanjutan.
PENGUATAN LITERASI KELUARGA DAN KESEHATAN MENTAL IBU MELALUI DIALOGIC READING DAN WRITING THERAPY DI KOMUNITAS BACA WIJI SEMI Indrajati Kunwijaya; Najma Sana Nadhirah Hilman; Fikrotul Hanifah; Indri Ajeng Setyoningrum; Rendi Agung Febrianto; Surtini Hadi
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.261

Abstract

Rendahnya kualitas interaksi literasi dalam keluarga serta terbatasnya literasi kesehatan mental ibu menjadi tantangan dalam mewujudkan pengasuhan yang responsif dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Kondisi tersebut juga ditemukan pada Komunitas Baca Wiji Semi, Desa Susukan, Kabupaten Semarang, sehingga diperlukan inovasi program yang mengintegrasikan penguatan literasi keluarga dan kesehatan mental. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu dalam menerapkan Dialogic Reading serta memperkuat kemampuan pengelolaan emosi melalui Writing Therapy yang diintegrasikan dalam forum Ruang Aman Kita. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan community-based empowerment dengan sasaran 18 ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar. Intervensi meliputi pelatihan Dialogic Reading, praktik membaca reflektif melalui program One Day One Book Plus+, Writing Therapy berbasis expressive writing, dan forum dukungan sebaya Ruang Aman Kita. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik, analisis tulisan reflektif, dan evaluasi diri peserta menggunakan desain sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator keterampilan Dialogic Reading, dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan menggunakan pertanyaan terbuka dari 38,9% menjadi 83,3%. Writing Therapy juga meningkatkan kemampuan ibu mengenali emosi (55,6% menjadi 88,9%), mengekspresikan perasaan melalui tulisan reflektif (44,4% menjadi 83,3%), serta menyusun strategi pengelolaan emosi yang adaptif (38,9% menjadi 77,8%). Program ini menunjukkan bahwa integrasi Dialogic Reading, Writing Therapy, dan Ruang Aman Kita efektif memperkuat praktik literasi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran diri dan kesehatan mental ibu. Model pemberdayaan ini berpotensi direplikasi pada komunitas literasi lain sebagai upaya mendukung penguatan kualitas pengasuhan dan kesejahteraan keluarga.
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN KONSUMEN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM PADA JUAL BELI CABAI BUMDES TLOGORANDU Nurani Fitrian Azzahra; Naswa Aulia Rahma; Ivan Syiwa Pratama; Ika Sulistyarini
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.263

Abstract

Penjualan hasil pertanian melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang harus diselenggarakan dengan memperhatikan perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Dalam praktiknya, transaksi jual beli tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus menjunjung prinsip kejujuran, keadilan, dan keterbukaan sebagaimana diatur dalam hukum positif dan Hukum Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi prinsip perlindungan konsumen dalam perspektif Hukum Islam pada transaksi jual beli cabai di BUMDes Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pengelola BUMDes dan konsumen, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli cabai di BUMDes Tlogorandu telah menerapkan prinsip kejujuran, keterbukaan informasi mengenai harga dan kualitas produk, serta memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memeriksa kondisi barang sebelum transaksi dilakukan. Namun, mekanisme penanganan keluhan dan standar pelayanan kepada konsumen masih perlu disempurnakan agar perlindungan hukum dapat terlaksana secara optimal. Ditinjau dari perspektif Hukum Islam, praktik tersebut telah mencerminkan prinsip shidq, amanah, al-'adl, serta menghindari unsur gharar dan tadlis. Oleh karena itu, penguatan sistem perlindungan konsumen diperlukan guna mewujudkan transaksi yang adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip fiqh muamalah.
ANALISIS PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG AREA PRIVASI MELALUI EDUKASI BODY SAFETY Adrianto Adrianto; Saifudin Nasrullah Al’af; Aprilia Devi Rahmawati; Rizki Alifiana Saputri; Ika Sulistyarini
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.264

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi salah satu permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak terhadap perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan emosional anak. Salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan anak terhadap kekerasan seksual adalah rendahnya pemahaman mengenai area privasi tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai konsep area privasi melalui edukasi Body Safety sebagai upaya preventif terhadap kekerasan seksual. Kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Tlogorandu dengan metode penyuluhan interaktif yang meliputi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, simulasi, serta evaluasi pemahaman siswa. Materi yang diberikan mencakup pengenalan area privasi tubuh, perbedaan safe touch dan unsafe touch, pentingnya menjaga batasan tubuh, keberanian mengatakan "tidak" terhadap perlakuan yang tidak pantas, serta pentingnya melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa dan tanya jawab pada akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami konsep area privasi, mampu membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta mengetahui langkah-langkah perlindungan diri ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual. Edukasi Body Safety terbukti meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai perlindungan diri sehingga dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INKLUSIF MELALUI EDUKASI BATASAN TUBUH UNTUK PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI SD NEGERI 2 TLOGORANDU Sihah Annisa Rahma; Hannum Ramadhina Azzahra; Andriyani Puspitasari; Aprilya Rohana Nur Aini; Ika Sulistyarini
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.265

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Rendahnya pemahaman anak mengenai batasan tubuh (body boundaries) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang batasan tubuh, hak atas tubuh, serta cara melindungi diri dari tindakan kekerasan seksual melalui edukasi body boundaries di SD Negeri 2 Tlogorandu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman siswa mengenai bagian tubuh pribadi, perbedaan sentuhan aman (safe touch) dan sentuhan tidak aman (unsafe touch), serta langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi body boundaries mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga batasan tubuh, mengenali bentuk sentuhan yang tidak aman, serta keberanian untuk melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan mendukung perlindungan anak. Dengan demikian, edukasi body boundaries merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis inklusivitas yang efektif sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah.