cover
Contact Name
Putra Astaman
Contact Email
utthaastaman@gmail.com
Phone
+6285299900217
Journal Mail Official
agrisoscojournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Kompleks BTP, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar 90241 - Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Multidisiplin : Agrisosco
ISSN : -     EISSN : 29884470     DOI : -
Jurnal Riset Multidisiplin : AGRISOSCO merupakan Jurnal Penelitian dan Artikel Review Ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia (LP4I) yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk ahli bidang Hukum, Sosial, Politik, Pertanian, Teknik, Bahasa, Kesehatan, dan Ilmu Pendidikan untuk turut berkontribusi melalui artikel dan/atau telaah artikel (article review).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Analisis Komparatif Harga dan Selera Konsumen terhadap Pembelian Beras Lokal dan Beras Impor di UD. Bumi Mina Tani Kabupaten Merauke Rahmat, Fahira Sri Meisita; Widyantari, Ineke Nursih; Nurliah, Nurliah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 1 (2026): Vol 4 No 1 April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i1.232

Abstract

UD Bumi Mina Tani sebagai aktor distributor/pengecer beras, baik impor maupun lokal, dengan rata-rata penjualan lebih dari 1 ton dalam sehari. UD Bumi Mina Tani sudah mulai beroperasi sejak tahun 2010 hingga saat ini. Beras lokal yang dipasarkan di UD Bumi Mina Tani terdapat beberapa jenis diantaranya Ciliwung, Membramo dan Inpari 42, yang diperoleh dari beberapa penggilingan yang ada di Kabupaten Merauke seperti Distrik Semangga, Tanah Miring dan Kurik. Tujuan penelitian yaitu (1) Mengetahui perbedaan harga secara signikan terhadap keputusan pembelian beras lokal dan beras impor di UD Bumi Mina Tani Kabupaten Merauke. (2) Mengetahui perbedaan selera konsumen secara signikan terhadap keputusan pembelian beras lokal dan beras impor di UD Bumi Mina Tani Kabupaten Merauke. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari- Maret 2024. Data dikumpulkan dari 90 partisipan yang dipilih sebagai sampel. Proses pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Wawancara, observasi, dan kuisioner digunakan saat mengumpulkan data primer dan sekunder. Metode penelitian ini mengenakan analisis data yaitu uji beda Mann Whitney U. Hasil temuan menyatakan bahwa (1) Tidak adanya perbedaan harga secara signifikan terhadap keputusan pembelian beras lokal dan beras impor di UD Bumi Mina Tani Kabupaten Merauke, berdasarkan hasil uji dan evaluasi Mann- Whitney, diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,814> nilai probabilitas 0,05. (2) Tidak terdapat perbedaan selera secara signifikan terhadap keputusan pembelian beras lokal dan beras impor di UD Bumi Mina Tani Kabupaten Merauke, sebab hasil kalkulasi dan kajian Mann-Whitney memperlihatkan nilai Asymp. Sig. (2- tailed) untuk variabel selera mencapai 0,552> nilai probabilitas 0,05.
Sistem Ternak Kambing Zero waste Berbasis Integrasi Agribisnis Terpadu pada Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Ternak Rakyat Abdul Azis Ambar; Hamsah Hamsah; Syarif Syarif; Nurul Fitri Ramadhani
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.251

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem ternak kambing zero waste berbasis integrasi agribisnis terpadu pada kelompok ternak rakyat di Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan penelitian adalah menganalisis integrasi antarsubsistem agribisnis, pemanfaatan limbah ternak, serta kontribusinya terhadap efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kambing masih didominasi sistem produksi skala rumah tangga dengan pola linear, di mana limbah belum dimanfaatkan optimal. Kepemilikan ternak berkisar 5–15 ekor per peternak dengan produksi kotoran hewan (KOHE) padat dan urin yang cukup signifikan. Sebagian peternak telah mengolah limbah menjadi pupuk organik padat melalui fermentasi 21–30 hari dan pupuk cair (bio urine) sekitar 14 hari, untuk kebutuhan pertanian sendiri dan sebagian kecil dipasarkan terbatas. Integrasi peternakan dan pertanian terjadi secara sederhana melalui pemanfaatan limbah sebagai input usaha tani dan hasil pertanian sebagai pakan ternak, namun masih bersifat informal tanpa kelembagaan kuat. Kondisi ini menunjukkan transisi menuju sistem agribisnis zero waste yang belum terstruktur optimal. Kesimpulan penelitian menunjukkan potensi peningkatan efisiensi, nilai tambah ekonomi, dan keberlanjutan usaha, dengan keterbatasan pada kapasitas peternak, sarana pengolahan, dan kelembagaan kelompok.
Peran Kogabwilhan I dalam Mendukung Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Lahan Eks-Tambang Bauksit di Tanjung Moco, Pulau Dompak, Kepulauan Riau Rofiah Adawiyah; Afrizal Afrizal; Maureen Azizta
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.331

Abstract

Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan yang kompleks, diperparah oleh keberadaan ribuan hektar lahan eks-tambang bauksit yang terbengkalai dan tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan eks-tambang bauksit di Tanjung Moco, Pulau Dompak, guna mewujudkan ketahanan wilayah di Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perwira staf Kogabwilhan I dan petani lokal, observasi lapangan selama kurang lebih tiga bulan, serta studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan dan kebijakan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kogabwilhan I menjalankan tiga peran strategis berdasarkan teori Ryaas Rasyid, yakni sebagai regulator melalui penetapan kebijakan internal dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) BIOS 44 untuk rehabilitasi lahan sebagai dinamisator melalui penggerakkan kelompok tani, pembangunan kesadaran kolektif, dan sinergi lintas sektor, serta sebagai fasilitator melalui penyediaan sarana produksi, infrastruktur irigasi, pelatihan teknis, dan penguatan kelembagaan petani. Program ini berkontribusi pada empat pilar ketahanan pangan FAO, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah secara multidimensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) oleh Kogabwilhan I terbukti efektif sebagai model pertahanan berbasis ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Analisis Manajemen Produksi Usaha Peternakan Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Skala Rumah Tangga di Desa Limboto Gilang Permana Patilima; Ramlan Pomolango; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen produksi pada usaha peternakan burung puyuh skala rumah tangga di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha peternakan burung puyuh. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan burung puyuh telah menerapkan fungsi manajemen produksi yang meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling. Pada aspek perencanaan, peternak telah menentukan jumlah ternak, penggunaan kandang baterai bertingkat, dan pemilihan pakan komersial. Namun, pengaturan suhu, kelembapan kandang, dan pengelolaan air minum belum dilakukan secara optimal. Pada aspek pengorganisasian, usaha telah melibatkan tenaga kerja, tetapi pembagian tugas dan jadwal kerja masih belum terstruktur. Pelaksanaan produksi dilakukan secara rutin setiap hari melalui pemberian pakan, pemberian air minum, pengambilan telur, dan pembersihan kandang. Tingkat produktivitas ternak berdasarkan perhitungan Hen Day Production (HDP) mencapai 80%, yang menunjukkan produktivitas tergolong cukup baik. Sementara itu, pada aspek pengendalian, pengawasan usaha telah dilakukan secara langsung oleh pemilik, tetapi belum didukung oleh sistem pencatatan produksi yang teratur. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen produksi masih perlu ditingkatkan agar usaha peternakan burung puyuh dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Pengembangan Konten Edukasi Hidroponik Kit sebagai Media Literasi Urban Farming pada Platform Media Sosial Instagram Wina Larasati Putri Ariyanto; Nabila Khairunnisha; Silvi Desianti; Sadiya Mirza Wiyoga; Ika Sari Tondang
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.296

Abstract

Perkembangan urbanisasi yang pesat menyebabkan berkurangnya lahan pertanian di wilayah perkotaan sehingga diperlukan alternatif pemanfaatan lahan yang lebih efisien, salah satunya melalui urban farming berbasis hidroponik. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya hidroponik menjadi tantangan dalam pengembangan urban farming. Media sosial Instagram memiliki potensi sebagai sarana edukasi yang mampu menyebarkan informasi secara luas dan mudah dipahami. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan konten edukasi Hidroponik Kit sebagai media literasi urban farming pada platform Instagram @infarm.id. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Instagram Insights akun @infarm.id yang meliputi jumlah tayangan, jangkauan akun, likes, komentar, shares, saves, dan engagement rate. Kegiatan dilaksanakan di CV Wira Jaya Nusantara (Infarm) pada periode Februari–Juni 2026 melalui tahapan penyusunan ide konten, scripting dan approval, pengambilan video, editing, publikasi, serta evaluasi engagement. Hasil menunjukkan bahwa konten edukasi Hidroponik Kit mampu menjangkau audiens yang luas dan memperoleh respon positif dari pengguna Instagram. Konten dengan performa terbaik terdapat pada bulan Maret dengan jumlah tayangan 33.498, jangkauan 22.346 akun, serta engagement rate sebesar 5,27%. Tingginya interaksi menunjukkan bahwa audiens lebih tertarik pada konten yang menyajikan informasi praktis, spesifik, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram efektif digunakan sebagai media literasi urban farming dan dapat mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hidroponik serta pemanfaatan lahan terbatas
Analisis Pengendalian Persediaan Baglog dengan Metode Economic Order Quantity dan Reorder Point Leo Januard; Andrean Eka Hardana
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.248

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang optimal bagi perusahaan. Perusahaan harus memiliki strategi dalam pengendalian persediaan bahan baku untuk mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengendalian persediaan serta pemesanan kembali bahan baku dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP). Penelitian ini menggunakan metode EOQ dan ROP di CV. Indie Mushroom. Secara keseluruhan bahan baku, total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya persediaan seluruh bahan baku pembuatan baglog dengan metode konvensional adalah sebesar Rp 10.149.850,-. Sedangkan jika menggunakan metode EOQ perusahaan akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 2.244.656,- untuk seluruh biaya persediaan bahan baku pembuatan baglog. Selisih biaya persediaan seluruh bahan baku baglog yang didapatkan antara metode konvensional dan metode EOQ adalah sebesar Rp 7.905.924, sehingga total biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan 77,8 % lebih efisien dengan metode EOQ. Waktu pengiriman atau lead time untuk bahan baku serbuk gergaji, bekatul dan serbuk kapur yaitu 1 hari dari pemesanan. ROP bahan baku serbuk gergaji yaitu 2.070 kg, bekatul yaitu 83,1 kg, dan serbuk kapur yaitu 57,5 kg. Hal ini berarti, perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku serbuk gergaji, bekatul dan serbuk kapur ketika kuantitas bahan baku serbuk gergaji yang ada di persediaan tersisa 2.070 kg, 83,1 kg, dan 57,5 kg. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan metode EOQ untuk pengendalian persediaan bahan bakunya. Perusahaan dapat memaksimalkan pembelian bahan baku sesuai dengan kapasitas gudang penyimpanan, dengan batas pembelian sesuai rekomendasi metode EOQ.
Relasi Gender dalam Penggunaan Tenaga Kerja pada Usahatani Nanas Daeva Mubarika Raisa; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Mardiana Mardiana; Rifani Nur Sindy Setiawan; I Nyoman Windia Sedana
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.297

Abstract

Usahatani nanas merupakan salah satu aktivitas pertanian penting di Kabupaten Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Pringgasela dan Masbagik sebagai sentra produksi nanas. Namun, pengelolaan usahatani sering kali belum sepenuhnya memperhatikan pembagian kerja berbasis gender, padahal laki-laki dan perempuan sama-sama berkontribusi dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat peran tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam tahapan usahatani nanas serta mengidentifikasi tahapan yang paling banyak menggunakan tenaga kerja perempuan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis usahatani nanas. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, sedangkan responden ditetapkan sebanyak 40 petani melalui sampling, masing-masing 20 responden dari Kecamatan Pringgasela dan 20 responden dari Kecamatan Masbagik. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis menggunakan analisis persentase serta analisis deskriptif berbasis Hari Kerja Orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki mendominasi sebagian besar tahapan usahatani, terutama pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, dan pemberian zat perangsang tanaman. Sebaliknya, tenaga kerja perempuan mendominasi tahap penyiangan dengan persentase 71,70%, sedangkan laki-laki sebesar 28,30%. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan adanya pembagian kerja berbasis gender yang spesifik menurut tahapan produksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam usahatani nanas serta perlunya kebijakan pertanian yang lebih responsif gender untuk meningkatkan kesetaraan, produktivitas, dan pemberdayaan rumah tangga petani.
Pemanfaatan Limbah Industri dan Peternakan sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Solusi Masalah Lingkungan dan Program Ketahanan Pangan Dipa Aditya; Ni Dewi Ambal Ikka; Dedy Sekarmaji; Edwin Pondi Suwanto
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.377

Abstract

Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku pupuk organik merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Peningkatan aktivitas industri agroindustri dan peternakan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur, menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, limbah tersebut masih mengandung unsur hara dan bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembenah tanah maupun pupuk organik. Oleh karena itu, pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri dan masyarakat. Namun demikian, penggunaan masing-masing limbah secara tunggal sering kali belum menghasilkan kompos yang memenuhi persyaratan mutu pupuk organik sesuai SNI 7763:2018 dan Permentan 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Pupuk Organik Padat maupun standar teknis pupuk organik lainnya. Kandungan unsur hara makro (N, P, K), rasio C/N, kadar air, pH, dan kandungan bahan organik pada setiap limbah sangat bervariasi sehingga diperlukan formulasi atau pencampuran bahan yang tepat untuk memperoleh kompos dengan kualitas yang memenuhi standar Berdasarkan hasil Analisa diketahui bahwa Limbah Industri Filter Aid dan Limbah Peternakan Kotoran Sapi dapat dijadikan bahan baku pupuk organik dimana limbah tersebut merupakan limbah yang dikeluarkan secara berkala dan menjadi potensi kebersihan lingkungan serta mendukung program ketahanan pangan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Mixture Design Linier (Scheffé) dan Neraca Massa, Rasio pencampuran bahan baku Filter Aid dan Kotoran Sapi sebesar 0,1582 : 0,842 atau 1:5 didapatkan parameter pupuk organic padat sesuai SNI dan Permentan 2019.
Implementasi Sistem Pengadaan Barang dan Pengelolaan Supplier dalam Rantai Pasok Produk Pangan pada Retail Modern PT OPQ Elok Dwi Kusnila; Tifani Agustin; Hamidah Hendrarini
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.242

Abstract

Penelian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pengadaan barang dalam operasional retail modern pada PT OPQ di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi untuk memahami proses pengadaan barang mulai dari kerja sama supplier, pengelolaan oleh departemen merchandising, distribusi barang, hingga pengendalian stok di toko. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, obeservasi langsung, dan dokumentasi perusahaan. Informan penelitian dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pengadaan barang dan distribusi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengadaan barang pada PT OPQ telah berjalan secara terstruktur dan terintegrasi melalui koordinasi antara supplier, departemen merchandising, dan operasional toko. Sistem kerja sama supplier dilakukan melalui mekanisme beli putus dan konsinyasi yang disesuaikan dengan karakteristik produk dan risiko persediaan. Distribusi barang dilakukan secara langsung dari supplier ke toko melalui sistem Business to Business (B2B) yang mendukung efisiensi distribusi dan pengendalian stok. Selain itu, kegiatan monitoring penjualan dan cycle count membantu perusahaan menjaga akurasi persediaan dan stabilitas ketersediaan produk di toko. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala operasional seperti keterlambatan pembuatan Purchase Order  (PO), ketidaksesuaian barang saat receiving, serta selisih stok antara sistem dan kondisi fisik barang. Secara keseluruhan, integrasi sistem pengadaan barang dan pengelolaan supplier memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas operasional retail modern dan menjaga konsistensi ketersediaan produk di toko
Optimalisasi Program Bakti Sosial Kogabwilhan I dalam Mendukung Pemberdayaan UMKM di Provinsi Kepulauan Riau Studi Kasus: Bantuan Kompor Biomassa Burner Maureen Azizta; Afrizal Afrizal; Rofiah Adawiyah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.332

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, membantu menyerap tenaga kerja, dan mendorong tumbuhnya perekonomian daerah. Namun, pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Riau masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, dan keterbatasan sarana pendukung usaha. Oleh karena itu, Kogabwilhan I melaksanakan program bakti sosial melalui pemberian bantuan Kompor Biomassa Burner sebagai upaya mendukung pemberdayaan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program bantuan Kompor Biomassa Burner serta mengidentifikasi manfaat dan upaya optimalisasi program dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak Staf Teritorial Kogabwilhan I dan pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan Kompor Biomassa Burner memberikan manfaat bagi pelaku UMKM melalui peningkatan efisiensi penggunaan energi, pengurangan biaya produksi, serta dukungan terhadap proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Program ini juga didukung oleh kegiatan UMKM Merah Putih yang membantu memperluas promosi dan pemasaran produk lokal. Selain berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha, program ini turut memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Optimalisasi program memerlukan sinergi antara Kogabwilhan I, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya melalui pendampingan, monitoring, evaluasi, serta perluasan jangkauan bantuan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Page 7 of 11 | Total Record : 106