cover
Contact Name
Rojai Zhofir
Contact Email
rojaizho@gmail.com
Phone
+6285709037738
Journal Mail Official
j.pustakaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jaya Wijaya No.64, Dusun Besar, Kec. Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu 38224
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pustaka Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27978915     DOI : https://doi.org/10.62159/jpi.vXXX
Core Subject : Education,
Jurnal Pustaka Indonesia published Three times a year (April, Agustus and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Jurnal Pustaka Indonesia is published in collaboration between the Yayasan Darussalam Bengkulu and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Teks Fabel Berbantu Media Audiovisual pada Siswa Kelas VII Smp Negeri 20 Kota Bengkulu Nina Suryani; Heny Friantary; Dina Putri Juni Astuti
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i2.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks fabel berbantu media audiovisual pada siswa kelas VII SMP Negeri 20 Kota Bengkulu dan untuk melihat kelayakan bahan ajar audiovisual pembelajaran bahasa indonesia materi teks fabel siswa kelas VII SMP Negeri 20 Kota Bengkulu. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4D terdiri dari 4 tahap yaitu, pendefinisian, perancangan, pengembangan, penyebaran. Hasil dari produk yang telah dikembangkan “Sangat Layak atau Sangat Menarik” untuk dijadikan bahan ajar, penilaian tersebut dihasilkan berdasarkan validasi produk. Hasil penilaian dari ahli materi terdapat 2 validator, validator 1 mencapai kriteria “Sangat Layak” dengan persentase yang diperoleh yaitu 92% dan validator 2 mencapai kriteria “Sangat Layak” dengan persentase yang diperoleh yaitu 91%. Hasil penilaian dari ahli bahasa terdapat 2 validator, validator 1 mencapai kriteria “Layak” dengan persentase yang diperoleh yaitu 76% dan validator 2 mencapai kriteria “Sangat Layak” dengan persentase yang diperoleh yaitu 96%. Hasil penilaian dari ahli media atau desain terdapat 2 validator, validator 1 mencapai kriteria “Sangat Layak” dengan persentase yang diperoleh yaitu 86% dan validator 2 mencapai kriteria “Sangat Layak” dengan persentase yang diperoleh yaitu 88%. Pada tahap uji penggunaan bahan ajar audiovisual mencapai kriteria interpretasi “Sangat Baik” dengan presentase 84%. Sehingga dapat disimpilkan penggunaan bahan ajar audiovisual dalam pembelajaran bahasa indonesia materi teks fabel berhasil dan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
Developing Folklore-Based Teaching Materials to Foster ‎Local Wisdom in Junior Secondary Indonesian Language ‎Classes Andriani, Liza; Andra, Vebbi
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v3i2.427

Abstract

The study aims to develop and validate folklore-based teaching materials that integrate local wisdom into Indonesian language instruction for junior secondary students. Employing a research and development (R&D) design with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation), the study engaged more than 50 seventh-grade students at MTs Al-Qur’an Harsallakum, Bengkulu, alongside expert validators in content, language, and media. Data were collected through expert judgment, student questionnaires, and classroom trials, and analyzed using descriptive statistics. The results indicate that expert validation scores ranged from 64% to 90.3%, placing the materials in the “very feasible” category, while student responses confirmed high levels of clarity, cultural relevance, and usability. These findings demonstrate that the developed module is pedagogically sound and practically applicable, effectively enhancing students’ ability to understand and write folklore texts. The study concludes that folklore-based materials not only support literacy learning but also foster cultural preservation, offering a contextually responsive resource for Indonesian language teaching in junior secondary schools.
The Effect of Explicit Instruction on Students’ Personal Letter ‎Writing Skills Aswin Sunardi; Salamah
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v3i2.428

Abstract

This study examines whether Explicit Instruction (EI) improves seventh-grade students’ personal-letter writing skills in Indonesian language classes. Using a quantitative design with descriptive and inferential analyses, we surveyed 30 students from SMP Negeri 08 Bengkulu City; EI served as the independent variable and writing outcomes as the dependent variable. Data were collected via a structured questionnaire and analyzed using standard parametric procedures. Results indicate a marked improvement in students’ personal-letter writing after EI was implemented, with a substantial proportion of the variance in outcomes attributable to the model (R² ≈ 0.828), and a highly significant test statistic (t = 11.590, p < .001). These findings support the effectiveness of EI for guiding students through goal setting, modeling, guided practice, and independent performance in a stepwise manner, thereby strengthening task clarity and procedural fluency. The study concludes that EI is a robust pedagogical option for improving personal-letter writing among junior-secondary learners and recommends its integration into routine instruction with appropriate teacher scaffolding. Future research should expand the sample and compare EI with alternative explicit, strategy-based, or collaborative approaches to determine relative efficacy across genres and learner profiles.
Analisis Penggunaan Idiomatik pada Berita Kriminal dalam Surat Kabar Berbasis Media Online Bengkulu Today Edisi Juni 2022 Lizentiya; Heny Friantary; Vebbi Andra
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i2.433

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ialah bagaimanakah bentuk dan makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode contect analysis (analisis isi) yang bebentuk kepustakaan (library research). Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, catat, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah teknik pengujian kepercayaan (credibility) yang terdiri dari dua cara, yaitu meningkatkan ketekunan dan menggunakan bahan referensi. Sumber data yang diambil dari penelitian ini adalah surat kabar berbasis Media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022. Bentuk dan Makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022, yaitu Makna idiomatik pada berita kriminal dalam surat kabar berbasis media Online Bengkulu Today edisi Juni 2022 terdapat 20 bentuk-bentuk idiomatik, diantaranya 3 Idiomatik Bagian Tubuh, yaitu Unjuk Gigi, Tubuh Korban, dan Tangkap Tangan, 1 Idiomatik Panca Indra, yaitu Pekik Nyaring, 1 Idiomatik Nama Warna, yaitu Lampu Merah, 8 idiomatik benda alam, yaitu Senjata Api, Barang Bukti, Anak Bangsa, Obat Rindu, Nusantara Gemilang, Balik Papan, Meninggal Dunia, dan Barang Haram, 2 idiomatik nama binatang, yaitu Elang Jupi dan Gading Cempaka, idiomatik bagian tumbuh-tumbuhan, yaitu Kampung Jeruk, Taba Jambu, dan Pondok Kelapa, 3 idiomatik bilangan, yaitu Kelapa Dua, Pematang Tiga.
Strategi BKAS Dalam Pengajaran Materi Sastra Puisi Rakyat Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Oleh Guru SMPN 5 Kota Bengkulu Zhazhabilla Meilania Bintaro; Heny Friantary; Feny Martina
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.440

Abstract

Dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia guru akan menerapkan beberapa strategi dalam pengajarannya, materi puisi rakyat merupakan salah satu bagian dari sastra. Salah satu strategi yang cocok yang dapat diterapkan pada pembelajaran materi satra puisi rakyat yakni strategi bimbingan kritik apresiasi sastra (BKAS). Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui strategi yang diterapkan dalam pengajaran materi sastra puisi rakyat pada mata pelajaran bahasa Indonesia oleh guru di SMP N 5 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan Observasi guru, siswa dan kelas, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi bahasa Indonesia dan siswa kelas VII G SMPN 5 Kota Bengkulu. Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber dengan cara penegecekan data yang diperoleh. Materi puisi rakyat merupakan materi yang didalamnya terkandung karya sastra lama yang keberadaannya sudah ada sejak lama dan bersifat turun menurun. Merupakan salah satu warisan budaya bahasa yang patut juga dijaga dan diapresiasi keberadaannya. Puisi rakyat selain dapat dikaji secara pembelajaran atau ilmiah, juga dapat dipetik hikmah yang terkandung didalamnya. Maka dari itu peserta didik yang mempelajari sastra puisi rakyat selain mendapatkan pembelajaran teoritis juga mendapat nilai-nilai luhur yang terkandung didalam puisi rakyat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti kepada guru dan siswa Kelas VII G SMPN 5 Kota Bengkulu. Strategi yang digunakan oleh guru SMPN 5 Kota Bengkulu merupakan strategi BKAS meliputi kegiatan membaca, menyimak, melisankan atau mengoralkan, menulis dan menjawab pertanyaan. Strategi yang diterapkan sudah terbukti baik dengan adanya indikator penilaian yang tercapai dan dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung baik. Guru sebagai fasilitator utama dalam pemelajaran merupakan kunci berhasilya sebuah pebelajaran, dengan adanya guru yang profesional maka taraf keberhasilan dan perkembangan peserta didik dapat terjadi.
Performance and Meaning in Wedding Pantun: An Ethnopoetic Perspective Tika Okta Sari; Andriani, Liza; Andra, Vebi; Sufian, Muhammad
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v3i1.441

Abstract

This study investigates the forms and meanings of pantun performed during wedding ceremonies in the Pasemah community of Padang Guci Hulu, Kaur Regency, Bengkulu, Indonesia. Using a qualitative field-research design, data were collected through participant observation, documentation of speech events, and semi-structured interviews with pantun performers and witnesses. A corpus of thirty-three pantun was compiled, transcribed, and analyzed thematically to identify typologies of form and domains of meaning. Findings reveal six major pantun categories advice, religious, humorous, love, affection, and karmina each fulfilling distinct yet complementary ritual functions. Advisory pantun transmit moral norms such as filial piety, patience, and gratitude; religious pantun ground household life in Islamic values; humorous pantun regulate collective emotions; love pantun normalize expressions of affection within ritual decorum; affection pantun emphasize empathy and social responsibility; and karmina pantun provide concise rhetorical closure. Across these forms, five dominant semantic domains emerge: family, religion, destiny (jodoh), communal life, and tolerance. Poetic conventions such as the sampiran–isi structure, ab–ab rhyme, parallelism, and local imagery of ecology and livelihood root pantun firmly in the Pasemah cultural landscape. Functioning simultaneously as entertainment, education, social control, and religious transmission, pantun serve as a multidimensional cultural instrument that affirms identity and cohesion within one of the community’s most consequential life-cycle rites. Theoretically, this study contributes to ethnopoetic scholarship by linking text and performance, while practically offering authentic resources for cultural preservation and education. Limitations include the modest corpus size and lack of multimodal documentation; future research should expand across ceremonies and communities to map archipelagic variation.
Linguistic Variations and Social Functions of Slang in Indonesian Television Talk Shows: A Sociolinguistic Study of Brownis Trans TV Dina Apriyanti; Ixsir Eliya
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v3i3.443

Abstract

This study investigates the forms, meanings, and social functions of slang expressions in the Indonesian television talk show Brownis on Trans TV, a program widely recognized for its humorous and informal interactions. Slang, as a dynamic variety of language, plays a central role in shaping youth identity and media discourse, yet its use in mainstream entertainment contexts remains underexplored. Employing a qualitative descriptive design with a content analysis approach, twenty episodes broadcast between May and June 2022 were purposively selected and transcribed. Data collection involved systematic observation and documentation, while the analytic procedure consisted of identifying slang items, classifying them into forms, interpreting their semantic dimensions, and analyzing their communicative functions. The findings revealed four primary forms of slang basic words, reduplications, abbreviations, and phrases with abbreviations and basic words being the most frequent. Semantically, slang operated at lexical, grammatical, terminological, and reflective levels, while functionally it facilitated social bonding, attracted attention, delivered satire, compressed expressions, enriched vocabulary, created intimacy, and generated humor. Frequency analysis showed that a few dominant terms such as gue, elo, and bucin coexisted with a wide range of less frequent but innovative expressions, as visualized through bar charts and word clouds. These outcomes suggest that televised discourse not only mirrors youth linguistic practices but also amplifies and legitimizes them, contributing to the diffusion of non-standard language in Indonesian society. The study contributes a novel perspective to sociolinguistic research by situating slang within entertainment media, with implications for cultural studies, language education, and media literacy, while also noting limitations in scope and duration that future research should address.
Penerapan Model Pembelajaran 3M (Meniru, Mengolah, dan Mengembangkan) Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMPIT IQRA’ Kota Bengkulu Hendri Syahputra; Irwan Satria; Dina Putri Juni Astuti
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.444

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran 3M dalam menulis teks eksplanasi dan mendeskripsikan hasil menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMPIT IQRA’ Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah siswa mampu memahami teks eksplanasi setelah dilakukan penerapan model pembelajaran 3M dalam menulis teks eksplanasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata siswa mampu memahami materi dengan baik. Selain itu, dari data yang didapatkan bahwa hasil menulis siswa mampu menulis teks eksplanasi tetapi tulisan siswa masih sederhana, karena siswa kesulitan mengembangkan ide dan merangkai kata.
Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Puisi Rakyat Kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu Nur Riskiana; Vebbi Andra; Heny Friantary
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.445

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu dan untuk mendeskripsikan serta. mengetahui kelayakan modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil produk penelitian yang telah penulis kembangkan yaitu mencapai presentase “sangat layak” untuk dijadikan bahan ajar pendamping buku paket bahasa indonesia di sekolah. Hasil penilaian tersebut di dapatkan berdasarkan hasil validasi para ahli. Hasil validasi dari validator ahli materi 1 mencapai ktriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 84% selain itu validator ahli materi 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 97%. Hasil penilaian dari validator ahli bahasa 1 mencapai kriteria penilaian “layak” dengan presentase nilai sebesar 74%, selain itu validator ahli bahasa 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 87%. Hasil penilaian dari validator ahli media 1 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 82%, selain itu validator ahli media 2 mencapai kriteria penilaian “sangat layak” dengan presentase nilai sebesar 86%. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan di SMPN 13 Kota Bengkulu dengan sasaran tes yaitu peserta didik di sekolah tersebut terhadap modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu yang telah dikembangkan oleh peneliti melalui uji coba produk skala kecil yang melibatkan 15 peserta didik dengan hasil uji produk dilihat dari keseluruhan skor yang diperoleh yaitu dengan rata-rata 85,3% mencapai kriteria “sangat baik”. Selain itu dilakukan uji coba kelompok besar dilihat dari keseluruhan hasil skor tes yaitu diperoleh skor rata-rata 90,6% mencapai kriteria “sangat baik”. Hal ini berarti bahwa modul pembelajaran bahasa indonesia materi puisi rakyat kelas VII SMPN 13 Kota Bengkulu yang dikembangkan dapat dikatakan berhasil dan layak digunakan untuk bahan ajar baru di sekolah agar dapat membantu proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran bahasa indonesia.
Strategi Pembelajaran Guru Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Ulasan Siswa Kelas 8 SMPN 24 Kota Bengkulu Bayu Septio; Nurlaili, Nurlaili; Aulia Sari, Wenny
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v1i2.450

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Strategi pembelajaran guru pada pelajaran Bahasa Indonesia materi teks ulasan siswa kelas VIII SMPN 24 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observai, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian ini yaitu guru bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 24 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 24 Kota Bengkulu padatanggal 26April s/d 10 Juni 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti dan guru Bahasa Indonesia kelas VIII. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Strategi yang digunakan guru pada pelajaran Bahasa Indonesia materi teks ulasan adalah dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi sesuai dengan bahan materi. (2) Guru dalam menentukan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks ulasan yaitu ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktik. (3) pelaksanaan pembelajaran yaitu dengan diawali doa, memberi motivasi dan menyampaikan indikator pembelajaran. (4) Guru mengevaluasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks ulasan adalah dengan menggunakan tes lisan dan tes tertulis mengenai pembelajaran teks ulasan.

Page 5 of 11 | Total Record : 102