cover
Contact Name
Purba Sanjaya
Contact Email
p.sanjaya@fp.unila.ac.id
Phone
+6282229226300
Journal Mail Official
jurnalpengabdianfpunila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro 1, Gedong Meneng, Bandar Lampung, Lampung Province, Indonesia (Kode Pos : 35145)
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28292243     EISSN : 28292235     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jpfp.v2i2.7916
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas lampung (JPFP) adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Maret, dan September oleh Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan ilmu agroteknologi, agronomi dan hortikultura, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tanaman, ilmu peternakan, ilmu agribisnis, ilmu teknologi hasil pertanian, ilmu kehutanan, ilmu keteknikan pertanian, ilmu perikanan dan kelautan.
Articles 297 Documents
TEKNIK DEKOMPOSISI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH TERNAK SAPI Pramono, Eko; Hadi, Muhammad Syamsoel; Setiawan, Kukuh; Agustiansyah, Agustiansyah
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8715

Abstract

Para petani di Pekon Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupatan Lampung Barat Provinsi Lampung  sudah menggunakan kotoran sapi untuk memupuk tanaman yang mereka budidayakan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada para petani tentang teknik dekomposisi dalam pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi.  Dengan metode ceramah dan diskusi, penyuluhan yang dilakukan pada 31 Januari 2024 tentang teknik dekomposisi dalam pembuatan pupuk organik dari limbah ternak sapi mampu meningkatkan pengetahuan petani (mengubah pola pikir) dan mengubah pola bersikap petani untuk mau melakukan pembuatan pupuk organik dari limbah ternak sapi dengan teknik dekomposisi di masa depan.  Penyuluhan ini perlu dilanjutkan dengan metode petak percontohan atau demplot untuk meningkatkan keterampilan para petani dalam pembuatan pupuk organik dari limbah ternak sapi.
TRANSFER TEKNOLOGI KOLAM IKAN BIOFLOK MELALUI PENDEKATAN TRIPARTIT: AKADEMISI, PRAKTISI BUDIDAYA IKAN DAN KELOMPOK MASYARAKAT Permata, Fajar Shodiq; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8724

Abstract

Teknologi budidaya ikan bioflok merupakan teknologi terkini untuk mendapatkan hasil ikan yang optimal.  Teknologi ini perlu ditransferkan ke kelompok masyarakat guna salah satu usaha untuk peningkatan pendapatan kelompok masyarakat tersebut. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan kerjasama tripartit yaitu akademisi, praktisi budidaya bioflok dan kelompok masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalukan proses transfer teknologi kolam bioflok kepada kelompok pengajian Al Husna Blitar oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya yang didampingi dan dilatih oleh Ori FISH Bangsri. Sebanyak 2 pemuda dari Kelompok Pengajian Al Husna mengikuti pelatihan Budidaya Ikan Bioflok di Ori FISH Bangsri. Kemudian sebanyak 1 kolam ikan nila diameter 2 meter disertai benih ikan nila ±5 cm 300 ekor dan seperangkatan peralatan budidaya ikan bioflok diberikan kepada Al Husna sebagai transfer teknologi. Selama budidaya dilakukan pendampingan oleh Praktisi dan dilakukan visitasi rutin oleh akademisi. Hasil menunjukkan bahwa budidaya ikan bioflok sudah bisa dipanen setelah 3 bulan dengan hasil yang sangat baik. Kesimpulan kegiatan ini adalah transfer teknologi kolam ikan bioflok kepada kelompok masyarakat dapat berjalan sangat baik berkat adanya pendekatan tripartit melalui akademisi, praktisi dan kelompok masyakarat.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL SPESIFIK LOKASI DI KAMPUNG SENDANGASRI KECAMATAN SENDANG AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Sanjaya, Purba; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Tantalo, Syahrio; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Ermawati, Ratna
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8789

Abstract

Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kampung yang masyarakatnya merupakan petani dan peternak sapi. Masyarakat selain bertani juga banyak memelihara ternak terutama sapi Bali. Setiap harinya sapi Bali dengan bobot sekitar 200-250 kg dapat menghasilkan limbah feses sebanyak 8 – 10 kg feses/hari. Kurangnya ilmu pengetahuan menjadikan masyarakat belum mengetahui alternatif pupuk kimia. Limbah feses dari sapi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif tambahan pendapatan bagi para peternak dan petani dengan cara menjadikan feses sebagai bahan pembuatan pupuk yang dikombinasikan dengan limbah pertanian seperti jerami padi dan daun singkong sehingga menjadi produk pupuk organik yang menyuburkan lahan pertanian melalui metode penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Bentuk evaluasi yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah a) evaluasi awal, b) evaluasi proses, dan c) evaluasi akhir untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 23 orang anggota Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bahwa tingkat pengetahuan peternak sebelum pelaksanaan adalah 45,50% kemudian meningkat menjadi 94,30% setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah feses ternak dan limbah pertanian sebagai bahan baku potensial pupuk organik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 48,80% yang termasuk dalam kategori tinggi.
Sosialisasi Budidaya Pisang Tepat Guna Di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran Ardian, Ardian; Setiawan, Kukuh; Kamal, Muhammad; Setiawan, Wawan A; Yelli, Fitri; Hadi, Muhammad Syamsul; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8911

Abstract

Salah satu sentra produksi pisang terbesar di Pesawaran ialah Way Ratai.  Di tahun 2021, produksi pisang yang dihasilkan dari kecamatan ini telah mencapai 76.638,7 ton atau mencapai 20,91% dari total Produksi di Kabupaten Pesawaran. Kegiatan penanaman pisang telah berkembang secara cepat seiiring dengan semakin banyaknya permintaan buah segar pisang, serta harga jual pisang yang cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Tanpa diimbangi dengan input serta teknik budidaya yang memadai, kegiatan pengusahaan tanaman pisang secara intensif akan banyak menguras sumberdaya tanah, baik berupa hara esensial (makro maupun mikro), bahkan juga kadang cenderung merusak struktur tanah seperti terjadinya pengerasan tanah akibat pemupukan anorganik secara intensif.  Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada petani pisang tentang pentingnya pemberian bahan organik,  kapur/dolomit dan Kalium di pertanaman pisang mereka dan menjawab permasalahan mengenai budidaya pisang di lahan mereka
Pelatihan Sistem Budidaya Tanaman Kakao Secara Berkelanjutan Pada Kelompok Tani Rukun Tani Dusun Karang Tani, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan Sugiatno, Sugiatno; Evizal, Rusdi; Susanto, Herry; Sembodo, Dad R. J.; Nurmauli, Niar
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8912

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu penghasil biji kakao di Indonesia  yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat (pekebun). Produktivitas kebun kakao di Lampung khususnya di Dusun Karang Tani semakin lama semakin menurun, hal tersebut karena petani kakao yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Tani  belum mengelola lahan kakaonya dengan baik.  Kondisi lahan kakao di Dusun Karang Tani merupakan lahan berpasir dengan jenis tanah podsolik merah kuning yang rentan terhadap degradasi lahan.  Untuk mengelola lahan tersebut petani perlu dibekali pengetahuan bagaimana mengelola lahan kakao yang benar agar lahan tetap produktif.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani di Dusun Karang Tani tentang sistem budidaya kakao secara berkelanjutan.  Kegiatan dilaksanakan di Dusun Karang Tani, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan yang berlangsung mulai bulan Juli hingga November 2019. Kegiatan dilakukan dengan metode tatap muka di dalam ruangan dan demontrasi di lahan.  Materi kegiatan tatap muka meliputi  sistem budidaya kakao berkelanjutan, pengelolaan nutrisi tanaman, pola tanam sistem pertanian berkelanjutan, konservasi tanah, dan pengelolaan hama dan penyakit terpadu.  Kegiatan dievaluasi melalui evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir.  Evaluasi awal dan evaluasi akhir dilakukan dengan menggunakan lembar daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelatihan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) Sebelum dilakukan pelatihan, tingkat pengetahun petani peserta terhadap sistem budidaya kakao secara berkelanjutan masih rendah (nilai  rata-rata 28,5), terutama pada pemahaman materi konservasi tanah di  kebun kakao (nilai 22,5) dan materi pengelolaan nutrisi tanaman dan pemupukan (nilai 27,5); (2) Pada saat kegiatan pelatihanberlangsung, tanggapan petani pesertan terhadap materi pelatihan sangat baik, peserta aktif bertanya terhadap materi yang belum jelas, dan aktivitas peserta baik yang ditunjukkan denga tingkat kehadiran yang tinggi; (3) Setelah dilakukan pelatihan, pengetahuan petani Dusun Karang Tani terhadap sistem budidaya kakao secara berkelanjutan meningkat  hingga kategori tinggi (nilai 74,9) atau dengan kenaikan 162,8%, kenaikan tingkat pengetahuan tertinggi terjadi pada materi teknik konservasi tanah di lahan kakao (211,1%) dan pengelolaan nutrisi tanaman dan pemupukan (200%).
Sosialisasi Pembuatan Tas Ramah Lingkungan Ecoprint di Desa Mulyo Harjo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung Manik, Tumiar Katarina; Setiawan, Wawan A; Setiawan, Kukuh; Ardian, Ardian; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8913

Abstract

Ecoprint adalah teknik pencetakan dengan menggunakan pewarna alami dari bahan organik, seperti daun, bunga, atau kulit buah. Ecoprint sering kali digunakan dalam pembuatan kain untuk produk-produk ramah lingkungan dan berkelanjutan karena menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi penggunaan pewarna kimia. Teknik ini juga dianggap sebagai cara yang kreatif dan indah untuk menghasilkan desain tekstil yang unik dan organik. Artikel ini berusaha memaparkan dan memberi sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan, meliputi bahan dan alat, metode (pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar ecoprint, termasuk pemilihan bahan organik, teknik pencetakan, dan proses fiksasi warna), hasil, dan manfaatnya terhadap Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mulyo Harjo. Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif untuk menjelaskan sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan ecoprint di Desa Mulyo Harjo. Hasil dari sosialisasi ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam menggunakan teknik ecoprint untuk menghasilkan tas yang unik dan berkelanjutan secara lingkungan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Artikel ini juga berkontribusi dalam pengimplementasian poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs).
Pembinaan Wawasan Ekonomi Berkelanjutan Bagi Masyarakat Pekon Kiluan Negeri Damai, Abdullah Aman; Saleh, Yuliana; Afrianti, Nur Afni; Damayanti, Inggar; Yuliana, Darma; Diantari, Rara
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8915

Abstract

Untuk mengembangkan potensi pariwisata di Pekon Teluk Kiluan, masyarakat perlu meningkatkan promosi Kawasan Teluk Kiluan dengan memperhatikan aspek potensi lokal, lingkungan, dan keberlanjutan. Penting juga bagi mereka untuk memahami rencana pengembangan Pekon agar pembangunan dapat berkelanjutan. Selain itu, diperlukan upaya pengembangan seluruh potensi yang dimiliki oleh Pekon Kiluan Negeri guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, aparatur Pekon Kiluan Negeri, pengelola wisata, dan masyarakat perlu meningkatkan kapasitasnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola wisata tentang layanan wisata berkelanjutan dan rencana pengembangan Pekon Kiluan Negeri, sambil meningkatkan promosi dengan mempertimbangkan aspek lokal, lingkungan, dan keberlanjutan. Dilaksanakan di Pekon Kiluan Negeri, kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi/sharing dan FGD yang berjalan lancar sesuai rencana. Melalui kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang wawasan ekonomi berkelanjutan, menegaskan pentingnya partisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata. Dengan demikian, kegiatan pengabdian menjadi langkah penting dalam memperkuat potensi dan keberlanjutan Pekon Kiluan Negeri sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas.
PENERAPAN PROGRAM RUMAH SAYUR SEBAGAI SARANAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DENGAN POLYBAG SEBAGAI MEDIA TANAM Rusdian, Danang; Fatin, Rifdah Kamila; Komala, Latifah; Kristiani, Rini; Alfarobi, Muharram; Anggraeni, Ranesya Eka; Anjani, Sepia Tri; Widyastuti, RA Diana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.8960

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan di Indonesia pada dasarnya juga diikuti dengan beragamnya potensi pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan, termasuk di antaranya tanaman pangan. Dalam kegiatan pengabdian kami di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesui, kami mengadakan suatu program kegiatan yang diadakan sebagai upaya peningkatan kemandirian pangan bagi masyarakat setempat dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk budidaya tanaman sayuran yaitu sosialisasi rumah sayur. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahan yaitu sosialisasi pemberian materi secara teoritik mengenai budidaya tanaman sayur, selanjutnya diskusi bersama dan pemberian media tanam berupa polybag dan beberapa jenis bibit tanaman sayur, dan yang terakhir adalah evaluasi terhadap perkembangan tanaman sayur yang ditanam dirumah masing-masing ibu-ibu PKK. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan berdiskusi dengan ibu-ibu PKK agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman sayur menggunakan media tanam Polybag.  Harapannya hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Rejo Mulyo sudah mengetahui teknik budidayanya tanaman sayuran untuk menanam sayuran di pekarangan rumahnya.
Sosialisasi Dampak Perubahan Iklim Bagi Masyarakat Pesisir: Desa Kelawi dan Desa Maja, Kabupaten Lampung Selatan Manik, Tumiar Katarina; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.8966

Abstract

Perubahan iklim mengacu pada perubahan kondisi iklim rata-rata di suatu lokasi, atau perubahannya yang signifikan secara statistik, selama periode waktu yang lama. Propinsi Lampung termasuk wilayah yang memiliki daerah pesisir yang kuas.  Panjang garis pantai Provinsi Lampung lebih kurang 1.105 km, yang membentuk 4 (empat) wilayah pesisir. Perubahan iklim telah menyebabkan kehidupan masyarakat pesisir, yang terdiri dari nelayan, petambak ikan, dan pekerja menjadi tidak stabil secara ekonomi; karena itu di perlukan sisialisasi agar masyarakat dan pemerintah setempat memahami dampak perubahan iklim bagi wilayah mereka.  Sosialisasi berisi paparan kondisi iklim setempat sekarang dan dalam tahun 2040 sesuai skenario perubahan iklim.  Peserta memahami gejala perubahan iklim yang dirasakan terlihat dari berbedanya nilai dalam pre test dan post test tapi belum sepenuhnya memahami.  Diperlukan kajian lanjutan untuk menilai apakah masyarakat desa ini tahan atau rentan terhadap bencana yang mungkin timbul akibat perubahan iklim
PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN BUMDes MELALUI POTENSI EKONOMI LOKAL DI DESA REJO AGUNG KECAMATAN TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN Sumaryo, Sumaryo; Haryono, Dwi; Soepraktikno, Serly Silviyanti; Syafani, Tyas Sekartiara
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9023

Abstract

Desa Rejo Agung  memiliki lokasi geografis yang strategis sehingga mudah di akses serta mayoritas masyarakat bekerja di sektor petanian.  Namun, memiliki lokasi yang strategis dan potensi yang memadai tidak menjamin ekonomi masyarakat yang sejahtera. Kegiatan usaha BUMDes Rejo Agung belum mampu mengoptimalkan PAD Desa dan ekonomi masyarakat.  Secara umum, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji potensi desa dan kendala perkembangan usaha. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan aparat desa mengenai prinsip-prinsip, permodalan, manajemen usaha serta peran serta masyarakat dalam mengembangkan BUMDes di Desa Rejo Agung. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan dan diskusi. Pelatihan dilakukan Februari 2023 di Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.  Secara umum, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai prinsip, manajemen usaha, dan akses permodalan bagi BUMDes. Akses terhadap permodalan perlu ditingkatkan dengan pendampingan.  Pemerintah dan pihak terkait dapat membantu desa melalui pengelolaan BUMDes untuk mencapai potensi ekonominya yang penuh, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan desa-desa yang lebih mandiri secara ekonomi.