cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN HEALTHY NUGGET SEBAGAI PEMBERDAYA KEWIRAUSAHAAN DAN KETERAMPILAN WARGA Helmie, Jauhar; Putri, Meilany Mutiara
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.20443

Abstract

Nugget merupakan makanan bergizi yang terbuat dari ayam dan digemari oleh semua kalangan. Bahan bakunya pun dapat dimodifikasi dengan ditambahkan sayur-sayuran seperti wortel. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat anak-anak yang tidak menyukai sayur-sayuran. Program kerja ini difokuskan untuk ibu-ibu karena mereka penyedia makanan keluarga yang harus mengetahui cara mengolah makanan yang sehat namun tetap praktis dan ekonomis. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang dapat meningkatkan pendapatan serta keterampilan ibu-ibu di desa Cijedil melalui pelatihan pembuatan Healthy Nugget. Metode pelaksanaan dalam program ini adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah pengetahuan, kemampuan untuk mengolah dan memasarkan Healthy Nugget meningkat yang awalnya hanya 14% menjadi 90%. Hal tersebut dapat dilihat dari survei awal dan survei akhir yang dilakukan sebelum dan sesudah sosialisasi dan pelatihan. Selain itu, keuntungan yang diperoleh setelah pendampingan meningkat yang awalnya 23% menjadi 532%.
PELATIHAN PARAFRASE UNTUK PENCEGAHAN PLAGIASI PADA PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA Herman Lawelai; Anwar Sadat; Ansar Suherman; Harry Fajar Maulana; Asrul Nazar
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu mahasiswa memanfaatkan Aplikasi Parafrase diperlukan saat menulis artikel ilmiah untuk menghindari plagiarisme. Akibatnya, ini penting untuk semua mahasiswa. Namun, mahasiswa semester tujuh di Universitas Muhammadiyah Buton belum menguasai pendekatan parafrase yang tepat. Bakat ini dapat dikembangkan dengan membaca terus-menerus atau melalui penggunaan aplikasi internet gratis atau komersial. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian melalui penyebaran angket kepada mahasiswa atas kegiatan yang telah diselesaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Buton. Kegiatan ini dilakukan dengan menyediakan alat parafrase untuk membantu mahasiswa dalam mengurangi plagiarisme; Namun demikian, alat-alat tersebut harus dibaca ulang oleh mahasiswa agar makna dari artikel yang dikutip tetap konsisten. Menurut hasil survei yang didistribusikan melalui Google Form, 6,6 persen mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak dapat menggunakan perangkat lunak parafrase yang diajarkan selama layanan, sementara 93,4 persen menyatakan bahwa mereka dapat menggunakan program parafrase yang diajarkan. Kata kunci: Aplikasi; Parafrase; Plagiarisme; Karya Tulis Ilmiah. ABSTRACTThe purpose of this service is to help students take advantage of the necessary Paraphrasing Application when writing scientific articles to avoid plagiarism. Consequently, it is important for all students. However, the seventh semester students at the Muhammadiyah University of Buton have not mastered the right paraphrasing approach. This talent can be developed by constant reading or through the use of free or commercial internet applications. This activity is carried out in three stages, namely planning, implementation, and assessment through distributing questionnaires to students on the activities that have been completed. This community service activity took place at the Muhammadiyah University of Buton. This activity is carried out by providing a paraphrasing tool to assist students in reducing plagiarism; However, these tools must be re-read by students so that the meaning of the quoted articles remains consistent. According to the results of a survey distributed via Google Forms, 6.6 percent of students indicated that they were unable to use the taught paraphrasing software during the service, while 93.4 percent stated that they could use the taught paraphrasing program. Keywords: Application; Paraphrasing; plagiarism; Scientific papers.
ATASI STUNTING DENGAN BERHEMAT (BERIKAN MP-ASI SEHAT DAN TEPAT DI DESA AIKMEL BARAT Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; Amalia, Rizkia; WD, Siti Mardiyah; Adiputri, Ni Wayan Ari; Arieska, Risa; Diliana, Evi; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Makmun, Indriyani; Amini, Aulia
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.17715

Abstract

ABSTRAK                                                                                                          Anak berisiko mengalami stunting setelah usia 6 bulan. ASI saja tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan gizi dan pemberian makanan tambahan (MPASI) harus dimulai. Setelah usia 6 bulan, semua anak membutuhkan makanan lunak bergizi yang sering disebut makanan pendamping ASI (MPASI). MP-ASI  adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak usia 6 sampai 24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. MP-ASI merupakan makanan transisi dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap dalam bentuk dan jumlah yang sesuai dengan daya cerna anak. Anak harus menerima makanan tambahan (MPASI) untuk mencegah malnutrisi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan orangtua terkait dengan stunting. Lokasi pengabdian di Desa Aikmel Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh orangtua yang memiliki balita sejumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan orang tua dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 50 % (10 orang) meningkat menjadi kategori pengetahuan baik sebesar 80 % (16 orang) pada saat posttest. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan; Stunting; MP-ASI. ABSTRACT Children are at risk for stunting after 6 months of age. Breast milk alone is not enough to meet all nutritional needs and complementary feeding (MPASI) must be started. After the age of 6 months, all children need nutritious soft foods which are often called complementary foods (MPASI). MP-ASI is food or drink containing nutrients that is given to children aged 6 to 24 months to meet nutritional needs other than breast milk. MP-ASI is a transitional food from breast milk to family food. The introduction and administration of complementary foods should be done gradually in a form and amount that is in accordance with the child's digestibility. Children must receive complementary foods (MPASI) to prevent malnutrition. The purpose of this community service is to increase parental knowledge regarding stunting. The location of the service is in West Aikmel Village. The method used in this activity is the lecture method, giving leaflets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subject of this community service is all parents who have toddlers totaling 20 people. The instruments used were power points, leaflets and questionnaires. The results of the pretest and posttest from the activities carried out can be seen that there was an increase in parents' knowledge from the pretest score in the poor category of 50% (10 people) increasing to the good knowledge category of 80% (16 people) at the time of the posttest. Keywords: Health Education; Stunting; MP-ASI.
PENDAMPINGAN MAJELIS TA’LIM MUSLIMAH GRAHA CENDANA TERKAIT FIQIH THAHAROH Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani; Baiq Ida Astini; M Musfiatul Wardi
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam setiap kitab fiqh, menunjukkan betapa pentingnya kebersihan atau kesucian dalam Islam. Seseorang tidak memenuhi syarat untuk beribadah saat ia memiliki hadats. Ia pun tidak dapat beribadah saat pakaian atau tempat dilaksanakannya peribadahan terkena najis. Seringkali dikeluhkan oleh banyak orang tentang kebersihan, tidak terkecuali ditengah masyarakat yang beridentitas Islam. Islam diakui sangat memperhatikan kebersihan. Tetapi hal yang sangat sederhana ini dalam banyak kasus belum bisa dijalankan secara baik. Banyak tempat ibadah, lembaga pendidikan, tempat-tempat pelayanan umum yang nampaknya masih belum memperhatikan dan mengutamakan perawatan kebersihan ini. Maka pengabdian ini bertujuan mengarahkan dan mendampingi ibu-ibu Majelis Ta’lim Graha Cendana bagaimana cara bersuci yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, sehingga tidak terjadi keraguan dalam hati setiap muslim terkait apa sudah benar atau belum dengan cara atau langkah bersuci yang diterapkan selama ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini  adalah ceramah          yaitu memberikan suatu informasi melalui pendengaran peserta majelis ta’lim, peserta dapat memahami apa yang disampaikan oleh Ustadzah Nenah Nurhasanah dengan cara mendengarkan apa yang telah Ia ucapkan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah ibu-ibu Majelis Ta’lim Graha Cendana dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara bersuci yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, serta mengevaluasi hasil teori dan praktek yang telah dilaksanakan pasca praktek untuk memastikan ilmu yang disampaikan telah difahami dengan baik dan siap untuk diamalkan dalam kegiatan sehari-hari. Islam adalah agama yang sangat mengutamakan kesucian dan kebersihan, baik lahir maupun batin. Semua ibadah yang berasaskan Islam bahkan tidak sah dilakukan seseorang dalam keadaan kotor jiwa dan raganya. Kata kunci: Pendampingan, Majelis Ta’lim, Fiqih Thaharoh.                                                             ABSTRACTIn every fiqh book, it shows how important cleanliness or purity is in Islam. A person is not eligible for worship when he has hadats. He also cannot pray when his clothes or the place where the worship is held is unclean. Many people often complain about cleanliness, including those in a society with an Islamic identity. Islam is recognized to pay great attention to cleanliness. But this very simple thing in many cases can not be executed properly. Many places of worship, educational institutions, public service places seem to still not pay attention to and prioritize this cleaning. So this dedication aims to direct and assist the women of the Graha Cendana Ta'lim Assembly on how to purify properly in accordance with the guidance of Rasulullah SAW, so that there is no doubt in the heart of every Muslim regarding whether or not the method or steps of purification that have been applied so far are correct or not. The method used in this service is lectures, namely providing information through hearing the participants in the ta'lim assembly, participants can understand what Ustadzah Nenah Nurhasanah is saying by listening to what she has said. The results achieved from this activity were that the women of the Graha Cendana Ta'lim Assembly could increase their knowledge about proper and correct methods of purification in accordance with the guidance of the Prophet Muhammad, as well as evaluate the results of theory and practice that had been carried out post-practice to ensure that the knowledge conveyed was understood. properly and ready to be practiced in daily activities. Islam is a religion that prioritizes purity and cleanliness, both physically and spiritually. All worship that is based on Islam is not even valid for someone to do in a dirty state of mind and body. Keywords: Assistance, Ta'lim Counter, Thaharoh Guidance
PILOT PROJECT BERBASIS MOTIVASI DIRI DALAM MEMINIMALISIR ANGKA PERNIKAHAN ANAK DI SMP Humaira - Humaira; Isnaini Isnaini; Ilham Ilham; Muslimin Muslimin; Akhmad Akhmad
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pernikahan anak adalah salah satu faktor pemicu tingginya angka KDRT dan perceraian, sekaligus sebagai penyumbang angka pengangguran dan TKW paling tinggi, terutama di Lombok. Program pengabdian ini bertujuan melakukan pendekatan akademis dan emosional dengan masyarakat melalui penyuluhan dan sosialisasi bahaya pernikahan anak kepada siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MTs Al-Ishlahussibiyan Gunungsari dengan melibatkan Kepala Sekolah, Mahasiswa KKN kelompok 19 sebanyak 10 orang dan anggota penyusun pengabdian pada masyarakat 1 orang. Pengabdian dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi terkait bahaya pernikahan anak, terutama untuk anak perempuan. Kemudian dilanjutkan dengan FGD dan kampanye pencegahan pernikahan anak. Hasil wawancara dan juga questionnaire yang diedarkan kepada 21 anak menunjukkan bahwa mereka mendapatkan manfaat dari presentasi diskusi terkait dampak negative pernikahan anak, mereka memiliki pandangan baru tentang masa depan dan cita-cita pribadi ketika menyaksikan beberapa video yang diputar peneliti. Video-video tersebut berisi motivasi-motivasi pendidikan yang sangat bagus untuk anak. Ada 2 video yang diputar pada kesempatan tersebut, kedua video tersebut berdurasi 15 menit dengan konten yang sangat menginspirasi. Anak-anak mengaku mendapatkan banyak hal yang positif terkait masalah ekonomi maupun social yang selama ini menjadi kendala dalam kehidupan mereka. Kata kunci: Pernikahan Anak; Pilot Project; Motivasi Diri ABSTRACT Child marriage is one of the main causes of the high divorce and domestic violence rates, as well as the biggest factor in Lombok's unemployment and TKW rates. Through counseling and education of adolescents on the risks of child marriage, this service initiative seeks to adopt an academic and emotional approach with the community. This service conducted at MTs Al-Ishlahussibiyan Gunungsari, involved the principal, 10 KKN students from group 19, 1 member and students. This service was done through counseling and socialization in terms of child marriage, specially it is bad impact to the girls. Then, it was followed up in the form of FGD and preventing child marriage campaign massively. The findings from interviews and a questionnaire given to 21 kids revealed that they gained knowledge from the discussion presentations on the consequences of child marriage and that seeing many movies performed by researchers changed their perspectives on the future and their own personal objectives. These videos offer kids some excellent educational inspiration. The two 15-minute videos with incredibly motivational content were played. The kids acknowledged that while facing obstacles in their life due to economic and societal issues, they had gained a lot of benefits.Keywords: Child Marriage; Pilot Project; Self-Motivation
SOSIALISASI BUDIDAYA TANAMAN GULMA APU-APU (PISTIA STRATIOTES L.) SEBAGAI AGEN TERAPI OBAT Hendriyani, Irmatika; Ittiqo, Dzun Hariyadi; Fitriana, Yuli
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.20355

Abstract

ABSTRAK Di wilayah Lombok Nusa tenggara Barat tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) masih dikenal sebagai gulma atau tanaman hama dikalangan para petani sebab dianggap mengganggu hasil dari pertanian. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) sebagai agen terapi obat, dikarenakan tumbuhan apu-apu (Pistia Stratiotes L) mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, saponin, tanin, steroid, dan juga alkaloid. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, dengan melibatkan beberapa mahasiswa dan perangkat desa Bug-bug  setempat sebagai mitra, dan beberapa warga desa yang dengan berbagai latar belakang. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dari tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.), masyarakat dapat menerapkan ilmu serta dapat memandang sisi positif dari tanaman gulma tersebut, sehingga beberapa diantaranya tergerak untuk membudidayakan tanaman tersebut untuk pemanfaatan dalam bidang farmasi. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap tanaman gulma dalam hal ini apu-apu. Keuntungan dari sosialisasi dan edukasi ini juga memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, untuk dapat bermitra dengan para peneliti dalam pemanfaatan tanaman gulma sebagai TOGA. Kata kunci: Gulma; Apu-apu; Tanaman obat Keluarga. ABSTRACTIn the Lombok region, West Nusa Tenggara, the apu-apu plant (Pistia stratiotes L.) is still known as a weed or pest plant among farmers because it is considered to disrupt agricultural results. The aim of this service is to provide education to the public regarding the use of the apu-apu plant (Pistia stratiotes L.) as a drug therapy agent, because the apu-apu plant (Pistia Stratiotes L) contains secondary metabolite compounds such as flavonoids, phenols, saponins, tannins, steroids, and also alkaloids. The activities were carried out through socialization, involving several students and local Bug-bug village officials as partners, and several village residents from various backgrounds. By providing outreach and education to the public about the benefits of the apu-apu plant (Pistia stratiotes L.), the public can apply knowledge and see the positive side of this weed plant, so that some of them are moved to cultivate this plant for use in the pharmaceutical field. With this socialization and education, it can change the community's paradigm towards weed plants, in this case apu-apu. The benefits of this outreach and education also provide employment opportunities for local communities, to be able to partner with researchers in using weed plants as TOGA. Keywords: Gulma; Apu-apu; Herbal
OPTIMALISASI KOMPETENSI SOSIAL-EMOSIONAL SISWA TERDAMPAK GEMPA DI SDN CIBULAKAN (CIANJUR) MELALUI PROGRAM SICITA Vina Nurviyani; Eneng Fitri Amalia; Dinni Nurfajrin Ningsih; Asep Ramdan Afriyuandi; Jauhar Helmie
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada tanggal 21 November 2022, gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi di Kab.Cianjur, Jawa Barat SDN Cibulakan merupakan salah satu sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur yang terkena dampak gempa Cianjur cukup parah. Pasca gempa Cianjur, banyak siswa SDN Cibulakan yang murung, tidak percaya diri dan tidak mau belajar di tenda sekolah darurat. Merujuk pada situasi tersebut, pendampingan pengajaran yang direalisasikan melalui kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional yang dikenal sebagai program SICITA (Siswa Cibulakan Tangguh) merupakan salah satu solusinya. Program SICITA ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi social-emosional siswa SDN Cibulakan pasca gempa bumi Cianjur. Program SICITA tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu: 1) persiapan program SICITA, 2) implementasi program SICITA, 3) evaluasi program SICITA. Melalui observasi selama program SICITA berlangsung (7 pertemuan) serta melalui wawancara terhadap sejumlah siswa, data dianalisis untuk mengeksplorasi capaian kompetensi social-emosional siswa melalui program SICITA tersebut. Setelah program SICITA diselenggarakan, hasil temuan menunjukan bahwa 80% dari seluruh jumlah siswa memiliki kondisi mental yang lebih baik dan penguasaan kompetensi social-emosional yang lebih optimal. Kini, banyak siswa yang memiliki semangat untuk belajar meskipun belajarnya di tenda darurat, banyak siswa yang tampil lebih percaya diri dan mandiri saat proses pembelajran di kelas, juga saat bermain dengan teman-temannya, banyak siswa yang kini punya mimpi dan mau berusaha untuk meraih cita-citanya meskipun mereka tidak punya rumah atau orangtuanya meninggal akibat gempa bumi Cianjur. Namun 10% dari seluruh siswa yang masih membutuhkan bimbingan lanjutan karena emosinya belum stabil. Kata kunci: program SICITA, kompetensi sosial-emosional siswa.ABSTRACTOn November 21, 2022, an earthquake with a magnitude of 5.6 occurred in Cianjur Regency, West Java. SDN Cibulakan is ane of elementary schools located in Cugenang District, Cianjur Regency which was badly affected by the Cianjur earthquake. After the Cianjur earthquake, many students of Cibulakan Elementary School were insecure, unconfident and did not want to study in the emergency school tents. Referring to this situation, teaching assistance realized through social-emotional competency-based learning activities known as the SICITA program (Cibulakan Tangguh Students) is one of the solutions. The SICITA program aims to optimize the social-emotional competencies of Cibulakan Elementary School students after the Cianjur earthquake. The program is carried out through three stages: 1) SICITA program preparation, 2) SICITA program implementation, and 3) SICITA program evaluation. The data were gained and analyzed to investigate the achievements of the SICITA program through observation during the SICITA program (7 meetings) and interviews posed to several students. Having conducted the SICITA program, the results indicate that 80% of the total number of students of Cibulakan own better mental conditions and master social-emotional competencies optimally. Now, many students are willing to learn even though they study in an emergency tent; many students are more confident and independent during the learning processes in the tent as well as when playing with their friends; many students build their dreams and are willing to study hard to achieve their goals even though they do not have a home, or their parents died as a result of the Cianjur earthquake. However, 10% of all students still need further guidance because of unstable emotions. Keywords: SICITA program, sosial-emosional competencies
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO REPRODUKSI REMAJA Tarsikah Tarsikah; Retno M Syamsiyah; Lutfia Salsabilla; Nurul Hidayati Hidayati
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rasa keingintahuan yang besar pada diri remaja, akan memunculkan dorongan perilaku seperti orang dewasa, sehingga berpotensi melakukan perilaku kesehatan yang berisiko. Pemberian pendidikan kesehatan  dan konseling sangat dibutuhkan untuk  mencegah perilaku seksual dan perilaku berisiko lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja usia 14-15 tahun tentang kesehatan reproduksi remaja. Metode pelaksanaan menggunakan  pendekatan edukatif , dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media yang digunakan adalah ppt, video pembelajaran dan  spinner education.  Mitra kegiatan adalah SMPN 2 Tumpang Kabupaten Malang, dengan sasaran 20 orang remaja putri usia 14-15 tahun. Evaluasi kognitif dilakukan dengan soal pre dan post test  dan keaktifan peserta dalam merespon dan menjawab  pertanyaan pemateri. Hasil  kegiatan didapatkan skor rata rata nilai pre test 83, setelah dilakukan edukasi rata rata 92.  Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti oleh sekolah berupa kegiatan rutin pemberian edukasi melalui usaha kesehatan sekolah (UKS) dan siswi yang telah mendapatkan edukasi diharapkan bisa meneruskan informasi tersebut kepada teman sebayanya.Kata kunci: edukasi; kesehatan reproduksi, remaja. ABSTRACTA great sense of curiosity in adolescents, will encourage behavior like adults, so that they have the potential to carry out risky health behaviors. The provision of health education and counseling is urgently needed to prevent sexual behavior and other risky behaviors. The purpose of this community service activity is to provide education to increase the knowledge of adolescents aged 14-15 years about adolescent reproductive health. The implementation method uses an  educational approach, with the lecture method, question and answer and discussion. The media used are ppt, learning videos and spinner education. The activity partner is SMPN 2 Tumpang, Malang Regency, with a target of 20 adolensence  aged 14-15 years. Cognitive evaluation was carried out with pre and post test questions and the activeness of participants in responding to and answering questions from the presenters. The results of the activity obtained an average pre-test score of 83, after education an average of 92. This activity needs to be followed up by the school in the form of routine educational activities through the School Health  and students who have received education are expected to be able to pass on the information to their peers. . Keywords: education; health reproduction, adolescent
MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT DESA TENIGA AKAN PENTINGNYA LINGKUNGAN SEHAT DAN BERSIH Yusuf, Dedi; Supriyadi, Supriyadi; Ismail, Hijril; Ilham, Ilham; Hidayati, Hidayati; Kadir, Abdul; Edi, Edi; Lukman, Lukman; Ariyani, Etika
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.21140

Abstract

ABSTRAKKebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat. Lingkungan yang sehat mencerminkan kualitas hidup masyarakat dan menjamin terjaganya kesehatan setiap individu. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan di daerah ini adalah pencemaran lingkungan, yaitu sampah organik dan anorganik berupa limbah rumah tangga yang dapat merusak kebersihan lingkungan. Adapun tujuan pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan  kepedulian  masyarakat Desa teniga terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan pelaksanaan sosialisasi perihal pemilahan sampah yang tepat. Aksi lapangan diataranya dengan kegiatan pembagian plastik sampah sebagai wadah sementara yang di bagikam di rumah rumah masyarakat Desa Teniga, memonitoring tiga kali dalam satu minggu guna mengetahui masyarat telah tepat dalam pemilahan sampah. Pemilahan sampah organik dan Anorganik memanfaatkan sampah menjadi bahan kreasi atau kerajinan tangan untuk sampah anorganik dan Pembuatan gumelang  untuk proses pembuatan kompos bagi sampah organik. Mengajak masyarakat gotong royong bersama membersihkan lingkungan di sekitar desa teniga. Kegiatan pengabdian dapat terlaksana dengan baik atas dukungan antusias dan kontribusi dari masyarakat di Desa Teniga.Kata Kunci: Kesadaran, Masyarakat,bersih  ABSTRACT Environmental cleanliness is the responsibility of every citizen. A healthy environment reflects the quality of life of society and ensures the maintenance of the health of each individual. This community service program was carried out in Teniga Village, Tanjung District, North Lombok Regency. One of the problems that needs to be considered in this area is environmental pollution, namely organic and inorganic waste in the form of household waste which can damage environmental cleanliness. The aim of this service is to increase the awareness of the Teniga Village community regarding the importance of environmental cleanliness and health. The method used in this service is by carrying out socialization regarding proper waste sorting. Field actions include distributing plastic waste as temporary containers which are distributed in the homes of the people of Teniga Village, monitoring three times a week to find out if the community is correct in sorting waste. Sorting organic and inorganic waste, using waste to make creative materials or handicrafts for inorganic waste and making gumelang for the process of making compost for organic waste. Inviting the community to work together to clean the environment around Teniga village. Community service activities can be carried out well with enthusiastic support and contributions from the community in Teniga Village. Keywords: Awareness, society,clean
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN UNORGANIK YANG DIHASILKAN OLEH KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani
Journal of Community Empowerment Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, terletak di Jalan K.H.Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Masih banyaknya warga civitas akademik UMMAT yang Kesadaran dan kepedulian untuk menangani masalah sampah terlihat masih sangat kurang. Kebiasaan membakar sampah masih mendarah daging di para petugas kebersihan dalam menangani permasalahan sampah. Disamping itu dengan membakar sampah dirasa oleh para petugas kebersihan adalah cara yang paling cepat dalam menangani permasalahan tersebut. Maka pengabdian ini bertujuan membangkitkan kesadaran warga civitas akademik UMMAT agar lebih pedulu akan lingkungan kampus, sehingga mampu merubah kampus menjadi kampus hijau.  metode yang di gunakan adalah SOS (sort out, saved) yang dimaksudkan disini guna mempermudah dalam mengingat konsep 3R (reduce, reuse, recycle), meliputi pemilahan sampah, lalu dikumpulkan dan ditabung yang output-nya diharapakan dapat menciptakan lingkungan bebas sampah. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah kesadaran para petugas kebersihan mulai memahami pentingnya mengelola sampah. Karena bukannya akan membantu melestarikan lingkungan tetapi juga dapat membantu perekonomian warga dengan adanya pelatihan mengenai kreasi-kreasi yang dapat dibuat dari sampah dan memiliki nilai jual. Juga dengan adanya pengadaan tempat sampah di Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, mahasiswa dan para petugas kebersihan dapat melakukan kegiatan nyata dalam pengelolaan sampah dengan cara pemilahan sampah, baik organik maupun non organik.  Kata kunci: Pengelolaan Sampah, Sampah Organik, Sampah Unorganik. ABSTRACTUniversity of Muhammadiyah Mataram Campus, located on Jalan K.H.Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan Kota Mataram West Nusa Tenggara. There are still many residents of the UMMAT academic community whose awareness and concern for dealing with the waste problem seems to be still very lacking. The habit of burning garbage is still ingrained in the cleaners in dealing with the waste problem. In addition, in addition, the cleaner felt that burning garbage is the fastest way to solve the waste problem. So this service aims to raise awareness of the UMMAT academic community to be more concerned about the campus environment, so that they are able to turn the campus into a green campus. The method used is SOS (sort out, saved) which is intended here to make it easier to remember the 3R concept (reduce, reuse, recycle), which includes sorting waste, then collecting and saving the output of which is expected to create a waste-free environment. The result of this acitivity revealed that the awareness that the awareness of the cleaners begins to understand the importance of managing waste. Because it will not help preserve the environment but it can also help the economy of residents with training on creations that can be made from waste and have a selling point. Also with the procurement of waste bins at the Muhammadiyah Mataram University Campus, students and cleaners can carry out real activities in waste management by sorting waste, both organic and non-organic. Keywords: Waste Management, Organic Waste, Unorganic Waste

Page 2 of 26 | Total Record : 260