cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+6282329058143
Journal Mail Official
lppm@unimus.ac.id
Editorial Address
LPPM Unimus Jl. Kedungmundu Raya No.18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Unimus
ISSN : 26543257     EISSN : 26543168     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Unimus merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Unimus yang diselenggarakan tahunan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 949 Documents
Penyuluhan Upaya Peningkatan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kelompok UMKM Pande Besi Desa Gilangharjo Angge Dhevi Warisaura; Venditias Yudha; Ferriawan Yudhanto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul merupakan sentra UMKM pande besi yang merupakan kearifan lokal daerah tersebut. Para perajin pande besi berada di sekitar Pasar Jodog saat ini berjumlah sekitar 10 pande besi yang masih aktif. Pande Besi memproduksi alat-alat pertanian, alat pertukangan dan senjata tajam yang berbahan utama dari besi dengan cara besi dibakar, ditempa dan dibentuk untuk menghasilkan barang yang lebih mempunyai daya guna tinggi lainnya sesuai dengan pesanan/permintaan konsumen. Produk yang dihasilkan UMKM Pande Besi adalah pisau, arit, golok, cangkul, kampak maupun linggis dan lain-lainnya. Dalam kegiatannya permasalahan yang dihadapi UMKM Pande Besi adalah penanganan manajemen usahanya yang belum memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terutama pada proses penempaan besi. Metode yang digunakan dalam peningkatan budaya K3 adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang K3, cara melaksanakan K3, mengidetifikasi bahaya dan penggunaan APD (AlatPelindung Diri) dengan tepat. Kegiatan yang mendatangkan narasumber Trainer dan Konsultan Bidang K3 Tingkat Nasional ini guna mendukung pemahaman kepada para perajin pande besi Desa Gilangharjo tentang pentingnya mengaplikasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sehinggatercipta kenyamanan dan keamanan dalam bekerja. Dari pelaksanaan program yang telah dilakukan terlihat bahwa pelaku UMKM sangat antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta kepada pemateri.Pemahaman pengetahuan K3, pemahaman penggunaan alat pelindung diri, dam pemahaman perilaku kerja aman oleh peserta penyuluhan mengalami peningkatan seignifikan setelah penyuluhan K3 dilakukan.Kata Kunci : Alat pelindung diri, Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, Pande Besi
Pemberdayaan Remaja Panti Asuhan Yatim Putri Siti Khadijah Melalui Pelatihan Konten Dakwah Berbahasa Inggris dengan Menggunakan Aplikasi Snapseed dan Canva Intan Permata Hapsari; Fatma Hetami; Karina Hanum Luthfia; Christianti Tri Hapsari; Setyarini Setyarini; Fasya Safira Maysarah; Devan Cikal Pramukti; Bintang Priyanto Putri
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan pembatasan kegiatan masyarakatuntukmengurangidampakpenyebaranCovid-19,strategipenyebarandakwahmengalamiperubahan yang signifikan. Dakwah yang dulunya dilakukan di masjid, di tabligh akbar, di radio,ataupun televisi, sekarang mulai bergeser ke media digital seperti website, instagram, Youtube,Twitter, Facebook, atau media digital lainnya. Kenyamanan dalam mengakses dakwah dimanapun,kapanpun, dan oleh siapapun menjadi keunggulan utama dakwah melalui media digital. Kondisi inisangat sesuai dengan pasar pengguna aktif sosial media di Indonesia yaitu sekitar 61, 8% dari totalpopulasi (Hootsuite, 2021).Inovasi penyebaran dakwah melalui media digital dianggap menjadialternatif solusi yang cukup efektif untuk menyasar semua generasi terutama generasi milenial.Dengan jumlah aktif pengguna internet yang mencapai 200 juta jiwa, jumlah konten kreatorYoutube selevel gold di Indonesia masih berkisar 600 channel (Makarim, 2020). Selain itu, kontenkreatif di Indonesia masih berkisar konten terkait prank, tutorial, musik, berita, atau web series.Masih sedikitnya konten kreator yang berfokus pada dakwah, membuka peluang besar bagi generasimillennial untuk mendalaminya. Untuk itu, pengabdian yangberfokus untuk memberdayakanremaja melalui pelatihan pembuatan konten dakwah menggunakan aplikasi terkini seperti Canvadan Snapseed sangat diperlukan. Sasaran program pengabdian ini adalah remaja putri panti asuhanSiti Khadijah, yang masih bersekolah di jenjang SMP dan SMA/SMK. Mereka merupakan gen Z yangsangat familiar dengan penggunaan teknologi informasi namun masih minim mendapat pelatihanpembuatan konten kreatif berbahasa Inggris yang memanfaatkan aplikasi terkini. Pemilihan pesertapelatihan ini didasarkan pada kebutuhan untuk membangun ketahanan generasi bangsa Indonesiamelalui gerakan pemberdayaan perempuan yang memfasilitasi penguatan keterampilan, kolaborasidan kebermanfaatan secara lebih luas. Metode ceramah, cooperative learning, dan group discussiondigunakansebagaimetodepelatihanpembuatankontenkreatifberbahasaInggrisdenganmenggunakanaplikasiCanvadanSnapseed.Denganmemaksimalkanpenggunaanteknologiinformasi, peserta pelatihan menunjukkan respon positif selama proses pelatihan, mereka aktifberusaha untuk dapat menguasai aplikasi dan menghasilkan konten dakwah yang menunjukkanstyle mereka sebagai generasi Z. Walaupun mengalami sedikit kendala teknis seperti koneksi wifiyangkurangstabildandeviceyangkurangmendukung,pesertabertumbuhdarimemahamipenggunaan aplikasi untuk kebutuhan pribadi seperti eksistensi di media sosial menjadi memahamipenggunaan aplikasi untuk kebermanfaatan yang lebih besar yaitu untuk penyebaran dakwah. Daripelatihan yang berfokus pada hasil visual dua dimensi seperti poster atau photo untuk konten 2314dakwah, pelatihan selanjutnya dapat difokuskan untuk memberi pelatihan pembuatan kontenkreatif dakwah yang menghasilkan ceramah generasi milenial berbahasa Inggris.Kata Kunci:pemberdayaan, perempuan, konten dakwah, Snapseed, Canva
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Putus Pakai Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Urip Tri Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk Povinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan. Data Sensus Penduduk2020 berjumlah 36,52 juta jiwa, jumlah tersebut mengalami penambahan sekitar 4,1 juta jiwaberdasarkan SP 2010. Upaya menekan peningkatan jumlah penduduk dengan program keluargaberencana dan kesehatan reproduksi. Persoalannya belum sepenuhnya pasangan usia subur mengikutiprogram keluarga berencana, terlihat masih tingginya peserta KB yang putus pakai. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif. Unit analisis wanita usia subur usia 15-49 tahun sudahmenikah.  Pengambilan sampel secara systematic random sampling pada rumah tangga terpilihselanjutnya wanita usia subur yang ada pada rumah tangga terpilih menjadi sampel dalam penelitianini. Jumlah sampel sebanyak 461 orang. Analisis data secara univariat dan bivariate menggunakan ujistatistik chi square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasilnya karakteristik wanita kawin yang putuspakai alat kontrasepsi berumur > 35 tahun, mereka menikah pada usia diatas 20 tahun, memiliki anak ≤ 2 anak hidup, dari disisi pelayanan KB sebelum pelayanan mereka tidak mendapatkan konselingtentang efek samping /masalah yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi serta tindakanyang harus dilakukan ketika mengalami efek samping, dan ketika ada keluhan mereka tidak memilikiasuransi yang bisa menjamin dalam pembiayaan. Selain itu secara finansial mereka merupakan wanitayang tidak bekerja, pendidikan rendah dan tinggal di perdesaan. Faktor-faktor yang berhubungandengan putus pakaialat kontrasepsi antara lain umur, jumlah anak masih hidup, konseling tentangefek samping/masalah yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi dan tindakan yangharus dilakukan ketika mengalami efek samping/masalah yang mungkin timbul dengan penggunaankontrasepsi. Kata Kunci : Putus Pakai, Alat Kontrasepsi, Wanita Usia Subur, SKAP
Diskriminasi Hukum Pidana Terhadap Ras Kulit Hitam Dalam Novel A Time To Kill Karya John Grisham Endang Mulyani; Sekar Hanifah; Budi Tri Santosa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadilan dalam hukum pidana tidak lah mudah didapat oleh golongan minoritas. Diskriminasimerupakan masalah yang dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Serta kerap kali terjadi padasegelintir golongan minoritas. Kaum negro adalah contoh dari korban diskriminasi ras. PadahalKeadilan tidak boleh memihak atau condong kepada salah satu pihak. Baik dari agama, suku, maupunras seseorang. Semua berhak medapatkan pelayanan hukum yang adil dan juga setara dengan yanglainnya. Sistem hukum pidana harus selalu mendengar suara ketidakadilan tanpa terkecuali. Perlunyauntuk mendengar suara kaum negro yang terwakilkan oleh subaltern dikarenakan pola ketidakadilan sertapenindasan masih terus berlanjut dalam masyarakat. Mengatasi setiap masalah yang ada di masyarakatmenggunakan teori pascakolonial Gayatri Spivak dan perlawanan subaltern dalam novel John Grisham ATime To Kill.  Kata Kunci : Keadilan, Diskriminasi, Ras, Subaltern, Hukum Pidana, negro
Inventarisasi Serangga Terbang (Capung dan Kupu – Kupu) di Resort Tegallega, Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Untuk Pembuatan Media Pembelajaran Pengenalan Satwa Ahmad Rizky Mudzakir; Winda Sulpia; Qori Ainun Astuti; Azzahra Salsabilah; Walidah Awaliah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangga terbang (capung dan kupu – kupu) merupakan satwa yang berperan untuk kelestarianekosistem. Capung dan nifmanya sebagai predator, sedangkan kupu – kupu sebagai polinator alami.Resort Tegallega berperan sebagai sarana pengenalan kekayaan alam dan hutan. Hal ini perludidukung dengan kajian inventarisasi serangga terbang untuk dijadikan bahan pembuatan mediapembelajaran pengenalan satwa. Data dikoleksi menggunakan metode jelajah dan penangkapan secaralangsung dengan 5 kali pengulangan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2021.Analisis data merujuk pada tingkat keanekaragaman jenis, kelimpahan jenis, dan kemerataan jenis.Hasil data lapangan menunjukan ditemukan 376 individu dari 4 jenis capung, 1 famili dan 42 jeniskupu – kupu, 5 famili. Hasil perhitungan menunjukan nilai H’ = 3,633, nilai E = 0,954, dan kelimpahantertinggi untuk jenis Vanessa cardui. Kesimpulan penelitian menunjukan tingkat keanekaragamanjenis serangga terbang tergolong tinggi. Kata Kunci : serangga terbang, TNGGP, media pembelajaran
Karaktersitik Fisik dan Kimia Nugget Daging Itik Terpilih dengan Perlakuan Curing dalam Nanokapsul Jus Kunyit Agus Setiyoko; - Sundari; AnAnastasia Mamilisti Susiati 1
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging itik memiliki beberapa kelemahan, diantaranya rendahnya harga jual, tekstur daging liat serta tingginya kadarlemak pada daging dibandingkan dengan ayam broiler. Kandungan asam lemak tidak jenuh pada daging yang tinggi mengakibatkan  terjadinya off-flavor yg lebih cepat disebabkan karena  proses oksidasi. Berdasarkan uraian tersebutmaka diperlukan diversifikasi olahan dan perlakuan untuk meningkatkan nilai jual dan memperbaiki kualitas dagingitik. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat  fisik dan sifat kimia dari nugget daging itik denganperlakuan curing terpilih. Daging itik yg dipakai asal menurut 10 ekor itik hibrida jantan  dengan kisaran umur 6-8minggu. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial menggunakan faktorvariasi konsentrasi nanokapsul jus kunyit 0%, 1%, 2%, 3%  dan lama waktu curing 0, 5, 10, 20 menit. Parameter yangdianalisa meliputi uji kesukaan daging itik curing metode Hedonic Test. Perlakuan terpilih berdasarkan uji kesukaanselanjutnya dilakukan analisa fisik berupa tekstur (hardness, cohesiveness &  chewiness), analisa kimia mencakup :kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat serta analisa aktivitas antioksidan. Berdarkan hasilpenelitian diperoleh bahwa daging itik hibrida dengan perlakuan terpilih menurut uji kesukaan adalah  dengan curingmenggunakan 2% nanokapsul jus kunyit dengan lama waktu curing selama 5 menit. Nugget terpilih ini mempunyaikarateristik fisik : hardness 175,73 N, cohesiveness 0,61 N,  chewiness 101,83 N,  karaktersitik kimia sebagai berikut: kadar air 46,55 (%bb), kadar abu 1,37 (%bb), kadar protein 17,55 (%bb), kadar lemak 11,24 (%bb), Kadarkarbohidrat by difference 23,29 (%bb) dan aktivitas  antioksidan 5,09  RSA. Kata Kunci : Curing, Itik hibrida, nugget, nanokapsul, jus kunyit
Ketahanan Usaha melalui Pengembangan Diversifikasi Mandiri terhadap Peternak Itik di Kabupaten Karanganyar Wijoyo Wijoyo; Lely Hendarti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Demalang dan Dusun Sawahan merupakan wilayah di Desa Kudu, Kecamatan Baki, KabupatenSukoharjo yang saling berdekatan (1,5 km) serta mempunyai bentuk topografi dan geografi banyak kemiripanterdiri atas dataran sedang, dengan berbagai potensi yang sudah dikembangkan seperti pertanian persawahandan perkebunan, peternakan, perikanan, pertokoan serta perdagangan. Pada profesi peternak warga tersebutbanyak yang memilih ternak itik (bebek). Tetapi akhir-akhir ini para peternak mengeluh utamanya tentangnaiknya harga anak itik (DOD) yang cukup signifikan. Semula harganya Rp. 3.000,00-Rp. 3.500,00/ekormenjadi Rp. 4.000,00-Rp. 4.500,00/ekor (usia 3-7 hari). Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan solusikepada pengusaha kecil (UKM peternak itik) untuk mandiri menyelesaikan masalah ketergantungan pengadaananak itik yang mahal.. Tahapan langkah dimulai dengan melakukan inventarisasi jumlah kebutuhan anak itik,penyiapan materi pelatihan, pengadaan bahan alat, pembuatan dan penyerahan alat penetas, pelatihan penetasantelor dan strategi pemasaran anak itik modern. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan denganterpenuhinya target terhadap mitra melalui pelatihan dan bantuan mesin penetas kapasitas 500 mampu menekankebutuhan anak itik hingga 50%. Apabila mitra usaha membutuhkan 2000 ekor anak itik x Rp. 4.000,00 = Rp.8.000.000,00. Setelah peternak menetaskan telor bibit sendiri dapat dirasakan jauh lebih murah, dimana 1 butirtelur bibit Rp. 2.000,00 maka jika kebutuhan 1000 ekor, peternak cukup menyediakan dana Rp. 4.000.000,00.Jika pengeluaran lain-lain (listrik, jasa) Rp. 1.000.000,00 untuk sekali proses penetasan, maka selisihpengeluaran bisa ditekan hingga Rp. 3.000.000,00. Hasil analisa ini telah menjawab permasalahan peternaksecara praktis, untuk mengedepankan usaha mandiri yang ekonomis.Kata kunci : Diversifikasi, ternak itik, mandiri
Identifikasi dan Analisis Usaha Pasar Rumput Di Wilayah Pembibitan Sapi PO Kebumen Kabupaten Kebumen Nunur Nuraeni; Muhammad Faisal Ismail Aryadi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternak Sapi PO Kebumen tidak hanya bermata pencaharian sebagai peternak, namun juga sebagai petani pedagang, tukang dan pegawai, sehingga tidak semua peternak memiliki waktu mencari pakan untuk ternaknya. Kondisi ini membuat banyaknya pasar rumput bermunculan di wilayah pembibitan Sapi PO Kebumen. Pasar rumput dianggap matapencaharian baru yang menguntungkan. Pasar rumput merupakan pelengkap usaha beternak Sapi PO Kebumen yang berfungsi menyediakan berbagai pakan ternak. Jumlah pasar rumput,jenis komoditas kapan yang diperjualbelikan dan analisis profitabilitas pasar rumput akan menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan cara survei (wawancara) terhadap pemilik pasar rumput yang berada di wilayah pembibitan Sapi PO Kebumen.Jumlah pasar rumput di enam kecamatan Wilayah Pembibitan Sapi PO Kebumen sebanyak 126 pasar rumput. Komoditas pakan yang dijual di pasar rumput terdiri dari : jerami padi, rumput gajah, rumput gajah odot, jerami kacang tanah (rendeng), rumput alam, kangkung dan dedak padi. Pakan yang paling banyak diperjual belikan adalah jerami padi. Rata-ratapendapatan usaha pasar rumput di Wilayah Pembibitan Sapi PO Kebumen sebesar Rp.418,110.39/hari dengan rata-rata Net Profit Margin sebesar 13.11%. Dapat disimpulkan bahwa usaha pasar rumput merupakan usaha yang mudah dijalankan dan menguntungkan.  Kata kunci: pasar rumput, pembibitan, Sapi PO Kebumen
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAN ISOLAT FLAVONOID TEH OOLONG (Camellia sinensis [L.] O. K) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA SECARA IN VITRO Agus Suprijono; Dian Ayu Kusumaningrum; Lia Kusmita
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak etanol dan isolat daun teh oolong (Camellia sinensis [L.] O. K) diduga mengandung senyawa-senyawa fenolik terutama flavonoid. Flavonoid  merupakan salah satu kandungan tanaman terbesar di alam yang dapat berpotensi untuk mengatasi diabetes melitus.Diabetes melitus adalah suatu kelainan metabolik kronik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relative. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui  pengaruh pemberian, ada tidaknya perbedaan aktivitas, serta konsentrasi maksimal ekstrak etanol dan isolatflavonoid daun teh oolong (Camellia sinensis [L.] O. K)  terhadap penurunan kadar glukosa secara in vitro. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Isolasi senyawa flavonoid dilakukandengan menggunakan metode kromatografi kolom. Penetapan kadar  glukosa dilakukan dengan menggunakan metode Nelson – Somogy. Ekstrak etanol dan isolat flavonoid masingmasing dibuat seri konsentrasi 60, 80, 100, 120, dan 140 ppm. Struktur flavonoid dari daun teh oolong yang dapat menurunkan kadar glukosa secara in vitro senyawa turunan flavonol dengan rumus 6, 7 dihidroksi flavonol. Hasil persentase penurunan kadar glukosa setelah penambahan ekstrak etanol berturut-turut sebesar 59,30%, 63,95%, 72,27%, 59,73%, 56,29%, sedangkan setelah penambahan isolat flavonoid berturut-turut yaitu 40,88%,46,35%, 50,19%, 58,09%, 60,95%. Dari data yang diperoleh dalam penelitian, kemudian diuji menggunakan uji Anava dua jalan dan uji t. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna nilai persen penurunan kadar glukosa secara in vitro antara kelompokkonsentrasi ekstrak etanol dan isolat flavonoid.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kehamilan Risiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Susilo Budi Pratama; Aisyah Lahdji; Novita Sari Dewi; Malik Hisyam Adnan; Jenny Jusuf
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) pada tahun 2021 sebesar 95,32/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 6,04/100.000 kelahiran hidup, menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. tahun 2022, dari 189 kehamilan, Puskesmas Poncol mencatat 73 kehamilan dengan risiko tinggi. Bahkan tiga puluh di antaranya menunjukkan kehamilan dengan kode 4T, yang berarti terlalu banyak,terlalu muda, terlalu tua, atau terlalu dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan perspektif orang-orang tentang kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Metode: Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah observasi analitik melalui pendekatan crosssectional. Semua ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas Poncol adalah subjek penelitian ini. Didapatkan 50 responden setelah dilakukan metode sampling berupa purposive sampling dengan kriteriainklusi dan ekslusi. Untuk mengumpulkan data, kuesioner tentang pengetahuan dan pendapat tentang kehamilan risiko tinggi digunakan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon.  Hasil: Mayoritas usia responden tidak berisiko (94%), memiliki tingkat pendidikan SMA (78%), tidakbekerja (56%), primigravida dan multigravida (50%), dan memiliki pengetahuan yang cukup (58%). Mereka juga memiliki sikap yang baik (80%). Hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ditemukan, dengan p-value 0,001(<0,05), dan p-value 0,016(<0,05).  Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sikap baik terhadap kehamilan risiko tinggi. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pekerjaan. Kata kunci: Hamil risiko tinggi, pengetahuan, sikap, ibu hamil.