cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Dieksis ID
ISSN : -     EISSN : 28087038     DOI : https://doi.org/10.54065/28087038
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Dieksis ID merupakan Jurnal atau publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Dieksis ID menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni pada pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan Kelompok Belajar.
Articles 123 Documents
Analisis Makna Pesan Self Love dalam Lirik Lagu “Answer: Love Myself” Karya Bangtan Sonyeondan (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure) Marsella T. Tatilang; Intama Jemy Polii; Victory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1367

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mengungkap pesan self love dalam lirik lagu sebagai bentuk komunikasi mengenai penerimaan diri dan kesehatan mental melalui budaya populer. Penelitian ini menganalisis makna pesan self love dalam lirik lagu “Answer: Love Myself” karya Bangtan Sonyeondan (BTS) menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan makna pesan self love dalam lirik lagu; (2) mengkaji hubungan antara signifier (penanda) dan signified (petanda); serta (3) menganalisis struktur penanda dan petanda yang membangun konsep self love. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan analisis isi. Sumber data berupa teks lirik lagu dalam bahasa Korea beserta terjemahan yang telah diverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan self love dibangun melalui lima tahapan progresif, yaitu kesadaran diri, pengakuan terhadap luka batin, pengampunan terhadap diri sendiri, harapan untuk berubah, dan afirmasi diri. Ditemukan lima jenis hubungan antara penanda dan petanda, yaitu hubungan simbolik, reflektif, prosesual, temporal, dan afirmatif. Struktur penanda dan petanda membentuk enam unit tanda yang saling berkaitan, yang secara keseluruhan membangun konsep self love sebagai proses psikologis yang berkelanjutan dalam menerima diri secara utuh, termasuk kekurangan, luka, dan kekuatan yang dimiliki. Self love dalam lagu ini diposisikan bukan sebagai bentuk narsisme, melainkan sebagai landasan psikologis dalam pembentukan identitas dan menjalani kehidupan yang bermakna. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika musik dan sastra populer, khususnya dalam mengkaji bagaimana pesan kesehatan mental dikonstruksi melalui bahasa simbolik dalam budaya populer kontemporer.
Mantra dalam Upacara Tradisi “Nelu Bulanin” di Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah I Made Windu Saputra; Donal M. Ratu; Intama Jemy Polli
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1388

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mendokumentasikan dan mengkaji makna mantra dalam tradisi Nelu Bulanin sebagai upaya melestarikan nilai budaya, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Hindu di Desa Werdhi Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi dan makna mantra tradisional Nelu Bulanin pada masyarakat Hindu, khususnya di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya sebagai bentuk pengetahuan mengenai fungsi-fungsi yang terkandung dalam tradisi Nelu Bulanin yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Nelu Bulanin mengandung doa untuk memohon keberkahan, perlindungan, serta penguatan spiritual bagi bayi. Tradisi ini memiliki makna yang mendalam sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana penyucian, perlindungan spiritual, dan pemberian tuntunan agar bayi dapat tumbuh sehat dan sejahtera. Melalui upacara Nelu Bulanin, keluarga menanamkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang kaya sekaligus mempersiapkan anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan memiliki rasa tanggung jawab. Tradisi ini juga mempererat ikatan keluarga dan sosial serta menjadi simbol hubungan anak dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu prosesi penting dalam tradisi ini adalah kontak pertama bayi dengan tanah (turun tanah) yang melambangkan hubungan anak dengan bumi dan lingkungan. Selain itu, tradisi ini menanamkan nilai kedisiplinan, rasa syukur, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan kehidupan melalui upaya menciptakan keharmonisan antara tubuh, jiwa, dan alam semesta.
Psikoanalisis Film Inside Out 2 Karya Mann dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra Amelia A. Rori; Santje Iroth; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1410

Abstract

Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan psikologis yang ditandai oleh perubahan emosional, pembentukan identitas, dan meningkatnya kebutuhan akan menerima sosial. Dinamika tersebut direpresentasikan secara kuat dalam film Inside Out 2, sehingga film ini relevan untuk dianalisis secara psikoanalitik serta berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh utama, Riley, dalam film Inside Out 2 menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, dan tindakan yang mencerminkan dinamika psikologis Riley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Riley dipengaruhi oleh interaksi antara id, ego, dan superego. Id tercermin melalui keinginan kuat untuk memperoleh penerimaan dan pengakuan sosial di lingkungan baru, sedangkan ego berfungsi menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas sosial dan tuntutan situasi. Superego diwujudkan melalui kesadaran moral, pengendalian diri, rasa bersalah, serta kesediaan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut menunjukkan perkembangan psikologis Riley menuju kematangan emosional dan kesadaran diri yang lebih baik. Temuan penelitian secara eksplisit menunjukkan bahwa analisis psikoanalisis terhadap film dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra untuk membantu siswa mengkaji motivasi dan konflik batin tokoh, memperkuat kemampuan berpikir kritis dan interpretatif, serta mengembangkan empati dan kesadaran emosional melalui kegiatan pembelajaran reflektif. Kesimpulannya, Inside Out 2 secara efektif merepresentasikan dinamika interaksi id, ego, dan superego dalam perkembangan remaja serta memiliki potensi kuat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran sastra berbasis psikoanalisis di sekolah.
Analisis Intrinsik dan Konflik Tokoh Cerita dalam Cerpen Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar Karya Seno Gumira Ajidarma Riani Tendean; Nontje J Pangemanan; Intama J. Polii
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1438

Abstract

Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang merefleksikan kompleksitas realitas sosial dan kondisi psikologis manusia melalui keterkaitan antara unsur-unsur intrinsik dan konflik tokoh. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya analisis yang lebih komprehensif yang tidak hanya mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik secara terpisah, tetapi juga menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk konflik psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, konflik tokoh, serta keterkaitan keduanya dalam dua cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar. Subjek penelitian terdiri atas dua cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik membaca secara cermat (close reading) dan mencatat, yaitu dengan membaca teks secara berulang, mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang relevan, serta mengklasifikasikannya sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara kedua cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya tersebut mengangkat berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk ketidakadilan, kemunafikan, tekanan psikologis, keterasingan sosial, serta konflik antara pengalaman individu dan harapan sosial. Pelajaran Mengarang terutama menggambarkan konflik psikologis dan sosial-institusional yang dialami oleh Sandra, sedangkan Manusia Kamar lebih menekankan konflik internal, keterasingan, dan ketidakpercayaan terhadap dunia luar. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik tidak hanya berfungsi sebagai struktur pembangun cerita, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk konflik psikologis dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian sastra dan dapat mendukung pembelajaran sastra dengan memperkuat kemampuan membaca kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa.
Ekologi Sosial dan Psikologis dalam Novel Kamu Gak Sendiri: Kajian Ekologi Sastra terhadap Krisis Relasi Masyarakat Urban Umrah Umrah; Usman Pahar; Aslan Abidin
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1467

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengungkap keterkaitan antara krisis psikologis individu dan dinamika relasi sosial masyarakat urban yang direpresentasikan dalam novel Kamu Gak Sendiri melalui perspektif ekologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi krisis batin individu dalam novel Kamu Gak Sendiri karya Syahid Muhammad melalui pendekatan ekologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan secara mendalam (close reading) dan teknik pencatatan. Data penelitian berupa kutipan kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang merepresentasikan pengalaman psikologis para tokoh dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis batin para tokoh termanifestasi dalam beberapa bentuk, yaitu perasaan menjadi beban bagi orang lain, kecemasan terhadap penilaian sosial (overthinking), kecemasan yang mendominasi dan membatasi tindakan, kelelahan eksistensial yang memunculkan keinginan untuk menyerah, serta penerimaan terhadap realitas kehidupan sebagai proses penyembuhan batin. Temuan ini menunjukkan bahwa krisis psikologis yang dialami para tokoh tidak hanya berkaitan dengan kondisi internal individu, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika hubungan sosial dalam masyarakat modern. Dengan demikian, novel Kamu Gak Sendiri menggambarkan bahwa kondisi psikologis individu memiliki keterkaitan yang erat dengan keseimbangan ekosistem sosial yang memengaruhi dan membentuk kehidupan manusia.
Penerapan Metode Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran Mengapresiasi Unsur Intrinsik Cerpen “Maaf” Karya Putu Wijaya pada Siswa SMP Nidiya Nabila Rizkikha; Donal M. Ratu; Nontje J. Pangemanan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1484

Abstract

Pembelajaran apresiasi sastra di tingkat sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya partisipasi aktif siswa serta kesulitan dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan unsur-unsur intrinsik cerpen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran interaktif yang dapat mendorong siswa untuk bertukar gagasan, membangun interpretasi, dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen Maaf karya Putu Wijaya pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Kotamobagu dan (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen melalui metode diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan melibatkan 22 siswa kelas VIII F sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes esai, dan dokumentasi. Selama proses pembelajaran, siswa dibagi menjadi lima kelompok dan ditugaskan untuk membaca, mendiskusikan, serta menganalisis tujuh unsur intrinsik cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menghitung skor yang diperoleh setiap kelompok, mengubahnya ke dalam bentuk persentase, dan menginterpretasikan hasilnya berdasarkan kategori penilaian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok memperoleh rata-rata skor penilaian proses sebesar 82% yang berada dalam kategori baik. Sementara itu, kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen memperoleh rata-rata skor sebesar 74,26% yang berada dalam kategori cukup kompeten. Temuan ini menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dapat memfasilitasi partisipasi aktif dan interpretasi kolaboratif dalam pembelajaran apresiasi cerpen.
Penerapan Model Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kotamobagu Najwa Mokodompit; I Oldie S. Meruntu; Nontje J. Pangemanan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1485

Abstract

Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) bagaimana tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan memperkaya pengetahuan, khususnya mengenai penerapan model Group Investigation dalam kegiatan menulis cerita pendek. Hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap penerapan model Group Investigation dan kemampuan menulis siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan analisis statistik sederhana berupa perhitungan rata-rata persentase. Data dikumpulkan melalui kegiatan penugasan yang dikerjakan siswa secara berkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Group Investigation memperoleh skor evaluasi rata-rata sebesar 81% yang termasuk dalam kategori baik (80%–100%). Sementara itu, kemampuan menulis cerita pendek siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 83% yang termasuk dalam kategori mampu (75%–84%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation efektif dan tepat diterapkan dalam pembelajaran menulis cerita pendek, sedangkan kemampuan menulis cerita pendek siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu berada dalam kategori mampu.
Kajian Gaya Bahasa Lirik Lagu “ Piso Surit” dan “ Taneh Karo Simalem” Karya Djaga Depari serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas Siti Rotua Br Munthe; Uus M.K. Al Katuuk; Nontje J. Pangemanan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1538

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengkaji gaya bahasa lirik lagu Karo sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengembangkan bahan ajar sastra yang kontekstual dan bermakna di tingkat Sekolah Menengah Atas. Sastra lisan Karo merupakan salah satu bentuk warisan budaya lokal yang penting karena mempertahankan identitas kolektif, nilai-nilai, dan ekspresi estetika masyarakat. Namun, pemanfaatan karya sastra lisan Karo sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa dalam dua karya sastra lisan Karo, yaitu lirik lagu Piso Surit dan Taneh Karo Simalem karya Djaga Depari, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap pilihan kata, majas, citraan, dan pola repetisi yang terdapat dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piso Surit didominasi oleh repetisi dan metafora yang menyampaikan kerinduan yang mendalam, sedangkan Taneh Karo Simalem dicirikan oleh penggunaan personifikasi dan hiperbola yang memperkuat kecintaan terhadap tanah leluhur dan identitas budaya. Temuan ini relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Implikasi praktis penelitian ini adalah bahwa Piso Surit dapat digunakan sebagai bahan ajar puisi di kelas X untuk memperkenalkan majas, citraan, dan interpretasi, sedangkan Taneh Karo Simalem dapat dikembangkan menjadi proyek sastra kreatif di kelas XI yang berfokus pada identitas budaya dan kecintaan terhadap tanah air. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian stilistika sastra lisan daerah, sedangkan secara pedagogis penelitian ini menawarkan alternatif bahan ajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna secara budaya. Kesimpulannya, lirik lagu Karo memiliki nilai stilistika, budaya, dan pendidikan yang kuat serta berpotensi besar dalam mendukung pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal.
The Role of English Personnel Care (EPC) in Developing Cadets' Practical English Skills at the Merchant Marine Polytechnic of Makassar Evi Syafitri; Sultan Baa; Muhalim Muhalim
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1600

Abstract

Kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris sangat penting bagi kadet maritim karena sifat internasional industri maritim. Namun, banyak kadet mengalami kesulitan dalam menerapkan pengetahuan kelas mereka pada situasi komunikasi nyata. Studi ini menyelidiki peran English Personnel Care (EPC) dalam mengembangkan keterampilan praktis bahasa Inggris kadet di Merchant Marine Polytechnic of Makassar. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, studi ini melibatkan dua mentor EPC dan tiga kadet sebagai peserta wawancara, sementara observasi dilakukan dengan dua puluh empat kadet yang berpartisipasi dalam program. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa EPC memainkan peran penting dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris praktis kadet dengan menyediakan latihan bahasa secara berkelanjutan, meningkatkan kepercayaan diri dalam komunikasi, dan menciptakan peluang untuk interaksi bahasa Inggris yang otentik. Selain itu, pendekatan mentoring yang diadopsi oleh EPC mendorong partisipasi aktif dan mendukung pengembangan kompetensi komunikatif dalam konteks maritim. Studi ini menyimpulkan bahwa EPC berfungsi sebagai sistem dukungan efektif untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris praktis di antara kadet maritim dan berkontribusi positif pada pembelajaran bahasa Inggris dalam pendidikan vokasi maritim.
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui Teknik Scramble Berbantuan Media Wayground Siswa Kelas IV SD Made Pradwita; M Zulham; Muhammad Hasby
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1637

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar dalam pendidikan sekolah dasar karena kesulitan dalam memahami bacaan dapat menghambat proses belajar dan pencapaian akademik siswa pada berbagai mata pelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 33 Kalukulajuk, Kota Palopo, melalui teknik Scramble berbantuan media Wayground. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 22 orang sebagai subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan di SDN 33 Kalukulajuk, Kota Palopo. Data dikumpulkan menggunakan tes membaca pemahaman dan lembar observasi. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa, sedangkan lembar observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dan pelaksanaan proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata siswa dan persentase ketuntasan belajar secara klasikal. Penelitian dinyatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 80% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Scramble berbantuan media Wayground efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan secara bertahap dari kategori rendah pada tahap awal menjadi kategori sangat baik pada Siklus II. Ketuntasan belajar secara klasikal juga meningkat dari 27% pada tahap awal menjadi 100% pada Siklus II, sehingga melampaui kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, teknik Scramble berbantuan media Wayground efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar dan dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran dalam pembelajaran membaca pemahaman di kelas.

Page 12 of 13 | Total Record : 123