cover
Contact Name
Miptah Parid
Contact Email
paridmiptah24@gmail.com
Phone
+6285320175695
Journal Mail Official
paridmiptah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rancasari Dalam No. B. 33 Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 29855438     EISSN : 2985542X     DOI : https://doi.org/10.69698
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies is a peer-reviewed journal published twice a year by Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang, West Java, Indonesia. This journal is a religious or Islamic studies based on locality journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture. Editors warmly welcome contributions from scholars and researchers of any disciplines. All submitted manuscripts are subject to double-blind review process. This journal is an open access journal. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of the articles, or use them for any other lawful purpose, without asking prior permission from the publisher or the author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Kerangka Norma dalam Instrumen Pembiayaan Ijarah Muntahiyah Bi Al-Tamlik dan Ijarah Al-Maushufah Fi Al-Dhimmah Serta Kontribusinya Bagi Pengembangan Ekonomi Nasional Fakhry Fadhil; Oyo oyo sunaryo mukhlas; Atang Abdul Hakim
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1608

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya kebutuhan akan instrumen pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah dalam lembaga keuangan di Indonesia, khususnya melalui penerapan akad ijarah yang harus selaras dengan norma hukum Islam dan regulasi nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi akad ijarah dalam praktik lembaga keuangan syariah dengan menitikberatkan pada kesesuaian antara prinsip fiqh muamalah, fatwa otoritatif, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, yaitu melalui kajian terhadap literatur fiqh muamalah, fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, serta regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad ijarah merupakan akad pemindahan hak guna atau manfaat atas barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah tanpa perpindahan kepemilikan. Dalam perkembangannya, akad ini memiliki beberapa bentuk seperti Ijarah Muntahiya Bittamlik dan Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah yang memberikan fleksibilitas dalam pembiayaan modern. Keabsahan praktik tersebut didukung oleh Fatwa DSN-MUI No. 27/DSN-MUI/III/2002 dan Fatwa DSN-MUI No. 101/DSN-MUI/X/2016, serta diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan PSAK No. 59. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa akad ijarah memiliki landasan syariah dan yuridis yang kuat, sehingga layak dijadikan sebagai instrumen pembiayaan yang mencerminkan prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan dalam sistem ekonomi syariah di Indonesia.
Akulturasi Islam dan Budaya Jawa dalam Tradisi Grebeg Keraton Surakarta: Analisis Literatur Perspektif Clifford Geertz tentang Nilai dan Identitas Fatiha Nur Laili Azizah; Muhana Ayu Devita; Imro’atus Sholikhah; Khoridatul Bahiyah
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1501

Abstract

Latar Belakang: Akulturasi Islam dan budaya Jawa merupakan fenomena sosial-budaya yang membentuk praktik keberagamaan masyarakat Jawa melalui proses adaptasi dan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan tradisi lokal. Salah satu wujud nyata akulturasi tersebut adalah tradisi Grebeg Keraton Surakarta yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus media ekspresi nilai-nilai Islam. Tujuan Penelitaian: Untuk menganalisis tradisi Grebeg Keraton Surakarta sebagai bentuk akulturasi Islam–Jawa melalui perspektif antropologi simbolik Clifford Geertz, khususnya dalam memahami relasi antara simbol, sistem nilai, dan identitas budaya. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan mengenai tradisi Grebeg, Islam Jawa, serta antropologi simbolik. Hasil Penelitian: Tradisi Grebeg merupakan representasi akulturasi Islam dan budaya Jawa yang diwujudkan melalui simbol-simbol religius, sosial, dan politik. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai Islam yang dikemas dalam ekspresi budaya Jawa tanpa menghilangkan identitas lokal. Perspektif antropologi simbolik Geertz memperlihatkan bahwa simbol-simbol dalam Grebeg mengandung makna yang merefleksikan sistem kepercayaan, legitimasi kekuasaan, serta solidaritas sosial masyarakat. Kesimpulan: Tradisi Grebeg Keraton Surakarta merepresentasikan identitas Islam–Jawa yang bersifat dinamis, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga akulturasi budaya menjadi strategi yang efektif dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan sekaligus melestarikan kearifan lokal di tengah perubahan sosial dan modernitas.
Relasi Kiai-Santri dan Tuduhan Feodalisme dalam Tradisi Pesantren: Kajian Tafsir Tematik Atas Otoritas, Adab, dan Kritik Ulfatul Hasanah; Abd. Basid Basid
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1606

Abstract

Latar Belakang: Artikel ini menganalisis tuduhan feodalisme dalam relasi kiai-santri di pesantren melalui pendekatan tafsir tematik Al-Qur’an. Isu ini mengemuka seiring berkembangnya wacana publik yang menilai praktik ta’dzim santri kepada kiai sebagai bentuk relasi subordinatif yang menyerupai struktur feodal. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan menganalisis tuduhan feodalisme dalam relasi kiai-santri melalui kajian tafsir temaktik Al-Qur’an serta menjelaskan batas antara otoritas pedagogis-keagamaan dan dominasi feodal dalam tradisi pesantren.  Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif berbasis studi kepustakaan dengan menjadikan Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab sebagai sumber primer. Analisis dilakukan terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan adab terhadap ilmu, otoritas moral, dan prinsip koreksi dalam Islam, lalu dibaca dengan bantuan teori relasi kuasa Michel Foucault dan kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kiai-santri dalam kerangka normatif Al-Qur’an tidak bertumpu pada dominasi feodal, tetapi pada legitimasi keilmuan, etika penghormatan, dan tanggung jawab moral. Penghormatan kepada kiai merupakan bentuk pengakuan simbolik atas otoritas ilmu, bukan pengultusan personal yang menutup ruang kritik. Dalam perspektif ini, pesantren dapat dipahami sebagai institusi pedagogis-keagamaan yang menempatkan adab dan otoritas dalam hubungan yang seimbang dengan prinsip amr ma’ruf nahi munkar. Kesimpulan: Artikel ini menegaskan pentingnya membedakan antara otoritas keilmuan yang sah dan praktik feodalistik yang bertentangan dengan etika Islam.
Dekolonisasi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Syekh Naquib Al-Attas: Kritik Historis terhadap Dominasi Epistemologi Barat di Indonesia Akram Ibrahim; Mursalin; Nurfadillah Angreni
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1616

Abstract

Latar Belakang: Filsafat pendidikan Islam mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran Islam dan dominasi epistemologi Barat sejak masa kolonial. Paradigma pendidikan modern yang bercorak sekuler telah melahirkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, sehingga menggeser karakter holistik pendidikan Islam. Tujuan Penelitaian: Untuk menganalisis genealogi historis filsafat pendidikan Islam serta mengkaji konsep dekolonisasi epistemologi dan Islamisasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syekh Muhammad Naquib al-Attas sebagai upaya merekonstruksi sistem pendidikan Islam di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-filosofis melalui analisis terhadap literatur yang berkaitan dengan sejarah pendidikan Islam, epistemologi Islam, dan pemikiran Muhammad Naquib al-Attas. Hasil Penelitian: Pendidikan Islam pada masa klasik berkembang secara integral dengan mengharmoniskan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Namun, kolonialisme Barat beserta dominasi rasionalisme dan positivisme telah membentuk sistem pendidikan yang bersifat sekuler, teknokratis, dan memarginalkan dimensi spiritual. Sebagai respons, al-Attas menawarkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan dan dekolonisasi epistemologi melalui penguatan worldview Islam yang berlandaskan tauhid, dengan konsep ta'dib sebagai fondasi pembentukan insan adabi yang memiliki keseimbangan intelektual, spiritual, dan moral. Kesimpulan: Dekolonisasi epistemologi dan Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan strategi fundamental dalam merekonstruksi filsafat pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan manusia beradab, sehingga tetap relevan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislamannya
Dialektika dan Integrasi Akad dalam Digital Marketing: Analisis Ijarah dan Ju‘alah pada Praktik Afiliator di Era Kontemporer Fakhry Fadhil; Uum Ummul Muhimmah; Sofian Sofian Al hakim; Ahmad Ropei
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1617

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan ekonomi digital mendorong transformasi signifikan dalam praktik transaksi muamalah, khususnya pada model pemasaran afiliasi (affiliate marketing). Kondisi ini menuntut adanya penyesuaian konsep akad dalam fiqh muamalah agar tetap relevan dengan dinamika bisnis modern, terutama dalam menjembatani aspek kepastian hukum dan fleksibilitas insentif bagi pelaku ekonomi digital. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi akad ijārah dan ju‘ālah dalam praktik affiliate marketing serta mengidentifikasi relevansi keduanya dalam sistem ekonomi digital kontemporer berdasarkan perspektif fiqh muamalah. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan melalui metode komparatif-normatif dengan menelaah literatur fiqh muamalah, ekonomi Islam, serta praktik pemasaran afiliasi dalam ekosistem digital. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa affiliate marketing dapat dipetakan ke dalam dua bentuk akad. Pertama, model afiliator sebagai endorser yang sejalan dengan akad ijārah, di mana imbalan diberikan secara tetap atas jasa promosi dan produksi konten. Kedua, model afiliator sebagai e-marketer yang selaras dengan akad ju‘ālah, di mana imbalan bersifat variabel dan bergantung pada capaian hasil penjualan. Kedua model ini menunjukkan adanya diferensiasi mekanisme insentif antara kepastian pendapatan dan sistem berbasis kinerja dalam praktik ekonomi digital. Kesimpulan: Integrasi akad ijārah dan ju‘ālah dalam praktik affiliate marketing mencerminkan adaptasi fiqh muamalah terhadap perkembangan ekonomi digital. Ijārah memberikan kepastian hukum dalam sistem berbasis jasa, sedangkan ju‘ālah menghadirkan fleksibilitas dan dorongan produktivitas. Keduanya, dalam perspektif maqāṣid al-sharī‘ah, berkontribusi pada terciptanya sistem ekonomi yang lebih adil, seimbang, dan adaptif terhadap perubahan zaman
Pergeseran Paradigma Musyarakah Mutanaqisah: Analisis Sociolegal Keadilan Distributif Antara Idealitas Kemitraan dan Tuntutan Prudential Banking di Indonesia Erika Rishan Adillah; Oyo Sunaryo Mukhlas; Atang Abd Hakim
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1626

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan lembaga keuangan syariah (LKS) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama melalui penerapan akad musyarakah sebagai instrumen pembiayaan. Secara normatif, akad musyarakah merepresentasikan prinsip kemitraan berbasis risk sharing yang menempatkan para pihak pada posisi setara dalam berbagi keuntungan dan kerugian. Namun, praktik pembiayaan, khususnya melalui skema Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), menunjukkan kecenderungan distribusi risiko yang lebih menguntungkan lembaga keuangan sehingga memunculkan persoalan keadilan dalam hubungan kontraktual. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran paradigma akad musyarakah dalam praktik lembaga keuangan syariah di Indonesia dari model kemitraan berbasis risk sharing menuju instrumen pembiayaan yang bercorak semi-kredit, ditinjau dari perspektif keadilan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif-sociolegal dengan metode analisis kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis terhadap regulasi, fatwa, literatur ilmiah, serta dokumen kontrak pembiayaan musyarakah dan MMQ yang relevan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran implementasi prinsip risk sharing menuju mekanisme mitigasi risiko yang lebih dominan berpihak kepada lembaga keuangan. Kondisi tersebut tercermin dalam distribusi risiko yang bersifat asimetris sehingga memengaruhi keadilan distributif antara bank dan nasabah. Meskipun praktik MMQ secara formal tetap sesuai dengan ketentuan fikih dan regulasi syariah, terdapat adaptasi struktural yang menjadikan posisi lembaga keuangan relatif lebih terlindungi dibandingkan nasabah sebagai konsekuensi penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Kesimpulan: Pergeseran paradigma akad musyarakah dalam praktik MMQ tidak menunjukkan penyimpangan terhadap prinsip syariah, melainkan merupakan bentuk kompromi antara idealitas normatif akad kemitraan dengan kebutuhan manajemen risiko dalam sistem perbankan modern. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan terhadap mekanisme distribusi risiko agar nilai-nilai keadilan dan prinsip kemitraan substantif tetap terjaga sesuai dengan tujuan syariah (Maqashid al-Shariah).
Rekonstruksi Konsep Pola Asuh Profetik Untuk Mengoptimalkan Perkembangan Sosial Anak Usia Dini di Era Digital Pian Nurpaujiansah; Ahmad Hinayatulohi
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1669

Abstract

Latar Belakang: Transformasi digital telah mengubah pola interaksi sosial anak usia dini sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi praktik pengasuhan keluarga Muslim. Kajian mengenai digital parenting umumnya berfokus pada aspek pengawasan penggunaan teknologi, sedangkan konsep pola asuh profetik masih didominasi pendekatan normatif sehingga belum sepenuhnya mampu menjawab dinamika kehidupan digital. Kondisi ini menunjukkan perlunya rekonstruksi konsep pola asuh profetik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep pola asuh profetik untuk mengoptimalkan perkembangan sosial anak usia dini di era digital melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan prinsip digital parenting. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, literatur pendidikan Islam, teori perkembangan anak, serta berbagai penelitian mutakhir mengenai digital parenting dan literasi digital. Analisis data dilakukan menggunakan conceptual synthesis analysis dengan mengintegrasikan berbagai konsep menjadi model konseptual yang komprehensif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pola asuh profetik dibangun atas lima dimensi utama, yaitu transendensi, keteladanan sebagai Digital Role Model, humanisasi, literasi digital Islami, dan penguatan kompetensi sosial anak usia dini. Penelitian ini juga menghasilkan dua konsep baru, yaitu Digital Spiritual Educator dan Digital Role Model, yang menempatkan orang tua sebagai pembimbing spiritual sekaligus teladan dalam membangun perilaku digital yang bertanggung jawab dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kesimpulan: Rekonstruksi pola asuh profetik menghasilkan model konseptual pengasuhan Islami yang adaptif terhadap era digital dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, keteladanan, literasi digital, dan penguatan kompetensi sosial anak. Model ini diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan praktik digital parenting berbasis nilai-nilai profetik dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini. Kata Kunci: Pola Asuh Profetik; Digital Parenting; Perkembangan Sosial; Anak Usia Dini; Literasi Digital Islami.
Implementasi Media Ular Tangga Berbasis Augmented Reality Pada Pembelajaran Sejarah Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Motivasi Belajar Santri N. Fitri Amaliya; Muhamad Ibnu Malik; Risris Hari Nugraha; Muhamad Rizka Saomi; Qiqi Yuliati Zakiah
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1672

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran Sejarah Islam di lingkungan pesantren masih didominasi oleh metode konvensional sehingga belum mampu mengoptimalkan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality (AR) pada pembelajaran Sejarah Islam, mendeskripsikan pengaruhnya terhadap motivasi belajar dan pemahaman santri, serta mengkaji kontribusinya dalam membentuk kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Syi'arul Huda Lembang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta evaluasi pembelajaran menggunakan pretest dan posttest sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media ular tangga berbasis AR mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada santri. Penggunaan media tersebut meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, dan pemahaman santri terhadap materi Sejarah Islam yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 66,72 pada pretest menjadi 88,62 pada posttest. Selain itu, terjadi peningkatan kedisiplinan santri yang ditandai dengan kehadiran yang lebih konsisten, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan pembelajaran, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kesimpulan: Implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality efektif mendukung pembelajaran Sejarah Islam di pesantren melalui peningkatan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Penelitian ini menghasilkan model inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality, Game Based Learning, materi Sejarah Islam, dan pendidikan karakter pesantren sebagai strategi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, serta berorientasi pada pembentukan karakter santri.