WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin nasional yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Hukum, 2. Ekonomi, 3. Psikologi, 4. Komunikasi, 5. Seni dan Budaya, 6. Sosial dan Politik, 7. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Articles
54 Documents
Implementasi Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Sampah
Fridawati, Titit;
Gunawan, Khairol;
Rizal, Agus;
Andriani, Cut Yessi;
Rozi, Fahrul;
Fadillah, M. Surya;
Iskandar, Dedi;
Muliadi;
Ridwan, M. Arif;
Ramadhan, Rafsanjani;
Irhami;
Ramadhani, Maudy
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i2.67
Implementasi Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Qanun tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait, termasuk pejabat pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah. Selain itu, dilakukan juga observasi langsung ke lapangan serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Qanun ini belum sepenuhnya efektif. Faktor pendukung utama adalah adanya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dan partisipasi beberapa kelompok masyarakat. Namun, terdapat beberapa hambatan signifikan seperti kurangnya fasilitas pendukung, minimnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah memiliki tujuan yang baik, implementasinya masih perlu ditingkatkan. Diperlukan strategi yang lebih komprehensif, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah di Aceh Barat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Website Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Dalam Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik
Ismawan, Dana;
Irma, Ade
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i2.70
Kajian ini membahas tentang pemanfaatan website resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mendorong terwujudnya keterbukaan informasi publik. Lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik memberikan ruang bagi masyarakat untuk memenuhi haknya dalam partisipasi, pengambilan keputusan atau pembuatan kebijakan oleh pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Penelitian ini mengkaji keterbukaan informasi publik pada website pemerintah berdasarkan aspek keterbukaan informasi publik yaitu memuat informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala, informasi yang wajib diumumkan secara serta-merta, dan informasi yang wajib tersedia setiap saat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kuantitas dan kualitas muatan informasi publik yang ditampilkan dalam website resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sudah cukup baik. Namun demikian, masih diperlukan berbagai upaya peningkatan dari isi informasi dalam portal website, sekaligus peningkatan kapasitas pengetahuan, wawasan, keterampilan bagi petugas penyediaan dan pelayanan informasi publik, sehingga hal tersebut dapat semakin mengoptimalisasi pemanfaatan website serta mempercepat proses pelayanan informasi kepada masyarakat.
Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Mengatasi Prilaku Bullying di MTsS Nurul Falah Kabupaten Aceh Barat
Iqbal, Muhammad;
Hamifah, Ummu
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i2.76
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk bullying di MTsS Nurul Farah dan peran guru Aqidah Akhlaq dalam mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek terdiri dari kepala madrasah, guru dan siswa. Penelitian yang dilakukan di MTsS Nurul Farah ini menunjukkan berbagai bentuk perundungan, diantaranya perundungan secara verbal terhadap teman dengan panggilan khusus, dan ejekan atau meremehkan kekurangan fisik dan intelektual seseorang terjadi di lingkungan sekolah MTsS Nurul Farah. Dalam hal ini, perlu peran aktif dari semua pihak untuk mengantisipasi terjadinya perundungan di sekolah. Guru Akidah Akhlak juga dapat berperan dalam mencegah terjadinya perundungan. Guru Akidah Akhlak harus hadir sebagai memberi semangat kepada para pendidik, guru, dapat berperan sebagai motivator, sumber belajar, fasilitator, demonstran, pembimbing, dan evaluator bagi murid-muridnya. Guru Akidah Akhlak juga dapat memberikan nasehat dan peringatan kepada siswa untuk menjaga tata krama dan tata krama yang baik terhadap guru dan teman sekelasnya dengan cara berbicara yang baik dan berperilaku sopan. Terakhir, guru Akidah Akhlak juga dapat memberikan bimbingan dan kontrol dalam penerapan Akhlakul karimah agar siswa terhindar dari perbuatan yang dilarang agama
Pembinaan Karakter Mahasiswa MelaluiPendidikan Agama Islam di Era Digital
Saputra, Fedry
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i2.77
Pembinaan karakter mahasiswa melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Penelitian ini berfokus pada pentingnya pengembangan karakter mahasiswa dan integrasi pendidikan agama Islam dalam pembinaan karakter tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk mengatasi tantangan moral dan etika yang muncul akibat penggunaan teknologi digital yang semakin meluas di kalangan mahasiswa. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana PAI dapat berperan efektif dalam membina karakter mahasiswa yang berintegritas dan bermoral. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dosen PAI, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terkait kurikulum dan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam PAI dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta membantu dalam pembentukan karakter yang lebih kuat dan beretika. Temuan ini juga mengungkap pentingnya peran dosen dalam mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, PAI memiliki potensi besar untuk membina karakter mahasiswa di era digital jika diterapkan dengan pendekatan yang tepat dan inovatif. Penggunaan teknologi digital dalam PAI tidak hanya memfasilitasi pembelajaran tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan etika yang esensial bagi perkembangan pribadi dan sosial mahasiswa.
Putusan Pengadilan Sebagai Sumber Hukum Yurispudensi
Firmansyah, Aidil;
Setiawan, Deni;
Pratama, Farhan;
Marwan, Teuku;
Almanda, Angga;
Oktarianda, Sabdia;
Zulkarnen;
satrio, Ibnu;
Saputra, Irka;
Juna, Awan Maulidin;
Rohman
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i2.79
Penelitian ini mengeksplorasi peran putusan pengadilan sebagai sumber hukum yurisprudensi dalam sistem hukum Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya yurisprudensi dalam menciptakan kepastian hukum dan keadilan di tengah dinamika sosial yang kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana putusan pengadilan dapat berfungsi sebagai preseden yang mengikat dan mempengaruhi putusan-putusan selanjutnya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan yurisprudensi dalam praktik peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis kualitatif terhadap berbagai putusan pengadilan dan literatur hukum terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dari putusan pengadilan tingkat tinggi, termasuk Mahkamah Agung, dan dianalisis menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan pengadilan memiliki peran penting sebagai sumber hukum yurisprudensi, terutama dalam kasus-kasus yang memiliki aspek hukum yang belum diatur secara jelas dalam undang-undang. Namun, kekuatan yurisprudensi dipengaruhi oleh konsistensi putusan, argumentasi hukum yang kuat, serta pengakuan dari komunitas hukum. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa untuk memperkuat peran yurisprudensi, diperlukan peningkatan kualitas putusan pengadilan melalui peningkatan kapasitas hakim dan konsistensi dalam penerapan hukum. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepastian hukum dan keadilan di Indonesia.
Peran Teungku Dalam Meningkatkan Karakter Santri Pada Dayah Darul Muta’allimin
Azijah, Siti;
Saputra, Rahmat;
Muhammady, Aan
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i2.89
Karakter religius dan nilai-nilai keagamaan sangat diperlukan pada era globalisasi ini, ditandai dengan adanya degradasi moral yang tinggi sedangkan tingkat kesadaran akan hal tersebut semakin rendah, maka hadirlah teungku sebagai pembimbing generasi muda yang menanamkan nilai-nilai karakter religius. Penanaman nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan sudah diupayakan oleh para teungku untuk meningkatkan karakter santri di Dayah Darul Muta’allimin Kabupaten Aceh Barat. Namun tidaklah berjalan dengan mudah, diakibatkan karena adanya hambatan-hambatan baik itu dari teungku, santri dan wali santri maka kedisiplinan di dayah menjadi terganggu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pola teungku dalam meningkatkan karakter santri dan apa kendala yang dihadapi teungku di Dayah Darul Muta’allimin Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan wawancara terhadap teungku di Dayah Darul Muta’allimin Kabupaten Aceh Barat. Teknik analisisnya menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa peran teungku dalam meningkatkan karakter santri di Dayah Darul Muta’allimin Kabupaten Aceh Barat terlaksana dengan baik diketahui dengan peran yang dilakukan oleh para teungku seperti menjadi guru yang berwibawa, pengasuh/pembimbing yang baik, sebagai motivator, sebagai pemimpin yang berwibawa dan amanah, berperan sebagai orang tua dan sebagai motivator bagi santri Dayah Darul Muta’allimin Kabupaten Aceh Barat. Adapun kendala yang dihadapi teungku dalam meningkatkan karakter santri adalah karena kurangnya kesadaran dari santri dan wali santri terhadap peraturan dayah. Namun yang menjadi kendala adalah komunikasi antar teungku masih kurang dan kepedulian teungku terhadap kewajiban juga masih kurang.
Peranan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan
Alfian, Makhdar;
Hasibuan, Mhd Amin;
Ratonggi, Ratonggi
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i3.116
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3 Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi beberapa kendala utama yang dihadapi oleh komite sekolah, termasuk rendahnya keaktifan anggota, kekurangan komposisi anggota yang mumpuni, dan minimnya penggalangan dana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan anggota komite dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai peran mereka serta faktor ekonomi. Komite sekolah menghadapi tantangan dalam menjalin kerja sama efektif dengan pihak eksternal akibat komposisi anggota yang tidak optimal. Selain itu, keterbatasan dana menghambat dukungan terhadap kegiatan pendidikan, terutama untuk membayar gaji guru honorer. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini termasuk penyuluhan dan pelatihan bagi anggota komite, penyesuaian jadwal musyawarah, serta peningkatan penggalangan dana. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota komite, komunikasi yang efektif dengan pihak luar, dan upaya penggalangan dana yang lebih proaktif. Dengan implementasi solusi tersebut, diharapkan mutu pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3 Sipirok dapat meningkat dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitarnya
Dampak Media Pembelajaran Berbasis IT Terhadap Pengalaman Pendidikan Mahasiswa STAIN Meulaboh
Iqbal, Muhammad;
Muarif, Samsul
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i3.130
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak media pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) terhadap pengalaman pendidikan mahasiswa di STAIN Meulaboh. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan teknologi dalam pendidikan, yang menawarkan fleksibilitas dan interaktivitas lebih besar dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Namun, tantangan infrastruktur dan keterbatasan keterampilan teknologi juga menjadi kendala yang harus dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi yang telah menggunakan media pembelajaran berbasis IT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa merasakan dampak positif dari penggunaan media berbasis IT dalam pembelajaran, seperti peningkatan keterlibatan, kemandirian belajar, dan aksesibilitas terhadap materi pendidikan. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya interaksi langsung dengan dosen, serta kesulitan dalam manajemen waktu belajar. Kesimpulannya, media pembelajaran berbasis IT memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di STAIN Meulaboh, namun efektivitasnya sangat bergantung pada dukungan infrastruktur yang memadai dan pengembangan keterampilan baik bagi mahasiswa maupun dosen. Dengan penanganan tantangan ini, teknologi dapat terus berperan penting dalam meningkatkan pengalaman pendidikan di era digital.
Pengelolaan Tata Ruang Kantor Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMK Negeri 1 Penanggalan
Maha, Andong
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i3.131
Penelitian ini didasarkan pada pengelolaan tata ruang kantor dalam meningkatkan kualitas pencapaian kinerja guru. Tata ruang kantor sangatlah erat kaitannya dengan aktivitas guru, seperti memberikan informasi, melayani siswa, pelaksanaan penilaian pembelajaran dan saling berinteraksi di ruang kantor dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan profesionalisme kinerja guru. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tata ruang kantor dalam peningkatan kinerja guru di SMK Negeri 1 Penanggalan. Penelitian ini menghasilkan data informasi mengenai situasi yaitu suatu keadaan yang apa adanya, pada saat penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode deskriptif dengan memakai pendekatan kualitatif melalui teknik obeservasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata ruang kantor yang mendukung dan fasilitas yang memadai, mampu menunjang kinerja guru di SMK Negeri 1 Penanggalan yang mengalami peningkatan dari sebelumnya. Dapat dilihat dari pelayanannya, aktivitas kerja yang lebih teratur, mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, disiplin dalam bekerja dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan
Metode Pembelajaran yang Efektif dalam Pendidikan Dasar
Ayunda, Vika;
Jannah, Annissa Miftahul;
Gusmaneli, Gusmaneli
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71153/wathan.v1i3.139
Pembelajaran yang efektif dalam pendidikan dasar merupakan kunci untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing di era global. Berbagai metode, termasuk Pendekatan Berbasis Siswa (Student-Centered Learning), penggunaan teknologi dalam pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning), dan pendekatan pembelajaran diferensiasi, telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Dengan menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran, memanfaatkan alat digital yang interaktif, dan memberikan ruang bagi eksplorasi dan kolaborasi, pendidikan dapat menjadi lebih relevan dan menyenangkan. Namun, tantangan seperti ketidakmerataan akses teknologi dan kesiapan guru perlu diatasi agar setiap siswa mendapatkan kesempatan belajar yang optimal.