cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Edukasi Caregiver untuk Merawat Orang yang Terinfeksi dengan HIV (ODHA) di Indonesia Elysabeth Sinulingga; Yakobus Siswadi; Lani Natalia Watania; Erivita Sakti; Regina Situmorang; Frida Lina Br Tarigan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/81av6q14

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berbentuk kegiatan edukasi tentang edukasi caregiver untuk merawat orang yang terinfeksi dengan HIV (ODHA). ODHA sering mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat sehingga ODHA sering merahasiakan status HIV dan mengalami penolakan baik itu oleh keluarga maupun masyarakat sekitar. Komisi HIV/AIDS dan NAPZA (KPA) Moderamen GBKP terbentuk atas kepedulian tentang masalah HIV/AIDS yang ada di Tanah Karo. Bentuk pelayanan KPA Moderamen GBKP antara lain pemberian sosialisasi mengenai HIV/AIDS, pendampingan ODHA dan keluarga, serta menyediakan rumah singgah untuk membantu ODHA dan keluarganya. Caregiver informal seringkali harus memberikan bantuan dan perawatan terhadap ODHA tanpa dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sementara ODHA berisiko mengalami perubahan kesehatan terkait penurunan daya tahan tubuh dan komplikasi terkait dengan hal tersebut selain dari pengelolaan efek samping akibat pengobatan (ARV). Pelatihan caregiver diberikan berdasarkan peka budaya Karo dan spiritual Nasrani diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan Kesehatan ODHA, personal hygine ODHA. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terutama individu yang hidup dengan HIV/AIDS dan keluarga/orang yang mendampingi sehingga diharapkan individu dan keluarga/pendamping (caregiver informal) dapat melakukan tindakan yang tepat dan sesuai dalam memelihara kondisi kesehatan dan mencegah komplikasi akibat HIV yakni menurun menjadi AIDS. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah materi diberikan dalam bentuk pre-post quiz. Target luaran PKM adalah diseminasi dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal PKM-CSR atau jurnal akreditasi sinta.
Optimalisasi Sinkronisasi Data SKP Untuk Mendukung Pengurusan SIP Tenaga Kesehatan di Kota Pekanbaru Diah Elvira Syafruddin; Jasrida Yunita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8azpvc07

Abstract

Synchronization of Professional Credit Unit (SKP) data is an essential component in the process of renewing Practice Licenses (SIP) for health workers. The problem identified in Pekanbaru City was the inconsistency of SKP data between the SatuSehat SDMK platform and the Ministry of Health SKP system, which caused obstacles in the SIP renewal process for health workers. This condition affected the legality of professional practice and potentially disrupted the continuity of healthcare services in healthcare facilities. This activity aimed to identify the management of health human resources at the Pekanbaru City Health Office and to analyze problems related to SKP data synchronization in the SIP renewal process. The method used was a residency approach through observation, interviews, document review, and analysis using the Urgency, Seriousness, Growth (USG) method and Fishbone Analysis to determine problem priorities and identify the causes of data inconsistency. The activity was conducted from November 11 to November 28, 2024, at the Pekanbaru City Health Office. The results showed that the digitalization of SIP administration had improved the efficiency of administrative services for health workers. However, technical problems in SKP data integration were still identified. Contributing factors included system integration issues, limited user understanding of digital platforms, and suboptimal coordination in data reporting. Proposed solutions included periodic reporting to the Ministry of Health, official correspondence regarding integration problems, and the implementation of socialization and technical guidance on digital platform utilization. These interventions are expected to improve the transparency, accuracy, and reliability of the information system in the SIP renewal process for health workers
Optimalisasi Pengawasan Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) Dalam Pelayanan Estetika Untuk Menjamin Keselamatan Pasien Diah Elvira Syafruddin; Jasrida Yunita; Hetty Ismainar; Oktavia Dewi; Emy Leonita; Dendi Zulheri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1vhyp548

Abstract

Medical aesthetic services in Indonesia, particularly in Pekanbaru City, have developed rapidly and require effective supervision to ensure service quality and patient safety. This community service activity aimed to improve the understanding and compliance of Independent Medical Practice Clinics (TPMD) in providing aesthetic services in accordance with healthcare standards and regulations. The implementation methods included socialization, education, mentoring, field observation, and discussions involving the Pekanbaru City Health Office, professional organizations, and physicians responsible for aesthetic TPMD. The activities were conducted using a participatory approach focusing on licensing, the use of approved medicines and medical devices, service standards, recording and reporting systems, and patient safety. The results showed that several challenges remain in the supervision of aesthetic TPMD, including limited human resources, inadequate facilities and infrastructure, and insufficient budget support. In addition, regulations related to aesthetic practice are still general in nature, while supervision activities tend to be administrative and incidental. TPMD understanding regarding aesthetic service standards and patient safety was also found to be suboptimal. Through this activity, participants demonstrated improved knowledge regarding safe and legal aesthetic practice standards and the importance of compliance with healthcare regulations. This community service activity is expected to strengthen collaboration among the Health Office, professional organizations, and TPMD in improving supervision effectiveness, service quality, and patient safety in medical aesthetic services in Pekanbaru City
Optimalisasi Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Melalui Penerapan Dimensi end User Computing Satisfaction (EUCS) di Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center Nurfarahin Nurfarahin; Reno Renaldi; Muhardi Muhardi; Budi Hartono; Ahmad Satria Efendi; Jeanny Susana Magretta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2hgt4z53

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan instrumen penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, efisiensi manajemen, dan akurasi pengelolaan data di rumah sakit. Tingkat kepuasan pengguna terhadap SIMRS menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi sistem informasi dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan lima dimensi End User Computing Satisfaction (EUCS), yaitu isi atau konten, akurasi, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu dengan kepuasan penggunaan SIMRS di Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center Tahun 2025, serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pengguna SIMRS di Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner EUCS, sedangkan analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi akurasi, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan penggunaan SIMRS. Sementara itu, dimensi tampilan menjadi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna SIMRS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pengguna SIMRS dipengaruhi oleh kualitas sistem, terutama pada aspek tampilan, akurasi, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan pengembangan sistem secara berkelanjutan agar SIMRS lebih interaktif, mudah digunakan, serta mampu mendukung pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan berkualitas.
Peningkatan Pengetahuan Lansia Tentang Pencegahan Stroke Melalui Edukasi Pengendalian Hipertensi dan Diabetes Melitus Mike Asmaria; Vivi Yuderna; Mariza Elvira; Armaita Armaita; Ramaita Ramaita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vt0kb508

Abstract

Stroke is a leading cause of death and disability, closely associated with hypertension and diabetes mellitus as major risk factors. This community service activity aimed to improve public knowledge about hypertension and diabetes mellitus as a stroke prevention effort in Nagari Pakadangan, Padang Pariaman Regency. The method used was health education through counseling, discussion, and question-and-answer sessions. The activity began with blood pressure and blood glucose checks and a pre-test, followed by educational material using audiovisual media, and ended with a post-test. The participants consisted of 20 elderly individuals accompanied by health workers and cadres. The results showed an increase in participants' knowledge after the intervention. Before counseling, 7 participants (35%) had high knowledge and 13 participants (65%) had low knowledge. After counseling, high knowledge increased to 16 participants (80%) while low knowledge decreased to 4 participants (20%). Health education was proven effective in improving public knowledge regarding stroke prevention through hypertension and diabetes mellitus control.
Peningkatan Kesiapan Wirausaha Karang Taruna Desa Mandalawangi melalui Pelatihan Kombucha Bunga Kecombrang dan Pendampingan Pengajuan P-IRT Eva Kholifah; Renditya Ismiyati; Deya Adiby Nabillah; Endah Endah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kx0pqw42

Abstract

This community service activity was motivated by the potential of local natural resources in the form of kecombrang flowers (Etlingera elatior) in Mandalawangi Village, Pandeglang Regency, which have not been optimally utilized despite their high antioxidant activity and potential to be processed into probiotic kombucha beverages that are beneficial for health and possess economic value. The purpose of this activity was to improve the knowledge and skills of members of the Karang Taruna Cahaya Mandala in producing kecombrang flower kombucha as an effort to enhance public health and welfare. The activity was carried out through interactive lectures, hands-on training, and counseling using leaflet media, involving 30 respondents selected based on their active participation in the community. Knowledge evaluation was conducted through pretest and posttest assessments using the Wilcoxon test to analyze significant differences in knowledge levels before and after the activity. The results showed an increase in the knowledge level categorized as “good” from 63% before the training to 90% after the training, with a significance value of p = 0.000 (p<0.05), indicating that the activity was effective in improving participants’ understanding of kecombrang kombucha production. In addition to increasing health awareness, this activity also contributed positively to community economic empowerment through the development of local value-added products. In conclusion, the training and counseling on kecombrang flower kombucha production proved effective in enhancing community knowledge and skills; however, further activities are recommended, including business mentoring and product certification, to ensure the sustainability and broader impact of the program.
Inovasi Desa Siaga Jantung: Integrasi Edukasi, Simulasi CPR, dan Sistem Pencatatan Komunitas Dalam Penanganan Henti Jantung Mendadak Aminuddin Aminuddin; Eli Saripah; Rahmat Kurniawan; Selvi Alfrida Mangundap; Rina Tampake; Metrys Ndama; Azizah Saleh; Hamsiah Hamsiah; Lisnawati Lisnawati; Fajrillah Kolomboy; Muhammad Yani; Arifuddin Arifuddin; Amir Amir
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vnbamk80

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan bantuan hidup dasar (BHD)/CPR menyebabkan tingginya risiko kematian di luar fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 kader kesehatan di Desa Bale dan Desa Wani, Kabupaten Donggala. Intervensi dilakukan melalui edukasi faktor risiko penyakit jantung, pelatihan CPR berbasis praktik menggunakan manekin, serta simulasi penanganan henti jantung berbasis komunitas. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk aspek pengetahuan serta penilaian praktik untuk keterampilan. Sebelum intervensi, sebagian besar kader memiliki pengetahuan rendah (77%) dan keterampilan tidak sesuai (93%). Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan, dimana seluruh kader (100%) memiliki pengetahuan tinggi dan keterampilan sangat sesuai dalam melakukan BHD/CPR. Pendekatan edukasi dan pelatihan berbasis simulasi efektif meningkatkan kapasitas kader kesehatan secara individu maupun kolektif. Keterlibatan aktif peserta dalam praktik dan simulasi meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapsiagaan dalam merespons kondisi darurat. Program ini juga mendukung pembentukan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas melalui pembentukan tim siaga jantung desa.
Collaboration on International Community Service to Promote Clean and Healthful Living Practices in Malaysia Imran Pashar; Indira Fitriliani; Zain Ahmad Fauzi; Encik Shahrin Hasyim; Syifa Anida Zahra; Tria Monika Tambun; Qaila Qaila; Tiara Nurhaliza
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mh9qpd50

Abstract

In order to improve children's health and prevent communicable diseases, Clean and Healthy Living Behavior should be taught starting in elementary school. Washing your hands properly with soap is one of the simplest Clean and Healthy Living Behavior routines to follow Through instructional exercises and hands-on demonstrations, this community service program sought to improve students' understanding of Clean and Healthy Living Behavior and Washing your hands properly with soap. Thirty primary school kids participated in the program, which was held on May 6, 2026, at SK Felda Kledang in Johor, Malaysia. Interactive lectures, demonstrations, and practical use of the six-step handwashing process were among the techniques used. The findings showed that every activity went off without a hitch and that participants were quite enthusiastic about the entire program. Pupils were able to comprehend the fundamental ideas of PHBS, appreciate the value of environmental and personal hygiene, and successfully complete the six-step handwashing process on their own. The use of direct demonstration techniques were successful in assisting participants in understanding the topic, despite difficulties arising from vocabulary differences between the Indonesian and Malaysian languages. Overall, the program was successful in raising students' understanding of the significance of incorporating clean and healthy living practices into their everyday lives.
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Ems (Emergency Medical Sistem) Sederhana Melalui Detections Pra-Hospital Stroke Hasmita Hasmita; Mike Asmaria; Hilma Yessi; Trisna Kumala Sar; Prima Yoselina; Kheniva Diah Anggita; usrito Zalins Adecory
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jtn47g86

Abstract

Stroke is a leading cause of death and disability that requires rapid treatment from the pre-hospital phase, but the community in Nagari Malai III Koto still has minimal knowledge regarding early detection and initial treatment of stroke. This community service program aims to improve the community's ability in pre-hospital management of stroke patients through simple EMS. Methods include assessment, participant identification, health education on early stroke detection using the FAST method, and an introduction to EMS with the Detection component. Participants were 19 elderly people at high risk of stroke and 17 family members. Evaluation results showed a significant increase: stroke knowledge from 35% to 90%, FAST simulation from 30% to 88%, family role from 40% to 92%, and understanding of the EMS process from 25% to 85%. The conclusion of this program is that community-based health education is effective in increasing community preparedness in pre-hospital stroke management, and is expected to be able to implement an emergency stroke referral system.
Optimalisasi Pengetahuan Ibu Dalam Pencegahan Gizi Kurang pada Bayi dan Balita di Kelurahan Alalak Utara Kota Banjarmasin Rizki Amalia; Zaiyidah Fathony; Ghina Roudathul Jannah; Neysha Salsabella; Ramayanah Ramayanah; Monica Hardian Nisa; Desy Williya Aflah; Mila Mila
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pdez2z04

Abstract

Permasalahan gizi kurang di Indonesia menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan  mengingat prevalensinya yang masih melampau ambang batas WHO dan berdampak luas terhadap kualitas sumber daya manusia generasi mendatang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi kurang pada bayi dan balita. Metode kegiatan ini yaitu edukasi melalui kegiatan penyuluhan dengan media powerpoint dan video edukasi. Peserta yaitu ibu yang memiliki balita. Evaluasi keberhasilan menggunakan soal pre-test dan post-test dengan jumlah soal 10. Hasilnya menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,91% meningkat menjadi 89,96% pada post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 13%. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki balita, perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan posyandu dengan berbagai tema yang relevan dengan gizi anak