cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 608 Documents
Pemberdayaan Nenek ASI Dalam Keluarga untuk Meningkatkan Pemberian Asi Eksklusif Mencegah Stunting Melly, Melly; Magdalena, Magdalena; Asnaty, Elvina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g2jh7226

Abstract

Masih rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat mengenai asi. Tidak sedikit ibu yang masih membuang kolostrum karena dianggap kotor sehingga perlu dibuang. Selain itu, kebiasaan memberikan makanan secara dini pada sebagian masyarakat juga menjadi pemicu dari kurang berhasilnya pemberian ASI eksklusif yang dapat menyebabkan stunting. Prevalensi stunting di Provinsi Riau yaitu 22,3% dan angka ini masih berada dibawah capaian nasional yakni 24,4%. Kota Pekanbaru memiliki kasus stunting sebesar 11%. Salah satu puskesmas di Kota Pekanbaru yaitu Puskesmas Melur dengan angka kejadian stunting yaitu 19,2%. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nenek asi tentang pemberian asi eksklusif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari s/d Agustus 2024, khalayak sasaran adalah nenek dan ibu hamil berjumlah 30 orang. Pelaksanakan kegiatan ada tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapat pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi sebagian besar mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 25 orang (83,3%). Sedangkan setelah diberikan intervensi selama 5 kali pertemuan pengetahuan responden sebagian besar mempunyai pengetahuan Baik sebanyak 18 orang (60%). Keterampilan responden sebelum diberikan intervensi sebagian besar mempunyai keterampilan kurang sebanyak 16 orang (53,3%), sedangkan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden mempunyai keterampilan baik sebanyak 22 orang (73,3%). Kegiatan pengabdian ini memberikan hasil pemahaman yang lebih baik kepada nenek-nenek tentang pentingnya peran mereka dalam mendukung pemberian ASI eksklusif kepada cucu mereka. Nenek sebagai figur penting dalam keluarga.
Penyuluhan Strategi Pemasaran Sehat dan Inovatif Untuk Mahasiswa Kewirausahaan NOOR, MEITRIA SYAHADATINA; Asiyah, Siti; Dharmawan, Hendra; Wulan, Mutiara Octa Sandra; Prawiro, Andi Agung; Tazkiah, Misna
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1tkam614

Abstract

Pemasaran digital telah menjadi komponen yang penting dalam strategi bisnis modern di era digitalisasi yang semakin berkembang saat ini. Kemajuan teknologi khususnya dalam bidang telekomunikasi melalui internet dan media sosial, telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan, menawarkan produk, dan membangun merek. Strategi pemasaran memegang peranan penting dalam peningkatan cakupan layanan serta membangun citra positif fasilitas kesehatan dalam era persaingan layanan kesehatan yang semakin kompetetif. Masih banyak tenaga kesehatan yang belum memiliki pemahaman dan ketrampilan yang baik dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif, khususnya di tingkat pelayanan primer seperti puskesmas atau klinik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berusaha untuk menjembatani kesenjangan yang tercipta tersebut, bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada mahasiswa program studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ULM strata-1 dan strata-2 serta alumni untuk meningkatkan pengetahuan pemasaran supaya lebih terampil ketika masuk pada dunia kerja atau perluasan jaringan pemasaran jasa yang mereka tawarkan. Peserta penyuluhan berjumlah 62 orang yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Metode kegiatan menggunakan penyuluhan dengan ceramah dan diskusi mengenai strategi pemasaran. Data pengetahuan peserta diidentifikasi sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan rerata skor pengetahuan sebelum penyuluhan adalah 66,76, sedangkan rerata skor pengetahuan setelah penyuluhan adalah 71,94. Kesimpulan kegiatan ini adalah penyuluhan strategi pemasaran inovatif dapat meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan, dengan harapan akan membantu mereka sebagai bekal di dunia kerja. Saran berdasarkan kegiatan ini adalah diharapkan kepada peserta yang memiliki usaha untuk mencoba menerapkan strategi pemasaran baik offlline atau online.
Deteksi Dini PTM Warga Imigran di Malaysia: Skrining TD, Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat Mulyani, Sri; H, Innani Wildania; Patonah, Siti; Muhidayati, Wiwik; A, Novia Dwi; N, Fatia Rizki; A, Belinda; Huda, Akhmad; H, Sofyan Hadi; Istiana, Fuji
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wd6yd456

Abstract

Worldwide, noncommunicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, hyperuricemia, dyslipidemia, and hyperuricemia are the leading causes of death, including among immigrant communities who often have limited access to health services. Due to economic problems, legal status, and lack of information, Indonesian immigrants living in Malaysia are a vulnerable group who often neglect early detection of their diseases. The purpose of this community service program is to raise public awareness of the risks associated with NCDs and to detect them early through the measurement of blood pressure, blood sugar, total cholesterol, and uric acid levels. In Bukit Sungai Putih Lembah Jaya Utara, Ampang, Selangor, Malaysia, 120 immigrant residents underwent direct health screening and healthy lifestyle training. The results of the community service activity showed that 43.3% of participants had hypertension, 27.5% had above-normal blood sugar levels, 24.2% had hyperuricemia, and 44.2% had high total cholesterol levels. These findings indicate that NCD risk factors are prevalent among immigrants. It is evident that community-based screening helps detect health problems early and encourages broader health efforts. Therefore, to improve the overall health of immigrant residents, sustainable community-based interventions are essential
Edukasi Gizi Seimbang dan Pangan Lokal Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Alalak Utara Widyastuti, Trioni; Hekmah, Nurul; Banowati, Amelia; Muliana, Rina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rfczp373

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) di provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan prevalensi asma sebesar 1,7%, kanker 0,8%, diabetes melitus 1,4%, penyakit jantung 0,66%, hipertensi 34,1%, stroke 9,5%, dan penyakit ginjal kronis 0,10%. Berdasarkan data tersebut, semakin meningkatnya usia semakin besar prevalensi PTM. Penyakit tidak menular dapat disebabkan oleh faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku (pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol). Gizi Seimbang merupakan kombinasi menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Pada dasarnya, tidak ada bahan makanan yang mengandung seluruh zat gizi, sehingga harus mengonsumsi aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi mikro dan gizi makro. Meningkatkan konsumsi pangan lokal sekaligus dapat menerapkan prinsip gizi seimbang yaitu mengonsumsi makanan beragam.. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait gizi seimbang dan pangan lokal upaya pencegahan penyakit tidak menular pada ibu rumah tangga di Kelurahan Alalak Utara RT 45. Metode pada kegiatan ini yaitu ceramah dan penyebaran leaflet edukasi pada 32 peserta Ibu Rumah Tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi sebesar 33,7%. Setelah diberikan edukasi, diharapkan masyarakat dapat menerapkan gizi seimbang dan pangan lokal sebagai pencegahan PTM.
Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kabupaten Bandung Pratidina, Eki; Jundiah, R. Siti; Rokayah, Cucu; Irawan, Susan; Imam, Haerul
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cddf9a30

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya di daerah pinggiran kota yang seringkali memiliki akses terbatas terhadap informasi kesehatan. RW 06 Dusun Andir, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menghadapi berbagai masalah kesehatan, seperti potensi stunting pada anak, hipertensi pada orang dewasa, dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perilaku hidup bersih, kesehatan ginjal, penyalahgunaan zat pada remaja, serta kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk skrining tekanan darah, pencegahan stunting, kesehatan ginjal, serta pencegahan penyalahgunaan zat pada remaja. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah kesehatan melalui wawancara dengan masyarakat, wawancara langsung tokoh Masyarakat, penyuluhan langsung mengenai pencegahan stunting, pengelolaan hipertensi, pola hidup sehat, kesehatan ginjal, pencegahan penyalahgunaan zat pada remaja, serta kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, tercatat dengan peningkatan skor pengetahuan dari 58,4 (pre-test) menjadi 85,2 (post-test). Perubahan skor menunjukkan peningkatan sebesar 45.89% setelah edukasi penyuluhan. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya deteksi dini penyakit dan penerapan pola hidup sehat. Hasil pengabdian ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif-partisipatif dalam meningkatkan literasi kesehatan di komunitas yang membutuhkan.
Pendampingan Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Asesmen Pembelajaran untuk Mendukung Literasi Digital bagi Guru SMP Buchari, Muhammad Ali; Sukemi, Sukemi; Oktadini, Nabila Rizky; Marjusalinah, Anna Dwi; Simarmata, Ruth Helen; Afif, Hasnan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7xep0n45

Abstract

The Merdeka curriculum formulates learning that refers to the abilities needed in the era of industrial revolution 4.0 and society 5.0. The assessment is carried out as an effort to measure the level of achievement of learning indicators and collect information on student learning progress in various aspects.  Facts in the field show problems in implementing independent curriculum cognitive assessments in learning. This indicates the high need for preparing independent curriculum assessments, namely diagnostic assessments, formative assessments and summative assessments. Artificial intelligence or Artificial Intelligence (AI) is part of the industrial revolution 4.0 and society 5.0 so that integrating society and technology cannot be avoided.  Artificial Intelligence in mathematics learning has great potential to support learning effectiveness and efficiency. This service is a lecture activity that integrates artificial intelligence evaluation courses into service activities that are integrated with community service. This initiative was implemented to support digital literacy and increase teacher competency in utilizing modern technology, in accordance with the principles of the Independent Curriculum. This activity includes training, mentoring, and evaluation of the use of AI in learning assessment. As a result of this activity, teachers are able to understand the basic concepts of AI, innovation in assessment development, and its implementation in the classroom. Through various face-to-face and online meetings, this activity succeeded in providing new insights for teachers regarding the use of AI technology in learning, although there were challenges related to initial understanding and availability of supporting facilities. With intensive assistance, teachers are able to prepare assessments that are more adaptive and appropriate to student needs, so they are expected to be able to support improving the quality of education in the digital era.
Edukasi Penggunaan Tanaman Herbal Terhadap Penderita Diabetes di Desa Empat Balai, Kampar Rasyid, Wildan; Pratiwi, Wirahma Indah; Djohari, Meiriza; Anggraini, Deni; Mora, Enda; Almurdani, M.; Ikhtiarudin, Ihsan; Harpirabi, T.; Jasma, Jasma; Tami, Tami; Sukma, Sukma
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w8yeem10

Abstract

Diabetes mellitus is a public health problem that continues to increase, especially in rural areas that have limited access to modern health services. The use of herbal plants as alternative therapy is increasingly receiving attention because of its abundant availability and relatively low cost. In order to increase public awareness of the importance of prevention and treatment, especially with herbal ingredients for this degenerative disease, there needs to be ongoing counseling, one of which is through community service. This community service activity aims to provide education on the use of herbal plants that have the potential to lower blood sugar levels to the people of Empat Balai Village, Kuok District, Kampar Regency. The activities include counseling, interactive discussions, and demonstrations of the use of local herbal plants such as insulin leaves (Costus igneus), Moringa leaves (Moringa oleifera), Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi), Pare (Momordica charantia), sambiloto, and mahkota dewa. The research method uses a qualitative approach with counseling techniques and leaflets given to 50 respondents. The results of the study showed an increase in public knowledge or insight about the use of herbal plants for diabetes sufferers with significance (p <0.5). The results of this Community Service activity show the importance of educating the community about managing diabetes naturally and increasing interest in implementing the use of herbs as a treatment support. Therefore, further efforts need to be made to increase insight and prevention related to Diabetes Mellitus by using herbal plants holistically.
Sosialisasi Pedagodik TPACK Untuk Guru: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Era Digital Siahaan, Fine Eirene; Siahaan, Sanggam; Situmeang, Siska Anggita; Hutabarat, Novra Melisa P.; Siahaan, Basar Lolo; Nababan, Irene Adryani; Napitupulu, Rio parsaoran; Simanjuntak, Bernard
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gj34a364

Abstract

The development of digital technology requires teachers to be able to integrate technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK) into the learning process. However, many teachers still struggle to understand and apply TPACK optimally, resulting in suboptimal learning quality in the digital era. This community service activity aims to improve teachers' understanding and skills in implementing TPACK through socialization and structured training. The methods used include lectures, discussions, hands-on practice in developing TPACK-based lesson plans, as well as pretest and posttest evaluations. The activity was conducted at SMP Negeri 11 Pematangsiantar in March-April 2025, involving teachers as active participants. Evaluation results showed a significant improvement in teachers' understanding of TPACK concepts and practices, reflected in an average increase in pretest scores from 27.9% to 57.37% on the posttest. Teachers also became more confident in designing technology-based learning and effectively utilizing digital media. This activity demonstrated that TPACK socialization can strengthen teachers' competencies and improve the quality of learning in the digital age. Continuous support and further training are still needed to ensure optimal implementation of TPACK.
Penyuluhan Kesehatan Pembuatan Larutan Gula Garam Untuk Pasien Diare Pada Anak Milawati, Rina; Yuningsih, Yuningsih; Tirani, Anggi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gnxcjc02

Abstract

Diare penyakit yang sering di derita anak dan dapat menular yang ditandai dengan gejala seperti bentuk dan konsistensi tinja mejadi lembek hingga mencair. Mayoritas ibu dengan balita memiliki pengetahuan kurang terkait dengan penatalaksanaan diare dan masih merespon negative dalam penanganan awal saat anak diare. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam merawat anak dalam keadaan sakit diare. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini melalui pemberian edukasi melalui Pendidikan kesehatan dan demonstrasikan cara pembuatan cairan gula garam agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh responden. Hasil pengabdian masyarakat memberikan kesempatan untuk responden melihat, mempraktikkan cara membuat cairan gula garam untuk anaknya yang mengalami diare. Dengan demikian dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan responden dalam Tindakan penanganan diare dirumah. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan perubahan yang sesuai dengan target luaran yang telah ditetapkan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan responden tentang Tindakan penangganan diare dirumah, meliputi tentang penyakit dan cara mengatasinya.
Hidroponik Berbasis Bahan Bekas: Upaya Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Batuphat Timur Kota Lhokseumawe Alim, Muhammad Taqdirul; Andirfa, Mulia; Fitriani, Anisah; Fitri, Ayu Maulida
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vdth4b05

Abstract

Permasalahan keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah perkotaan menuntut solusi inovatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan sistem hidroponik berbasis bahan bekas merupakan salah satu alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk mengenalkan potensi pemanfaatan hidroponik dari bahan bekas sebagai strategi mewujudkan ketahanan pangan Masyarakat khususnya di Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dalam memproduksi pangan secara mandiri di masa yang akan datang. Metode pelakasanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Action Research (CBPAR), yaitu metode ilmiah yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan proses, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi solusi . Hasil Kegiatan Pengabdian ini adalah Masyarakat di Desa Batuphat Timur teredukasi dan terdorong untuk memenfaantkan pekarangan rumah untuk menanam dan melakukan budidaya hidroponik secara mandiri, serta mereka juga telah dapat merancak piranti sederhana hidroponik yang terbuat dari bahan bekas rumah tangga.