cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 392 Documents
Webinar Sosialisasi dan Edukasi Penggunaan Aplikasi SDKI, SLKI, SIKI dan SOP PPNI Sinulingga, Elysabeth; Patrisia, Ineke; Juhdeliena, Juhdeliena; Surbakti, Juwita Fransiska Br; Sampepadang, Mega
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z08vc040

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 tentang Standar Profesi Perawat menyatakan bahwa diagnosa keperawatan yang terkait dengan Indonesia juga dimasukkan ke dalam daftar diagnosa keperawatan. Standar Kinerja Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Kinerja Keperawatan Indonesia (SIKI) mengacu pada standar intervensi, dan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dan Katalog Kompetensi mencakup standar intervensi. Tujuannya untuk memperdalam pengetahuan, memahamidan membuat diagnosa keperawatan serta mengetahui hasil asuhan dan intervensi yang dilakukan sesuai dengan 4S PPNI. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi yang terdiri dari ceramah dan diskusi disertai tanya jawab. Pre-test dilaksanakan sebelum webinar dan diakhiri dengan post-test setelah webinar. Pada hasil pre-test dan post-test webinar 4S Education Growth diperoleh mean pre-test sebesar 60,2 dan mean post-test sebesar 76,0. Nilai tambah setelah pelatihan adalah sekitar atau 15,8 poin untuk seminar. Artinya peningkatan skor pasca pengajaran selama seminar pada 4 S yang diperiksa adalah sekitar 15,8 poin per peningkatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa seminar ini menambah pengetahuan dan pemahaman tentang 4S.
Penguatan Agribisnis Melon Wates Blitar melalui IoT, Diversifikasi Produk, dan Digital Branding Fiernaningsih, Nilawati; Sarosa, R. Moechammad; Takwim, R N Akhsanu; Widayani, Anna; Herijanto, Pudji
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/02jtfb05

Abstract

This community service program was carried out to address the main problems faced by the partner groups, namely the low production efficiency among melon farmers and the limited processing capacity of melon-based products in downstream partners. The purpose of this activity was to improve the productivity and quality of melon cultivation through the implementation of an Internet of Things (IoT) control system in the greenhouse, as well as to enhance the production capacity of processed melon chips using an upgraded vacuum fryer with a larger capacity. The applied methods included production system optimization, technology implementation assistance, training in production information management, and digital branding reinforcement. The results showed significant improvements in efficiency and product quality in two IoT-based automated greenhouses. Meanwhile, the downstream partner successfully increased melon chip production capacity from 10 kg to 30 kg per process, with improved product consistency and shelf life. Furthermore, the digital branding strategy positively influenced market competitiveness and consumer trust in the partners’ products
Inovasi Budidaya Sayur Bayam sebagai Wujud  Mandiri Pangan Guna Menurunkan Angka Stunting Jasuli, Jasuli; Jannah, Miftakhul
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vqknns35

Abstract

Tingginya prevalensi stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan. Berdasarkan data Ponkesdes Desa Sukosari, terdapat 29 anak yang tergolong stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting melalui inovasi budidaya dan pengolahan sayur bayam sebagai wujud kemandirian pangan. Bayam dipilih karena merupakan pangan lokal yang kaya vitamin A, vitamin C, zat besi, dan serat yang penting bagi pertumbuhan anak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi tentang kemandirian pangan, pelatihan budidaya bayam, serta demonstrasi masak produk inovatif seperti nugget bayam dan dadar gulung bayam. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi dan antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama para ibu yang bersemangat menerapkan pengetahuan baru dalam budidaya dan pengolahan pangan lokal. Program ini meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting dan mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan.  The high prevalence of stunting remains a major public health challenge in Indonesia, particularly in Jember Regency, where the number of stunting cases has risen significantly. Based on data from the Sukosari village health post (Ponkesdes), 29 children are classified as stunted. This community service project aims to reduce stunting rates by promoting food self-sufficiency through innovative spinach cultivation and processing. Spinach was selected as a local food source due to its high content of vitamin A, vitamin C, iron, and fiber, which are crucial for child growth. The program was implemented through three stages: preparation, implementation, and evaluation. Activities included community socialization about food independence, training on spinach cultivation, and a cooking demonstration featuring spinach-based innovations such as spinach nuggets and spinach rolled omelets. The results showed high community participation and enthusiasm, especially among mothers, who demonstrated interest in adopting the cultivation and food processing techniques. This program successfully increased community awareness and practical skills in utilizing local food to prevent stunting and achieve sustainable food independence.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Silkular Life Bagi Penderita Tuberkulosis di Kelurahan Keramasan Putri, Elivia Pasma; Kurnia, Heri; Rachmi , Nur Habiba; Adha, Muhammad Mona
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sq9wqz79

Abstract

Kelurahan Keramasan merupakan wilayah yang terletak di Kecamatan Kertapati yang memiliki kompleksitas permasalahan dalam pemanfaatan sumber daya lokal setempat dikarenakan keterbatasan struktural serta minimnya pelaksanaan pelatihan dan pemberdayaan. Permasalahan serupa dialami oleh para penderita tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Keramasan, Kota Palembang. Kurangnya sistem pengobatan yang maksimal, ditambah lagi dengan sistem sanitasi yang kurang memadai serta minimnya lapangan pekerjaan yang layak menjadikan mereka sangat rentan terhadap pemasalahan sosial dan ekonomi. Program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh lembaga filantropi Bakrie Center Foundation (BCF) yang bekerja sama kepada Masyarakat Sehat Sriwijaya (MSS) dibentuk melalui pendekatan “SIRKULIFE (Sirkular Life Empowerment)” dengan tujuan agar membantu menciptakan ketahanan pangan keluarga, meningkatkan keterampilan teknis serta mendukung tercapainnya pembangunan berkelanjutan melalui penjualan hasil budidaya lele dan sayuran. Hasil dari kegiataan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim pemberdayaan, memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam peningkatan kebutuhan ekonomi yang lebih optimal, mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas lokal, serta mendorong pemanfaatan sumber daya secara efisien dan ramah lingkungan.
Program Korega Berbasis Digital Sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Reproduksi di Posyandu Remaja Tegalsari Gadingrejo Qurniasih, Nila; Wati, Desti Ambar; Damayanti, Damayanti; Mardiyah, Habibah Ainun; Salsabila, Arina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a7v5q024

Abstract

Remaja merupakan kelompok populasi besar yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional namun tetap rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi seperti anemia, infeksi menular seksual, dan kehamilan yang tidak direncanakan. Posyandu Remaja Tegalsari menghadapi rendahnya partisipasi yang disebabkan oleh kegiatan yang monoton dan jadwal yang kurang sesuai. Program digital KOREGA (Komunitas Remaja Gesit Antusias) diperkenalkan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan remaja melalui pemberdayaan kader sebaya, perbaikan manajemen kegiatan, serta pemanfaatan aplikasi, modul, video, dan media sosial. Program dilaksanakan pada Agustus–September 2025 dengan melibatkan 10 kader remaja melalui tahapan persiapan, sosialisasi, implementasi digital, pelatihan, monitoring, dan evaluasi menggunakan pre–post test. Analisis Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p=0.008), dengan rata-rata nilai meningkat dari 47,33 menjadi 75,78. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi digital yang dikombinasikan dengan pendampingan sebaya efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Program KOREGA dapat menjadi model modern, inklusif, dan berkelanjutan untuk pemberdayaan Posyandu Remaja sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan poin 4 (Pendidikan Berkualitas).
Penerapan Smart Meter Untuk Pengelolaan Energi Dan Peningkatan Efisiensi Tambak di UD Tani Nila Nusantara Ashad, Bayu Adrian; Ramdaniah, Ramdaniah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/frnzg637

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di UD Tani Nila Nusantara, Kabupaten Pangkep, dengan tujuan meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik pada sistem budidaya ikan nila melalui penerapan teknologi smart meter berbasis Internet of Things (IoT). Permasalahan utama mitra adalah tingginya konsumsi energi akibat pengoperasian aerator, dan pompa air yang berlangsung hampir tanpa henti setiap hari. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan sistem monitoring energi berbasis IoT yang memungkinkan pengelolaan daya secara real-time. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat dan difusi ipteks melalui pelatihan, instalasi sistem smart meter, serta pendampingan langsung kepada mitra dalam pengoperasian dan analisis data energi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap efisiensi energi dan kemampuan menggunakan perangkat digital secara mandiri. Selain itu, terjadi penurunan konsumsi listrik rata-rata sebesar 15–20% setelah penerapan sistem. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tambak, tetapi juga memperkuat literasi digital dan kesadaran penggunaan energi berkelanjutan di sektor perikanan. Dengan demikian, penerapan smart meter berbasis IoT dapat menjadi solusi praktis dan aplikatif menuju pengelolaan energi yang cerdas, efisien, dan ramah lingkungan pada usaha tambak ikan air tawar.
Pelatihan Aplikasi Feeder Planner untuk Transformasi Digital Manajemen Tambak di Kabupaten Pangkep Ramdaniah, Ramdaniah; Ashad, Bayu Adrian
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zygagz75

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan literasi digital masyarakat petambak melalui pelatihan penggunaan aplikasi Feeder Planner di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah manajemen tambak yang masih dilakukan secara manual tanpa pencatatan berbasis data, sehingga mengakibatkan pemborosan pakan dan sulitnya evaluasi produksi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui skema pelatihan dan difusi ipteks dengan pendampingan langsung di lapangan. Kegiatan berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2025, bekerja sama dengan mitra UD Tani Nila Nusantara dan melibatkan enam orang petambak sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi observasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi secara mandiri untuk mencatat jadwal dan riwayat pemberian pakan. Efisiensi pakan meningkat sekitar 15%, dengan konsistensi pencatatan mencapai 83% dan ketepatan jadwal pemberian pakan sebesar 85%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis aplikasi digital mampu mendorong transformasi manajemen tambak menuju sistem yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan di kalangan masyarakat petambak.
Seksual pada Remaja: Menghadapi Dampak Negatif Media Sosial dan Paparan Pornografi Surmiasih, Surmiasih; Putri, Riska Hediya
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zn6wga45

Abstract

Kemajuan teknologi menghadapkan remaja pada tantangan terhadap media sosial dan paparan pornografi. Pendidikan seksual pada remaja merupakan upaya penting dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya terkait dampak negatif media sosial dan paparan konten pornografi. Akses informasi yang terbuka melalui berbagai platform media sosial menjadikan remaja rentan terhadap penyimpangan pemahaman mengenai seksualitas. Kondisi ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, penurunan kontrol diri, serta gangguan kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Kegiatan dilaksanakan pad tanggal 29 April 2025 pada siswa/i SMP di Kabupaten Pringsewu sebanyak 30 orang. Metode dengan ceramah dan Focus Group Duscussion (FGD). Kegiatan PkM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan sebelum diberikan Pendidikan seksual pengetahuan tentang dampak media sosial dan paparan pornografi sebesar 57,6% dan setelah diberikan pendidikan seksual meningkat menjadi 85,7%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja tentang dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Melalui upaya ini diharapkan remaja mampu memahami batasan diri, berpikir kritis terhadap konten dari media sosial, serta membentuk sikap dan perilaku yang sehat, dan bertanggung jawab.
Pencegahan dan Penanganan Bullying di Asrama pada Mahasiswa Palupi, Rini; Kusuma, Anggi; Kameliawati, Feri; I, Amatus Yudi; Rahmasari, Aulia Putri
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dd7nf813

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di sekolah dasar atau menengah, tetapi juga marak ditemukan di lingkungan perguruan tinggi, termasuk mahasiswa. Dampak bullying sangat luas, tidak hanya pada korban tetapi juga pada pelaku dan lingkungan sekitar. Korban sering mengalami stres, depresi, penurunan prestasi akademik, hingga gangguan kesehatan fisik dan psikologis. Melihat dampak yang begitu serius, penting dilakukan edukasi pencegahan bullying sejak dini di lingkungan kampus. Edukasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang bahaya bullying, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk saling menghargai, membangun empati, serta menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan aman. Dengan adanya penyuluhan dan sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perubahan dalam upaya menciptakan budaya anti-bullying di lingkungan pendidikan tinggi kesehatan.
Peningkatan Literasi Riset dan Publikasi Ilmiah Bagi Mahasiswa Program Lulus Tanpa Skripsi di Fakultas Agama Islam Syaharuddin, Syaharuddin; Mukhlishin, Mukhlishin; Muhirdan, Muhirdan; Hayati, Mardiyah; Husnan, Husnan; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7e5nnt94

Abstract

Kebijakan Kampus Merdeka yang memberikan alternatif kelulusan tanpa skripsi menuntut mahasiswa untuk menghasilkan luaran akademik setara, seperti publikasi ilmiah. Namun, rendahnya literasi riset dan kemampuan penulisan ilmiah masih menjadi tantangan utama bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi riset dan keterampilan publikasi ilmiah mahasiswa melalui pelatihan berbasis workshop interaktif. Peserta kegiatan berjumlah 45 mahasiswa yang tergabung dalam Kelas Riset Program Lulus Tanpa Skripsi. Materi pelatihan meliputi konsep dasar penelitian, struktur artikel model IMRAD, pemanfaatan database pengindeks internasional (ScienceDirect, Emerald Insight, PubMed, DOAJ, dan Sinta), serta etika publikasi ilmiah. Evaluasi dilakukan menggunakan angket skala Likert dengan tujuh indikator. Hasil menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman peserta sebesar 81,13%, dengan nilai tertinggi pada aspek etika publikasi dan motivasi menulis (88,37%), serta terendah pada kemampuan menelusuri referensi ilmiah (71,16%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kesadaran riset dan kompetensi akademik mahasiswa, meskipun masih diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk penguatan literasi digital dan akses referensi ilmiah. Program ini diharapkan menjadi model penguatan budaya riset di lingkungan Fakultas Agama Islam dalam mendukung implementasi Kampus Merdeka berbasis luaran publikasi ilmiah.