cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 392 Documents
Peningkatan Kompetensi Siswa SMK dalam Perhitungan dan PengisianSPT PPN Melalui Pembelajaran Kontekstual Ghazali, Muhammad; Challen, Auliffi Ermian; Simon, Zainal Zawir; Zain, Effendi; Safitri, Leli Amelia; Aulia, Shindi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v5mec837

Abstract

Perubahan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberlakukan mulai 1 Januari 2025 sesuai dengan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Namun belum banyak siswa-siswa SMK yang mengetahui perubahan UU HPP mengenai PPN, cara perhitungan PPN, dan cara pengisian SPT Masa PPN. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru mengenai PPN, untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menghitung PPN, dan memperoleh keterampilan dalam pengisian SPT Masa PPN. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual melalui empat tahap yakni ceramah interaktif, simulasi studi kasus, latihan praktik, serta evaluasi dan umpan balik. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di SMK Negeri 3 Jakarta yang diikuti oleh 36 orang siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan lancar dan telah mencapai tujuannya. Melalui metode kontekstual, siswa berhasil memahami konsep dasar Pajak Pertambahan Nilai, Perhitungan PPN terutang, dan Pengisian SPT Masa PPN. Sehingga pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri siswa dalam menerapkan pengetahuan perpajakannya
Transformasi Inovatif Desa Binaan melalui Irigasi Pompa Hidram dan Digitalisasi Produk di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros Hasbi, Muhammad; Sampetoding, Eliyah Acantha Manapa; Alpiani, Alpiani; Uksi, Rafika; Sianipar, Kelvin Leonardo; Ramadhan , Muhammad Zoel; Hendra , Muhammad Ilham Syahfithrah; Hidayat , Laode Fahmi; Rahman, Muhammad Azka Sufirman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/560njx41

Abstract

Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, memiliki potensi unggul pada komoditas pisang Cavendish serta daya tarik wisata Bulu Saukang. Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Hasanuddin diinisiasi untuk memperkuat infrastruktur pengairan melalui implementasi pompa hidram dan mengakselerasi digitalisasi produk desa. Pendekatan yang digunakan ialah learning by doing, sehingga transfer pengetahuan langsung di lapangan bersama BUMDes dan Karang Taruna serta koperasi merah putih. Kegiatan meliputi uji operasional pompa hidram, penataan SOP sederhana operasi pemeliharaan, serta pengembangan awal kanal digital (katalog produk dan materi promosi). Hasil menunjukkan tanggapan positif dari pemangku kepentingan desa, peningkatan pemahaman teknis pengelolaan air, dan terbentuknya fondasi pemasaran digital untuk produk Cavendish dan promosi wisata. Program direkomendasikan berlanjut pada tahap pendampingan berikutnya dengan penekanan pada penguatan kapasitas, tata kelola data, serta integrasi teknologi informasi lebih komprehensif yang direncanakan pada 2026. Inisiatif ini diharapkan mendorong nilai tambah ekonomi lokal dan kemandirian operasional desa.
Edukasi Think Pair Share Sebagai Upaya Meningkatan Pengetahuan Anak Dalam Konsumsi Sayur dan Buah Wati, Liza; Ismail, Nurliana Binte; Nirnasari, Meily; Siagian, Yusnaini; Khoriroh, Syamilatul; Atrie, Utari Yunie; Widiastuti, Linda; Pujiati, Wasis; Fadilah, Ummu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dhx7jh75

Abstract

Anak usia sekolah merupakan salah satu kelompok anak yang rentan mengalami masalah gizi. Status gizi anak yang buruk mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan proses berpikir. Salah satu nutrisi yang penting adalah zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, walaupun dibutuhkan dalam jumlah kecil namun berperan penting dalam kesehatan. Salah satu sumber nutrisi tersebut adalah pada buah dan sayur.  Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada anak-anak meningkatkan risiko obesitas dan berdampak negatif pada tumbuh kembang mereka. Pendidikan kesehatan dengan media edukasi yang sesuai usia adalah salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang konsumsi sayur dan buah. Model think pair share membantu siswa bernalar dan berpikir kritis, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah. Metode edukasi dilakukan dengan pendidikan kesehatan disekolah. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas III di SDN 005 Tanjungpinang Kota sejumlah 43 siswa. Hasilnya didapatkan gambaran  mayoritas anak adalah perempuan (53,5%) dan berusia 9 tahun (53,5%). Sebagian besar anak pernah mendapatkan informasi tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah (88,4%), terutama dari guru sekolah (41,9%). Namun, mayoritas anak belum pernah menerima pendidikan kesehatan tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah (60,5%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan model think pair share, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang kurang (44,2%). Namun setelah intervensi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik (97,7%). Model ini efektif untuk pembelajaran dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis
Penilaian Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan ( KPSP ) Sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Di Tk ‘Aisyiyah 6 Kota Padang. Nurhaida, Nurhaida; Saputri, Melda; Rita, Nova; Refialdinata, Jeki; Najwa, Najwa; Nadia, Nadia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53feq773

Abstract

Masa depan bangsa bergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal. Periode awal kehidupan merupakan masa emas sekaligus rentan terhadap gangguan perkembangan, sehingga diperlukan pengasuhan, gizi, stimulasi, dan lingkungan yang baik. Deteksi dini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) penting untuk menilai perkembangan anak usia prasekolah meliputi aspek motorik kasar, halus, bicara, bahasa, serta sosial-kemandirian. Penilaian perkembangan dengan KPSP sangat penting dilakukan secara berkala, terutama pada anak usia prasekolah (3–6 tahun), Tanpa deteksi yang tepat, anak dengan keterlambatan perkembangan berisiko mengalami kesulitan belajar, gangguan perilaku, bahkan kecacatan yang bersifat permanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemantauan pertumbuhan (tinggi dan berat badan), skrining perkembangan dengan KPSP, serta edukasi kepada orang tua dan pendidik. Hasil menunjukkan 69,3% anak memiliki perkembangan sesuai usia, 26% meragukan, dan 4,7% terdapat kemungkinan penyimpangan. Anak dengan hasil meragukan diberikan stimulasi tambahan terutama pada aspek motorik halus dan sosial-kemandirian. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar deteksi dini tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Penerapan Teknologi Tepat Guna: Screw Extruder dan Heat Pump Dryer Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Terasi Arendra, Anis; Handaka, Tatag; Ahmad, Sabaruddin; Dzulkarnain, Iskandar; Jamilah, Jamilah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r8tcts91

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan dalam proses produksi terasi pada kelompok usaha masyarakat pesisir di Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, yang selama ini masih bergantung pada metode penjemuran tradisional dan memiliki tingkat efisiensi yang rendah. Permasalahan tersebut berdampak pada keterbatasan kapasitas produksi, ketidakkonsistenan mutu produk, serta meningkatnya risiko kontaminasi selama proses pengeringan. Solusi yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah penerapan dua Teknologi Tepat Guna (TTG), yaitu Screw Extruder dan Heat Pump Dryer (HPD), yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Penerapan Screw Extruder terbukti mampu meningkatkan kapasitas pencetakan terasi hingga mencapai 40 kg per jam dengan bentuk produk yang lebih seragam dan konsisten. Sementara itu, penggunaan Heat Pump Dryer memungkinkan proses pengeringan berlangsung lebih cepat, dari semula 2–3 hari menjadi hanya 6–8 jam, serta memungkinkan produksi dilakukan sepanjang tahun tanpa bergantung pada kondisi cuaca. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan kedua teknologi tersebut secara signifikan meningkatkan efisiensi, mutu, higienitas, dan daya saing produk terasi mitra. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, kemandirian, dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui pemanfaatan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Inovasi Produk Bernyit: Mendorong Ekonomi Hijau dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Jeruk Soksok Binakal Kabupaten Bondowoso Melalui Revitalisasi Kerajinan Bernyit Hosaini, Hosaini; Safitri, Muharofah Nur; Kusumawati, Dahani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2w1ckv79

Abstract

Program "Bernyit Product Innovation: Encouraging a Green Economy and Economic Independence for the Community of Jeruk Sok-Sok Binakal Village, Bondowoso Regency through the Revitalization of Bernyit Crafts"aims to improve the welfare of rural communities by strengthening a green economy based on local potential. This activity was motivated by the conditions of the people of Jeruk Sok-Sok Village, who mostly depend on bamboo-based Bernyit crafts for their livelihoods, but still face limitations in production technology, business management, and marketing. The implementation method uses a community-based approach.community-based participatorywhich actively involved the community in the planning, training, technological innovation, and evaluation stages. The results of the activity showed a 35% increase in work skills, a 45% increase in production efficiency thanks to the implementation of semi-automatic tools, and a 33% increase in production capacity. In addition, three independent artisan groups were successfully formed with a simple business management system and social media-based digital marketing. The discussion showed that the revitalization of Bernyit crafts not only strengthened the community's economy but also raised awareness of environmental sustainability principles. In conclusion, Bernyit product innovation serves as a model for developing a sustainable and independent green economy at the village level. The implication is that this program can be replicated in other regions to strengthen the natural fiber-based creative economy and support the achievement ofSustainable Development Goals(SDGs) especially in the aspects of decent work and green economic growth.  
Latihan ROM Pasif Terhadap Rentang Gerak Sendi Siku dan Kekuatan Otot Bisep pada Pasien Stroke Iskemik di RSUD Kanjuruhan Labibah, Nisrina; Martiningsih, Wiwin; Bachtiar, Arief; Supono, Supono; Tyas, Maria Diah Ciptaning
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b9q1jw46

Abstract

Kelemahan fisik pada pasien stroke iskemik dapat menyebabkan penurunan pada rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penanganannya dapat dilakukan dengan latihan ROM Pasif. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh latihan ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pada pasien stroke iskemik. Peneliti menggunakan metode quasi experimental. Responden pada penelitian dibagi 2 kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 17 orang. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, disesuaikan dengan kriteria inklusi. Variabel independent pada penelitian ini yaitu Latihan ROM Pasif dan dependent yaitu rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penelitian ini menggunakan uji Paired T-test untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap kekuatan otot bisep. Hasil penelitian menunjukkan mean pre-test rentang gerak sendi siku 31,76 dan nilai 4 kekuatan otot bisep sebanyak 1 orang (5,9%) dan mean post-test rentang gerak sendi siku 45,88 dan nilai 4 kekuatan otot bisep meningkat sebanyak 5 orang (29,4%). Serta menunjukkan ada pengaruh rentang gerak sendi siku sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,001 dan ada pengaruh kekuatan otot bisep sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,011. Latihan ROM Pasif jika dilakukan secara tepat dan konsisten dapat memulihkan kelemahan rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pasien stroke iskemik.
Pengendalian Vektor DBD Berbasis Komunitas melalui Pelatihan Pembuatan Ovitrap di Desa Piyaman Wandansari, Eustachia Diajeng; Waskitha, Stephanus Satria Wira; Wibowo, Safri Sekti; Hede, Marry Grace Florensia; Tulung, Cindy Stevani; Kinanthi, Eleonora Galuh Windu; Sihombing, Meisyah Marito; Yuliani, Sri Hartati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ds43bj92

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul. Desa Piyaman diidentifikasi sebagai wilayah endemis yang menuntut strategi penanggulangan vektor berkelanjutan. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait teknologi pengendalian vektor yang efektif, seperti metode surveilans populasi nyamuk, menjadi penghalang utama upaya pencegahan. Program pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader kesehatan serta warga dalam pembuatan dan implementasi ovitrap, sebagai instrumen pengendalian vektor Aedes aegypti berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Balai Padukuhan Desa Piyaman pada 27 Mei 2025 dengan melibatkan 18 peserta, melalui pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama: penyuluhan, demonstrasi teknis, dan praktik langsung. Evaluasi menggunakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal dan umpan balik kualitatif untuk menilai perubahan pemahaman peserta. Hasil pre-test menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan mengenai ovitrap (2,28 ± 1,31 dari 7; 32,57%), meskipun pengetahuan peserta mengenai aspek umum (3,11 ± 0,65 dari 4; 77,75%) dan pencegahan DBD (3,03 ± 0,73 dari 4; 75,75%) sudah relatif baik. Umpan balik kualitatif mengindikasikan keberhasilan peningkatan penguasaan teknis, munculnya komitmen implementasi mandiri, serta intensi diseminasi pengetahuan. Seluruh peserta berhasil membuat ovitrap menggunakan bahan lokal dan berkomitmen menerapkannya di lingkungan masing-masing. Program ini mendemonstrasikan efektivitas pemberdayaan komunitas dalam mengatasi kesenjangan pengetahuan, menjadikannya model intervensi berkelanjutan untuk penanggulangan vektor DBD di wilayah endemis.
Peran Caring Transkultural Pada Pasien Gangguan Neurologis Epilepsi Melalui Teori Madeleine Leininger Manumara, Theophylia Melisa; Azzizah, Syifa Nurul; Aulia, Dea Lova; Arianti, Elfira Putri; Sofia, Resfiany; Apriliyanti, Meliyani; Yasiin, Neng Assay; Pambudi, Muhammad Danang Prasetyo Agung
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pthq8k09

Abstract

Gangguan neurologis seperti epilepsi merupakan kelainan pada sistem syaraf dalam tubuh. Sebagian orang mengaitkan epilepsi ini sebagai hal mistis dikarenakan kejang-kejang secara tiba-tiba, meronta ronta hingga mulut berbusa saat epilepsi menyerang penderitanya. Pendekatan pelayanan kesehatan dalam menangani pasien epilepsi tidak hanya dari aspek medis tetapi juga psikososial serta budaya. Tujuan: Melakukan pendekatan biomedis dan transkultural agar dapat memperkuat hubungan terapeutik serta menumbuhkan kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan. Metode: Proses pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dan mengunduh artikel dari database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci “budaya”, “epilepsi”, “stigma masyarakat”, dan “caring”. Hasil: menunjukkan peran perawat dalam menerapkan model caring transkultural sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup pasien dengan gangguan neurologis. Penerapan teori Madeleine Leininger menjadi dasar yang sangat penting dalam memahami nilai, kepercayaan, dan budaya pasien sehingga perawat mampu memberikan asuhan yang lebih efektif. Jurnal internasional menunjukkan bahwa psikologi positif dapat menurunkan tingkat kecemasan, dan meningkatkan kepatuhan terapi pada pasien neurologis anak maupun dewasa. Kesimpulan: kolaborasi antar keyakinan sangat diperlukan untuk pelayanan neurologi yang berorientasi pada manusia secara holistik, beretika, dan berkeadilan budaya.
Pendampingan Unplugged Coding Berbasis Aktivitas Visual Motorik untuk Menstimulasi Computational Thinking Anak Usia 3–5 Tahun di RA Hidayatul Islamiyah Salamah, Ummidlatus; Rofi’ah, Ulya Ainur; Cahyati , Nun Nuni Ihda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pve0kb98

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berjudul “Pendampingan Unplugged Coding Berbasis Aktivitas Visual Motorik untuk Menstimulasi Computational Thinking Anak Usia 3–5 Tahun di RA Hidayatul Islamiyah”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru RA Hidayatul Islamiyah dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang mampu menstimulasi keterampilan Computational Thinking (CT) pada anak usia 3–5 tahun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan aktivitas Unplugged Coding berbasis visual motorik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru secara aktif dalam tahap identifikasi masalah, pelatihan, implementasi, observasi, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar 50,2% dalam pemahaman konsep dan penerapan Unplugged Coding, serta peningkatan kemampuan CT anak sebesar 68,05% setelah penerapan aktivitas pembelajaran visual motorik. Kegiatan ini juga meningkatkan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan berpikir logis, kritis, dan kreatif anak sejak usia dini. Dengan demikian, pendampingan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran inovatif di RA dan dapat dijadikan model pengembangan pendidikan anak usia dini yang berbasis pada penguatan keterampilan abad ke-21.