Jurnal Solusi Masyarakat Dikara
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara ISSN 2828-3481 (Online) merupakan jurnal pengabdian dosen untuk mempublikasikan hasil tridharma perguruan tinggi berupa artikel pengabdian. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara terbit 3 kali setahun, setiap April, Agustus dan Desember. Naskah yang disubmit harus ditulis dengan format template dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, setiap naskah yang masuk harus bebas plagiasi dan merupakan karya sendiri yang belum diterbitkan di jurnal manapun. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara menerima naskah dalam bidang multidisiplin mencakup ilmu sosial, sains, teknik, ekonomi, dan humaniora. Naskah yang disubmit harus menggunakan format template jurnal dan memenuhi kaidah Author Guidelines.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2023): April 2023"
:
10 Documents
clear
Sosialisasi Gerakan Bersih Pantai Sebagai Upaya Mengurangi Sampah di Desa Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang
Erniati, Erniati;
Andika, Yudho;
Imanullah, Imanullah;
Imamshadiqin, Imamshadiqin;
Syahrial, Syahrial;
Jannah, Misbahul
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Iboih merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Sukakarya yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan, dengan kondisi itu sektor Kelautan dan Perikanan di Desa Iboih memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Salah satu potensi kelautan dan perikanan yang berada di Desa Iboih adalah wisata pantai. Banyaknya pengunjung yang berwisata ke pantai Iboih dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun, banyaknya pengunjung juga dapat menimbulkan masalah lain. Pengunjung yang berwisata seharian penuh memerlukan kebutuhan untuk makan dan lainnya. Makanan dapat mereka bawa dari rumah dan juga dapat dibeli di sekitar pantai Iboih. Hal inilah yang menjadikan timbulnya masalah karena diperlukan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan kampanye sadar lingkungan melalui kegiatan aksi bersih pantai kepada masyarakat Desa Iboih sehingga memiliki wisata pantai yang lestari. Sesi 1, Tim Pengabdian memberikan materi tentang pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan wisata pantai dalam upaya meningkatkan wisata pantai yang bersih dan alami. Sesi 2, kegiatan aksi bersih pantai yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa sosialisasi pelestarian dan kebersihan lingkungan wisata pantai Desa Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan wisata pantai sehingga dapat dikelola dengan optimal yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Pemanfaatan Bahan Baku Limbah Untuk Pembuatan Pakan Ikan Mandiri di SMK Negeri 6 Lhokseumawe
Salamah, Salamah;
Mahdaliana, Mahdaliana;
Hatta, M.;
Rusydi, Rachmawati;
Mainisa, Mainisa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Usaha budidaya perikanan merupakan sebuah usaha pemeliharaan ikan mulai dari pembenihan, pemeliharaan, pemberian pakan sampai pemasaran ikan. Dalam usaha budidaya ikan tidak terlepas dari pakan ikan, karena pakan merupakan biaya terbesar dalam produksi mencapai 60- 70% dari biaya produksi ikan. Pakan ikan selama ini memiliki kendala salah satunya yaitu harga pakan yang tinggi yang tidak mengimbangi harga jual ikan sehingga pembudidaya merasa kewalahan dalam hal pakan ikan, apalagi pakan dengan protein tinggi sudah pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pakan dengan protein rendah. Metode pendekatan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode edukatif, partisipatif, dan persuasif. Prosedur kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri atas beberapa tahapan, yakni: (1) Penyuluhan tentang pakan ikan buatan berbahan baku limbah, (2) penyuluhan tentang pengenalan berbagai bahan baku limbah yang berpotensi untuk dijadikan bahan pakan, (3) penyuluhan tentang teknologi pembuatan pakan ikan, (4) pelatihan dalam tahapan pembuatan pakan ikan. Hasil yang dirasakan adalah terjadi perubahan tambahan pengetahuan dan pengalaman serta skil peserta pengabdian tentang pemanfaatan bahan baku limbah untuk pembuatan pakan ikan mandiri.
Peningkatan Pemahaman Petani di Kecamatan Muara Batu tentang Pertanian Berkelanjutan
Zuriani, Zuriani;
Adhiana, Adhiana;
Ariani, Rita;
Fadli, Fadli
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan masyarakat akan pangan semakin bertambah seiring pertumbuhan penduduk. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk peningkatan produksi pangan, baik secara ekstensifikasi maupun intensifikasi. Program ekstensifikasi pada saat ini sudah susah untuk dilakukan karena luas lahan pertanian yang semakin sempit akibat adanya peralihan untuk pemukiman dan kegiatan non pertanian lainnya. Oleh karena itu, produksi tanaman pangan hanya bisa dilakukan secara intensifikasi melalui peningkatan produktivitas. Dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi sawah masyarakat menggunakan berbagai jenis pupuk dan pestisida. Pupuk dan pestisida yang digunakan petani bertujuan untuk mendapatkan produksi yang tinggi dalam jangka waktu yang cepat sehingga petani mengandalkan pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan terutama tanah. Tanah pertanian yang diberikan pupuk dan pestisida kimia dalam jangka waktu yang lama akan mengalami penurunan kualitas yang akan berdampak kepada produktivitasnya. Pertanian berkelanjutan merupakan sebuah konsep pertanian yang mengedepankan pola berusahatani ramah lingkungan sehingga produktifitas lahan tetap lestari sepanjang masa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang konsep pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan berupa penyampaian materi tentang pertanian berkelanjutan dan memperkenalkan pupuk dan pestisida nabati. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya perubahan pola pikir tentang pertanian dan betambahnya pengetahuan dalam menjalankan usahatani padi sawah.
Pemberdayaan Petani Gaharu Tentang Proses Inokulasi Hasil Hutan Non Kayu di Gampong Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara
Budi, Setia;
Lukman, Lukman;
Wardah, Eva
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gaharu dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara mikroba (inokulum tertentu) dengan tanaman inang dan adanya mekanisme kimia yang akhirnya membentuk suatu produk yaitu gubal. Inokulam lokal efektif dalam menghasilkan gaharu, karena endemiknya didaerah tertentu. Beberapa kendala mitra yang sangat dirasakan anatara lain (1) rendahnya pengetahuan anggota kelompok tani dalam hal proses inokulasi pada tanaman penghasil gaharu (2) belum adanya ketrampilan dalam proses penyutikan (inokulasi) tanaman gaharu unggul Aceh. Solusi yang ditawarkan kepada petani mitra yaitu pelatihan dan dan pendampingan proses inokulasi yang dilakukan dilingkungan petani mitra dengan pendampingan dari tim pengabdian yang sudah berpengalaman. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan Pendampingan cara penyutikan inokulasi untuk menghasilkan gaharu. Para anggota kelompok petani mitra akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana proses dan teknis inokulasi pada tanaman budidaya gaharu dengan komposisi berupa teori pelatihan 20% dan dilanjutkan dengan praktikum penyuntikan inokulan pohon panghasil gaharu dengan komposisis yang lebih besar mencapai 80%. dari keseluruhan kegiatan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukan Pemberdayaan petani gahauru tentang teknik inokulasi tanaman gaharu, mendapat perhatian dan tanggapan yang sangat baik serta antusias dari anggota kelompok Tani “Tunas Gaharu”. Selain itu pelatihan mengenai teknik inokulasi pohon gaharu yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, mendapat perhatian dan tanggapan yang sungguh-sungguh, yang ditandai dengan banyak pertanyaan-pertanyaan berkualitas yang diajukan peserta pelatihan menyangkut produksi gubal dengan teknik inokulasi, prospek pasar dan tempat memasarkan gubal gaharu. Perlu adanya pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Tani “Tunas Gaharu” Dusun Pante Bahagia Gampong Teupin Reuseup Kecamatan Sawang Aceh Utara secara berkesinambungan.
Pemperdayaan Manajemen Organisasi Pada Dayah Nurul Yaqin Kecamatan Darul Ihsan Di Kabupaten Aceh Timur
Nuriman, Nuriman;
Azhar, Azhar;
Ayub, Ayub;
Yusnaini, Yusnaini;
Yuliza, Yuliza
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendampingan dan pemberdayaan dayah salafiyyah merupakan langkah stategis yang dilakukan untuk meningkatkan sumberdaya personil. Pelaksanaan program pendampingan melalui pengabdian pada dayah Nurul Yaqin ini bermaksud untuk memperkokoh manajerial dan tatakelola organisasi dan administrasi untuk mendukung kelancaran manajerial oraganisasi dayah. Kegiatan pendampingan ini melibatkan pendekatan partisipatori action riset yang mengharuskan tim pendamping terlibat langsung dalam community relation Bersama sejumlah pengurus utama di lokasi pemberdayaan. Sejumlah tiga pesonil pendamping dan dua personil tenaga ahli bidang manajemen dan adminitrasi ikut terlibat dalam kegiatan pendampingan pada dayah, dengan sasaran meningkatkan kemampuan manajerial dan tatakelola administrasi pada lembaga dayah salafiyyah. Keterlibatan tim community relation memberi peluang yang luas kepada pengurus dayah untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas manajerial dan tatakelola administrasi yang baik. Pengabdian/pendampingan ini menghasilkan tatakelola administrasi dan pola manajerial yang terstruktu pada dayah Nurul Yaqin. Keberhasilan ini terjadi melalui transfer pengetahuan tentang manajemen maupun cara-cara memformat dan menulis surat yang baik. Tim pelaksana pendampingan/pengabdian terjun langsung dan bersosialisasi dengan sejumlah pengurus dayah Nurul Yaqin, di Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur. Oleh karena itu, pengabdian/pendampingan telah mampu meningkatkan tatakelola administrasi dan manajemen organisasi pada dayah. Dengan demikian, tim pelaksana merekomendasi tatakelola administasi berkelanjutan sehingga menambah baik kualitas dan struktur kepengurusan pada Dayah Nurul Yaqin.
Pemberdayaan Petani Padi Sawah Melalui Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto Alba) untuk Pengendalian Hama Tikus (Rattus Argentiventer) di Gampong Pulo Iboh Kecamatan Kuta Makmur
Wardah, Eva;
Budi, Setia;
Lukman, Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kendala utama dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi adalah adanya serangan hama tikus (Rattus-rattus spp). Tikus merupakan hama yang relatif sulit karena memiliki kemampuan adaptasi, mobilitas, dan kemampuan berkembang biak yang pesat serta daya rusak yang tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah untuk terlaksananya pengendalian hama tikus secara berkelanjutan dengan menjawab masalah serangan hama tikus yang mampu menurunkan hasil produksi padi sawah yang diusahakan oleh anggota kelompok tani mitra secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penerapan Inovasi pengendalian hama tikus dengan pengadaan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) diharapkan mampu membantu meningkatkan produksi padi sawah anggota kelompok tani “Tuah Mugoe" pada khususnnya, dan petani diareal pengabdian pada ummunya. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dengan Demontrasi Cara (DemCa), pendampingan kedua metode ini menjadi pendekatan yang tepat dimana partisipasi petani mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pedampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan dan secara tidak langsung proses ini menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Kegiatan pelatihan yang sudah dilakukan meliputi pengenalan pengendalian hama tikus secara hayati mulai dari pengenalan jenis-jenis pengendalian hama tikus secara hayati, manfaat dan dampak pengendalian hama tikus dengan pendekatan ekologi (lingkungan). Praktek langsung pembuatan Rumah burung hantu (RUBUHA) pembuatan struktur bangunan, pembuatan pondasi tiang penyangga dan pemasangaan Rumah Burung hantu secara benar.
Sosialisasi Pemberdayaan kaum Perempuan Sebagai Upaya Penghasilan Tambahan dari Hasil Panen Nelayan di Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara
Apriansyah, Rian;
Hasibuan, Arnawan;
Fahmi, Bunga Luthfia;
Munawaroh, Nur Laela;
Silvia, Silvia;
Nurfadila, Nadia;
Nate, Tajuk Tangke;
Sayuti, M;
Mursalin, Mursalin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pantai Bantayan merupakan salah satu pantai di kawasan Aceh Utara. Tim Modul Nusantara Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan sosialisasi Pemberdayaan kaum ibu-bu sebagai penghasilan tambahan dari hasil panen nelayan dengan bimbingan dosen Modul Nusantara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sasaran utama yang peneliti pilih adalah kaum perempuan yang terdiri dari ibu-ibu. Peneliti menyampaikan strategi pemasaran usaha mikro kecil dan menengah produk hasil tangkapan nelayan mulai dari inovasi produk olahan hasil tangkapan nelayan, pengemasan produk agar lebih menarik hingga pemasaran melalui media offline maupun online. Selama sosialisasi, peserta sangat antusias terhadap pembahasan yang disampaikan peneliti, namun setelah pemaparan selesai ada beberapa yang menyampaikan permasalahan yang dihadapi pada nelayan di Desa Bantayan meliputi: 1) tidak mendapatkan hasil tangkapan yang bagus, karena hasil tangkapan yang bagus akan diberikan pada tengkulak, mereka bahkan harus membeli hasil tangkapannya pada tengkulak jika ingin mendapatkan tangkapan yang bagus. Hal tersebut membuat masyarakat menjadi tidak leluasa untuk mengolah hasil tangkapannya sendiri karena tidak memiliki hasil tangkapan yang dapat langsung diolah sendiri. 2) Lokasi masyarakat Desa Bantayan dengan pusat perbelanjaan yang cukup jauh sehingga menghambat proses pemasaran yang akan dilakukan oleh masyarakat, selain itu lokasi yang jauh akan menambah biaya transportasi yang akan dikeluarkan.3) Dalam pemberdayaan ekonomi nelayan memiliki hambatan yaitu, rendahnya tingkat pendidikan. Kurangnya bentuk keterampilan dan wawasan ilmu, kurangnya bentuk pelatihan atau sosialisasi dari pemerintah.Nah ,dari permasalahan tersebut dari tim kami memberikan saran untuk mengurangi sistem penjualan hasil pertanian yang mayoritas masih mengandalkan tengkulak agar masyarakat dapat mengoptimalkan hasil tangkapan nelayan dengan mengolahnya sendiri sehingga akan menambah nilai jual dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang inovasi produk olahan yang dapat dihasilkan dari hasil tangkapan nelayan serta cara pengemasan produk agar lebih menarik, masyarakat kaum muda ikut berperan aktif terutama dalam proses pemasaran produk olahan hasil inovasi tangkapan nelayan karena kaum muda lebih memahami teknologi dan terbuka terhadap perubahan yang ada.
Pengenalan Pengetahuan Arsitektur Sejak Dini Bagi Siswa SMP Sekolah Cita Luhur di Kota Medan
Fitri, Fanny Syah;
Hassan, Soraya Masthura;
Rizki, Irma Herliza;
Fidyati, Fidyati;
Andriani, Dela
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Estetika, adalah istilah yang sangat tepat untuk memikat masyarakat untuk mengetahui dan memahami pengetahuan arsitektur lebih dalam. Pada acara tahuan Siswa Sekolah Cita Luhur di Kota Medan yang bernama Math and Science digunakan sebagai momentum untuk memperkenalkan pengetahuan arsitektur sejak dini. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar para siswa memiliki referensi kolektif cita-cita yang hendak dituju dimasa depannya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sangat unik karena membutuhkan kinerja mental dan pikiran yang harus berpihak kepada mereka. Untuk menuju hal tersebut, kegiatan ini menggunakan metode interaktif visual yang berisikan citra desain 2D dan 3D dalam bentuk virtual, dan tampilan citra desain faktual disajikan dalam bentuk multimedia bergerak seperti video diiringi dengan musik yang menyerukan. Citra desain tersebut dikemas dalam spreadsheet visual secara presentasi setempat dan leaflet sebagai rekaman konten yang dapat siswa miliki. Dampak kembali yang dirasakan setelah menjadi narasumber bahwa terdapat adanya pertanyaan-pertanyaan baik yang bersifat praktis maupun bersifat teoritis dari para siswa. Walau gaya komunikasi mereka hadir dalam bahasa yang sederhana, disana terlihat bahwa kegiatan pengenalan pengetahuan arsitektur secara dini dapat dinilai berhasil dan perlu diperluas karena kinerja karya arsitek dapat diterima dengan mudah di hati dan pikiran mereka hingga menjemput profesi arsitek dimasa depannya.
Sosialisasi Penggunaan Rumpon Tradisional untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan di Desa Cot Seurani Aceh Utara
Salmarika, Salmarika;
Muliari, Muliari;
'Akla, Cut Meurah Nurul;
Ruzanna, Arina
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Cot Seurani merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara yang memiliki potensi perikanan tangkap. Nelayan merupakan menjadi salah satu profesi yang dominan khususnya di Desa Cot Seurani. Hasil tangkapan nelayan berbeda-beda atau beranekaragam tergantung faktor cuaca, musim dan lokasi penangkapan ikan yang tidak tepat. Sejauh ini nelayan di Desa Cot Seurani cenderung melakukan penangkapan secara tradisional dengan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh secara turun temurun. Hasil tangkapan yang diperoleh juga tidak menentu karena terbatasnya alat bantu penangkapan ikan untuk meningkatkan hasil tangkapan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan melalui sosialisasi tentang penggunaan alat bantu penangkapan tradisional berupa rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan di Desa Cot Seurani. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang manfaat dan cara merakit komponen rumpon. Sehingga diperoleh hasil akhir meningkatnya pengetahuan dan keterampilan nelayan di Desa Cot Seurani dalam memanfaatkan rumpon sebagai alat bantu penangkapan guna meningkatkan jumlah tangkapan ikan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Workshop: Memahami Peta Topografi dan Kontur Bagi Pelajar Kota Lhokseumawe
Humaro, Raihan;
Karsono, Bambang;
Deni, Deni;
Aiyub, Hendra;
Saputra, Eri
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemetaan topografi merupakan suatu pekerjaan yang memperlihatkan posisi keadaan planimetris di atas permukaan bumi dan bentuk diukur dan hasilnya digambarkan di atas kertas dengan simbol-simbol peta pada skala tertentu yang hasilnya berupa peta topografi. Workshop memahami peta topografi dan kontur ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam membaca dan membuat peta topografi dan kontur. Pemahaman yang baik akan peta topotgrafi dan kontur sangat berperan penting dalam proses perencanaan dan perancangan arsitektur khususnya desain arsitektur lansekap. Metode Pelaksanaan pada kegiatan ini bersifat kualitatif interaktir yaitu suatu metode yang melibatkan audiensi terhadap permasalahan yang diciptakan sebagai model latihan untuk diselesaikan yang diharapkan menjadi jejak keterampilan tersendiri dalam mengolah dan mengadaptasi tapak yang sesuai dengan ide dan gagasan perencanaan dan perancangan yang telah ditetapkan. Materi yang ditawarkan sebagai tindak lanjut melingkupi pengenalan dan daya olah dasar peta topografi dan kontur pada tapak yang dapat dijadikan referensi dan ilmu dsasar untuk beranjak adaptif studi yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Diharapkan dengan adanya workshop ini, pelajar di kota Lhokseumawe mampu meningkatkan kemampuan desain khususnya lansekap dan belajar untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dalam proses perencanaan dan perancangan.